"baguslah.aku turut senang mendengarnya."jawab Kyle dengan tenang.Kyle yang tidak tau harus merespon bagaimana lagi,langsung mematikan telfonnya.
Tut..Tut..Tut
Kyle yang tadinya fokus dengan berkas yang menumpuk dimeja nya kini tidak bisa lagi berkonsentrasi karena mengingat perkataan Krystal saat panggilan telfon terhubung.
Ia meremas rambut kuningnya dan berteriak frustasi. "kenapa aku tidak bisa melupakannya padahal dia bahkan sudah bertemu takdirnya." gumam Kyle dan bersandar pada kursi kebesarannya.
"ternyata kau masih menyukai wanita didanau itu sampai kau melupakan istrimu di rumah yang sedang menanti kedatanganmu." ucap Mike yang datang tiba-tiba.Ia berbicara pada Kyle seperti biasa dengan raut wajah datar dan dingin.
Kyle yang mendengar perkataan Mike tak bergeming sama sekali.Ia sadar bahwa yang dirinya lakukan salah sebab sudah mengabaikan istrinya dan mementingkan ego nya.
Suasana di ruangan presdir saat ini begitu mencekam.keduanya sama-sama dengan aura dinginnya hingga membuat ruangan itu terasa kaku.Namun,hanya sesaat karena suara wanita yang terdengar cempreng membuat Kyle dan Mike sontak menoleh pada sumber suara.
"Mike." pekik Eloon dengan girang melihat yang dicarinya ketemu.
Kyle yang tau bagaimana karakter Eloon kini menghela nafasnya dengan kasar begitu juga Mike yang langsung keluar dari ruangan karena tidak ingin membiarkan Eloon merubah mood tidak baik Kyle semakin buruk.
"kenapa kau kemari lagi." tanya Mike dengan datar saat sudah berada diluar ruangan.
"memangnya kenapa,ini kan sudah hampir sore jadi kelasku sudah selesai dan aku ingin saja menemui mu." seru Eloon dengan entengnya karena memang saat selesai kuliah langsung ke kantor Kyle.
"Mike,ayolah temani aku makan lagi." ucap Eloon dengan manja untuk membujuk Mike yang sedang menatap dirinya dengan tajam.
"ku mohon pulanglah Eloon.aku masih harus bekerja." jawab Mike dengan malas karena harus berurusan kembali pada sahabat masa kecilnya.
"kalau begitu kita kerumah istrinya Kyle." bujuk Eloon agar bisa keluar berdua dengan Mike.
"ayolah Mike,kau takut ya jika Kyle memecatmu?"
"kau tenang saja kan kau juga punya perusahaan."
Celoteh Eloon dengan entengnya.Sedangkan,Mike hanya diam menatap datar pada Eloon yang sedang tersenyum manis.
Ya,Mike memang punya perusahaan sendiri akan tetapi perusahaannya itu masih berada dibawah naungan Perusahaan S.Official yaitu perusahaan milik Kyle.
"Eloon."
Ucap Mike berusaha lembut untuk mencari cara agar sahabatnya itu pergi dengan cepat.
"kau mau tidak berpacaran denganku?" tanya Mike sontak membuat Eloon terbelalak dan kemudian tersenyum mengangguk karena memang itu impian Eloon.
"kau kan sekarang sudah S3...jadi kau pulanglah ke apartemen mu lalu buka semua buku-buku mu dan belajarlah agar cepat lulus dan kita berpacaran." usir Mike dengan cara halus walau Ia sendiri sebenarnya hanya bercanda.
Eloon yang mendengar perkataan Mike tentu saja dengan hati yang sudah berbunga-bunga setuju begitu saja dan segera berlalu meninggalkan pria tampan yang dicintainya itu.
Mike yang melihat Eloon sudah pergi kini bernafas lega dan segera kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
****
Hari kini sudah malam dan seperti biasa dua sejoli itu yakni Kyle dan Mike masih menyibukkan diri diruangannya masing-masing hingga mereka tidak sadar bahwa sudah pukul tujuh malam.
Kyle yang sudah selesai dengan semua berkas dihadapannya kini melihat jam mewah dipergelangan tangannya dan baru tersadar bahwa Ia sudah lambat pulang.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Fitri Chalid
lanjutkan 💪
2022-06-28
0