"Ya, 10.000 daun masing-masing," jawab Hiro tersenyum.
"Maaf tuan Hiro, stok daun Ashitaba dan daun Puranasaoru di hutan Ryuakuma, mungkin masih banyak. Tapi jika di ambil terus-menerus akan habis, aku berencana ingin membudidayakannya, masalahnya aku tak punya lahan," jelas Akira.
"Oh seperti itu, Aku mengerti. Bagaimana kalau kami klan Yuki memberikan lahan padamu Akira? Hasil panennya kami akan membeli setengah dari harga pasaran. Semua kebutuhan pupuk untuk tanamannya kami yang berikan, bagaimana Ryu?" bujuk Hiro tersenyum licik.
"Sepertinya tuan Hiro mau memanfaatkanku, tapi takan kubiarkan."
"Maaf tuan Hiro sepertinya aku tidak bisa. Aku masih belajar di akademi, lagipula aku belum tahu cara mengolah lahan untuk tanaman," kata Akira menunduk hormat. "Aku izin pamit tuan Hiro!"
"Ya silahkan!" Hiro menunduk hormat pada Akira juga. Aina bangkit dan mengantarkan Akira ke depan pintu gerbang wilayah klan Yuki.
"Hati-hati dijalan!" Yuki melambaikan tangan ke Akira yang sudah berjalan jauh darinya.
"Jangan lupa, temui aku besok di training field!" Akira membalikan badan dan berteriak pada Aina, lalu membalikan badan kembali serta berlari ke arah gedung LPBO. "Permisi tuan Oronaminchi! Aku sudah membawa pesanan tuan!"
Akira memberikan dua gulungan penyimpanan pada Oronaminchi, dengan tangan kanannya ia menerima kedua gulungan dari Akira.
"Terima kasih Akira, aku cek dulu totalnya," kata Oronaminchi wajahnya masih tetap ketus seperti biasanya. Setelah 10 menit Oronaminchi menghitung semua kedua jenisnya daunnya, ia kembali dan memberikan koper hitam berisikan uang 100.000. "Ini bayarannya dan ini bonusnya 1.000 ryo."
"Terima kasih paman Oronaminchi, aku izin pamit!"
Akira membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan LPBO dan menuju toko Yurui. Di tengah-tengah jalan ia dicegat 5 orang bandit.
"Serahkan uangmu! Atau nyawamu melayang!" ancam kepala banndit.
"Analisa status!"
[Ding]
[Nama : Kazoku
Level : Chunin 1
Elemen : tanah]
[Nama : Kazu
Level : Genin 9
Elemen : air]
[Nama : Oku
Level : Genin 8
Elemen : tanah]
[Nama : Izu
Level : Genin 9
Elemen : api]
[Nama : Yazuka
Level : Genin 9
Elemen : angin]
Kelima bandit sudah mengawasi Akira sejak tadi, dan ternyata Akira, anak kecil berumur 5 tahun bisa menghasilkan uang sebanyak itu akan mudah ditindas, itu yang terpikir oleh lima bandit. Akira sengaja tidak menyimpan koper hitam berisi uang itu karena hanya ingin cepat membayar ke Shinichi. Tanpa perlu mengeluarkannya kembali dari inventori sistem, tapi justru mengundang petaka.
Akira hanya berwajah dingin dan tak membalas ancaman ketua Bandit, lalu hilang dari pandangan menggunakan jurus shadou suteppu.
Bam!
Bam!
Krak!
Akira menendang dagu kelima bandit satu persatu bandit dengan jurus kage no resikikku. Membuat rahang mereka retak, dan menabrak pepohonan disekitarnya, Akira menuju toko senjata Yurui ini melewati daerah hutan lindung di dalam desa Kirigakure karena kediaman klan Yuki agak jauh dari pusat desa.
Tanpa memperdulikan kelima bandit yang terkapar pingsan, Akira terus melenggang santai menuju ke toko Yurui.
"Taijutsu kagekami memang hebat, meskipun melawan shinobi di atas 3-4 level milikku, aku bisa mudah melumpuhkan mereka dalam satu serangan."
Akira sampai di toko Yurui, "Paman Shinichi! Paman Shinichi!" Akira memanggil Shinichi tapi tidak ada jawaban dan kembali memanggil tapi masih belum ada jawaban dari Shinichi. "Paman Shinichi! Paman Shinichi! Kemana paman Shinichi? Biasanya ia tak pernah keluar toko di jam-jam seperti ini."
Brak!
Brak!
Bam!
Terdengar suara orang yang sedang menabrak dinding rumah dan dipukuli. Akira langsung waspada dan sorot matanya tajam. "Byaku sharingan!" Akira mengaktifkan dua doujutsu miliknya dan melihat Shinichi melauli persepsi mata byakugan, sedang di pukuli oleh ANBU Kirigakure yang menyamar menggunakan pakaian ninja hitam seperti Kagetsu waktu itu serta ingin membunuhnya. "Bedebah!"
Cwuszh!
Tap!
Bam!
Akira berpindah tempat ke halaman belakang toko senjata Yurui, yang digunakan Shinichi untuk menempa senjata. Pedang ninjato yang akan menempel ke leher Shinichi, ujung bilahnya di tepis oleh jari telunjuk Akira dan langsung melayangkan Kyūkyoku no kikku pada dada ANBU yang menyamar.
Krak!
Brak!
Tulang rusuknya retak dan terpental menabrak dinding pembatas toko senjata Yurui hingga jebol. ANBU bernama Rinsu itu memegangi dadanya dan meringis kesakitan dibalij topengnya dan menghilang dari pandangan, setelah melemparkan bom asap.
Shinichi berlumuran darah, dan badannya tersandar di dinding pembatas toko Yurui bagian belakang, tangan kanannya terputus.
"Shosen no jutsu!" Akira menempelkan tangan kanannya pada Shinichi dan tubuh Shinichi diselimuti aura hijau, goresan luka luarnya langsung sembuh seketikq begitu juga pendarahan tangan kanannya yang putus. "Saiba no kasseijutsu!"
Swing!
Krak!
Tangan kanan Shinichi yang putus perlahan muncul kembali dan kembali sempurna. "Akira! Akira! Terima kasih Akira!" raut muka Shinichi yang semula suram, dan lemas, berbinar-binar.
Bagi Shinichi tangannya adalah harta yang paling berharga karena profesinya sebagai pandai besi sekaligus penjual senjata membutuhkan tangan untuk merubah logam menjadi bentuk senjata.
"Tidak usah sungkan paman Shinichi. Dan ini uang untuk membuat senjata sesuai kesepatan kita." Akira memberikan koper hitam berisi uang 100.000 ryo pada Shinichi. "Dia itu siapa paman? Orang-orang dengan seragam hitam itu juga pernah menyerangku di hutan."
"Menyerangmu di hutan?!" Shinichi mengernyitkan dahinya, ternyata Akira juga menjadi target pembunuhan sepertinya dirinya. "Entahlah, aku juga tidak tahu, motifnya juga tidak jelas kenapa dia menyerangku. Lebih baik aku melapor pada polisi Kiri."
"Jangan paman, aku tahu markas mereka dimana. Aku sudah melacak mereka dengan ini!" Akira menunjuk byakugan di mata kanannya, "hehehehe."
"Bukankah itu byugan dan sharingan?! Woaaaah! Luar biasa!" Shinichi membulatkan matanya dan terkagum-kagum dengan mata Akira. "Kamu itu sebenarnua siapa Akira? Bagaimana mungkin umurmu yang masih kecil bisa mendapatkan mata itu?"
"Ah sudahlah paman tidak usah dipikirkan. Kalau paman bisa menyelesaikan pedangku malam ini, bisa tidak aku akan berburu malam ini. Untuk memperkuat kekuatanku!" pinta Akira. "Tenang, aku akan menunggu disini. Jika mereka kembali aku akan membereskan mereka semua."
"Sebenarnya bukan berburu tapi membunuh mereka semua. Dasar petinggi Kirigakure tak tahu diri, aku akan bunuh kalian semua. Untuk persiapan setelah pedangnya selesai, aku akan berburu di hutan Ryuakuma untuk meningkatkan levelku sampai chunin 1."
"Tenang saja, pedangmu dalam satu jam aku pasti selesaikan, aku merasa tangan ini penuh kekuatan. Kamu telah banyak membantuku, terima kasih banyak Akira." Shinichi berlutut di depan Akira. "Aku berjanji akan setia padamu Akira."
Akira mencegah Shinichi untuk berlutut, "Jangan paman! Tidak perlu sungkan, aku sudah menganggap paman sebagai pamanku sendiri. Jadi sebagai keponakan paman, aku sudah sewajarnya membantu," kata Akira tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 248 Episodes
Comments
🥑⃟Serina
kecil" cabe rawit mantap
2023-03-09
0
#manusiabiasa
wah kumpulin apa itu dan hintungan cara gimana apa gak capek tuh tangan
2023-03-09
2
🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸
masa sih Akira? Kok kamu udh tau aja wkwk
2023-03-08
0