Episode 5 Jebakan

Selepas kepergian mama menuju kamarnya, aku beranjak dari tempat dudukku dan pergi ke ruang keluarga. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul jam 14: 45. Kuraih remote TV di atas meja dan kurebahkan tubuhku di atas sofa. Kunyalakan TV dan ku cari channel kartun favoritku. Makin lama kurasakan, kenyang di perutku membuat mataku semakin berat hingga tak terasa aku pun tertidur dengan TV yang masih menyala.

Waktu terus berjalan. Samar-samar kudengar suara bel berbunyi. Pelan-pelan kubuka mataku yang masih terasa berat dan kulihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 16:10.

"ahhh... Cukup lama juga tidurku" kataku dengan suara parau dan meregangkan otot-ototku.

Aku beranjak dan berjalan gontai menuju pintu utama untuk membuka pintu.

"assalamualaikum..."

"waalaikumsalam... Eee Kak Adit kirain tamu siapa.." kataku yang masih lemas karena bangun tidur dan lalu bersalaman mencium tangannya

"baru bangun tidur dek?" Tanya ke Adit berjalan masuk rumah.

"hehehe..... Iya kak" jawabku cengengesan

"mama mana dek?"

"mama dikamar kak, kayanya belum bangun deh" jawabku mengekor di belakang kakakku. "kakak mau makan biar aku siapin dulu, soalnya kayaknya Mama lagi capek banget habis belanja bulanan tadi"

"nanti lah dek kakak mau ke kamar bersih-bersih dulu. badanku lengket" jawab Kak Adit.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

POV ANDRE

Sepulang sekolah kami berempat dijemput oleh supir Devan karena ada rencana main dirumahnya, tentunya setelah mendapatkan ijin dari orang tua kami.

Saat mobil yang kami tumpangi melewati halte dekat sekolah, kulihat Vania dan Nadya berdiri menunggu bus bersama siswa lain. Aku melihatnya dengan jelas karena kami membiarkan sebagian kaca jendela mobil terbuka. Sontak saja membuatku menoleh kearah Devan yang sedang duduk di kursi depan. Kuamati setiap gerak-geriknya. aku ingin tahu bagaimana reaksinya saat melihat Vania. Dan betul dugaanku, dia terus saja memandang Vania.

Setelah mobil mulai jauh dari halte, aku melihat Devan sedikit gelisah. Mungkin dia sedang mengkhawatirkan keadaan Vania yang sebelumnya sakit.

Tak lama kami pun sampai di depan gerbang rumah mewah Devan. Pak Kadir yang bertugas sebagai satpam rumah segera membuka gerbang setelah mendengar bunyi klakson mobil yang kami tumpangi.

Kami bergegas turun dan mengekor dibelakang Devan. Kulihat rumah nampak sepi, hanya ada beberapa asisten rumah tangga yg lalu lalang mengerjakan aktifitasnya. Kedua orang tua Devan sama-sama sibuk. Ayahnya sebagai seorang pengusaha kaya raya dengan perusahaan besar lebih sering berada diluar daripada di rumah. Bahkan sering keluar negeri karena melakukan perjalanan bisnis. Ibu Devan juga seorang pengusaha berlian. Beliau akan pulang dari tokonya saat hari menunjukkan pukul 16:00.

Saat sampai di kamar Devan yang cukup besar, kami meletakkan tas diatas sofa kamar. Kami memang cukup terbiasa dengan kondisi rumah Devan. Mungkin karena kami sering kemari untuk sekedar berkumpul.

"Lu kalo mau maen PS maen aja... gue mau rebahan bentar di sofa", kata Devan santai, sontak membuat Kribo dan Bimo girang dan segera melakukan kegiatan bermainnya.

Aku yang melihat kegirangan mereka hany menggelengkan kepala dan ikut duduk dekat Devan di sofa sama yang berjarak 5 meter dari posisi Kribo dan Bimo.

Kulihat Devan yang tengah sibuk dengan ponselnya membuatku mulai berfikir cara untuk membuatnya mengakui perasaannya ke Vania.

"gimana ya...masa ia gue tanya terus terang, iya kalo dianya mau ngaku, kalo malah emosi kan bisa brabe, secara gengsinya luar biasa. apa iya gue mesti cari kata-kata jebakan dulu biar dia kepancing" batinku dalam hati sambil menjentik-jentikkan jari telunjuk ke pelipisku.

Tanpa kusadari, Devan yang dari tadi memperhatikanku mulai bertanya tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya "kenapa lu, bengong mulu"

"ehm....eh enggak kog" jawablu gelagapan karena kaget.

"kesambet baru tau rasa lu" ejek Devan

"hahaha....lu bisa aja Van" jawabku bingung

" eh Van, gue boleh tanya nggak" sambungku lagi

"nggak!!!" jawab Devan spontan

"lu kog gitu sih Van, masa nanya aja nggak boleh"

"terus yang tadi lu ucapin tu menurit lu apa kalo bukan pertanyaan? huuufft....dasar aneh"

kata Devan yang membuatku mati kutu.

"hahaha....iya juga ya kok gue jadi **** gini" jawab Bu cengengesan sambil menggaruk rambut kepalaku yang tidak gatal.

"emang mau tanya apaan" tanya Devan santai

"menurut lo Vania tuh anaknya kayak gimana sih" kataku memulai pertanyaan

"maksud lu, ngapain tanya-tanya tuh anak"

"ya enggak.... gue pengen lebih dekat aja sama dia" jawab ku santai. Sontak membuat Devan kaget dan duduk bangun dari tidurnya.

"maksudnya dekat gimana" tanyanya mulai cemas dan menoleh kearahku.

"gue suka deh sama Vania" ,kalimat singkat yang kuucap mampu membuat kepanikan tersendiri di wajah Devan yang tak mampu dia tutupi. Seketika wajahnya mulai merah seperti menahan emosi dan kemudian menunduk untuk menyembunyikan keterkejutannya.

"kenapa kan lu.... kebanyakan gengsi sih...." batinku sambil tersenyum

"lu kenapa bro" tanyaku yang

membuat Devan buru-buru mengangkat kepalanya karena tersadar akan keberadaanku yang mulai curiga.

"e.. e...nggak papa" jawabnya gugup dan mulai tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya

"jangan bilang lu juga suka sama Vania" tanya aku cepat mulai membuatnya tidak berkutik "lu nggak bisa bohongin gue kan, gue tahu gimana lu, gue kena lu bukan cuma sehari dua hari tapi tahunan bro. mungkin lu bisa nutupin perasaan lu sama mereka" kataku menunjuk Kribo dan Bimo "tapi tidak ke gue"

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

**Terimakasih buat like dan votenya

salam sayang selalu💗💗😘**

Terpopuler

Comments

Novie Louretta

Novie Louretta

Devan dan Vania...panggilannya sama "VAN" 😄

2022-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 perkenalan
2 episode 2 USIL....!!!!
3 Episode 3 Curiga
4 Episode 4 Bi Inah
5 Episode 5 Jebakan
6 Episode 6 Pengakuan
7 Episode 7 Cinta dalam diam
8 Episode 8 Perpisahan
9 episode 9 Permintaan maaf
10 episode 10 Bidadari manisku
11 episode 11 Pingsan di Ospek
12 Episode 12 Panik
13 episode 13 Restu Oma
14 Episode 14 Hanya Teman
15 episode 15 I Love U
16 episode 16 Semerah tomat
17 episode 17 kecewa 1
18 Episode 18 Kecewa 2
19 episode 19 Teman lama
20 episode 20 Yang???
21 episode 21 Kencan Pertama
22 episode 22 Kembali kecewa
23 episode 23 Bertepuk sebelah tangan
24 episode 24 Nadya 1
25 episode 25 Nadya 2
26 episode 26 Berhenti mempermainkan perasaanku
27 episode 27 masih tentang Nadya
28 episode 28 Senyum manis
29 Episode 29 Keberuntungan
30 episode 30 Gagal Bertemu
31 episode 31 Cincin Berlian
32 episode 32 Ketahuan
33 episode 33 Katakan Cinta
34 episode 34 Khawatir
35 episode 35 Jangan Cerita Apapun
36 episode 36 Kanker Otak
37 episode 37 Ambil Cuti
38 episode 38 Bersabarlah
39 Episode 39 Keluarga Baru
40 Episode 40 Kambuh
41 Episode 41 Bangunlah Nak...
42 Belum juga sadar
43 Jangan Tinggalkan Aku
44 Menerima Kenyataan Pahit
45 Aku Sayang Kamu
46 Sangat Mengenalnya
47 Gadis beruntung itu putriku
48 Terkejut
49 Kado Ulang Tahun
50 Depresi
51 Perjodohan
52 Tak Bisa Tenang
53 Aku Menyayangimu
54 Nenek Lampir lagi
55 Kasmaran
56 Ronald & Lea
57 Klien Muda
58 Acara Pesta
59 Aku akan melupakan kesedihanku
60 Temuilah Mereka
61 Tidak akan memaksamu
62 Kalian juga keluargaku
63 Seolah Menolak Perjodohan
64 Aku akan membujuk orangtua kita
65 Lembut menjadi datar
66 Menjadi Perbincangan
67 Tak Bersemangat
68 Merasa Malu dan Bersalah
69 Pengacau Kehidupan
70 aku tidak akan memaafkanmu
71 Aku tidak mengerti apa maksudmu
72 Pergi dari kehidupanmu
73 Hanya tak ingin menyakitinya
74 Biarkan Sendiri
75 Selalu Saja Mengancam
76 Suatu Kebanggaan
77 Anggap saja tak pernah ada
78 DAS Hotel
79 Bukan urusanmu
80 Cemas dan Khawatir
81 kenapa sok suci sekali
82 Apa Susahnya Menurut
83 Lupakan
84 Manusia Egois
85 Rencana Berhasil
86 Ku ingin melamarmu
87 Mewujudkan impian
88 Anggap saja dia adikmu
89 Lamaran Kerja
90 Salah tingkah
91 Kesal dan Cemburu
92 Jangan Cemberut
93 Hari Pertama Kerja
94 Kamu bakalan kagum
95 Tersipu
96 Gugup
97 Jangan sampai terulang lagi
98 Pengantar Tidur
99 Yang ditakutkan terjadi
100 Maafkan aku
101 Kenapa Harus Dia
102 Sakit sekali
103 Wanita Beruntung Menjadi istrimu
104 Permintaan Terakhir
105 Pernikahan
106 Jangan seperti ini lagi
107 Kedua Kalinya
108 Maafkan Aku yang Keras Kepala
109 Terus saja Membantah perkataanku
110 Daripada harus kau diamkan
111 Lakukan yang kau suka
112 Aku Kecewa Padamu
113 Aku Tidak Rela
114 Aku Istrimu
115 Maafkan Aku
116 Kecolongan
117 Mas?
118 Mesra
119 Senyummu Manis lho
120 Kamu Kekuatan dan Kelemahanku
121 Bisa Hilang Pekerjaanku
122 Jangan Sentuh Wanitaku
123 Lupakan Aku
124 Tetaplah seperti ini
125 Apa Kamu Bahagia
126 Butuh setiap bangun tidur
127 Aku Butuh Bekal
128 Lapaskan tanganmu
129 Kau kah itu?
130 Keenakan pada lihat
131 Kamu juga mencintainya, kan?
132 Sampai kapan kita seperti ini?
133 Buang gengsi jauh-jauh
134 Maafkan Aku
135 Ulah Orang Jahat
136 Apa kau menolak permintaan maafku?
137 Nyaris Sempurna
138 Kau benar-benar menyebalkan
139 Butuh Nutrisi
140 Jangan Salah Paham Dulu
141 Biar aku yang pergi
142 Aku bisa membantumu
143 Aku ingin kau hancur
144 Jika itu yang terbaik
145 Jaga Kesehatan Baik-Baik
146 Apa kau lupa statusmu
147 Dia jatuh dan pingsan
148 Aku tidak mau melihatnya
149 Akan tetap ku jaga.
150 Tolong jangan bahas itu lagi
151 Sebuah Keluarga?
152 Dia juga putraku
153 Tolong Bahagiakan Sahabatku.
154 Kamu selalu saja menyebalkan
155 Tak akan mengulang hal bodoh itu lagi
156 Tidak Untuk Sekarang
157 Galak seperti Oma
158 Aku akan selalu menunggumu
159 Jangan menghilang
160 Bukan Orang Jahat
161 Tak ada yang berubah
162 Aku Khilaf
163 Tak peduli apapun yang terjadi
164 Kerjasama Perusahaan
165 Istriku Bukan Barang
166 Berikan aku kehangatan
167 Yang sudah kuberikan itu milikmu
168 Hidup mandiri
169 Apa arti sebuah kenangan
170 Mereka mengincarmu
171 Kita sedang diuji kembali
172 Lepaskan Aku
173 Dia milikku
174 Gangguan kejiwaan dan mental
175 Aku ingin dirimu
176 Semuanya Milikmu
177 VAN Cafe
178 Menimang Cicit
179 Kunci Mobil
180 Segalanya buatku
181 Pria Menyebalkan
182 Malam Pesta
183 Tidak seperti Biasa
184 Tak seperti biasa
185 Kejutan
186 Hamil muda?
187 Tangis Bahagia
188 Semua akan baik-baik saja
189 Kebahagiaan yang sempurna
190 #Bonus Chapter
Episodes

Updated 190 Episodes

1
episode 1 perkenalan
2
episode 2 USIL....!!!!
3
Episode 3 Curiga
4
Episode 4 Bi Inah
5
Episode 5 Jebakan
6
Episode 6 Pengakuan
7
Episode 7 Cinta dalam diam
8
Episode 8 Perpisahan
9
episode 9 Permintaan maaf
10
episode 10 Bidadari manisku
11
episode 11 Pingsan di Ospek
12
Episode 12 Panik
13
episode 13 Restu Oma
14
Episode 14 Hanya Teman
15
episode 15 I Love U
16
episode 16 Semerah tomat
17
episode 17 kecewa 1
18
Episode 18 Kecewa 2
19
episode 19 Teman lama
20
episode 20 Yang???
21
episode 21 Kencan Pertama
22
episode 22 Kembali kecewa
23
episode 23 Bertepuk sebelah tangan
24
episode 24 Nadya 1
25
episode 25 Nadya 2
26
episode 26 Berhenti mempermainkan perasaanku
27
episode 27 masih tentang Nadya
28
episode 28 Senyum manis
29
Episode 29 Keberuntungan
30
episode 30 Gagal Bertemu
31
episode 31 Cincin Berlian
32
episode 32 Ketahuan
33
episode 33 Katakan Cinta
34
episode 34 Khawatir
35
episode 35 Jangan Cerita Apapun
36
episode 36 Kanker Otak
37
episode 37 Ambil Cuti
38
episode 38 Bersabarlah
39
Episode 39 Keluarga Baru
40
Episode 40 Kambuh
41
Episode 41 Bangunlah Nak...
42
Belum juga sadar
43
Jangan Tinggalkan Aku
44
Menerima Kenyataan Pahit
45
Aku Sayang Kamu
46
Sangat Mengenalnya
47
Gadis beruntung itu putriku
48
Terkejut
49
Kado Ulang Tahun
50
Depresi
51
Perjodohan
52
Tak Bisa Tenang
53
Aku Menyayangimu
54
Nenek Lampir lagi
55
Kasmaran
56
Ronald & Lea
57
Klien Muda
58
Acara Pesta
59
Aku akan melupakan kesedihanku
60
Temuilah Mereka
61
Tidak akan memaksamu
62
Kalian juga keluargaku
63
Seolah Menolak Perjodohan
64
Aku akan membujuk orangtua kita
65
Lembut menjadi datar
66
Menjadi Perbincangan
67
Tak Bersemangat
68
Merasa Malu dan Bersalah
69
Pengacau Kehidupan
70
aku tidak akan memaafkanmu
71
Aku tidak mengerti apa maksudmu
72
Pergi dari kehidupanmu
73
Hanya tak ingin menyakitinya
74
Biarkan Sendiri
75
Selalu Saja Mengancam
76
Suatu Kebanggaan
77
Anggap saja tak pernah ada
78
DAS Hotel
79
Bukan urusanmu
80
Cemas dan Khawatir
81
kenapa sok suci sekali
82
Apa Susahnya Menurut
83
Lupakan
84
Manusia Egois
85
Rencana Berhasil
86
Ku ingin melamarmu
87
Mewujudkan impian
88
Anggap saja dia adikmu
89
Lamaran Kerja
90
Salah tingkah
91
Kesal dan Cemburu
92
Jangan Cemberut
93
Hari Pertama Kerja
94
Kamu bakalan kagum
95
Tersipu
96
Gugup
97
Jangan sampai terulang lagi
98
Pengantar Tidur
99
Yang ditakutkan terjadi
100
Maafkan aku
101
Kenapa Harus Dia
102
Sakit sekali
103
Wanita Beruntung Menjadi istrimu
104
Permintaan Terakhir
105
Pernikahan
106
Jangan seperti ini lagi
107
Kedua Kalinya
108
Maafkan Aku yang Keras Kepala
109
Terus saja Membantah perkataanku
110
Daripada harus kau diamkan
111
Lakukan yang kau suka
112
Aku Kecewa Padamu
113
Aku Tidak Rela
114
Aku Istrimu
115
Maafkan Aku
116
Kecolongan
117
Mas?
118
Mesra
119
Senyummu Manis lho
120
Kamu Kekuatan dan Kelemahanku
121
Bisa Hilang Pekerjaanku
122
Jangan Sentuh Wanitaku
123
Lupakan Aku
124
Tetaplah seperti ini
125
Apa Kamu Bahagia
126
Butuh setiap bangun tidur
127
Aku Butuh Bekal
128
Lapaskan tanganmu
129
Kau kah itu?
130
Keenakan pada lihat
131
Kamu juga mencintainya, kan?
132
Sampai kapan kita seperti ini?
133
Buang gengsi jauh-jauh
134
Maafkan Aku
135
Ulah Orang Jahat
136
Apa kau menolak permintaan maafku?
137
Nyaris Sempurna
138
Kau benar-benar menyebalkan
139
Butuh Nutrisi
140
Jangan Salah Paham Dulu
141
Biar aku yang pergi
142
Aku bisa membantumu
143
Aku ingin kau hancur
144
Jika itu yang terbaik
145
Jaga Kesehatan Baik-Baik
146
Apa kau lupa statusmu
147
Dia jatuh dan pingsan
148
Aku tidak mau melihatnya
149
Akan tetap ku jaga.
150
Tolong jangan bahas itu lagi
151
Sebuah Keluarga?
152
Dia juga putraku
153
Tolong Bahagiakan Sahabatku.
154
Kamu selalu saja menyebalkan
155
Tak akan mengulang hal bodoh itu lagi
156
Tidak Untuk Sekarang
157
Galak seperti Oma
158
Aku akan selalu menunggumu
159
Jangan menghilang
160
Bukan Orang Jahat
161
Tak ada yang berubah
162
Aku Khilaf
163
Tak peduli apapun yang terjadi
164
Kerjasama Perusahaan
165
Istriku Bukan Barang
166
Berikan aku kehangatan
167
Yang sudah kuberikan itu milikmu
168
Hidup mandiri
169
Apa arti sebuah kenangan
170
Mereka mengincarmu
171
Kita sedang diuji kembali
172
Lepaskan Aku
173
Dia milikku
174
Gangguan kejiwaan dan mental
175
Aku ingin dirimu
176
Semuanya Milikmu
177
VAN Cafe
178
Menimang Cicit
179
Kunci Mobil
180
Segalanya buatku
181
Pria Menyebalkan
182
Malam Pesta
183
Tidak seperti Biasa
184
Tak seperti biasa
185
Kejutan
186
Hamil muda?
187
Tangis Bahagia
188
Semua akan baik-baik saja
189
Kebahagiaan yang sempurna
190
#Bonus Chapter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!