Permintaan Ibu Adi

Makin malam,makin bertambah banyak pengunjung berdatangan.

Apa lagi ini malam minggu,tempat nya orang-orang menghabiskan waktu bersama, dengan pacar, teman-teman, ada juga bersama keluarga.

Tidak dengan Adi, tidak ada kata libur yang ada lembur, dan lembur. kerja ya kerja cari cuan buat makan 🤭🤭

Adi yg lagi seru-serunya memainkan handphone nya, tidak menyadari ada seseorang yang berjalan mendekati nya dan berkata.

"Lohh om ada si sini," kata Lisa.

"Ehh Lisa," owcc ya ampun saya lupa loh kalo kamu kerja di sini, kata Adi.

"Heeeee iya om," Lisa hanya nyengir saja.

Tak berselang lama pesanan Adi sudah datang,,segera Adi mengeluarkan dompet nya untuk membayar tagihan makanan.

"Semangat kerja ya Lisa," kata Adi sambil melangkahkan kaki nya untuk menjauh, tak berapa langkah Adi berjalan, Lisa berkata.

"Hati-hati di jalan om."

Adi hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya, bahwa dia pamit akan pergi bekerja lagi.

Waktu sudah menandakan jam 10.00 wit.

Cafe mulai mau tutup, para karyawan saling membersihkan alat-alat dapur yang lagi kotor, ada yang menyapu, mengepel.

Agar cafe tetap bersih, apa lagi besok hari Minggu, mungkin cafe makin ramai saja.

Bagi yang kena ship pagi.

Bagaimana semuanya, apakah hari ini pada ramai para pelanggan kata bos Alex.

Alhamdullillah bos ramai, kata semua nya.

Ketika Lisa berjalan kaki ingin pulang ke kontrakan nya.

Tit tit tit bunyi klakson honda metik Adi.

"Ehh om," kok jam segini belum pulang kata Lisa.

"Ayo Lisa biar saya anter," kata Adi.

"Terimakasih om," tapi saya bisa jalan kaki saja, tak enak kalo ada yang lihat, kata Lisa.

"Sudah malam Lisa," tak baik anak gadis jalan kaki sendiri, ini bukan di kampung halaman mu, di sini jakarta bahaya kalo jam segini masih ada yang jalan kaki, apa lagi perempuan, kata Adi.

Mau tak mau Lisa mengikuti perkataan Adi, dia sebenar nya juga takut kalo jalan kaki sendiri, tapi apa boleh buat keadaan yang memaksanya seperti ini.

Di sepanjang perjalanan hening tak ada yg memulai bersuara, sampai Adi yg memecah keheningan itu.

"Lisa, kita mampir sebentar ya," di tempat orang jualan martabak itu saya ingim membelikan ibu saya di rumah, kata Adi.

"Om Adi masih punya ibu," kata Lisa.

"Alhamdulillah masih punya ibu," hanya ibu yang saya punya, kalo bapa saya sudah lama tiada, kata Adi.

"Air bening sudah menggenang di kelopak mata Lisa," segera di hapus nya agar Adi tidak melihat nya.

Sesampai di tempat Adi memesan dua martabak manis, sambil menunggu pesanan, Adi duduk di bangku dan di sebelah nya Lisa.

"Lisa kamu kenapa," kata Adi.

"Gak papa kok om," Lisa kepikiran Aya saja di rumah sendirian, kata Lisa.

"Tenang dulu ya," semoga Aya bisa mengerti kata Adi.

"Owcc iya kan rumah kita beda gang aja," kenapa Aya gak di titipin di rumah aku saja sama ibu, kata Adi.

"Gak usah om," takutnyan bikin ibu kerepotan, kata Lisa.

"Kata siapa ibu kerepotan," yang ada ibu malah senang ada teman nya.

"Tapi Lisa gak enak om," kita baru kenal sudah terlalu banyk merepotkan om dan ibu, kata Lisa.

"Gak ada yang merasa di repotkan di sini," nanti tak kenalin ke ibu yah demi Aya, kasihan dia selalu sendirian di rumah, kata Adi.

"Bagaimana dengan anak sama istri om," kata Lisa yang menundukan kepala nya, merasa tak enak dengan pertanyaan nya.

"Emang nya saya kelihatan sudah berumah tangga ya," kata Adi yang menyeritkan kening nya.?

Lisa mengangkat kepala nya, merasa ada yang aneh dengan jawaban dari Adi.

"Maksud nya om," kata Lisa yang merasa bingung.?

Belum sempat menjawab pertanyaan Lisa, pesanan Adi sudah datang.

Adi langsung membayar pesanan nya dan pergi bersama Lisa, meninggalkan tempat penjual martabak manis.

Di dalam perjalanan tak ada yang bersuara, baik adi maupun Lisa.

Tak lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di muka kossan Lisa.

"Terimakasih ya om," sudah mau mengantarkan Lisa pulang ke rumah, kata Lisa.

"Sama-sama,"

Saat Lisa mau berbalik ingin masuk ke dalam rumah, Adi memanggil Lisa.

"Lisa," panggil Adi.?

Lisa berbalik, dan merasa bingung kenapa Adi memanggil nya.

"Iya om ada apa."

"Saya tidak memiliki istri dan anak."

"Maksudnya om apa."

flash back on

" Adi," panggil Parjo, teman satu perjuangan bekerja di sebuah kebun teh.

"Iya Jo ada apa," jawab Adi.

"Lo yakin mau lanjutin nikah sama Rahma," kata Parjo.

"Lahh ya lanjutin donk," kan uang untuk semua keperluan nikah udah tak kasih semua ke Rahma, lah aku tinggal terima beres aja, kata Adi yang nyengir-nyengir sendiri.

"Wahhh lo parah Di," lo gak tau yang sebenar nya siapa calon istri lo itu, kata Parjo yang mulai kesal kepada Adi yang tak pernah mau mendengar nasehat dari nya, bahwasanya si Rahma itu cwek gak benar.

"Ehh Parjo," jaga mulut mu itu ya.!

Sudah berapa kali aku bilang, Rahma itu perempuan baik-baik beda sama cwe-cwe yang lain, kenapa kamu ngeyel sih, lah aku tak mau dengar lagi omong kosong dari mulut mu itu, kata Adi yang sudah marah dan meninggalkan Perjo sendiri..

"Lah Adi Adi," kau itu terlalu bodoh untuk menilai mana yang baik dan mana yang jahat, kita ini hanya seorang buruh saja, mana mungkin rahma mau sama kamu itu, uang gajihan kita pun tak cukup untuk membelikan skincare dia, kata Parjo yang bicara sendirian..

Seminggu sudah, setelah kejadian Paijo yang membicarakan tentang keburukan Rahma di depan Adi.

Malam hari nya, Parjo datang ke rumah Adi, berniat untuk meminta maap, karena bagaimana pun Adi adalah sahabat Parjo, bukan Adi saja yang sahabat Parjo, Lukman juga adalah sahabat Adi dan Parjo.

Tapi Karena Lukman adalah anak orang berada, berbeda dengan Adi dan Parjo hanya orang yang tak punya.

"Assalamu Alaikum Adi."

"Wa Alaikum Salam," kata Adi yang membuka kan pintu rumah nya.

"Adi," aku kesini mau minta maap, aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karena masalah ini.

Sebenarnya Adi juga merasa tak nyaman, sudah mendiamkan Parjo.

Tapi apa boleh buat, Parjo sudah sangat keterlaluan memitnah Rahma sang pujaan hati nya.

Tak apalah jika sekali ini di maapkan, tapi kalo lain kali, sudah tak ada kata maap, waluapun Parjo adalah sahabatnya sedari kecil.

"Yasudah aku maapkan kau Parjo," kata Adi, tapi lain kali kalo mulut mu itu lancang bilang Rahma qu seperti itu lagi, tak ada kata sahabat lagi di antara kita.

Parjo hanya bisa mengalah, demi persahabatan nya, lah kalo orang salah nanti nya akan pasti ketahuan juga, batin Parjo dalam pikiran nya.

"Terimakasih kawan," kata Parjo.

"Owhhh ya kan dua hari lagi kau mau menikah," gimana kalo kita jalan-jalan dlu, nongkrong brow kata Parjo.

"Baiklah hayo," kata Adi

Saat mereka di perjalanan, Parjo dan Adi tak sengaja melihat Lukman yang tanpak nya mau pergi, di panggil tak mendengari.

Parjo hanya nyengir saja, dia tau kemana arah tujuan Lukman.

"Ehh kita ikutin yuk kemana Lukman pergi," kata Parjo.

"Lah ngapain," kan kita mau nongkrong biarkan saja dia mau kemana, kata Adi yang tak menaruh curiga pada sahabat nya itu.

"Udah gak osah bnyak bicara," kata Parjo yang mulai kesal kepada Adi.

"Terserah kau saja," kata Adi yang mulai pasrah, dan tak ingin bertengkar lagi sama sahabat nya itu.

"Lohh Lukman mau kemana dia," ini kan jalan mau ke rumah Rahma, kata Adi, yang mulai merasa ragu.

Parjo yang paham dengan pertanyaan Adi hanya berdiam saja, dalam pikiran nya, kita lihat saja Adi, ini kah yang kau bilang sahabat, dan ini kah kau bilang kekasih.

"Lohhh iya benar ngpain si Lukman kerumah Rahma," Adi yang mulai gelisah, sudah memikirkan ucapan Parjo, tentang kelakuan yang buruk pada Rahma.

"Sudah diam saja," kita turun dan kita jalan ke samping kamar nya Rahma, kata Parjo.

Adi yang mulai gelisah, hanya pasrah saja dengan ucapan Parjo, dia hanya mengikuti jalan nya Parjo dengan lemas.

Di sebuah kamar yang tak terlalu besar.

"Sayang," aku kangen sama kamu, aku pengen kamu, kata Lukman.

"Ihhh kamu tak sabaran sekali sayang," kata Rahma dengan suara manja nya.

"Kamu kan sbentar lagi mau nikah dama si Adi yang miskin itu," nanti aku akan dangat susah untuk kita seperti ini, kata Lukman dengan suara serak nya yang sudah sulit menahan gairah nya..

"Aku hanya terpaksa saja mau menikah sama Adi itu," kata Rahma yang mulai terbakar gairah karena tangan Lukman sudah meraba kemana-mana.

Bisa kalian pikirkan sendiri ya,selanjut nya mereka berdua ngapain 😅😅😅.

Adi yang di samping jendela kamar Rahma, mendengar semua apa yang mereka berdua bicarakan, seakan dunia nya runtuh seketika.

Sahabat dan kekasih yang selama ini dia sangka sangatlah baik, ternyata berhati iblis yang sedang memadu kasih, di atas penderitaan Adi selama ini..

Adi yang sudah tak terima semua penghianatan yang di lakukan sahabat dan mantan kekasih nya itu, segera masuk ke dalam rumah Rahma, dan Brak..... sekali dobrakan pintu kamar Rahma terbuka lebar.

Rahma dan Lukman yang sama-sama polos, sedang nikmat-nikmat nya memadu kasih, terlonjak kaget atas kedatangan Adi yang secara tiba-tiba.

"Ternyata ini yang kalian lakukan di belakang ku,"

"Kau yang ku kira sahabat baik ku, dan kau yang ku anggap perempuan terakhir ku," kalian berdua tidaklah beda nya dengan sampah.

"Kita Putus," pernikahan batal.

Flash Back Off

"Lisa yang mendengar, cerita dari Adi menutup mulut nya," tak menyangka seseorang yang baru dia kenal penuh dengan senyuman, ternyata menyimpan sejuta luka..

"Masuklah Lisa," sudah malam, aku pamit dulu ya.

Saat Adi mau membunyikan motor metik nya, Lisa membuka suara lagi.

" Om yang sabar ya," di balik semua kejadian ini pasti ada sebuah kebahagiaan yang menanti om.

Terimakasih om martabak manis nya sambil tersenyum manis, Lisa berkata lagi hati-hati di jalan om sampai berjumpa lagi.

Cepat-cepat Lisa masuk ke rumah kosan nya.

Adi yang masih di luar rumah Lisa, hanya tersenyum tipis, baru kali ini dia dekat dengan perempuan setelah penghianatan Rahma mantan kekasih Adi.

Banyak para penumpang dan langganan ojol Adi, yang menginginkan Adi sebagai pacar, suami, tapi Adi tak pernah merespon mereka semua.

Karena menurut Adi semua perempuan itu sama saja, tak terkecuali ibu Adi.

Dia adalah perempuan yang setia dan penuh kasih sayang, selalu ada di setiap susah senang Adi.

Apakah ada perempuan yang berhati seperti ibu nya, Adi rasa itu tak mungkin.

"Kakak baru datang," kata Aya yang terbangun dari tidur nya.

"Iya dek," maap ya kakak malam banget baru datang, kata Lisa yang merasa kasihan kepada adik nya itu.

"Ini dek," kakak bawa martabak manis di makan dlu, baru setelah itu kita tidur lagi.

"Iya kakak ini sangat enak sekali," Aya sangat senang karena martabak manis ini adalah makanan kesukaan nya.

••••

Di sebuah rumah sederhana.

Adi datang, dan mengetok pintu rumah nya.

Tok tok tok

Seperti itu ya kira-kira.

Cklekkkk

"Assalamu Alaikum."

"Wa Alaykum Salam

"Baru sampai selesai kerja nya Di," kata ibu Adi.

"Sebenar nya sekitar jam 10 tadi sudah selesai bu," kata Adi yang mulai ingin bercerita.

Adi mulai menceritakan tentang awal dia bertemu, dan tak sengaja bertabrakan, hinggat tadi dia mengantarkan Lisa ke rumah kontrakan nya.

Ibu yang mendengan cerita Lisa dari Adi merasa kasihan dengan gadis itu, di usia dia yang terbilang sangat muda, seharus nya masih bersenang- senang dengan teman-teman nya, kini harus menerima kenyataan bahwa harus bekerja untuk memenuhi kehidupan nya bersama adik nya.

"Bawa dia kesini Adi," kasihan anak kecil itu kalo di tinggal kakak nya setiap hari bekerja.

"Baik ibu," nanti Adi ijin dulu ke Lisa nya, kata Adi.

••••

Ke esokan hari nya Adi setelah mengantarkan pesanan orang, karena tak ada lagi yang minta tolong jasa nya, Adi segera meluncurkan motor metik nya menuji ke kediaman Lisa.

Sesampainya di kediaman Lisa, Adi mengetok pintu rumah Lisa.

Tok tok tok tok

"Assalamu Alaikum."

"Wa Alaikum Salam."

Lisa yang kaget dengan kedatangan Adi pagi-pagi membuat dia merasa menjadi bingung.

"Apa aku tidak boleh masuk," kata Adi.?

"Ehhh boleh om," silahkan masuk, maap duduk di lantai saja om beralasan tikar, kata Lisa.

"Tidak apa-apa kata Adi."

"Begini Lisa," kedatangan saya kesini atas permintaan ibu yang ingin bertemu dengan kalian.

Lisa merasa lebih bingung, ada apa ini, ibu nya om Adi ingin bertemu.?

Adi menceritakan semua yang telah di katakan Adi kepada ibu nya malam tadi, dan ibu ingin Aya bersama ibu, jika Lisa sedang bekerja.

"Apakah boleh.?"

🤔🤔🤔 boleh gak ya

Akhir nya aku bisa up sampai 2000 kata, bila ada sedikit kekurangan, dan masih ada kesalahan dalam penulisan mohon diberi saran ya ☺️🙏🙏

Terpopuler

Comments

Wahyuni

Wahyuni

wahhh rahma bau-bau putus nih sama adi

2022-07-28

0

Devi Wulandari

Devi Wulandari

lanjut...
temen kang ebezz y...

2022-03-20

1

Ebez

Ebez

kontrol PUEBI nya ya kak author 😁
Udah bagus ceritanya, lanjut kakak 👍👍

2022-03-17

2

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan
2 Pertemuan Pertama
3 Permintaan Ibu Adi
4 Panggilan Baru
5 Sakit
6 Aku Mau Kamu
7 Wanita Hebat
8 Dia Milikku Bukan Milikmu
9 Sandiwara
10 Jebakkan
11 Tuduhan
12 Saling Terbuka
13 Korban Selanjutnya
14 Terasa Kembali
15 Ada Hati Yang Harus Aku Jaga
16 Kecelakaan
17 Bertemu Mantan Sahabat
18 Koma
19 Awal Mula Kehancuran
20 Hancur Berkeping-Keping
21 Sadar Dari Koma
22 Kebersamaan Penuh Cinta
23 Visual dan Pergi Bersama
24 Kemarahan Adi
25 Pesan Surat
26 Hari Pernikahan
27 Bahagia Dengan Cara Sederhana
28 Pertemuan
29 Cerita Dari Bella
30 Salah Paham
31 Penjelasan Dari Adi
32 Kekuatan Cinta
33 Bertemu Kakek
34 Restu Dari Kakek
35 Terungkap
36 Nikah Dadakan
37 Berduka
38 Rencana
39 Niat Hati Nury
40 Malam Panjang
41 Rencana Pulang Kampung
42 Rencana Pulang Kampung 2
43 Rencana Pulang Kampung 3
44 Ada Yang Berbeda
45 Keadaan Sederhana
46 Hamil
47 Sejuta Pesona Adi
48 Pengakuan Adi
49 Mencoba Memperbaiki
50 Pergi Ke Bidan
51 Hasil USG
52 Melahirkan
53 Melahirkan 2
54 Melahirkan 3
55 Pelaku
56 Penangkapan
57 Pergi Ke Kota
58 Terapi
59 Jangan Tinggalkan Aku Lagi Mas
60 Menua Bersama Mu
61 Permintaan Dari BUMIL
62 Meminta Maap
63 Meminta Maap 2
64 Meminta maap 3
65 Malam Minggu
66 End
67 Visual Part 2
68 Pergi Ke Kota
69 Mendaftar Kuliah
70 Hari Pertama Kuliah
71 Hari Pertama Bekerja
72 Menerima Pekerjaan
73 Awal Mula Kehancuran
74 Kecelakaan
75 Bertemu
76 Rencana Yang Gagal
77 Membantu Hendri
78 Mabuk
79 Hamil
80 Sah
81 Gengsi Tapi Mau
82 Mengantar Pulang
83 Menginap
84 Firasat Membawa Kebahagiaan
85 Pulang Kampung
86 Meminta Izin
87 Cincin Lambang Cinta
88 Menyerahkan Diri
89 Pulang Ke Kota
90 Salah Paham
91 Penjelasan
92 Perdebatan Kembar A
93 Sah
94 Malam Minggu
95 Pernikahan
96 Gagal Total
97 Pagi Yang Panas
98 Welcome Lombok
99 Liburan Ala Hendri dan Aya
100 Kemarahan Arden
101 Pulang ke Kota
102 Menjelaskan
103 Berlanja Bersama
104 Merasa Ragu
105 Meminta Pekerjaan
106 Janda Cantik
107 Promosi Kue
108 Salah Paham
109 Penjelasan
110 Jangan Kau Hina Wanita Ku
111 Tuduhan
112 Wanita Penggoda
113 Senjata Makan Tuan
114 Penyesalan
115 Mencoba Membuka Hati
116 Mencoba Berkata Jujur
117 Merasa Bersalah
118 Meminta Izin Bertemu Naura
119 Mengetahui Kenyataan
120 Hamil
121 Kabar Bahagia
122 Bertemu
123 Menjelsakan
124 Acara 7 Bulan
125 Meminta Maap
126 Ingin Bertemu
127 Pergi Untuk Selama Nya
128 Melahirkan
129 END
130 Promosi Novel " PERJALANAN CINTA KEMBAR EMPAT"
131 Promosi Novel "NARA"
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Perkenalan
2
Pertemuan Pertama
3
Permintaan Ibu Adi
4
Panggilan Baru
5
Sakit
6
Aku Mau Kamu
7
Wanita Hebat
8
Dia Milikku Bukan Milikmu
9
Sandiwara
10
Jebakkan
11
Tuduhan
12
Saling Terbuka
13
Korban Selanjutnya
14
Terasa Kembali
15
Ada Hati Yang Harus Aku Jaga
16
Kecelakaan
17
Bertemu Mantan Sahabat
18
Koma
19
Awal Mula Kehancuran
20
Hancur Berkeping-Keping
21
Sadar Dari Koma
22
Kebersamaan Penuh Cinta
23
Visual dan Pergi Bersama
24
Kemarahan Adi
25
Pesan Surat
26
Hari Pernikahan
27
Bahagia Dengan Cara Sederhana
28
Pertemuan
29
Cerita Dari Bella
30
Salah Paham
31
Penjelasan Dari Adi
32
Kekuatan Cinta
33
Bertemu Kakek
34
Restu Dari Kakek
35
Terungkap
36
Nikah Dadakan
37
Berduka
38
Rencana
39
Niat Hati Nury
40
Malam Panjang
41
Rencana Pulang Kampung
42
Rencana Pulang Kampung 2
43
Rencana Pulang Kampung 3
44
Ada Yang Berbeda
45
Keadaan Sederhana
46
Hamil
47
Sejuta Pesona Adi
48
Pengakuan Adi
49
Mencoba Memperbaiki
50
Pergi Ke Bidan
51
Hasil USG
52
Melahirkan
53
Melahirkan 2
54
Melahirkan 3
55
Pelaku
56
Penangkapan
57
Pergi Ke Kota
58
Terapi
59
Jangan Tinggalkan Aku Lagi Mas
60
Menua Bersama Mu
61
Permintaan Dari BUMIL
62
Meminta Maap
63
Meminta Maap 2
64
Meminta maap 3
65
Malam Minggu
66
End
67
Visual Part 2
68
Pergi Ke Kota
69
Mendaftar Kuliah
70
Hari Pertama Kuliah
71
Hari Pertama Bekerja
72
Menerima Pekerjaan
73
Awal Mula Kehancuran
74
Kecelakaan
75
Bertemu
76
Rencana Yang Gagal
77
Membantu Hendri
78
Mabuk
79
Hamil
80
Sah
81
Gengsi Tapi Mau
82
Mengantar Pulang
83
Menginap
84
Firasat Membawa Kebahagiaan
85
Pulang Kampung
86
Meminta Izin
87
Cincin Lambang Cinta
88
Menyerahkan Diri
89
Pulang Ke Kota
90
Salah Paham
91
Penjelasan
92
Perdebatan Kembar A
93
Sah
94
Malam Minggu
95
Pernikahan
96
Gagal Total
97
Pagi Yang Panas
98
Welcome Lombok
99
Liburan Ala Hendri dan Aya
100
Kemarahan Arden
101
Pulang ke Kota
102
Menjelaskan
103
Berlanja Bersama
104
Merasa Ragu
105
Meminta Pekerjaan
106
Janda Cantik
107
Promosi Kue
108
Salah Paham
109
Penjelasan
110
Jangan Kau Hina Wanita Ku
111
Tuduhan
112
Wanita Penggoda
113
Senjata Makan Tuan
114
Penyesalan
115
Mencoba Membuka Hati
116
Mencoba Berkata Jujur
117
Merasa Bersalah
118
Meminta Izin Bertemu Naura
119
Mengetahui Kenyataan
120
Hamil
121
Kabar Bahagia
122
Bertemu
123
Menjelsakan
124
Acara 7 Bulan
125
Meminta Maap
126
Ingin Bertemu
127
Pergi Untuk Selama Nya
128
Melahirkan
129
END
130
Promosi Novel " PERJALANAN CINTA KEMBAR EMPAT"
131
Promosi Novel "NARA"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!