Tak lama kemudian pramusaji mengantar pesanan mereka.
"Wow...banyak sekali. Setelah ini perut Aron pasti akan besar seperti perut mommy karena perut Aron penuh dengan makanan," ujar Aron senang melihat makanan yang terhidang di meja mereka. Aron membayangkan perutnya akan besar seperti ibunya yang sedang mengandung. Aron beberapa kali melihat foto Freya saat masih mengandungnya. Megan dan Vivian tertawa melihat tingkah lucu Aron.
"Silahkan dinikmati hidangannya nona," ucap pramusaji tersenyum ramah lalu pergi.
"Bagaimana dengan lamaran pekerjaan mu?" tanya Vivian sembari menikmati makanannya.
"Sejauh ini hanya sampai interview saja, dan tidak ada panggilan setelahnya. Sebagian tidak membalas surel ku," ucap Megan.
"Apa kamu sudah mencoba ke perusahaan tempat Beatrix bekerja? yang aku tau perusahaan tempatnya bekerja itu sangat terkenal. Orang-orang berlomba untuk bekerja di sana. Memang sih untuk masuk ke sana tidak asal-asalan. Beatrix bilang mereka cukup ketat dan teliti memilih calon karyawan perusahaan yang baru.
"Aku sudah mengirim lamaran ku semalam. Beatrix yang mengusulkannya. Katanya mereka sedang membuka lowongan," pungkas Megan.
"Aku yakin kali ini kamu akan diterima," balas Vivian.
"Ku harap begitu," tukas Megan.
"Oh iya aku hampir lupa, besok aku akan mengikuti peragaan busana di Las Vegas, kalian datang ya," ujar Vivian. Satu bulan lalu Vivian mengirimkan hasil karya desainnya ke panitia yang mengadakan lomba fashion show dan Vivian merupakan salah satu peserta yang dinyatakan lolos.
"Benarkah... aku senang mendengarnya. Kamu tenang saja, aku dan Beatrix akan datang," ujar Megan ikut senang mendengar sahabatnya yang akan mengikuti lomba peragaan busana.
Sore harinya, mereka akhirnya pulang. Aron tampaknya sudah tertidur hingga Megan menggendongnya dari mobil. Vivian ikut berjalan dibelakang Megan membawa paper bag berisi belanjaan Megan.
"Sore mom, kakak ipar," ujar Megan dan menidurkan Aron di sofa.
"Sore sayang.." balas Alma.
"Apa Aron merepotkan mu?" tanya Freya menatap putranya yang sedang tidur pulas. Megan lalu menggeleng kemudian mengambil dengan pelan mainan milik Aron dari tangannya. Sementara Vivian dan Alma beranjak ke dapur untuk mengambil beberapa roti buatan Alma.
"Kakak baru pulang ya?" tanya Megan.
"Iya, hari ini ada kelas sore," jawab Freya yang merupakan seorang dosen sembari mengusap perut Freya. Freya saat ini sedang mengandung anak keduanya bersama Edward. Usia kandungannya sudah 2 bulan.
"Meg, aku pulang ya," ujar Vivian memegang stoples kaca berisi kue kering buatan Alma.
"Bye aunty, kak Freya," ujar Vivian pamit.
"Mom, aku titip Aron sebentar ya. Persediaan dapur kami sudah habis. Aku ingin ke supermarket sebentar," ujar Freya pada ibu mertuanya.
"Baik nak, pergilah. Mommy akan menjaga Aron," ucap Alma. Freya lalu mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar.
"Kak, aku ikut ya," ujar Megan mengejar Freya.
"Bukankah kamu baru dari luar? apa kamu tidak lelah?" tanya Freya.
"Tidak kak. Aku hanya ingin melihat beberapa perabotan yang baru," ujar Megan. Ia punya kebiasaan untuk membeli dan mengoleksi peralatan dapur, bahkan stok perlengkapan dapur di rumah mereka masih banyak yang baru. Alma sampai pusing dibuatnya.
"Aku yakin kamu tidak hanya melihatnya saja nanti. Dua atau tiga barang pasti akan bertambah di rumah mommy," pungkas Freya tidak percaya. Adik iparnya itu sedikit aneh. Ia lalu menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya. Megan tertawa mendengar penuturan kakak iparnya itu.
"Setelah itu mommy akan mengoceh seharian pada mu," ujar Freya. Keduanya lalu tertawa bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
kalea rizuky
lah hobi megan sama kek q ampe suami ngomel terus/Curse//Curse/ tp klo liat lucu beli ujungnya di simpen doank
2025-03-20
0
Siti solikah
uniknya hobby megan
2025-02-23
0
❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳
amazing sekali dan unik kamu megan.. tukang koleksi perabotan dapur wkwkwk🤭🤭😂
2024-04-02
2