Setelah mengeringkan rambut Krystal hampir sepuluh menit, Mike kini sudah berada dimeja makan untuk menunggu Krystal yang tengah bersiap dikamar. Ia ingin sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor. Lama Ia menunggu Krystal pun datang dan duduk di sampingnya.
Keduanya pun langsung menikmati sarapan pagi dengan tenang. Krystal yang serius dengan sarapannya sedangkan, Mike yang mencuri-curi pandang pada Krystal.
"dia benar-benar cantik, andai aku bertemu dengannya lebih dulu." gumam Mike dalam hati dan segera menggelengkan kepalanya saat tersadar bahwa wanita disampingnya adalah istri dari saudaranya.
Bunyi notifikasi membuat Mike yang sedang menikmati sarapannya kini beralih pada layar ponsel mahalnya. Ia membaca notifikasi itu yang ternyata adalah pesan singkat dari Kyle yang menyuruhnya segera ke kantor dalam sepuluh menit. Dengan menghela nafasnya Ia segera meneguk habis air minumnya dan berpamitan pada Krystal.
...****************...
Bunyi alunan musik violin memenuhi seisi kamar utama rumah itu. Setiap alunan violin terdengar begitu menyayat hati. Siapa lagi yang memainkannya jika bukan Krystal.
Krystal yang memang hoby bermain biola sejak kecil kini sudah menjadi kebiasaannya seperti sekarang saat Ia sudah sarapan pagi dirinya langsung kembali ke kamar dan bermain biola.
Lama Ia bermain biola hingga akhirnya menyudahi permainannya. Ia kini berjalan ke arah koper yang sama sekali belum Ia buka sejak tiba dirumah. Ia membuka koper miliknya yang dibawa dari mansion dan mengeluarkan isinya.
Saat dirinya mengeluarkan semua isi koper,Ia menemukan lonceng mini yang diberikan Kyle saat itu. Tanpa terasa air mata kembali menetes di pipinya. Ia kemudian melangkah kedekat jendela dan menggantung lonceng itu disana.
Tidak berbunyi.
Itulah yang pertama kali terlintas dipikirannya saat merasa sudah menggantung lonceng itu dengan benar. "mungkin nanti saat aku bertemu seseorang yang memang takdirku." pikirnya karena lonceng itu tidak pernah berbunyi sejak Kyle memberikan padanya.
Mengingat tentang Kyle seketika membuatnya teringat akan sesuatu. Ia langsung mengambil ponsel yang pernah diberikan Kyle saat itu dan menghubungi kontak yang berada didalam ponsel itu.
Sedangkan disisi lain, disebuah perusahaan besar tepatnya diruangan presdir tampak pria gagah dengan setelah kerjanya bernama Kyle Smith yang saat ini tengah fokus pada berkas-berkas dihadapannya.
Drt.Drt.
Bunyi ponsel mengalihkan pandangannya.Ia segera mengangkat panggilan yang masuk diponselnya tanpa melihat nama si pemanggil. Sepersekian detik Ia terdiam saat seseorang yang menelfonnya tak bersuara dan hanya deru nafas yang samar-samar terdengar.
"Krystal." lirihnya setelah lama terdiam.Ia bisa mengenali seseorang yang memanggilnya itu karena si pemanggil adalah cinta pertamanya. "bagaimana kabarmu." tanya nya namun tak mendapat jawaban dari seberang sana.Lama Ia terdiam hingga panggilan itu pun berakhir.
Kyle menghela nafasnya sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya.Ia memejamkan matanya seraya mengingat wajah Krystal yaitu cinta pertamanya.Ia berusaha melupakan perasaannya itu namun, entah ada apa karena perasaan itu justru kian membesar.
Ia benar-benar merasa jadi pengecut karena menikahi putri dari Ben Murray sedangkan hatinya milik perempuan lain. Sebenarnya bisa saja Ia membatalkan pernikahannya namun, hatinya juga sangat yakin akan pernikahan itu.
Lama Ia berperang dengan pikirannya sendiri hingga pintu ruangannnya terbuka dan menampilkan Mike asistennya. "kau bisa tidak sopan sedikit." ucap Kyle dengan suara beratnya. Mike yang mendengarnya sama sekali tidak peduli dan segera menyerahkan setumpuk berkas yang dibawanya.
▪
▪
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments