" Kak, kak Aydan" Nara menggoyangkan tubuh Aydan yang kepala nya terjatuh di atas meja dengan tangan yang terlipat menjadi bantalan nya setelah dia beberapa lama terisak dalam posisi itu. " Bangun kak!" Nara masih menggoyangkan tubuh Aydan, namun Aydan tidak bergeming dan masih setia menutup mata nya.
" Ish, merepotkan saja" Nara menggelengkan kepala nya melihat Aydan yang masih setia dengan mata yang tertutup. Nara pun langsung membayar tagihan yang di berikan bartender pada nya karena Aydan belum membayar tagihan nya, setelah itu dengan bersusah payah Nara langsung memapah tubuh Aydan yang lumayan berat keluar dari bar itu menuju ke dalam mobil nya.
Setelah bersusah payah akhir nya Nara berhasil juga membawa Aydan ke dalam mobil nya. Nara pun menempatkan Aydan pada kursi di samping kursi kemudi dan memasangkan seat belt pada tubuh nya agar tidak terjatuh.
" Huufth" akhir nya aku berhasil juga" Nara tersenyum senang seraya menemukan ke dua tangan nya. " Kak Aydan ini berat sekali, kau harus mentraktirku bakso besok karena aku telah membantu mu memapah rubuh berat mu ini" Nara terkekeh saat mengatakan nya. Dia geli sendiri karena bisa - bisa nya dia mengajak bicara orang yang sedang tak sadar kan diri seperti Aydan.
Setelah selesai menutup pintu mobil di bagian Aydan, Nara pun berlari kecil mengitari mobil dan langsung duduk di depan kemudi untuk menyetir mobil milik Aydan. Nara memang suka malas membawa kendaraan sendiri dan lebih suka naik angkutan umum atau nebeng pada yang lain nya, namun bukan berarti Nara tidak bisa mengemudikan kendaraan. Nara sangat mahir mengendarai mobil atau pun motor, bahkan saat SMA Nara pernah ikut balapan motor liar bersama dengan Alea dan juga Algi tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Bahkan Aydan , Angga dan Rifki pun tidak mengetahui nya, apa lagi mereka pernah melakukan nya hanya beberapa kali saja saat ada orang yang menantang nya. Nara juga tahu resiko besar yang akan dia hadapi jika sampai dia ketahuan oleh orang tua nya atau tertangkap oleh polisi, jadi dia, Alea dan Algi berhenti sebelum itu terjadi.
" Kau jahat Karin! Kenapa kau menghianatiku?" Aydan meracau tidak jelas sepanjang perjalanan mereka dengan mata yang masih tertutup.
" Hhhuft" Nara membuang nafas nya kasar. " Kamu pasti sangat terluka" Nara menatap sekilas pada Aydan dan kembali berkonsentrasi pada jalanan yang ada di depan nya. Sungguh Nara sangat sedih melihat keadaan Aydan seperti ini.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhir nya mobil yang di kendarai Nara sampai di parkiran apartemen milik Aydan. Ya Nara memutuskan untuk membawa Aydan ke apartemen milik nya saja karena takut membuat mommy Fika dan daddy Nanda khawatir dengan keadaan Aydan saat ini, apa lagi besok adalah hari pernikahan Aydan dan Karin.
Dengan bersusah payah Nara membawa tubuh Aydan yang masih belum sadarkan diri menuju apartemen milik Aydan yang terletak di lantai atas. Nara membawa tubuh Aydan dengan menggunakan lift sampai ke lantai atas dan mulai membuka pintu masuk apartemen Aydan dengan menekan beberapa tombol yang ada di sana. Nara memang tahu pasword pintu apartemen Aydan karena dia sering datang ke sana bersama dengan yang lain nya.
" Ish, kak Aydan merepotkan ku saja" Nara mengoceh sepanjang perjalanan nya ke dalam apartemen karena tubuh Aydan yang sangat berat membuat dia sangat kesulitan untuk membawa nya. " Kau harus mulai diet dari sekarang, kau tidak tahu betapa berat nya diri mu ini" oceh Nara terus selama perjalanan nya menyeret tubuh Aydan yang masih tak sadarkan diri dengan racauan tak jelas yang keluar dari bibir nya.
Nara pun membawa Aydan ke dalam kamar nya sendiri dan langsung menghempaskan tubuh itu di atas tempat tidur king size milik nya dengan cukup keras karena Nara sudah tidak kuat lagi menahan berat badan Aydan yang tubuh nya jauh lebih besar dari nya.
" Ahhh, akhir nya kita sampai juga" Nara tersenyum lega karena telah berhasil membawa Aydan sampai di sana. " Kau tahu kak, tubuh mu itu sangat berat sekali dan lumayan membuatku kewalahan" omel Nara pada Aydan yang masih menutup mata nya.
" Karin, kenapa kau tega mengkhianati ku?" Aydan bergumam dengan air mata yang menetes dari sudut mata nya. " Apa yang kurang dari ku? Aku selalu memberikan apa pun yang kamu mau selama ini" gumam Aydan lagi dengan isakan yang keluar dari bibir nya.
" Kasihan kak Aydan, pasti hati nya sangat hancur saat ini" Nara menatap iba pada Aydan. " Baru kali ini aku melihat mu serapuh ini kak" Nara pun duduk di samping tubuh Aydan untuk menetralisir rasa lelah pada tubuh nya dan mulai membukakan sepatu yang di pakai Aydan agar dia nyaman saat tertidur. Nara juga menyelimuti tubuh Aydan dengan selimut yang ada di sana. Namun, baru saja Nara akan menarik kembali tangan nya tiba - tiba tangan Nara di tarik oleh Aydan dengan keras sampai tubuh Nara terjatuh di atas tubuh Aydan dengan wajah mereka yang saling berdekatan.
Deg deg
Deg deg
Jantung Nara berdetak dengan sangat cepat saat jarak wajah nya dan wajah Aydan hanya berjarak beberapa centi saja. " Karin!" Aydan tiba - tiba membuka mata nya dan mencengkram tangan Nara dengan sangat kencang.
" A aku bukan Karin kak, lepaskan aku kak!" Nara memberontak dengan sekuat tenaga dan berusaha bangun dari posisi nya saat ini, namun Aydan menahan tubuh Nara dengan ke dua tangan nya , tenaga Aydan yang lebih kuat dari tenaga Nara saat ini membuat Nara kesulitan untuk terlepas dari nya.
" Katakan! Apa kau menghianati ku karena aku tidak bisa memuaskan mu ha?" Aydan menatap tajam pada Nara yang ia kira adalah Karin.
Ya, sebenar nya Karin beberapa kali merayu Aydan untuk berhubungan intim dengan alasan dia ingin membuktikan cinta nya pada Aydan, namun Aydan menolak nya karena menghormati Karin sebagai wanita baik - baik. Namun ternyata Karin tidak sebaik apa yang Aydan kira selama ini.
" Lepaskan aku! Aku bukan Karin!" Nara berteriak histeris sambil terus memberontak dari cengkraman tangan Aydan seraya memukul dada Aydan dengan sangat keras, namun Aydan tidak merasa terusik sama sekali.
" Jangan memberontak lagi, aku akan mengabulkan keinginan mu kali ini. Kamu pasti akan sangat bahagia" Aydan tersenyum penuh arti menatap Nara yang sudah merasa ketakutan di atas tubuh Aydan.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Rhita Tanan
kesalahanmu sendiri Nara sudah tahu ayden mabuk masih mau berduaan kenapa tidak minta tolong sama Rifki atau Angga diakan laki2 jadi lebih aman..lagian pergi bawah lagi ke apartemen yg tidak ada org..mabuk bisa melakukan apa saja karena di luar kesadarannya ..
2022-03-29
5
arkana
kasihan Nara, semoga ayden bertanggung jawab thor
2022-03-22
1
Tia Chintya
kasihan.naraa.. seseorang tolong Nara 😥
2022-03-22
1