Pluviophile Girl(Gadis Pecinta Hujan)
BAB 13: Pluviophile Girl
Setelah selesai makan malam
Reyan
Sepertinya mereka semua sudah tidur!
Amaya
Hmmm, mereka pasti sangat kelelahan.
Reyan
Kau ingin tidur? Aku bisa menyuruh Micky untuk pindah ke tenda yang lainnya!
Amaya
Tidak perlu, itu akan membuatnya marah. Lagipula, aku seorang gadis, tidur bersama dengan para lelaki sangat tidak nyaman di lihat.
Reyan
Hmm, kalau begitu kau tunggu di sini sebentar, aku akan mengambil sesuatu di tenda!
Amaya
Apa yang kau ingin lakukan?
Reyan
Nanti kau akan lihat setelah selesai nanti.
Reyan
Kau ingin tidur di sini?
Amaya
Jauh lebih baik, terimakasih, Rey!
Reyan
Aku akan mengambil selimut untukmu!
Dian
Lion, kenapa kau belum tidur?
Lion
Ssttt... Jangan berisik, aku sedang mengamati apa yang mereka lakukan! (Mengintip dalam tenda)
Dian
A-apa yang mereka lakukan? (Berbisik)
Amaya
Kau belum ingin tidur?
Reyan
Selama kamu tidak tidur, aku bisa menahannya!
Amaya
Kalau begitu aku akan tidur, kau kembalilah ke tenda!
Amaya
Memangnya kau ingin mengatakan sesuatu?
Reyan
Eh... Sebenarnya, aku ingin curhat saja! Aku masih belum mengantuk.
Reyan
Malam itu turun hujan...
Micky
Oyy, aku tidak kedengaran? Apa yang mereka bicarakan? (Berbisik ke tenda sebelah)
Lion
Kau belum tidur juga, Ky?
Micky
Aku penasaran, apa yang Rey katakan padanya?
Lion
Aku bisa mendengarnya, nanti aku akan memberitahu mu!
Dian
Se-sepertinya Rey sangat dekat dengan Amaya.
Micky
Oyy, itu tidak cukup. Aku ingin mendekat! (Keluar menyelinap)
Amaya
Hujan? (Berkata dalam hati)
Reyan
Saat itu aku melihat seorang gadis sendirian di bawah rintikan hujan deras
Amaya
Seperti apa gadis itu?
Reyan
Aku tidak melihatnya dengan jelas, tapi sepertinya dia sangat familiar. Senang dan tenang saat hujan turun malam itu. Menggunakan payung...
Reyan
Mengenakan jas hujan berwarna putih dan berambut pendek. (Setengah tersenyum)
Amaya
Dia sangat sama persis ciri-cirinya denganku. (Berkata dalam hati)
Amaya
Apa kau dapat bertemu lagi dengannya?
Reyan
Tentu saja, bahkan sekarang dia ada di sini!
Amaya
Ehh? Maksudmu gadis itu adalah aku? (Kaget)
Reyan
...(Tersenyum melirik menatap Amaya)
Amaya
Jadi, saat itu kau juga ada di sana?
Amaya
Ternyata aku tidak sendiri! (Tersenyum melirik menatap Reyan)
Lion
Wahh, ternyata Rey bertemu dengannya saat itu. (Berbisik ke telinga Micky)
Micky
Diamlah jangan berisik, nanti kita bisa ketahuan!
Dian
Le-lebih baik kita ke-kembali ke tenda saja, na-nanti Rey bisa marah kalau dia sampai tau, ki-kita tidak tidur!
Reyan
Kau tidak pernah sendiri, Amaya! Apa kau tau, aku juga pernah mengalami sesuatu yang suram?
Reyan
Suara apa itu? (Menoleh kebelakang)
Lion
Astaga kita ketahuan. (Bersembunyi)
Micky
Huhh, buat apa bersembunyi lagi? Kita sudah tertangkap.
Dian
A-aku sudah bilang da-dari awal, kalian ti-tidak mau mendengar!
Reyan
Apa yang kalian lakukan di sana, cepatlah keluar!
Lion
Aha-ha, kami hanya...
Micky
Kami ingin__Ingin...
Micky
Sudahlah mengaku saja!
Lion
Kami sengaja mengintip, mendengarkan apa yang kalian bicarakan, hehehe!
Micky
Rey, lihat! Apa gadis itu sudah tidur? Dia tidak bergerak sama sekali bahkan terusik.
Reyan
Ehh! (Menoleh Amaya)
Dian
Wahh, Amaya sangat manis sekali saat tertidur!
Micky
Cehh, apanya yang manis? Malahan itu membuatku...
Reyan
Ssttt diam! Dia sudah tidur, kita kembali saja ke tenda!
Lion
Yahh, ayo Dian kita kembali!
Reyan
Selamat malam gadis hujan! (Berbisik ke telinga Amaya)
Micky
Huhh...Kenapa kau memanggil nya dengan nama itu?
Reyan
Aku memanggilnya sesuai dengan arti namanya.
Reyan
Kau tau, Amaya berarti hujan di malam hari!
Reyan
Lebih dari kata unik, dia sangat istimewa!
Micky
Cehh, terserah kau saja. Ayo, kita kembali ke tenda. Sudah larut malam, besok kita akan pulang.
Comments
Melan Jelita
tamvan amat si lion,,
2022-07-07
0