Setelah makan malam dan mengungkapkan isi hati, Affandra tidak melepaskan genggaman sang pujaan hati bahkan di wajahnya terpancar sangat bahagia, senyuman nya tidak luntur sejak tadi
Apa tuan sudah mulai gila ya, dari tadi tersenyum terus " Batin sang supir
"Apa sebahagia itu, kamu sedari tadi tersenyum terus dan tidak melepaskan tangan aku.? " tanya Kania lembut
" Bahkan ke bahagian aku tiada taranya " Jawab Affandra lalu mengecup tangan Kania
Kania hanya geleng-geleng mendengar ucapan Affandra " Oh iya apa boleh aku minta satu ke inginkan.? " tanya Kania ragu
"Apapun akan aku lakukan untukmu "
" Aku harap hubungan kita jangan sampai orang kantor tau, cukup kita aja yang tau " pinta Kania pelan sambil menunduk
" Kenapa.? apa di kantor kamu mempunyai gebetan sehingga tidak ingin orang lain tau tentang hubungan kita. " Selidik Affandra dengan nada berat
Bukan begitu tuan, pasti nona Kania punya alasan nya" Batin sang supir
"Tidak, mana ada gebetan Aku tiap hari bersama tuan, mana mungkin aku berani "
" Lalu.? " tanya Affandra yang mulai emosi
" Aku tidak ingin Orang kantor membicarakan kita, Aku seperti angsa putih yang bertemu dengan pangeran " Jawab Kania menunduk
" Masa bodoh dengan omongan orang lain, kalo sampai ada yang ngomongin atau ngejelek-jelekin kamu biar aku sumpel mulutnya" Ucap Affandra tegas " Jangan takut sama mereka sekarang kamu adalah nona nya mereka yang harus mereka hormati "
Kania hanya bisa diyam, mau ngomong juga percuma kalo sang tuan sudah seperti itu
" Dan satu lagi, berhenti memanggil aku tuan, mulai sekarang kamu adalah pasangan aku " Kata Affandra lembut
" Lalu aku harus memanggil apa. ? " tanya Kania polos
"Panggil sayang" jawab Affandra dengan mengecup tangan Kania
"Sa.. sayang"
" Iyah mulai sekarang panggil aku sayang" ucap Affandra
duh ada_ada saja mana mungkin aku manggil sayang apa lagi di kantor bisa geger ini mah " batin Kania
Tak terasa perjalanan pun sudah sampai di depan rumah, mereka turun dari mobil, Affandra menggandeng Kania sambil berjalan, ketika masuk ke ruang tamu, sang adik sudah cemberut " Kakak kalian dari mana kenapa pulang nya telat.? " tanya sang adik
Hani melihat sang kakak bergandengan" Eh eh.. bentar sejak kapan kalian pegangan tangan. ? oh ini yang membuat kalian telat "Tanya Hani dengan senyum penuh arti
Tanpa menjawab Affandra langsung membawa sang ke kasih hati ke lantai dua
"Is menyebalkan " ucap Hani
Affandra membawa Kania kedalam kamar nya, ia sangat tidak ingin berpisah dengan pujaan hati " Kenapa membawa aku ke kamar mu.? " tanya Kania
" Mulai sekarang kamu akan pindah ke kamar aku " jawab Affandra " Tidak ada penolakan, Barang_barang mu nanti bibi yang memindahkan nya ke sini, Sekarang mandi lah ini sudah mulai malam pasti badan kamu sudah lengket " ucap Affandra
Kania memutarkan bola mata nya, ia selalu saja kalah kalo ngomong sama sang tuan, ia pun karena sudah lengket kani langsung masuk ke kamar mandi Affandra untuk membersihkan badan
Affandra yang melihat Kania masuk ke dalam kamar mandi ia pun membuka jas nya dan duduk di atas sopa sambil menunggu Kania beres ia pun membuka email yang masuk kedalam handphone nya
Di dalam kamar mandi Kania ke bingung gan pasal nya tidak ada handuk dan ia pun lupa gak bawa ganti baju " Gimana ini, ada acara lupa segala " gerutu Kania
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
Isabela Devi
ya elah Kania makanya td masuk tuh ingat handuk
2024-05-26
0
Warijah Warijah
Tetap semangat Thor..
2024-05-14
0
Emy Ismawati
vote nya buat pajak jadian nya ya kak othor ☺️
2022-08-04
2