" Bagaimana?" Nami terlihat paling antusias menanyakan tentang perkembangan Nara saat Alea dan yang lain nya keluar dari ruangan Nara.
Alea, Angga dan Rifki pun menggelengkan kepala mereka dengan lemah.
" Kami tidak tahu lagi bagaimana cara nya agar Nara bisa bicara pada kami" Alea menjawab dengan lesu sambil mengusap air mata nya yang tidak berhenti mengalir sedari tadi.
" Aku kira luka yang di berikan Aydan terlalu besar" Rifki menatap tak suka pada Aydan.
" Maafkan aku" Aydan benar - benar sangat menyesal.
" Bukan pada ku kau harus meminta maaf, meminta maaf lah pada Nara karena dia yang kau rugikan sekarang ini!" Jawab Rifki ketus. " Aku rasa kesalahan mu kali ini tidak akan bisa di maafkan dengan mudah, lagi pula aku tidak habis fikir kenapa pria sepintar kau bisa jadi sebodoh itu hanya gara - gara seorang wanita ular seperti Karin" Rifki tersenyum sinis pada Aydan sebelum berlalu menjauh dari Aydan berdiri sekarang.
"'Kali ini aku setuju dengan Rifki, aku juga tidak habis fikir kenapa kamu bisa sebodoh itu" Angga pun mengikuti langkah Rifki di ikuti oleh Alea di belakang nya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Jujur saja Alea sangat kesal dan kecewa pada Aydan saat ini setelah melihat kondisi Nara yang terlihat sangat menyedihkan, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Aydan sepenuh nya.
Aydan tampak berfikir dan membenarkan apa yang di katakan sepupu nya itu pada nya, Aydan merasa jadi pria paling bodoh dan kejam di dunia ini.
" Apa aku boleh masuk?" Aydan memberanikan diri untuk meminta izin pada ayah dan bunda Nara. " Aku ingin meminta maaf secara langsung pada Nara" Aydan yang melihat ayah dan hunda nya Nara hanya diam pun mengatakan tujuan nya untuk menemui Nara.
" Cobalah, dan ajak lah bicara! Siapa tahu dengan melihat mu Nara akan mau berbicara" Razky pun menepuk pundak Aydan dengan lumayan keras. Razky berfikir mungkin saja Nara bisa mengekspresikan kemarahan nya pada Aydan dari pada Nara harus diam dengan tatapan kosong seperti tadi.
" Terima kasih ayah!" Aydan pun tersenyum senang.
" Mommy temani ya, mommy juga ingin melihat keadaan Nara" Aydan pun menganggukan kepala nya dan Fika pun ikut masuk bersama dengan putra nya itu.
Ceklek
Pintu terbuka dari luar, Aydan dan Fika pun masuk ke dalam ruangan Nara. Yang pertama kali mereka lihat adalah tubuh Nara yang terbaring lemah dengan menatap kosong pada langit - langit kamar nya dengan wajah yang terlihat sangat pucat. Tidak ada lagi sosok Nara yang cantik dan ceria, Nara yang selalu tersenyum pada semua orang.
Tap tap tap
Suara langkah Aydan dan Fika terdengar menggema di seluruh ruangan, namun tidak membuat Nara menoleh ke arah suara untuk melihat nya. Kini Nara seperti tenggelam dalam keterpurukan diri nya sendiri tanpa menghiraukan sekitar nya.
" Nara" satu kata dari bibir Aydan mampu mengubah raut wajah Nara saat ini. Mata yang tadi nya menatap kosong kini membulat dengan sempurna serta menunjukan wajah yang sangat ketakutan. Sedangkan Fika yang belum mengatakan apa - apa dapat melihat semua itu dengan jelas.
" Nara sayang" Fika memegang tangan Nara berniat untuk menenangkan nya, namun Nara yang masih menunjukan wajah yang ketakutan langsung menolehkan pandangan nya pada Aydan yang berdiri di samping Fika dengan wajah yang terlihat sangat bersalah. Walaupun kini wajah Aydan tak berbentuk dan penuh luka, tapi raut wajah bersalah nya tercetak dengan jelas saat ini.
" Tidak, tidaaaaak" Nara berteriak histeris saat mata nya melihat sosok yang dengan kejam nya merenggut sesuatu yang berharga dalam hidup nya membuat Fika dan Aydan merasa kaget dengan teriakan Nara saat ini. Mereka tidak menyangka kalau Nara akan berteriak seperti itu." Pergiii! Jangan sentuh aku!" Nara kembali Berteriak dan berusaha bangun dari tidur nya serta langsung memeluk Fika dengan tubuh yang bergetar hebat karena ketakutan. " Mommy tolong aku, jangan biarkan dia menyentuh ku" Nara menangis histeris dengan suara yang sangat kencang sambil memeluk erat Fika seolah dia meminta perlindungan dari nya.
" Maaf " Aydan perlahan memundurkan tubuh nya sambil menggelengkan kepala nya, Aydan tak menyangka kalau apa yang telah dia lakukan ternyata menorehkan trauma pada diri Nara. Bahkan Nara sangat ketakutan hanya dengan mendengar suara nya saja. " Maafkan aku Nara" Aydan kembali berucap dengan nada yang penuh penyesalan, namun Nara masih saja berteriak dan menangis histeris dalam pelukan Fika
" Ada apa, apa yang terjadi?" Razky dan Nami terlihat masuk dengan wajah yang sangat panik saat mendengarkan teriakan dari Nara di ikuti oleh yang lain nya yang juga menghawatirkan keadaan Nara.
" Ya, apa yang sudah terjadi?" Adzriel yang ikut masuk pun tak kalah panik.
" Tolong aku, suruh dia pergi dari sini! Aku mohon hiks hiks...!" Tubuh Nara masih bergetar hebat dalam pelukan Fika dan Fika pun terlihat menenangkan nya dengan memeluk erat tubuh yang gemetar itu sambil menggerak kan tangan nya memberi kode agar Aydan pergi dari ruangan itu.
" Aku tidak mau pergi sebelum Nara memaafkan ku" Aydan menggelengkan kepala nya.
" Mengerti lah, sekarang kamu keluar dulu!" Nanda yang ikut masuk bersama dengan yang lain nya pun menarik tangan putra nya agar mau keluar dari sana karena Nara tak henti - henti nya berteriak dengan tubuh yang bergetar hebat dan isakan yang terus terdengar dari bibir nya.
" Dia sudah pergi, sekarang kamu tenang ya!" Fika mengusap punggung gadis yang sudah dia anggap sebagai putri nya sendiri itu.
" Ya sayang, kamu tenang ya!" Nami pun dengan tubuh yang ikut gemetar langsung menghampiri putri nya itu dan ikut menenangkan nya.
" Bunda, aku sangat takut! Dia monster yang sangat jahat, aku sangat membenci nya!" Nara pun berpindah pada pelukan Nami sambil menunjuk pada pintu keluar di mana Aydan tadi pergi ke arah sana sambil terus menangis dengan tubuh yang semakin bergetar.
" Bunda tahu, kamu tenang ya! Kami sudah mengusir nya" Nami mengusap kepala putri nya dengan lembut. Sungguh melihat Nara yang seperti itu membuat hati Nami sangat hancur. Tapi Nami juga lega karena setidak nya kini Nara sudah mau berbicara, di bandingkan tadi yang hanya diam dan berkata maaf saja pada nya dan pada suami nya dengan tatapan kosong nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Rafa Aqif
tteeepp nyeeseeeekk..
2022-04-21
2