"Bagaimana sensei, hasil lemparan shurikenku?" tanya Akira tersenyum pada Yazihiko.
"Sangat sempurna, Akira." Yazihiko mengangkat jempolnya pada Akira. "Selanjutnya, Aina!"
Aina maju dan mengambil tiga shuriken di tangan Yazihiko lalu bersikap kuda-kuda, tangan Aina di ayunkan untuk melempar tiga shuriken satu persatu. Tapi shuriken itu malah hampir saja mengenai kepala, telinga, dan betis Yazihiko. "Fyuh!" Yazihiko menyeka keringat di dahinya, raut wajahnya pucat pasi. "Aina, kamu harus lebih banyak latihan lagi ya dirumah!"
"Ma-maf sensei!" pipi Aina memerah, lalu menunduk hormat pada Yazihiko. "Terima kasih sensei atas bimbingannya."
"Ya, Aina." Yazihiko menganggukan kepala. "Selanjutnya!"
Satu persatu teman-teman Akira melempar shuriken, nilai terbaik tentu saja di dapatkan oleh Akira, disusul Rei, Kurosaki, Ichiminzo, Dakute, Sashibara, Jugito, Karizaki, Sukuto dan Ikku.
Pelajaran Akademi sudah selesai, Akira menghampiri Yazihiko. "Maaf sensei! Kalau mencari daun Ashitaba dan daun Puranasaoru dimana ya? Aku sedang belajar mengembangkan medikal ninjutsuku, apakah sensei tahu?" tanya Akira polos.
"Akhirnya ada kesempatan untuk membunuhnya, hahahaha. Dengan begini Akira bisa mati tanpa harus mengotori tangan tuan Karaguchi, hahahaha."
"Di hutan Ryuakuma, disana banyak tumbuh daun Ashitaba dan daun Puranasaoru. Konon di dalam hutan bagian dalam itu juga, ada legenda yang mengatakan bahwa sebuah gulungan kuno tersimpan di sana.
"Tapi hati-hati banyak binatang level Genbu, ada juga Byako, Suzaku bahkan Qirin. Tak ada shinobi yang berani masuk ke dalam karena sangat berbahaya. Jika kamu ingin kesana lebih baik di bagian luar hutan saja," terang Yazihiko.
"Terima kasih sensei, aku akan berhati-hati!" Akira membungkuk hormat lalu berlari ke arah utara dari pusat kota Kirigakure. "Sebaiknya aku sekalian berburu untuk meningkatkan levelku, setidaknya sampai genin 5. Aku harus mampir dahulu ke toko senjata, untuk membeli shuriken, kunai dan mungkin ninjato."
Akira berhenti di toko senjata Yurui dan membeli pedang ninjato senilai 20 ryo, 10 shuriken senilai 20 ryo dan 5 kunai senilai 15 ryo, serta 5 lembar kertas peledak senilai 30 ryo. Untung saja Akira diberikan 3 kotak bento oleh Aina, jika tidak 100 ryo yang diberikan oleh Chojuro akan habis sekejap, uang Akira yang tersisa hanya 15 ryo.
"Hai Akira! Kamu belanja banyak hari ini, mau berlatih atau berburu?" tanya Shinichi pemilik toko senjata Yurui, harga senjata yang dijual oleh Shinichi sangat murah di seluruh dunia Shinobi tapi kualitas senjatanya sangat tinggi dibandingkan di negara-negara lain, karena Kirigakure mempunyai bukit Zuikatsu yang menghasilkan batu logam yang tak terbatas dan kuat.
"Untuk mengumpulkan daun Ashitaba dan daun Puranasaoru di hutan Ryuakuma, aku berencana untuk menjualnya ke Lembaga Pengumpulan Bahan Obat (LPBO) Kirigakure. Aku ini yatim piatu paman, jadi harus mencari uang sendiri, hehehe." Akira menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.
"Kamu lelaki yang kuat Akira. Hati-hati jika berburu disana, banyak binatang buas!" Shinichi mengacungkan jempol ke Akira. "Boleh aku meminta bantuanmu, Akira? Aku akan memberikan uang untukmu."
Selama ini juga Shinichi sangat baik pada Akira dan sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri. Jika tidak ada waktu latihan Akira sering membantu Shinichi menempa senjata.
"Tentu paman, aku akan membantu. Apa yang bisa aku bantu?" Akira tersenyum lebar dan mengedipkan mata dengan cepat setelah mendengar kata uang.
"Tolong carikan 10 batu logam merah ini, namanya batu logam akaryu, terletak di gua perbatasan bagian tengah dan bagian luar hutan Ryuakuma," jelas Sinichi sambil memberikan satu batu logam akaryu berukuran sebesar bola baseball pada Akira. "Dan ini gulungan penyimpan!"
"Baik paman Shinichi, aku akan ambilkan." Akira mengambil batu logam itu, tapi Akira belum bisa menggunakan gulungan penyimpanan. "Maaf paman, aku belum bisa menggunakan fuinjutsu untuk menyimpan benda pada gulungan itu. Biar saja batu akaryu dan gulungan ini pada paman, tidak usah dibawa, nanti aku akan mencari cara lain untuk membawanya!"
"Baiklah, hati-hati dijalan!" Shinichi melambaikan tangan, melihat Akira berjalan keluar dari toko senjata Yurui.
Begitu Akira keluar sepasang mata penuh kebencian menatap lekat dirinya. Akira yang ditatap seperti itu oleh penduduk desa, hanya bisa menundukan kepala.
"Awas saja kalian, jika aku sudah ditahap Jinchurikinin atau Ryunin. Aku Ryutsuki Akira akan membalas dendam pada kalian!" batin Akira mengenang sewaktu umur 3 tahun sampai lima tahun sering mendapatkan penghinaan, cacian, perundungan, pelecehan, hingga disiksa oleh penduduk Kirigakure.
Akira berlari cepat ke arah selatan dari pusat desa Kirigakure menuju bagian luar hutan Ryuakuma. Sesampainya di bagian luar hutan, kondisi hutannya sangat lebat dan menyeramkan, banyak pohon besar, bahkan sinar matahari tak bisa masuk.
[Ding]
[Selamat host mendapatkan misi khusus]
[Misi khusus : Kumpulkan 100 logam akaryu
Hadiah : Batu logam Enenra, 100 poin pengalaman, dan 1000 ryo
Batas waktu : 24 jam
Hukuman : Tidak bisa menggunakan kenjutsu, Shinichi dan Chojuro akan membenci host]
[Semua misi dari sistem otomatis diterima dan tak bisa ditolak]
[Selamat menjalankan misi]
"Baiklah Ryujin. Hadiahnya juga cukup membuatku puas, karena uangnya cukup banyak," gumam Akira.
Akira melompati satu pohon ke pohon yang lain dengan cukup gesit dan menemukan 10 daun Ashitaba juga 15 daun Puranasaoru. Akira belum mengetahui kedua doujutsu miliknya yaitu byakugan dimata kanan dan sharingan 1 tomoe dimata kiri. Jadi ia belum bisa menyimpulkan apa kegunannya meskipun kadang aktif sendiri.
Ryuga terus melompati pohon-pohon besar sambil matanya berkeliling mencari daun Ashitaba dan daun Puranasaoru.
"Teppodama!"
Shua!
Shua!
ANBU yang disuruh Yazihiko tiba-tiba muncul di belakang Akira, jaraknya 15 meter dari Akira dan menembakan ratusan peluru air. Akira menarik pedang ninjato miliknya, "Kubikiribochou no jutsu!" pedang ninjato milik Akira membesar seperti Kubikiribochou milik Hassaku Onomichi. Akira menaruh pedang ninjato didepannya untuk menghalangi peluru air agar tak mengenai tubuhnya.
Crash!
Crash!
Ratusan peluru air hancur mengenai bilah besar ninjato milik Akira. "Hebat juga kau bocah! Aku akan menyiksamu, kirigakure no jutsu!" teriak ANBU bernama Kagetsu tangannya membentuk segel tangan ditengah dada.
Pssh!
Kabut muncul menghalangi pandangan Akira, "Sial! Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau ingin membunuhku?" Akira bertanya sambil berteriak dan mengayunkan pedang ninjato besarnya secara acak karena panik, "Tenang Akira, tenang kamu harus tenang!"
"Ryujin, tolong aku. Apa fungsi kegunaan kedua bola mataku ini, apakah hanya untuk biar tambah keren saja atau ada fungsi lain? Katakan Ryujin,cepat! Kalau tidak aku bisa mati disini!"
Kagetsu muncuk dibelakang Akira dan menebas punggungnya, gerakan Kagetsu tanpa suara dan sangat cepat sehingga Akira tidak dapat memprediksikan serangan Kagetsu.
Slash!
Slash!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 248 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
si Akira mirip bajing loncat sana loncat sini hihi
2023-03-13
0
🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸
keren Shinichi, kualitas bagus tapi tidak mahal², sangat dermawan tak tidak ingin mengambil untung banyak²
2023-03-13
0
Ao_Ni
wkwk Murid bikin gurunya tidur cepet
2023-03-13
0