Pagi-pagi keesokan harinya
saya bangun dan menatap kosong ke pemandangan di luar jendela.Pada saat ini saya punya ide,saya ingin keluar dan hidup, tetapi saya tidak tahu apakah orang tua saya akan setuju.
Saya baru saja kembali dari gunung dan sekarang saya telah mengajukan permintaan seperti itu. Saya tidak tahu apakah mereka akan setuju dengan saya.
Pada saat ini, pintu kamarku berdering, dan sebuah suara terdengar, "Amara, keluarlah untuk sarapan."
Ketika Amara mendengar suara ibh,amara tersenyum dan berjalan ke pintu.
Saya membuka pintu dan berkata, "Baiklah, saya datang." amara tersenyum dan memeluk ibunya dari belakang.
Zhel Lan juga sangat senang melihat putrinya seperti ini.
Kemudian, ibu berkata, "Baiklah, berhenti main-main,cepat berkemas. Ayo makan."
Saat itu Mu Tian berjalan keluar dari kamar mandi. Ketika dia melihat amara seperti ini ayah menatap amara dan berkata, "Ini tidak besar atau kecil. Cepat dan kemasi barang-barangmu."
Amara mengerucutkan bibir tak berdaya. Saya sudah terbiasa sekarang, tetapi hati saya masih sangat sedih,ketika saya masih muda saya pernah curiga bahwa saya bukan anak kandung ayah saya,ketika saya tumbuh dewasa, saya tahu bahwa dia keras terhadap saya.
Setelah mengemasi barang-barang saya makan bersama kluarga.
Saya tidak tahu bagaimana saya akan membicarakannya, tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menghentikan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan.
Amara menggigit sumpitnya dan memandangi orang-orang yang sedang makan, lalu berbisik, "Ibu,Ayah, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu." Sebenarnya, saat ini, saya masih sangat takut.
Zhel Lan mendengar kata-kata putrinya dan berhenti makan.
Dia memandang Amara dengan serius dan berkata, "Ada apa? Katakan padaku, selama itu adalah sesuatu yang ingin kamu lakukan dan kamu tidak meminta terlalu banyak, ibu akan melakukannya."
Setelah saya mendengar itu, saya berpikir sejenak,tidak ada yang salah dengan pihak ibu saya,itu adalah pihak ayahku,saya diam-diam menatap ayahku tapi yang tidak kuduga adalah dia juga menatapku.
Amara menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah dan perlahan berkata, "Saya ingin keluar dan hidup."
Segera setelah saya selesai berbicara, saya mendengar ayah saya melemparkan sumpitnya ke mangkuk dengan marah.
Ayah berkata, "Apa lagi yang ingin kamu lakukan? Pergi keluar dan tinggal.Di mana kamu akan tinggal sendirian? Kamu tidak bisa tinggal di rumah,apakah rumah ini tak bagus."
Saya merasa terganggu.Saya kesal setiap kali mendengar suara seperti ini,itu sebabnya saya akan keluar untuk hidup mandiri.
Saya tidak berani membantah kata-kata ayah saya. Saya tahu bahwa jika saya mengatakan sesuatu itu akan menjadi lebih serius.
Pada saat ini, Zhel Lan memandang Mu Tian yang kesal dan berkata, "Jangan Marah-marah. Mari kita dengar apa yang dikatakan anak kita dulu."
Amara masih menundukkan kepalanya dan berkata dengan acuh tak acuh, "Saya ingin memiliki hidup yang mandiri.Saya tidak muda lagi, jadi saya akan hidup mandiri tanpa tergantungan ibu dan ayah,saya akan menemukan rumah hari ini dan segera pindah."
Zhel Lan menatap putrinya di depannya dengan enggan.
Matanya berlinang air mata saat dia berkata, "Rara, apakah kamu harus keluar untuk tinggal? Rumahnya sangat bagus. Ibu bisa menjagamu setiap hari."
Amara tidak berani menatap mata ibunya. Saya takut saya tidak tega berpisah dengan ibu,saya mengangguk dalam diam,kemudian ayah saya menjadi lebih marah.
Ayah berkata, "Sayapku keras. Aku tidak bisa mengendalikannya lagi. Hmph." Kemudian ayah meninggalkan meja makan.
Amara menatap ibu di sampingnya dan tersenyum. "Lihat dirimu ibu kenapa kamu menangis? Bukannya saya tidak akan kembali. Jika ibu merindukanku, pergilah ke sana dan temui saya baiklah, berhenti menangis ibu."
Setelah menghibur ibuku yang sedang dalam suasana hati yang buruk,saya kembali ke kamarku dan bersiap untuk menelepon Liu Yng.
Setelah panggilan tersambung, Liu Yng di seberang berkata, "Saudariku, mengapa anda baru ingat menelepon saya?"
Amara tersenyum dan berkata, "saya merindukanmu.Saya akan meneleponmu lagi."
Liu yng tersentum dan berkata,"Oh, itu benar-benar hal yang langka,kamu benar-benar merindukanku. Katakan padaku, ada apa?"
Amara menjawab,"Liu Yng,saya ingin pergi keluar dan tinggal bantu saya menemukan rumah. Bukankah kakakmu seorang ahli feng Chuan? Kamu harus menemukan tempat yang baik untukku!"
Saat amara bercanda, Liu Yng terkejut ketika dia mendengar kata-kata Amara.
Liu yng berkata, "Tidak mungkin suster, apakah kamu mengatakan kamu ingin keluar dan hidup? Apakah keluargamu setuju?"
Amara menjawab,"Eh... sepertinya keluarga saya setuju. Baiklah, jangan tanya lagi,ingatlah untuk membantuku menemukan rumah baru,saya akan tinggal selama beberapa hari."
Liu yng berkata,"Baiklah, baiklah, aku tahu. Aku akan menelepon kakakku dan menanyakannya sekarang."
Setelah mengobrol sebentar, saya menutup telepon.
Saya masih memiliki perasaan untuk tempat saya tinggal sekarang. Lagipula, saya sudah lama tinggal di sini,jika saya tiba-tiba pergi saya benar-benar tidak tahan,tapi saya tidak ingin menekan diri saya di tempat ini, jadi saya harus pergi.
Sore harinya, Liu Yang menelepon amara dan mengatakan bahwa dia telah menemukan sebuah rumah.
Amara akan pergi,ke sana besok ada segalanya di dalam. Hatinya dipenuhi kegembiraan, seperti burung tanpa sangkar.
Keesokan harinya.
Ketika amara tiba di komunitas, hari sudah sangat larut. Komunitas ini tidak buruk, lingkungan sangat baik, udara juga bagus, saya tidak tahu apakah terlalu banyak pohon, saya merasa jalan ini sangat suram, perasaan menakutkan menyerang saya.
Pada saat ini, telepon saya berdering. Saya adalah satu-satunya yang menarik sesuatu di sepanjang jalan,saya merasa seperti sedang bermain film hantu.
Saya melihat, itu adalah telepon dari
Liu Yng dan kemudian saya buru-buru mengangkat telepon.
Liu yng bertanya,"Amara, kamu belum datang? Apakah kamu sudah sampai?" Suara Liu Yng datang dari telepon.
Tepat ketika saya akan berbicara, saya tidak tahu siapa yang mengambil telepon dari sana.
Kemudian, suara seorang pria terdengar dari dalam, "Amara, kamu di mana sekarang? Aku akan menjemputmu."
Amara mendengar suara saudara Liu Yng.
Amara buru-buru berkata, "saya di sini,kamu tidak perlu keluar untuk menjemputku. Masih ada beberapa langkah lagi jangan khawatir."
Setelah mengatakan itu,saya menutup telepon dan mempercepat langkahku ke arah depan.
Butuh banyak usaha untuk menemukan tempat yang saya cari.
Dengan susah payah saya sampai di lift,saya membuka lift dan masuk.
Tidak ada orang di dalam lift dan tidak diketahui jam berapa sekarang. Selain itu, tidak akan ada orang di lingkungan baru ini.
Sebenarnya ada kursi di lift,ada koran di atasnya saya melihatnya dan menemukan bahwa tanggalnya adalah hari ini. Untuk beberapa alasan, saya selalu merasa bahwa itu menakutkan.
Mungkinkah saya akan berakting di film hantu lagi?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Tyara Lantobelo Simal
Tetap semangat lanjut Thor
2022-02-26
0
DEBU KAKI
aku dah mampir kak
2022-02-26
1
Loverria
mampir nih ❤
2022-02-25
1