"Ya, sensei benar. Doujutsu hanya bisa diwariskan. "Akira menganggukan kepala. "Tapi kenyataanya aku bisa melakukannya. Namaku sendiri Ryutsuki, entah itu sebuah klan atau nama orang tuaku, yang jelas aku adalah orang yang pertama bisa memiliki sebuah doujutsu yang sangat berbeda dari dua klan ternama, pemilik doujutsu lainnya."
Yazihiko terdiam beberapa saat dan menghentikan makannya, sumpitnya ia taruh di samping mangkuk berisikan nasi dan daging sukiyaki yang sudah di panggang.
"Kenapa semakin lama, aku semakin bingung, ketika aku berdekatan dengannya? Rasa kasihan dan tatapan matanya yang hampa, butuh kasih sayang kedua orang tua terpancar dari mata Akira. Aku benar-benar tak tega, jika harus melanjutkan misi mengawasi Akira dan membunuhnya."
"Ada apa sensei?" tanya Akira lalu memberikan 30 lembar uang pecahan 100 ryo. "Dan ini sebagai rasa terimakasihku. Uang ini memang tidak seberapa, aku hanya ingi sensei merahasiakan semua tentang diriku, tentang gulungan tenshiryu."
Hati Yazihiko semakin luluh pada Akira, bukan karena uang yang diberikan Akira. Tapi karena cara ia memberinya dengan raut muka yang tulus, padahal Yazihiko adalah orang yang selalu memata-matainya, bahkan ingin membunuhnya.
"Te-terima kasih Akira. Seharusnya kamu tak usah memberikan uang sebanyak itu, sebagai seorang sensei aku pasti senang jika mempunyai murid yang lebih kuat dariku. Istriku juga sedang sakit, akhir-akhir ini, aku akan mengembalikannya jika aku punya uang nanti."
Yazihiko menundukan kepala, beberapa tetes cairan bening dari sudut kelopak mata dan menetes di pipinya.
"Tidak perlu sensei. Aku ikhlas memberinya untuk sensei."Akira pura-pura merogoh sakunya, untuk mengambil sembilan pil hiringu. "Ini pil hiringu paling mujarab sensei. Aku diberi oleh dokter paling hebat, namanya tak boleh disebut, pokoknya penyakit apapun sembuh."
"Te-terima kasih banyak, A-akira." Yazihiko menunduk hormat. "Bolehkah aku membungkus makanan untuk istriku?"
"Boleh sensei, berapapun sensei mau, pesan saja! Urusan bayar membayar serahkan saja padaku, hehehe." Akir Menepuk-nepuk dadanya, muka polosnya sangat lucu dan imut. "Pelayan berapa tagihannya semua?"
Pelayan menghampiri Akira dengan tersenyum ramah, "Semuanya 50 ryo. Ada yang bisa dibantu lagi?"
Akira memberikan uang 100 ryo, "Ini uangnya dan layani sensei Yazihiko dengan baik, jika ada lebihnya buat kakak pelayan saja." Akira bangkit dari duduknya, lalu menunduk hormat pada Yazihiko. "Sensei, aku pamit!"
"Hati-hati di jalan, Akira!"
Yazihiko tersenyum pada Akira, lalu memesan kembali makanan untuk dibungkus dan kembali melanjutkan makannya.
___
___
___
Akira yang sudah berada di dekat perbatasan hutan Ryuakuma bagian luar, langkah kakinya terhenti, setelah melihat Aina yang sedang berkelahi dengan lima orang bandit, kondisinya babak belur, dan terdesak.
"Aina."
Akira membulatkan mata, bergerak cepat dengan jurus kage suteppu. Aina yang sudah meringkuk, dalam keadaan memejamkan mata dan dipukuli oleh lima orang bandit, tiba-tiba mendengar suara 'bam' di telinganya.
Matanya terbuka perlahan, rasa sakit di tubuhnya tidak bertambah, karena tak ada pukulan lima orang bandit sudah berhenti.
"Akira?!"
Matanya melotot, melihat lima orang bandit tubuhnya sudah bersimbah darah, dan kepalanya lepas dari badannya terkena jurus kage resukikkyu.
"Shosen no jutsu!"
Telapak tangan Akira menempel pada punggung Aina, aura hijau menyelimuti tubuhnya. Luka-lukanya yang memar, tergores, dan luka dalam organ vitalnya kembali pulih.
"Kamu juga bisa medikal ninjutsu, Akira?" tanya Aina dengan tatapan terkagum-kagum.
"Akira sangat hebat, di usia Akira yang masih kecil sudah bisa semua ninjutsu. Apakah Aina boleh berlatih bersama Akira?"
"Lebih baik kita, pergi dari sini. Aku takut ada orang yang melihat, kalau aku yang membunuh mereka."
Akira menarik tangan Aina, dan menuntunnya ke arah bagian luar hutan Ryuakuma, pipinya memerah karena baru pertama kali tangannya dipegang Akira.
"Tunggu Akira!" Aina melepaskan pegangan tangan Akira, dan menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon besar, karena sudah berjalan cukup lama masuk ke dalam bagian tengah hutan. "Aku lelah, huff ... huff ... huff ...."
"Maaf, Aina. Aku harus berpacu dengan waktu, aku ada misi dari paman Shinichi dan paman Oronaminchi. Lebih baik, Aina aku gendong."
Akira mengangkat tubuh Aina dan memggendongnya ala bridal style.
"Terima kasih, huff ... huff ... huff ... Akira."
Pipi Aina memerah, semerah tomat, kepalanya ia benamkan di dada Akira. Tubuh Akira berkedip dan muncul di dalam gua, lalu menurunkan perlahan tubuh Aina dan menaruhnya di batu bulat berpermukaan datar.
"Kamu beristirahatlah disini, aku akan menambang batu dan mengumpulkan tanaman obat. Ini pil chakra, agar stamina pulih, setelah selesai aku janji, kita akan berlatih bersama."
Akira tersenyum, memberikan 1 pil chakra pada Aina. Kemudian membalikan badan, berjalan perlahan memasuki gua tsubukizan bagian dalam. Dengan menggunakan jurus kage suteppu, Akira mengumpulkan seratus, dua ratus, tiga ratus sampai semua batu akaryu terkumpul seribu.
"Fyuh! ... Akhirnya selesai juga!"
Tubuh Akira berkedip dan muncul di mulut gua, matanya berkeliling mengamati banyak daun Ashitaba dan daun Puranasaoru.
"Setelah panen ini, aku akan membudidayakan tanaman-tanaman obat ini. Jika terus di ambil, lama-kelamaan akan habis."
Tangan Akira terus mengumpulkan daun Ashitaba dan daun Puranasaoru sambil bergumam. Sesekali ia melirik ke arah gua, sedikit mengkhawatirkan keadaan Aina. Akira yang melihat Aina sewaktu kecil sangat cantik apalagi sudah besar, pasti tubuhnya ramping, sintal dan menawan. Sewaktu kecil saja banyak yang suka, bahkan Kazishima yang duduk di belakang Aina sering memberi Aina permen sebagai tanda rasa suka padanya.
Groaaar!
Suara auman yang keras terdengar dari bagian dalam hutan Ryuakuma, bunyi suara 'srak' terdengar sangat keras di telinga Akira dan Aina. Akira yang sudah selesai mengumpulkan 1000 daun Ashitaba dan 1000 daun Puranasaouru menyipitkan mata. Aina juga bangkit lalu berlari keluar dari gua, dan mengeluarkan kunainya.
"Ada apa Akira? Suara apa itu?" tanya Aina dengan raut muka sedikit ketakutan.
"Waktunya kita berlatih, apa kamu siap?" Akira menyeringai jahat pada Aina, membuatnya bergidik ngeri. Akira membentuk satu segel tangan untuk mengaktifkan doujutsu miliknya. "Ryugan!"
50 Kaze Saru yang di pimpin 1 gorila sangat besar, berwarna hitam legam dengan tinggi 10 meter, mendekat ke arah mereka berdua.
"Hati-hati Akira! Sepertinya gorila itu berada di level suzaku!"
Aina berteriak dan langsung berlari ke arah Kawanan Kaze Saru, lalu membentuk segel tangan. "Fuuton : shinkujin!" kunai milik Aina ditangan kanan terlapisi pedang angin yang memanjang hingga 1.5 meter. Aina terus melesat dan kembli merapal segel dengan satu tangan kiri . "Fuuton : shinkyu taigyoku!"
Swush!
Aina menyemburkan bola angin yang cukup besar,berdieter lima meter dan memotong dua puluh Kaze Saru yang sedang bergelantungan dari satu dahan ke dahan yang lain.
Slash!
Slash!
Slash!
Tubuh Kaze Saru terpotong beberapa bagian, yoru putih keluar dari dalam dada mereka. Akira yang melihat Aina sangat kuat hanya membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya, tapi tiba-tiba tubuh Aina langsung mematung dan gemetar, karena kehabisan chakra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 248 Episodes
Comments
Ao_Ni
mangap Ampe kering tuh gigi wkw
2023-03-26
0
Ao_Ni
Batu bisa hancur hanya dengan tetesan air, sama seperti hati seseorang
2023-03-26
0
🥑⃟Serina
sudah putar balik saja klo gt
2023-03-09
0