Hari demi hari berlalu, tak terasa pernikahan Aydan dan Karin sudah dekat dan akan di laksanakan esok hari nya. Malam ini Aydan dan yang lain nya berencana untuk merayakan pernikahan Aydan dengan cara berpesta di salah satu cafe yang lumayan besar dan terkenal di ibu kota. Cafe yang dulu nya salah tempat Razky bekerja dan kini sudah semakin maju di tangan Algi anak dari sahabat Razky pemilik cafe tersebut.
Algi adalah pria tampan yang seumuran dengan Nara dan Alea. Mereka bertiga berteman sejak mereka masih di bangku SMA dan berlanjut sampai sekarang.
" Di mana Nara ?" Algi yang baru masuk ke ruang VIP yang di pesan Aydan merasa heran karena Nara tidak ada di antara mereka.
" Nara sedang di jalan, dia baru menyelesaikan kue pengantin kak Aydan dan langsung datang ke sini setelah nya" Alea yang menjawab. " Kau ini yang di tanyakan Nara terus, sekali - sekali gue kek di tanyain" Alea mengerucutkan bibir nya lucu.
" Lo kan ada di sini, ngapain juga gue tanyain" Algi memutar bola mata nya malas. " Lagian kalau gue nanyain lo, gue takut cowok lo yang gak bisa di hitung sama jari itu ngelabrak gue" tambah Algi lagi.
" Cih, nyebelin Lo" Alea mendengus kesal.
" Mending gue nyari Nara, aman. Selain pintar dalam pelajaran, dia juga pandai membuat kue. Ck ck ck benar - benar sempurna" ucap Algi dengan nada mengagumi.
" Cih, jangan coba - coba mendekati Nara kami bocah tengik" Aydan menatap tajam pada Algi.
" Ish, kak Aydan ini sangat posesif sekali. Ingat kalau kakak akan menikah dengan Kak Karin besok" Algi memutar bola mata nya malas.
" Aku juga tidak akan membiarkan mu mendekati Nara" Angga menimpali.
" Ya, aku juga! Nara terlalu berharga untuk kami berikan pada bocah tengik seperti mu" sambung Rifki.
" Ish, kalian ini keterlaluan sekali" Algi mendengus kesal membuat tawa Alea pecah di ikuti tawa yang lain nya.
Algi memang menyukai Nara sejak mereka masih SMA, Algi selalu mengagumi sikap polos, periang dan pemberani dari Nara. Nara juga selalu bersikap sederhana dan ramah pada siapa saja. Walupun penampilan Nara culun tapi Algi tetap menyukai nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di luar kafe, tampak Nara yang baru turun dari taksi online yang dia tumpangi sedang menatap tak percaya dengan apa yang sedang dia lihat saat ini.
" Bukankah itu kak Karin? Apa aku tidak salah lihat?" Nara mengerutkan kening nya menatap dua orang yang baru saja masuk ke dalam cafe yang akan di masuki juga oleh Nara, bahkan dia sempat membuka kaca mata nya dan mengucek nya untuk meyakinkan diri nya kalau dia tidak salah lihat. " Tapi bersama siapa dia? Itu jelas - jelas bukan kak Aydan" gumam Nara lagi seraya melangkahkan kaki nya mengikuti dua orang yang kini masuk ke dalam salah satu ruang VIP yang ada di sana dengan begitu mesra nya. Karin dan pria itu masuk ke dalam ruangan di samping ruangan VIP yang di sewa Aydan untuk mereka.
" Ish, kalau dia benar - benar menghianati kak Aydan. Sungguh keterlaluan" Nara merasa geram dengan wanita yang besok akan dinikahi Aydan itu.
Pada akhir nya Nara memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah di sewa oleh Aydan untuk menemui yang lain nya walau pun dalam hati dan fikiran nya masih ada tanda tanya besar tentang Karin dan pria yang bersama nya.
" Selamat malam, maaf aku terlambat" Nara menyapa semua yang sudah ada di sana.
" Tidak apa - apa, bagaimana kue nya? Apa sudah di kirimkan ke Balendra Hotel?" Aydan tampak antusias.
" Semua sudah beres, oh ya kak Aydan apa kak Karin akan datang juga ke sini?" Tanya Nara dengan ragu.
" Aku rasa tidak, tadi dia bilang dia sibuk dengan persiapan besok" jawab Aydan dengan santai nya.
" Ish, kamu ada - ada saja Nara! Apa kalau kamu akan menjadi pengantin besok, kamu akan berkeliaran di luar sebelum nya?" Ucap Alea.
" Ah iya ya, apa yang kamu fikirkan sih Nara" Nara tersenyum kikuk sambil mendudukan diri nya di salah satu tempat duduk yang kosong. " Lalu apa yang sedang di lakukan kak Karin di sini? Jelas - jelas dia berbohong pada kak Aydan" Batin Nara dengan penuh tanda tanya. " Tapi aku juga tidak mungkin mengatakan nya pada kak Aydan sekarang, aku tidak mau melihat nya kecewa" batin Nara lagi seraya menatap iba dan serba salah pada Aydan yang ada di samping nya.
" Apa yang sedang di fikirkan Nara? Apa dia melihat sesuatu, atau jangan - jangan" batin Rifki menatap Nara dengan dahi yang mengerut. " Nara bisa kamu antar aku ke ruangan Agil, aku ada perlu dengan nya dan belum sempat aku sampaikan pada nya tadi" Rifki memutuskan untuk menanyakan langsung apa yang ada dalam fikiran nya sekarang pada kakak sepupu nya itu, namun dia juga tidak mungkin mengatakan nya di depan semua orang. Jadi Rifki memutuskan untuk mengajak Nara keluar sebentar.
" Baiklah!" Nara pun kembali berdiri dan mengikuti Rifki keluar dari ruangan itu.
"Kak Rifki itu benar - benar! Nara kan baru saja datang, eh dia sudah mengajak nya pergi lagi" Alea menggelengkan kepala nya.
" Mungkin memang ada hal yang penting yang mau dia katakan pada Agil" Angga yang menjawab.
" Aish, apa mungkin kak Rifki mau menjodohkan Nara dengan Agil ya" Alea terkikik geli dengan ucapan nya sendiri.
" Hus, kamu ini ada - ada saja" Angga terkekeh seraya menggelengkan kepala nya. Sedangkan Aydan yang mendengar hal itu tampak menatap Alea dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Itu tidak mungkin, kamu jangan mengatakan hal yang tidak - tidak" sambung Aydan.
" Kenapa tidak, Nara jomblo dan Algi juga. Apa lagi mereka berdua memang sudah saling mengenal sejak lama. Jadi mungkin saja kan kalau mereka menjalin hubungan suatu hari nanti, lagi pula aku lihat Algi menyukai Nara sejak dulu" Alea kembali mengingat setiap sikap yang di berikan Algi pada Nara seperti pria yang sedang menyukai seorang wanita.
" Ya, aku fikir juga begitu. Algi tidak terlalu buruk juga" Angga menganggukkan kepala nya.
" Apa benar ya?" Batin Aydan tampak berfikir. Entah kenapa mendengar perkataan Alea barusan membuat perasaan Aydan tidak enak. Ada sedikit perasaan tidak rela melihat Nara dekat dengan seoarang pria. Mungkin itu hanya kekhawatiran seorang kakak terhadap adik nya, fikir Aydan.
" Aku ke toilet dulu" Aydan pun ikut keluar dari ruangan itu untuk menyusul Nara dan Rifki dengan alasan pergi ke kamar mandi dari pada dia terus bertanya - tanya di dalam sana, lebih baik Aydan memastikan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Dwi Winarni Wina
aydan tidak rela dalam yg suka sm nara,,,,
2023-03-26
1
Cucum sumiati
semoga ke tahuan lagi ngomongin Karin
2022-04-15
1
Mien Mey
ternyta aydan diam diam suka nara tp terhlang status soudara
2022-04-14
1