Saya merasa masam di benak hati saya terdalam,saya tidak akan berharap bahwa pada gadis yang mendengarkan anda di mana-mana juga akan berubah dan menolak Anda kan?
"Amara aku membutuhkan hati itu amara." Ming El berkata.
"Tetapi saya juga sangat membutuhkannya." Amara menatapnya dengan amat tekad di mataku.
"Aku sangat tidak ingin menyakitimu lagi." Ucap Ming El kepada Amara
Saya tidak bisa mengatakan apa-apa dia masih angat sangat serakah,saya tidak akan pernah mendapat tempat di hatinya lagi.
Setelah beberapa waktu yang lama akhirnya saya mengeluarkan kalimat dari tenggorokanku, "Ah El, bisakah kamu membiarkanku kembali ke dimensi fana untuk sementara waktu ini El?, saya akan memberikan hatiku padamu saat itu El."
Ming El hanya tajam menatapku seakan tak mau lepas pandang,saya tidak tahu apa yang dia pikirkan.
Saya mendengar dia berkata, "Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk mendapatkan hati saya lagi?"
"Hmm..Bagaimana kalau tiga bulan apakau kau setuju El?" Ucap Amara menjawab perkatan Ming El
Ming El mengangguk.
Saya sekuat tenaga untuk mencoba yang terbaik untuk mengontrol ekspresi wajah saya dan menggambar jimat di udara tiba-tiba Sebuah pintu muncul dalam sekejap. Pintunya amat gelap seprti rumah hantu-hantuan di dunia moderen dan saya mulai menyeret gaun merahku masuk ke dalamnya tanpa ragu-ragu sedikit pun.
Pintu itu menuju ke suatu tempat yg mengarah langsung ke kamarku di alam manusia.
Begitu saya akan memasuki ruangan kamar saya, saya tidak bisa lagi menahan tangis dan mulai pingsan seolah-olah saya telah menerkam tempat tidur pada masa remaja saya dan menangis sampai saya cukup serak untuk berhenti.
Di masa lalu saya, saya kira-kira berusia hampir dua ribu tahun namun dalam dua ribu tahun terakhir saya tidak melakukan pembelajaran apa-apa,hanya saja saya hanya mencintainya seorang dengan setulus hati. Dan beberapa tahun terakhir ini saya setidaknya telah belajar cara untuk melampiaskan kemarahan saya yg saking bodoh nya dan polos nya saya mencintai nya dengan tulus,tapi dia tidak mencintai ku,saya dengan bodoh nya mencintai nya.
Author El:manka nya jgan mencintai sesorang terlalu dalam ke sosorang yg tak mau menerima nya,maksut nya hati
Akupun berdiri dan menyeka air mataku dengan gaun pengantin merah cerah itu.Dalam kata-kata Liu Yng itu semua seakan dibuat sendiri dialah yang jatuh cinta pada Ming El dan dia mengatakan juga dia yang membayarnya.
Saya pun menyimpan gaun pengantin ini dengan pakaian biasa saya akan tetapi gelang giok di pergelangan tangan saya tidak bisa dilepaskan, maupun saya berusaha berkali kali melepaskan nya dan gelang giok seakan akan telah menyatu dengan tangan saya tak mau lepas.
Ha sudah lah lupakan saja saya hanya punya tiga bulan.
Saat ini saya, tubuh saya telah kembali dengan masuknya kenangan kenagan indah tapi perih di bnak saya namun tubuh manusia ini tidak mampu menahan rasa sakit nya terluka dari ingatan sebelum nya, jadi tubuhku ini seakan menjadi sangat lemah karena itu jika saya tidak mengandalkan dukungan hati Raja Mayat tersebut rasa khawatir itu akan langsung menghilang,ini juga merupakan alasan mengapa saya tidak mau memberikan hati saya kepada Ming El sekarang.
Saya akan pulang pasti jika saya masih tidak bisa bertahan tiga bulan kemudianini,maka saya harus memberitahu mereka alasan nya.Bagaimanapun juga mereka adalah orang tua kandung saya di dunia fana mereka telah memberikan saya banyak kehangatan dalam 22 tahun terakhir ini.
Setelah perjalanan yang amat panjang, saya akhirnya tiba di depan sebuah desa kecil ini adalah rumah orang tua kandung saya yang saya sayangi. Saya segera menyeret koper saya dan ada banyak spesialisasi dari kota itu ada di dalamnya.
Saya pun melihat seorang wanita kurus berlari di jalan berlumpur dan berteriak, "Bu!"
"Ah! Ra...Ra!" Sontak Ibu Amara kaget melihat Amara datang.
Dia pun mulai berlari dengan lebih cepat dan sayapun takut melihat dia akan jatuh secara tidak sengaja.
"Bu, pelan-pelan." Saya juga berlari ke arahnya juga.
Ibuku menarik tanganku dengan lembut dan senyum hangat keriput muncul di wajahnya yang sudah tua. "Rara kenapa kamu kembali sekarang sayang?,bukankah kamu kalau ke sini selalu Tahun Baru Ra?"
"Ini bukan liburan lagiya ra kembalilah dan lihatlah,ayok masuk sayang [dengan suara penuh kasih sayang]."
Hatiku tiba-tiba merasa amat angat sangat sedih dan mata ku mulai memendung air mata yang tak jatuh. Sekian lama orang tua saya menantikan kepulangan saya setiap hari di desa kecil ini hati saya pun mulai sedih, saat itu mereka juga berada didesa ini mereka menggunaka semua yang mereka bisa untuk mengirim saya ke kota besar untuk belajar dan meraih mimpi saya. Saya sangat amat berterima kasih atas semua yang mereka lakukan kepa saya.
Ibuku membawaku pulang jauh dan menanyakan banyak hal sepele tentang hidupku di situ aku merasa amat sangat sedih tak terlukiskan air mata ini ingin jatu.Saya pun mencoba yang terbaik untuk menjawabnya dengan cara yang baik agar tak membuat nya berhenti tersenyum dan membuat nya mengrrutkan dahi nya.
Saya benar-benar tidak ingin banget! mereka mengkhawatirkanku sekali lagi tapi saya sangat takut banget mereka akan mengingkari janji mereka lagi kali ini hiks...
Air mata pun tak bisa di bendung dan mengalir amat sangat deras hiks... hikss....
Ketika mereka tiba di rumah ini masih berupa bangunan dua lantai yang bobrok dan disitu saya kasian sama orang tuaku hatiku pun sakit melihat nya. Beberapa tetangga adalah orang tua yang keluar yang lebih muda pergi bekerja setiap kali seseorang kembali, penduduk desa ini terlepas dari apakah mereka anak-anak mereka atau bukan akan selalu menghibur mereka dengan hangat saya iri dengan mereka yang selalu bersama orang tua nya dan selalu senyum tawa dengan hangat sunguh desa yg hangat dan damai.
Saya pum mulai membagikan sekotak barang kepada tetangga saya dan meninggalkan sebagian untuk orang tua saya.
"Rara, berapa harga gelang di tanganmu itu nak?" Ibu saya bertanya dengan gugup.
"Ini adalah kios yang saya beli di jalan bu seharga Lima ratus yuan." Saya membalas.
Ibuku mengerutkan kening dan mengulurkan tangan untuk menyentuh gelang giok itu lalu berkata. "Limaratus yuan cukup mahal nak simpan saja dengan baik, jangan sampai menghilangkan nya nak."
Setelah jeda ibu berkata, "Rara kami tidak punya uang tetapi kami tidak boleh melakukan apa pun yang bertentangan dengan hati nurani kami nak?,Ibu dan Ayah tidak bisa memberimu apa pun tetapi beri tahu kami apa yang kamu inginkan nak jual saja rumah ini dan ibu akan mengambilkannya untukmu nak."
Saat mendengar ibuku berkata bahwa dia tulus kesedihan di hatiku yang baru saja memudar mulai bangkit kembali jika lima ratus yuan juga mahal saya tidak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang akan dijalani orang tua saya kedepn nya.Tapi meski begitu mereka tetap saja berusaha memberikan yang terbaik untukku
mereka masih harus mengajari saya bagaimana menjadi manusia.
Amara berkata,"Bu saya tahu segalanya bu."
Ibuku tiba tiba berhenti mungkin takut saya akan menganggapnya menjengkelkan jadi ibu tidak banyak bicara untuk sementara waktu ini.
Ayahku sedang keluar menonton orang lain bermain kartu dan dia tidak terlihat sedikit pun.
Amara pun kembali ke kamarnya, ada banyak hal yang saya suka dan mereka masih terpelihara dengan baik dan sangat rapih.
Dulu saya terlalu bodoh. Kali ini saya ingin hidup untuk diri saya sendiri meski hanya tiga bulan saja dia masih ingin meninggalkan Ming El sepenuhnya.
Itu tentu saja saya tidak ingin membiarkan diri saya menghilang begitu saja untuk ke dua kali karena itu saya akan mencari hati itu kembali.Hati itu awalnya adalah milikku saya tidak tahu apa yang dilakukan Ming El pada hatiku saat itu, tapi aku bisa memastikan bahwa hati itu masih ada samapi sekarang.
Aku memejamkan mata dan mencari jejak hati itu yg terdalam.
Dimana itu? Di mana …?
Amara membuka matanya dan kabut hitam muncul di depanku. "Raja Neraka."
" Hi~~ Putri Hantu, aku tahu apa yang kamu cari dan di mana itu." Suaranya masih tidak enak didengar.
"Jangan panggil aku Putri Hantu." Saya tidak bertanya apa-apa lagi saya tahu dia akan memberi tahu saya dengan atau tanpa syarat.
"Heh, aku takut Raja Hantu akan sedih seperti ini lupakan saja aku hanya datang untuk memberitahumu bahwa hatimu ditempatkan di Gunung Xingyun tidak jauh dari disin oleh Raja Hantu."
Saya pun tersenyum dan mulai bertanya dengan tajam, "Mengapa Anda memberi tahu saya?"
"Aku hanya melihatmu dengan menyedihkan." Setelah dia selesai berbicara, dia menghilang sekjab tanpa jejak, seolah-olah dia tidak pernah berada di masa depan.
Aku pun tertegun sejenak,ternyata mulai giliranku yang menyedihkan ha menyedihakn nya diri ku.
Suara ibuku datang dari bawah, "Rara! turun dan makan!"
Saya balas berteriak, "Baik ibu Ra akan turun!"
Ayah saya juga ada di sana selama makan saya bertanya kepada Gunung Xingyun secara tidak sengaja kepada orang tua saya.
Ekspresi ayahku tiba-tiba menjadi sangat gugup, "Mengapa kamu bertanya?,Gunung Xingyun itu bukan tempat yang baik nak. Jangan pergi kesana nak itu berbahaya."
"Jika aku tidak pergi maka saya hanya akan bertanya saja Ayah, seperti apa sebenarnya Gunung Xingyun itu ayah?"
Ayah saya menyesap anggur dan hendak mengatakan sesuatu.
Ibuku menepuknya dengan keras dan memarahinya, "Apa yang kamu katakan dan lakukan pada anak itu?,itu tidak baik untuknya."
Ketika saya melihat ini, saya buru-buru berkata, "Bu izinkan saya bertanya, tidak apa-apa ya bu."
Ibuku yang melihat ekspresi penasaranku dan tidak mengatakan apa-apa lagi dan menuruti nya.
Ibu menepuk ayahku dan berkata, "Bicaralah."
Ayah saya menyesap lagi dia menghela nafas lega.
Dengan nada yang lebih tua, dia berkata, "Jika Anda ingin berbicara tentang Gunung Hangyun ini,ini awalnya adalah tempat yang sangat bagus tetapi ratusan tahun yang lalu saya mendengar kakek anda memberi tahu saya Entah bagaimana orang-orang di gunung itu mati semalam. Keesokan harinya mereka semua hidup kembali seakan tidak terjadi apa apa tapi dengan cara itu,itu benar-benar sangat menakutkan dikatakan bahwa terlepas dari apakah itu orang dewasa atau anak-anak mereka hanya akan terus berjalan menuruni gunung. tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.Bagus bahwa mereka hanya berjalan menuruni gunung namun setelah hari lain, orang-orang di Gunung Xingyun mulai menjadi gila tiba tiba,mereka berlari ke desa di bawah gunung untuk menggigit makan dan memukuli orang seprti mayat hidup haus dengan segala gala nya mereka tidak bisa mati bahkan jika setengah dari kepala mereka hilang, mereka masih bisa berdiri dan terus membunuh.
"Itu sangat menakutkan." Ayahku menyesap anggur.
Saya tertarik dengan apa yang dia katakan ayah dan menatapnya tanpa berkedip.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Ryoka2
Tim lanjut baca💪
2022-03-19
0
Rehan
anjay dah anak gemers jago bikin novel pula,knpa lu waktu itu gak ikut bikin cerpen ajrr?
2022-03-16
6
Hanna Devi
Wah...
masih muda udah semangat berkarya, jgn pernah menyerah dan terus semangat untuk selalu memberikan yang terbaik 💪💪
2022-03-04
0