Draco tersenyum sinis, bukannya takut justru Ellen mengajaknya bercinta. Dari sekian banyaknya perempuan yang menggoda Draco bahkan istrinya sendiri tapi Ellen lah yang membuat king mafia itu begitu penasaran dan terusik pikirannya.
Tanpa banyak kata, Draco membalik tubuh Ellen kemudian melakukan penyatuan dari arah belakang.
Ellen yang tidak siap hanya bisa berteriak menerima serangan mendadak itu. Penyatuan kali ini terasa lebih dalam dan Draco begitu kasar saat menggoyangkan pinggulnya.
Tapi, Ellen harus bisa mengimbangi permainan gila itu walaupun dia belum berpengalaman. Secara otodidak, Ellen berusaha membuat Draco puas dengan tubuhnya.
Dan benar saja tak berselang lama, Ellen merasakan Draco semakin cepat memompa tubuhnya, lelaki itu menggigit bahunya saat pelepasan itu datang.
Suara nafas yang tersengal-sengal memenuhi ruangan minim cahaya tersebut. Sampai Draco perlahan melepas Ellen yang membuat tubuh gadis itu menggeliat tidak karuan.
"Tuan..." panggil Ellen memberanikan dirinya.
"Draco, namaku Draco," sahut Draco sembari menyalakan rokoknya.
Lelaki itu menyesap rokoknya dan duduk di samping Ellen yang memperbaiki pakaiannya kembali.
"Draco..." panggil Ellen sekali lagi. "Jadi, aku boleh berada di sisimu, 'kan?"
"Aku tidak mempunyai tujuan apapun, aku hanya mengagumimu karena kita sering bertemu tanpa kau sadari. Semenjak itu, aku jadi pengagum rahasiamu dan nekat menguntitmu," ucap Ellen memberi alasan.
Draco terkekeh mendengar alasan Ellen yang tak masuk akal. "Kau pikir aku akan percaya?"
"Kau boleh melakukan apapun padaku asal jangan usir aku dari sisimu!" Ellen membuang harga dirinya jauh-jauh. Prioritas utamanya adalah balas dendam pada Freya dan menguak identitas asli perempuan itu.
Awalnya Draco ingin memberi pelajaran pada Ellen dan membuat perempuan itu mengakui motifnya tapi sekarang Draco berpikir jika Ellen hanyalah gadis yang tergila-gila padanya.
"Biar Freya yang akan membereskanmu," ucap Draco kemudian.
Setelah berkata seperti itu, Draco pergi meninggalkan ruangan dan meminta pengawalnya untuk memberi kamar pada Ellen.
Dan kabar mengenai kedatangan Ellen langsung terdengar ke telinga Agatha. Gosip dengan cepat tersebar di istana mafia itu jika Draco telah membawa seorang selir di sana.
Agatha bergegas ke kamar majikannya dan memberitahu berita tersebut.
"Apa!?" teriak Freya tidak percaya.
"Itu benar Queen, bahkan sekarang perempuan itu tinggal di istana ini dan mempunyai kamar pribadi," jelas Agatha.
Freya tentu saja menjadi geram, dia saja belum disentuh oleh suaminya tapi Draco justru membawa perempuan lain di istana itu.
"Aku akan menemui perempuan jalaang itu!" ucap Freya dengan emosi yang meledak-ledak.
Freya berjalan cepat menuju kamar Ellen berada, seperti biasa dia berdandan dengan mewah semenjak menjadi istri Draco. Dia memegang kunci khusus di mana penyimpanan harta kerajaan mafia itu. Jadi, Freya bebas menggunakan harta itu asal dia melapor pada pemegang tanggung jawab keuangan yaitu Dante.
Yang sudah jelas-jelas, Dante ada dipihak Freya saat ini. Dante akan melindungi Freya dan menghapus data yang Draco tidak perlu ketahui.
"Buka pintunya!" perintah Freya pada penjaga untuk mendobrak pintu kamar Ellen saat sampai.
Saat pintu terbuka, Freya lekas masuk dan matanya terbelalak karena melihat Ellen yang duduk manis menyambut kedatangannya.
"Kau!" seru Freya dengan mengepalkan kedua tangannya.
Ellen berseringai puas melihat ekspresi Freya itu. "Kenapa? Kaget melihatku yang masih hidup, Freya Kendley?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Eka suci
sok Ellen buka kedok si dante sekalian biar beruang kutub buka mata
2025-01-31
0
Naraa 🌻
Dante si tua Bangka pengkhianat di kubu Freya, Draco mafia tapi lengah ada musuh di balik selimut
2023-12-28
7
☠ᵏᵋᶜᶟηєтα Rєηαтα 📴
weh drama segera di mulai
2023-12-22
0