Makan malam selesai, keempat orang itu memilih untuk pulang. Rasanya mereka tidak sanggup lagi pergi ke tempat lain untuk menghabiskan sisa malam mereka di Las Vegas. Lagipula besok masih ada waktu sebelum mereka kembali ke Los Angeles bukan.
Megan terburu-buru keluar dari toilet karena tidak enak hati pada yang lain menunggunya terlalu lama. Entah kenapa ia tiba-tiba ingin buang air kecil tadi. Padahal sebelumnya ia juga sudah ke toilet. Mungkin ia minum terlalu banyak.
Megan berjalan menuju parkiran mencari mobil Jack.
"Kemana perginya mereka? Aku tidak ditinggalkan kan?" gumam Megan dan tidak sengaja melihat sepasang manusia yang sedang bercumbu mesra disana, sepertinya mereka lupa menutup kaca mobilnya.
"Astaga... kenapa aku harus melihat yang seperti ini. Anggap saja tidak ada Megan. Kamu lewat dengan santai saja. Bukankah itu biasa. Oh tidak ini tidak biasa... mereka...mereka," Megan menutup mulutnya saat melihat pria itu mulai menurunkan baju wanita di pangkuannya. Ia pikir hanya berciuman saja.
"Apa mereka akan melakukannya disini," gumam Megan menatap serius pria dan wanita itu. Hingga Megan tak sadar jika ternyata wanita yang duduk di pangkuan pria itu menyadari keberadaannya. Pria itu juga mengikuti arah pandangan wanita di pangkuannya dan menatap Megan. Rasanya Megan sedang tertangkap basah kedapatan mencuri. Megan malu dan wajahnya merah seperti tomat.
"Sial... apa kamu tidak punya urusan lain, sehingga berdiri disana terus dan memandangi kami," pekik wanita itu. Megan menggeleng tidak sengaja melihat pria itu menatapnya dengan senyuman nakalnya.
"Megan..." panggil Beatrix. Megan menoleh mencari asal suara itu dan berjalan dengan cepat menjauh dari mobil tersebut.
"Aku kira kalian masih disana," ujar Megan masuk ke dalam mobil Jack. Mereka lalu pulang.
*******
Senin kembali datang, hari ini Megan akan wawancara di Hugo's Corp. Perusahaan manufaktur yang memproduksi barang-barang elektronik. Perusahaan besar yang sudah berdiri selama 3 dekade. Beberapa tahun ini, perusahaan tersebut membangun beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang properti, real estate, jasa seperti transportasi dan kesehatan, setelah pemiliknya menyerahkan perusahaannya di kelola oleh anaknya. Perusahaan itu semakin berkembang pesat.
Wawancara dilakukan pagi ini. Megan turun dari kamarnya menuju meja makan.
"Sayang kemari lah, mommy sudah menyiapkan sarapan mu. Ayo makan.." ucap Alma.
"Thanks mom," balas Megan duduk di sofa dan menikmati sandwich nya dengan segelas susu.
"Dad, antar Megan ya," ujar Megan meneguk susu dari gelasnya. Jarak dari rumahnya ke perusahaan memakan waktu setengah jam. Megan berencana akan menyewa apartemen yang baru yang lokasinya dekat perusahaan jika ia diterima nantinya.
"Baiklah sweety.." balas Harold.
Setelah sarapan selesai, Harold dan Megan berangkat.
"Mom, Megan pergi dulu ya. Doakan Megan lulus," ucap Megan memeluk Alma.
"Iya sayang," balas Alma.
Setengah jam kemudian Megan tiba di depan perusahaan Hugo's Corp.
"Good luck sweety," ucap Harold mencium kepala putri satu-satunya itu.
"Thanks dad, hati-hati dijalan. Bye dad," ucap Megan turun dari mobil dan melambaikan tangannya saat Harold hendak pergi.
"Wow..... gedung perusahaannya besar sekali. Aku baru tau kalau tempat kerja Beatrix sebesar ini," gumam Megan lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan. Megan melihat ponselnya dan membuka email-nya.
"Wawancaranya di lantai 4," gumam Megan menutup ponselnya dan berjalan menaiki lift.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
jangan² pria meccuuum itu Calon boss kamu Megan.. yg katanya terkenal cassanuddin dan kang teh celupp. 😬🤪🤪🤪
2024-04-02
3
Berdo'a saja
dilihat dosa ga dilihat mubazir lumayan buat mata😀😀😀
2023-06-26
1
Ida Lailamajenun
astoge klu di indo udh digiring satpol PP mbl bergoyang😂😂
2022-08-25
3