Waktu berlalu terasa begitu cepat hingga pagi pun kini sudah tiba.Kyle yang belum juga bangun padahal sudah pukul tujuh pagi,sebab semalaman Ia tidak bisa tidur karena bayangan Krystal selalu muncul dalam fikirannya.
"Kau tidak akan ke kantor?" ucap Mike dengan suara kerasnya hingga membangunkan Kyle yang memang sudah mulai terusik oleh langkah kaki Mike.
"semua menunggu mu di ruang makan." seru Mike lagi dan segera berlalu meninggalkan Kyle yang masih setengah sadar.
Dengan langkah gontai Kyle menuju bathroom untuk membersihkan dirinya dan segera bergabung dengan anggota keluarga yang sudah menunggu nya untuk sarapan pagi.
****
hanya tujuh menit waktu yang digunakan Kyle untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi Ia akan terlambat ke kantor.
"selamat pagi semua." sapa Kyle saat sudah berada diruang makan.Kyle yang sangat buru-buru tidak lagi bergabung untuk sarapan hingga hanya mengambil satu roti yang sudah di olesi selai kacang.
Kyle memang sangat disiplin sejak kecil itulah mengapa Ia tidak ingin terlambat sedikitpun pergi ke kantor.Semua anggota keluarga hanya mampu menatap dalam diam karena memang mereka sudah tau bagaimana karakter dari seorang Kyle Smith.
"ternyata keputusanmu tetap tidak bisa membuat api menjadi dingin." sinis Tuan Smith pada Khris yang sedang menyantap sarapannya.
"anda juga harus tau bahwa sebesar-besarnya kobaran api pasti akan padam juga oleh siraman air." jawab Khris dengan penuh penekanan dan tetap bersikap tenang.
Angel yang sejak tadi terdiam hanya mampu menghela nafasnya. "aku heran,mengapa selalu berada dalam situasi seperti ini.dulu sebelum menikah sahabatku yang bertingkah dan setelah menikah justru lebih parah lagi." gumam Angel dalam hati mengingat bagaimana dulu Ia hidup bersama tiga sahabat lelaki yang berwajah datar serta dingin dan sekarang Ia justru menikah dengan pria yang sama sifatnya.
"aku berangkat dulu." ucap Mike dengan tiba-tiba dan segera berpamitan pada Daddy dan Mommy juga kakeknya.
****
Kyle yang sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh karena tidak ingin terlambat sampai kantor.Namun,seketika hatinya seperti ingin sekali mengunjungi istrinya yang memang satu arah dengan perusahaannya.
Semakin Ia ingin melupakan,semakin gelisah hatinya yang ingin sekali untuk berkunjung kerumah itu sedangkan pikirannya mengatakan tidak.
Dengan menghela nafasnya Ia pun memutuskan untuk mengunjungi istrinya yang entah siapa namanya dan bagaimana rupanya.
Kyle akhirnya tiba dirumah yang lumayan luas menurutnya.dipandangnya rumah itu dari luar dan seketika hatinya bergetar merasakan sesuatu.
Kyle segera melangkah memasuki rumah itu dan tentu disambut hormat oleh semua pelayan.Kyle merasa risih sebenarnya tapi,Ia harus membiasakan dirinya karena bagaimanapun Ia akan membutuhkan seorang wanita tentunya.
"dimana nyonya." tanya Kyle pada kepala pelayan.
Kepala pelayan yang belum sempat menjawabnya sudah lebih dulu terdengar suara alunan musik violin dari arah kamar utama.Dengan segera Kyle menuju kamar dan tepat saat Ia ingin membuka pintu itu,ada rasa sesuatu yang bergejolak didalam hatinya hingga Ia memutuskan untuk berdiri didepan pintu itu sembari menikmati alunan musik violin.
Suara violin itu sama persis dengan yang di dengarnya saat berkunjung kerumah Tuan Ben Murray sebelum dirinya menikah dengan putri Ben.
Sementara Krystal yang memainkan biola nya dalam kamar tepatnya didekat jendela,langsung menyudahi permainan nya itu karena lonceng mini yang digantungnya berbunyi.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments