"Megan.." panggil Julian. Megan menoleh ke belakang.
"Astaga, kenapa Julian masih disini," gumam Megan hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Julian.
"Kumohon jangan menghindari ku sayang," ujar Julian membuat Megan muak.
"Dengar Julian, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, pergilah..." ucap Megan melepas genggaman tangan Julian dan berjalan menjauhi Julian.
Pria itu sepertinya belum menyerah, ia mengikuti Megan dari belakang.
"Berhenti mengikuti ku Julian," desis Megan kesal.
"Aku akan mengikuti terus sampai aku mendapatkan hati mu lagi," ucap Julian dengan penuh percaya diri.
"Apa kamu sudah makan siang sayang?" tanya Julian. Megan diam saja tidak membalas perkataan Julian. Wanita itu sedang memikirkan cara untuk membuat Julian pergi. Ia yakin, Julian akan terus mengekor dibelakangnya.
"Kenapa kamu ada disini? apa kamu bekerja disini sekarang?" tanya Julian lagi.
"Bisakah kamu menjawab ku. Jangan mendiamkan ku seperti ini," pungkas Julian menahan kembali tangan Emma.
"Julian lepas, atau aku akan berteriak disini," ucap Megan frustasi. Tidak bisakah Julian pergi. Ia tidak ingin harinya semakin buruk. Oh ayolah, ini masih senin.
"Aku tidak peduli sayang, berteriak lah.. ayo.." ucap Julian menatap wajah kesal Megan. Mana mungkin wanita itu berani. Itu hanya akal-akalnya saja.
Seketika pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok pria bertubuh tegap dengan stelan jas birunya. Siapa lagi jika bukan Dexter.
Megan menghentakkan tangannya hingga tangan Julian terlepas.
"Oh sayang aku merindukanmu," ucap Megan manja memeluk tubuh Dexter. Pria itu terpaku ditempatnya. Bagaimana tidak, seorang wanita yang tidak dikenalnya tiba-tiba memeluk tubuhnya.
"Habislah kamu Megan setelah ini. Bersiap-siaplah untuk dipecat..." batin Megan takut. Tapi apa boleh buat. Ia ingin Julian menjauhinya. Ia harus berpura-pura saat ini. Semoga saja pria yang dipeluknya ini bisa diajak kompromi.
"Ku mohon, bantu aku.." bisik Megan. Megan berjinjit dan mencium bibir Dexter secara tiba-tiba.
"God.... selamatkan aku setelah ini," batin Megan hendak melepas bibirnya dari bibir Dexter namun pria itu menahan pinggang Megan dan langsung melum*at bibir sexy milik Megan.
"Apa-apaan ini... ke..kenapa jadi begini," batin Megan antara malu dan menikmati ciuman Dexter.
Julian yang melihat Megan berciuman dengan Dexter tidak terima. Julian menarik tubuh Megan hingga ciuman itu berakhir.
"Beraninya kamu mencium pria lain di depanku," pungkas Julian marah.
"Itu bukan urusan mu, dia kekasihku. Jadi tidak ada salahnya aku menciumnya bukan," pungkas Megan.
"Megan jangan mencoba berbohong padaku. Kau tau aku tidak akan mempercayainya. Aku kenal kamu seperti apa sayang.." ucap Julian.
"Dex... katakan jika ini tidak benar," tukas Julian pada Dexter. Tunggu dulu, Julian memanggil Dexter. Apa mereka saling kenal.
"Tentu saja tidak, aku tidak mengenalnya," ucap Dexter santai memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya.
"Omg, malunya aku. Tolong siapapun.. tolong bawa aku dari tempat ini. Tau begini aku tidak akan mencium pria sialan ini," batin Megan menahan rasa malunya. Ia tidak tau jika ternyata Julian mengenal Dexter.
"Lalu kenapa kamu menciumnya bodoh..." ucap Julian tidak terima.
"Hei..dia mencium ku duluan. Aku tidak mungkin mengabaikannya. Ngomong-omong, aku menyukai bibir mu," ucap Dexter mengedipkan satu matanya lalu pergi meninggalkan Megan dan Julian dari sana.
"Sial kenapa hariku berantakan," pikirnya. Wajah Megan sudah merah seperti tomat sekarang.
"Sudah kubilang bukan, kamu tidak bisa membohongi ku," ucap Julian.
"Diam lah Julian, kita sudah putus," pekik Megan kesal.
"Dengar... AKU TIDAK MENCINTAIMU LAGI," ucapnya tegas lalu pergi meninggalkan Julian yang terpaku ditempatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Fitrianinaim_queen03
astaga /Facepalm/ baru gua bayangin aja tapi malunya udah sampai Monas /Scream/ apalagi kalau beneran terjadi sama gua, hahaha /Curse/
2025-02-26
1
Siti solikah
🤣🤣🤣🤣 pasti malunya megan
2025-02-23
0
Cherry🍒
bangke ngakak gak tuh hahaha
2024-08-24
0