Pagi Hari
Setelah tidur cukup lama, Qin Chen terbangun dari mimpinya yang panjang. Melihat sekelilingnya begitu terang, dengan cahaya matahari menerangi dirinya di bawah sana.
Qin Chen beranjak duduk, melihat kesamping ada buku dan gulungan. Mengambilnya, lalu dia mulai berdiri dari tempat dia tidur, tulang-tulangnya berbunyi.
Krakk! Krakk!
"Haaa ... Apa ini rasa pegal-pegal?" Gumam Qin Chen, dia baru saja bangun dari tidurnya.
Melihat ke atas ada lubang besar, Qin Chen melompat dari bawah ke atas sana dengan cepat.
Wushh!
Saat berada di permukaan, Qin Chen tercengang dan sekaligus terkejut melihat Wilayah yang sebelumnya masih bagus, kini telah hancur berkeping-keping tanpa sedikitpun sisa.
"Apa yang terjadi? Apa-apaan ini! Dimana Monsternya!" Qin Chen berteriak keras karena semuanya sudah rata dengan tanah.
Bahkan, Qin Chen tidak merasakan sedikitpun Aura keberadaan Monster disana. Saat turun kebawah, Qin Chen berada di atas bukit dengan pohon di sampingnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi saat aku tidur? Kenapa semuanya hancur seperti ini, aku bahkan belum melakukan Farming mencari Poin Sistem." Ucap Qin Chen dengan nada yang pasrah.
Di sisi lain, wanita sebelumnya mendengar perkataan Qin Chen, dimana dia mendengar kata Farming dan Poin Sistem. Ini membuatnya sedikit curiga, bahwa Qin Chen adalah Reinkarnasi ataupun terlahir kembali ke Dunia ini dengan Sistem.
"Uhuk ... Hukk ... " Suara batuk dari sisi pohon didekat.
"Siapa disana!" Balas Qin Chen yang langsung berwaspada ke arah sumber suara, mata Qin Chen tertuju dan tajam melihat ke arah pohon tersebut.
Tiba-tiba, seseorang melompat dari pohon ke atas dan turun kebawah dengan sedikit berputar kesamping. Pada saat yang bersamaan, Qin Chen terpukau dengan kecantikan wanita tersebut.
Namun semuanya berubah, matanya sedikit tajam melihatnya. "Siapa kamu Nona? Apa tujuanmu memata-mataiku disini?" Tanya Qin Chen.
"Fufufu ... Jangan salah paham, aku hanya sekedar lewat di sekitar sini dan melihat sebuah ledakan besar disini. Jadi, aku mencoba melihat apa yang sebenarnya terjadi." Balas wanita tersebut dengan nada yang terdengar lembut dan tenang.
Mendengar jawabannya, Qin Chen mengurangi kewaspadaannya dan kembali berdiri. Qin Chen sedari tadi melihat kekuatan wanita tersebut namun tidak dapat melihatnya.
'Apa-apaan wanita ini, kekuatan miliknya berada di atasku. Jika begitu, apa dia di Ranah Kaisar atau Jiwa?' Batin Qin Chen yang bingung namun sikapnya diluar begitu tenang.
Wanita itu mendekati Qin Chen, Qin Chen melangkah kesamping mencoba menghindari sebisa mungkin. Melihat tingkah Qin Chen, wanita itu tersenyum dan tiba-tiba muncul di samping Qin Chen.
Deg!
Jantung Qin Chen berdetak kencang karena kaget, namun sikapnya begitu tenang di luar. Qin Chen melihat ke arahnya dan berbicara. "Apa yang anda inginkan Nona? Aku tidak memiliki apapun disini, jika kamu mau pakaianku, aku akan memberikannya. Tapi, pakaianku ini sangat jelek dan juga murah. Bahkan pasar di Kota hanya akan ditawar 2 Perunggu."
"Tidak, aku hanya penasaran dengan penampilan seperti ini. Tidak asing bagiku, apa kamu mengenalku?" Tanya wanita tersebut kepada Qin Chen.
Qin Chen mengerutkan keningnya, melihat seksama wajahnya membuat Qin Chen teringat tentang Bos di perusahaannya.
'Tidak mungkin jika itu dia! Bos dingin seperti dia bisa ada disini.' Batin Qin Chen.
"Mungkin kita pernah bertemu ataupun kenal di kehidupan sebelumnya. Hahaha ... Maaf ini hanya bercanda." Balas Qin Chen.
Wanita itu menyentuh dagunya sambil mendekati wajahnya melihat Qin Chen. "Jadi begitu, baiklah ... Anggap saja begitu, benar, aku Chu Qincheng. Siapa namamu?" Dia berbicara seperti orang dewasa dan menganggap Qin Chen seperti anak kecil.
'Chu Qincheng? Tunggu, sepertinya aku kenal dengan nama Chu.' Qin Chen berpikir sejenak karena lupa, terus mengingat dan akhirnya mengingat nama keluarga Chu.
'Benar! Apa wanita ini dari Keluarga Chu? Tunggu, jika benar, maka di depanku adalah tunangan Qin Chen.' Batin Qin Chen yang terkejut.
Chu Qincheng masih melihat Qin Chen, dia belum membalas perkataannya sebelumnya. Qin Chen mengulurkan tangannya dan memegangnya.
'Gahh! Tangannya begitu kecil dan ini sangat lembut dan halus, dingin seperti es dan aroma wanginya begitu menggoda.' Batinnya yang sudah tidak dapat di selamatkan lagi.
Melihat Qin Chen tidak menjawabnya, dia memiringkan kepalanya. Qin Chen sontak langsung sadar, dia kembali ke tubuhnya setelah berimajinasi yang luar biasa.
"Ah! Maaf ... Aku Qin Chen, dari Keluarga Qin di Kota Rumput Laut." Balas Qin Chen.
"Qin Chen ... Hmmm, baik aku mengingatnya." Chu Qincheng merespon seakan tidak mengingat ataupun mengetahui Qin Chen.
Sedangkan Qin Chen yang terkejut hanya diam melihat jawaban tersebut. Mengingat, kenapa Chu Qincheng kesini, mungkin mengalami kecelakaan dan ingatan miliknya menghilang.
Qin Chen lalu bertanya karena penasaran. "Lalu Nona Chu—"
"Panggil aku dengan namaku, Qincheng." Balasnya yang tidak mau mendengar kata Nona.
"Baiklah, Qincheng ... Kenapa kamu bisa berada disini? Kamu tahu bukan? Ini adalah Hutan Monster. Tempat para Monster lemah dan kuat tinggal." Tanya Qin Chen.
Chu Qincheng diam beberapa saat, mungkin dia berpikir sejenak seperti Qin Chen. Qin Chen hanya melihatnya dan menunggu Jawaban yang dia berikan.
Tidak lama kemudian, Chu Qincheng mulai berbicara. "Aku? Aku tersesat masuk ke dalam sini ... Saat menelusuri hutan, aku mendengar ledakan-ledakan terus terjadi dan melihat cahaya yang ada disini, karena itu aku kesini untuk dimintai bantuan."
Qin Chen mengerutkan keningnya, karena dia tidak percaya. Di Hutan ini begitu banyak Monster kuat, sekali lagi argumen ini ditampar dengan tingkat kekuatan Chu Qincheng yang belum diketahui.
"Begitu ... Jika begitu, apa perlu kubawa ke Kota? Di sana kamu mungkin akan menemukan seseorang yang dikenal." Balas Qin Chen.
"Tidak, aku memiliki urusan pribadi yang harus aku selesaikan." Sahut Chu Qincheng.
"Baiklah ... Aku masih ada urusan sebelum Turnamen Kota. Tapi, siapa yang menghilangkan monster-monster yang sudah aku tandai disini!" Qin Chen dengan wajah sangat kesal bahkan tangan kirinya di genggam erat-erat.
Chu Qincheng sontak terkejut mendengarnya, karena Hutan Monster hancur gara-gara dia yang Farming membabi-buta Wilayah hingga tidak tersisa satupun Monster lagi disana.
Qin Chen melihat ke arahnya yang gugup dan cemas, tingkahnya mencurigakan bagi Qin Chen. "Apa kamu tahu siapa orang yang berbuat ini pada monster-monster yang telah aku kumpulkan?"
"Itu ... Ah! Aku ingat, sebelum aku kemari, aku melihat sosok putih menyerang dan menghancurkan Hutan ini." Balasnya yang sambil tawa canggung.
"Tapi, bisa kamu lepaskan tanganmu?" Tanya Chu Qincheng sambil melihat ke tangan mereka masih saling berpegangan.
Qin Chen sontak menariknya. "Eh? Maaf-maaf, aku tidak dapat mengontrol diri melihat wanita cantik."
"Fufuhaha ... " Chu Qincheng tertawa.
Mereka berdua lalu tertawa bersama, dengan menutupi rahasia masing-masing. Qin Chen dengan tujuannya, dan Chu Qincheng dengan tujuannya.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
Miss.Viewer🌸
garing bngt, gw kira dia tipe cuek sama orng ngingat kecuekan dia di bumi
2025-03-16
0
adiptia
thor kenapa namanya hampir sama .. cari yang lain lah thor masa chu qincheng
2025-03-14
0
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttt
2025-03-23
0