Sekarang tersisa Leo dan Rara di ruang keluarga, suasana jadi canggung , leo membuka pembicaraan
"Besok kan malam minggu, kau ada acara apa? tanya Leo
"Tidur seharian" jawab rara sambil tertawa, leo terkesima melihat wajah rara semakin cantik tertawa lepas seperti itu
"Minggu ibuku ulang tahun, besok kau bisa menemaniku memilih hadiah untuk ibuku? aku tak punya ide sama sekali" pinta leo
"Kau ajaklah kekasihmu, aku mau tidur besok" tolak rara
"Justru ini aku sedang mengajak kekasihku" leo menatap rara dalam, jantung rara berdegup kencang. pria didepannya ini, sangat tampan sekali, hidungnya mancung, matanya tajam, rahangnya tegas, kulit putih bersih. benar benar visual idaman smua wanita. rara kembali ke alam sadar
"dalam mimpimu" jawab rara menutupi kegugupannya. Tiga kali ia jatuh dalam pelukan pria ini, jatungnya tak bisa diajak kompromi, tapi ia masih bisa mengendalikan diri dengan berlalu pergi. kali ini ia tak bisa menghindar lagi, dengan jarak sedekat ini. Tidak rara, kau jangan sampai jatuh dalam pesona orang ini, semua laki laki sama , hanya membuat luka. Rara segera menyadarkan diri nya sendiri.
"Aku single, jadi tidak ada yang bisa aku ajak, jadi demi ibuku, maukah kau menemaniku besok?... " pinta leo "sebagai teman" lanjutnya
"jam berapa?" tanya rara. leo serasa mendapat jackpot mendengar jawaban rara
"jam 7 aku akan kesini, lalu kita sarapan bersama dan bisa mulai mencari hadiah" rara hanya mengangguk. leo pun segera permisi mah pulang. rara berdiri bersiap mengantar leo keluar
"terima kasih masakannya, itu makanan terenak yang pernah aku makan" bisik leo di telinga rara. wajah rara merona . leo mengecup kening rara lalu dengan cepat berjalan menuju mobilnya
******
Sabtu pagi jam 06:30
Leo memarkirkan monilnya dihalaman rumah rara, ia memakai kaus berwarna pitih dan celana pendek warna hitam, penampilannya sangat keren, terlihat jauh lebih muda dsri usianya.
lalu leo menekan bell pintu rumah, ART membukakan pintu, rara turun dari tangga dengan rambut masih basah, tanpa make up, sangat cantik sekali. Leo memandangnya tak berkedip. Rara membawanya ke ruang keluarga
"Tunggu sebentar" rara ke dapur dan kembali membawa segelas air putih dan segelas minuman berisi buah buahan.
Leo meminumnya, tenggorokannya terasa segar, minumannya benar benar enak sekali.
"kau duduk dulu, aku segera selesai" ucap rara, leo mengangguk
Rara kembali dengan outfit kaus lengan pendek berwarna putih, celana kain pendek berwarna hitam. dan tersampir dibahunya tas selempang kecil berisi ponsel & dompet rara. lagi lagi leo terkesima, penampilannya cantik sekali.
"Ayo jalan, nanti kau kelaparan" ledek rara beranjak menuju pintu keluar diikuti leo dibelakangnya
setelah keduanya berada di dalam mobil
"rules untuk keluar bersamaku, dilarang tanya mau makan apa, kita mau kemana?, karena aku tak punya jawabannya" kata rara , leo tersenyum dan menjalankan mobilnya
"Turunlah" leo terlihat menghentikan mobilnya di sebuah lokasi yang sepanjang jalan berisi penjual kuliner.
ayo kita cari seleramu, leo menggandeng lengan rara dan mengajaknya berkeliling mencari makanan sesuai seleranya
"wah surga makanan kota H" mata rara berbinar binar
"kau menyukai tempat ini?" tanya leo, seraya mendudukkan dirinya di sebuah rumah makan. sambil menunggu pesanan mereka diantar , rara mengangguk senang
"aku teh tawar dingin mbak" pesan leo kepada pelayan, "kau mau minum apa?" tanya leo "samakan aja" jawab rara
"es teh tawar dua gelas ya mbak, terima kasih" ucap leo dengan wajah datar karena sang pelayan melihatnya dengan tatapan memuja
makanan dan minuman sudah tiba, leo mengupaskan udang dan meletakkannya kedalam mangkuk bubur rara.
"Terima kasih" jawab rara "kau mau ini?" rara memajukan sumpit berisi capit kepiting tanpa cangkang ke arah mulut leo. leo membuka mulutnya dan memakannya , lalu tertawa bersama
mereka benar benar terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berbahagia
Seorang wanita berdiri dihadapan meja rara, disampingnya ada seorang wanita paruh baya terlihat angkuh
rara memasang wajah yang sangat dingin sekali "onty apa kabar" rara menundukkan kepalanya sesaat sebagai tanda hormat.
wanita paruh baya itu tersenyum paksa dan menjawab singkat "kabar onty baik" suasana hening kembali
wanita satunya menatap leo dari atas sampai bawah "pria ini boleh juga, apakah kau bener bener susah move on setelah dicampakkan franky? atau pria ini hanya pelarianmu saja?" sambung wanita itu pedas, rara memasang wajah datar tanpa berniat menjawab
Leo meletakkan 3 lembar uang merah di bawah gelas lalu berdiri "ayo sayang, nanti kita terlambat" sambil meraih pinggang rara meninggalkan tempat itu .
Dimobil rara meneteskan airmatanya . Leo terkejut. dan memeluk dan meletakkan kepala rara di dadanya
"jangan menangis, kalau menangis kau jelek sekali, bahagiakan diri sendiri, orang seperti itu tak pantas di tangisi" leo mengecup kening rara, rara merasakan kedamaian dan kenyamanan. ia menyeka air matanya
"ayo kita jalan" pinta rara, leo segera menjalankan mobilnya menuju sebuah mall.
mereka berkeliling, mencari hadiah yang cocok buat mama leo
"ibumu menyukai apa?" tanya rara
"ibuku menyukai apa saja, ia tidak pemilih, tapi ia akan lebih menyukai kalau aku memberikan hadiah menantu yang cantik sepertimu" jawab leo absurd sambil ngakak.
"bagaimana kalau kalung?" tanya rara
"terserah, kau boss nya hari ini" goda leo sambil tertawa , rara masuk menuju toko perhiasan franki & co . ia melihat sebuah kalung yang sangat indah bermatakan berlian .
leo yang berkeliling juga melihat sebuah kalung indah ditaburi berlian ada tulisan C di sana. ia memberi kode kepada pegawai disana untuk membungkus kalung itu tanpa sepengetahuan rara
"ko leo, bagaimana kalung ini? tapi sepertinya mahal sekali" kata rara ragu
"hmm.. bagus sekali, aku menyukainya" jawab leo "tolong bungkuskan" pinta leo kepada pegawai toko dan meletakkan black card disana.
setelah pegawai menyerahkan shopping bag berisi perhiasan, rara mengajak leo menuju sebuah boutique hermes. rara melihat lihat dan matanya tertuju ke sebuah tas yang simple sederhana tapi terlihat elegant. leo juga melihat lihat dan melihat sebuah tas mungil yang terlihat simple tapi elegant . ia menyerahkan black card kepada pelayan dan meminta pelayannya membungkus tas tersebut tanpa sepengetahuan rara.
rara memilih dua buah tas dengan model yang sama tapi beda warna, abu abu tua dan hitam. meminta pegawai toko membungkusnya, lalu berjalan ke kasir sambil meletakkan sebuah kartu atm. leo merebut kartu rara dan meletakkan black cardnya.
"pakai ini saja mbak" titah leo, rara menolak.
"batalkan saja mbak, saya tidak jadi membeli tas nya" ucap rara sambil berjalan keluar boutique. leo menahan lengannya
"baiklah baiklah.. pakai ini saja mbak" ucap leo pasrah dan memberikan atm rara. rara tersenyum dan menekan beberapa tombol pasword di mesin pembayaran.
"kau keras kepala sekali.. " kata leo , tapi disudut hatinya merasa salut, rara bukan wanita materialistis yang merasa bahagia atau kemaruk dibelikan barang mahal
"tas itu aku belikan sebagai hadiah untuk mamiku dan mamamu, kalau kau yang membayar, berarti hadiah itu bukan dariku" jawab rara sambil tersenyum. leo semakin salut pada rara
"aku tak sekeras kepala kamu, sudah menabrakku berulang kali masih menuduhku menabrakmu" ledek rara sambil tertawa.
leo terkesima melihat kecantikan rara tertawa lepas seperti itu.
"maafkan aku" bisiknya
"pertama aku melihatmu, jantungku berdetak kencang, saking gugupnya aku menabrakmu, aku sengaja menuduhmu, karena kukira kau akan memarahiku, jadi aku punya kesempatan bicara denganmu, tak kusangka yang kutabrak adalah kulkas.. Dingiiiin sekali" kata leo sambil tertawa , rara terbahak bahak mendengar penjelasan panjang lebar leo
"kau mau makan es krim? ada sebuah kedai es krim yang sangat enak di mall ini, adikku sangat menyukainya" tanya leo , rara mengangguk, leo menggandeng lengannya menuju kedai yang dibicarakan
"duduk disini , aku akan memesan , kau suka rasa apa?" tanya leo
"moccha chips" jawab rara singkat, leo segera pergi memesan, tak lama ia membawa segelas es krim rasa moccha chips
"kau tak memesan?" tanya rara heran, aku tak suka manis , satu satunya manis yang kusukai cuma kamu. jawab leo.
BLUSHH, wajah rara memerah
rara menyendokkan es krim dan memakannya, rasanya benar benar enak.
"makanlah pelan pelan, kalau kurang aku akan memesannya lagi, atau kau ingin rasa lain?" tanya leo , "aku mau rasa strawbery" jawab rara. matanya berbinar binar. leo segera pergi memesan
"ara..." seorang pria berdiri didepan rara, menatapnya dalam, dimatanya ada kerinduan penyesalan dan luka. pria itu segera duduk didepan rara tanpa permisi. rara menatapnya datar, lalu melanjutkan memakan es krimnya.
"ara... aku... " kata pria itu..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments