Hazel masih duduk termenung di tepi tempat tidurnya di kamar dengan lampu remang, sengaja dia tidak menghidupkan lampu kamarnya karena ingin menikmati suasana dingin karena hujan yang mengguyur sejak sore tadi.
Kamar mewah itu menjadi saksi bisu begitu menderitanya seorang Hazel yang pernah menjadi model terkenal di Bellatrix selama setahun. Kariernya harus berhenti kala menikah untuk melunasi hutang jutaan dollar yang diakibatkan hilangnya salah satu berlian besar yang sedang dikerjakan oleh ayahnya, Pablo Gauthier.
Setahun lalu Hazel dipaksa menikah dan kini dia tengah mengandung 4 bulan dan suaminya sama sekali tidak memperhatikannya bahkan makin sering menyiksanya sama seperti awal pernikahan.
"Mama.. " Suara yang begitu lembut memanggil Hazel.
"Ya Amber sayang.. ada apa?" Sahut Hazel begitu tau Amber yang membuka pintu kamarnya dan memanggilnya. Bocah cantik itu sekarang sudah 5 tahun dan sangat pintar.
"Mama, dipanggil oma galak." Bisik Amber begitu Hazel sudah mendekatinya.
"Jangan ngomong gitu nak, nanti oma dengar dimarahi loh." Tegur Hazel tapi mereka malah tertawa bersama.
Hazel membawa Amber kembali ke kamarnya dulu baru menemui mertua galaknya agar Amber tidak melihat dan mendengar ucapan menyakitkan yang dilontarkan untuknya.
"Iya ma.. ada apa?" Ujar Hazel menghampiri mertuanya yang dengan mata mendelik kesal melihat Hazel di depannya.
"Kamu besok ke pesta ini dan jangan berbuat atau bertingkah macam-macam atau membuat malu keluarga." Dengan ketus Merry Zhao melemparkan sebuah undangan ke meja dan Hazel mengambilnya.
"Ini pernikahan siapa ma? Agar aku tau mau menyapa disana." Tanya Hazel sopan.
"Itu hanya sepupu jauh dan gak perlu sapa siapapun hanya tulis nama dan berikan angpau saja trus pulang." Jawabnya masih ketus.
"Baik ma, ada hal lain lagi?"
"Gak, sana..! "
Usir Merry dan Hazel bernapas lega karena hari ini tidak mendengar kata-kata kasar dari mertua galaknya itu, Hazel kembali ke kamar dan sepertinya malam ini suaminya juga tidak pulang. Hazel merasa lega jika tidak ada suaminya yang berarti dia akan tidur dengan tenang.
.
.
Hazel sudah berdandan, hanya sekedar memoles bedak dan lipstick nude kesukaannya, gaun yang dipakai juga tidak terlalu mencolok hanya terusan dengan panjang sebetis dan sebisa mungkin tidak memperlihatkan lekuk tubuh atau kulitnya karena suaminya itu sangat posesif.
Sampai di pesta itu, Hazel menulis nama keluarga suaminya di buku tamu dan angpao yang diberikan oleh mertuanya lalu mengedarkan pandangannya melihat mungkin ada yang dia kenal, untung saja disana dia melihat Tatiana teman satu agency di Bellatrix dulu.
"Ana.." Panggil Hazel begitu mendekat pada Tatiana yang biasa di sapa Ana.
"Hai Hazel, apa kabar?" Sahut Ana begitu tau Hazel yang memanggilnya.
"Beginilah.. kau tau sendiri sejak nikah aku ga bisa lakukan apapun." Jawab Hazel dengan wajah sendunya. Ana sempat mendengar penderitaan Hazel di awal pernikahannya yang kerap di siksa oleh suaminya yang kejam dan posesif.
"Masih sama kaya dulu?" Tanya Ana dan Hazel mengangguk pelan. Lalu datang beberapa teman Ana ada 1 wanita dan 2 pria mendekati mereka dan mengobrol sebentar.
"Eh tapi kau kenapa ada disini deh?" Tanya Ana bingung karena setaunya Hazel tidak diperbolehkan untuk keluar.
"Oh.. mertuaku yang suruh dan ini aku juga mau pulang deh.. nanti takut dia ngamuk kalo kelamaan, bye Ana aku pulang dulu." Ana memeluk Hazel sebentar sebelum melepas kepergiannya.
"Kak.. siapa tuh? bening banget." Tanya Morgan pada Ana yang masih menatap sedih pada Hazel yang semakin jauh.
"Teman, kasian deh dia selalu di siksa oleh suaminya." Jawab Ana lirih, Morgan sangat terkejut mendengarnya.
"Wanita secantik itu di siksa? Yang benar saja! Bahkan di sentuh juga harus hati-hati bening begitu." pikir Morgan.
.
.
"Kau kemana tadi hah!!" Hardik suami Hazel padahal dia baru saja sampai dirumah dan sialnya mertuanya tidak ada malam itu.
"Aku ke pesta nikahan saudara jauhmu disuruh mama." Jawab Hazel lirih dia tidak ingin suaminya marah dan gelap mata.
"Kau jangan banyak alasan, kalau ke pesta gitu aja kenapa harus dekat dengan 2 pria itu? Kau menggoda mereka. Jangan kira aku bodoh Hazel!!" Bentaknya lagi entah siapa yang ngadu ke suaminya kalau Hazel ngobrol dengan pria disana padahal hanya kenalan biasa saja, Hazel sudah ketakutan dan mundur beberapa langkah, dia tau suaminya pasti akan memukulnya lagi.
"Nicho aku mohon jangan pukul aku lagi, aku mohon... kau bisa tanya mama kalau ga percaya." Mohon Hazel sambil mengatupkan kedua tangannya tapi Nicho malah semakin emosi dan menarik rambut Hazel dan menyeretnya ke lantai atas untuk ke kamar mereka.
Dia menghempaskan tubuh Hazel kasar ke tempat tidur lalu menarik ikat pinggangnya dan mencambuk Hazel beberapa kali. Lalu dia menaikkan gaun Hazel dan menurunkan ********** dia langsung melakukan penyatuan tanpa pemanasan, tentu itu membuat Hazel berteriak kesakitan, dia merintih dan menangis.
"Tolong hentikan, jangan.." Tangisnya pilu, Hazel memikirkan anak dalam kandungannya.
"Dasar wanita ******, kau harus diberi hukuman atas kesalahanmu, kau beraninya merayu pria lain diluar sana dengan kecantikanmu hah..." Geram Nicho yang terus menghujam dalam dan kasar sambil mencekik kadang menampar wajah Hazel.
"Stop Nicho.. ingat anakmu, aku lagi hamil.. stop." Lirih Hazel lagi tapi Nicho tidak mau berhenti dia terus dengan kasar menggagahi Hazel sampai dia puas dan membiarkan Hazel menangis dan merintih kesakitan.
"Kau jangan keluar, aku akan ke Hongkong seminggu, awas saja kalau kau berani macam-macam." Ancam Nicho yang menaikkan lagi celananya dan keluar setelah puas memukulnya lagi berkali-kali.
"Sakit.. " Hazel memegang perutnya dan merintih kesakitan tapi rumah mewah ini sama sekali tidak ada pelayan hanya ada 1 security itupun jauh di gerbang sana, Nicho sengaja tidak memperkerjakan pelayan untuk tinggal dirumah agar tidak ada yang tau penyiksaannya pada Hazel.
Dengan sisa tenaganya Hazel menelepon seseorang yang ada di kontak hapenya, entah siapa yang dia telepon yang penting dia harus memanggil seseorang.
"Halo.. Hazel.." Terdengar suara wanita di seberang sana.
"Tolong aku..." Lirih Hazel dengan suara pelan.
"Hazel kenapa?" Tanyanya lagi.
"Aku sakit.. panggil dokter, aku... dirumaahh..." Hazel tak sadar lagi dan hapenya terjatuh begitu saja.
Setengah jam kemudian terdengar suara gaduh diluar, ternyata Ana yang datang bersama 2 orang pria padahal malam sudah lumayan larut.
"Pak biarkan saya masuk, Hazel sedang sakit dan tadi dia menelepon saya pak.." Bujuk Ana pada security yang sedang menjaga gerbang depan, untung Hazel pernah datang kemari waktu awal pernikahan Hazel dulu untuk menyapanya saja.
"Tidak bisa nona, aku bisa dipecat kalau ada orang yang masuk." Tolak security itu tapi Ana terus membujuknya sampai Amber yang keluar dari dalam rumah berlari dan berteriak.
"Tolong mama... tolong mama banyak darah." Tangis Amber terdengar dan dia berlari menghampiri security disana.
"Ada apa non Amber."
"Mama ga bangun dan banyak darah.." Ucapnya sambil menangis.
"Pak cepat buka pintu, ini saya bawa dokter." Teriak Ana tidak sabar lagi, security itu pun membukakan gerbangnya dan membiarkan Ana dan 2 pria itu masuk. Ana berlari sambil menggendong Amber dan menunjukan dimana Hazel berada.
Dokter yang melihat keadaan Hazel sangat panik lalu segera memanggil ambulace karena kondisinya tidak dalam keadaan baik.
"Tenang ya.. mama akan baik-baik saja." Ujar Ana mengelus punggung Amber yang masih menangis melihat Hazel tergeletak di tempat tidurnya.
Setelah ambulance datang Hazel dipindahkan ke RS terdekat untuk pertolongan pertama, Ana membawa Amber dengannya karena tidak ada orang dewasa di rumah itu.
"Suaminya gila.. " Ujar dokter setelah mereka sampai di UGD dan Hazel ditangani oleh dokter kandungan.
"Maksudmu?" Ana bingung, dia mendudukkan Amber di kursi dan dia menarik dokter itu yang merupakan temannya agar jauh dari Amber.
"Aku lihat masih ada sisa spe**a dan sepertinya selain disiksa fisik temanmu itu juga di siksa secara seksual." Jelas si dokter dan Ana menghela kasar, dia sangat marah mendengar hal itu.
"Bagaimana dok?" Tanya Ana pada dokter kandungan yang memeriksa Hazel.
"Untung kandungannya kuat jadi janinnya masih aman, tapi kalau ini terjadi lagi aku tak jamin akan baik-baik saja." Jelas dokter tapi tak lama Merry sudah sampai disana dan memerintahkan membawa Hazel pulang, security tadilah yang meneleponnya dan memberitau kalau Hazel pendarahan dan terlihat babak belur dengan wajah yang membengkak.
"Tapi Hazel masih belum sadar nyonya, anda tidak bisa membawa pasien begitu saja dan mendarahannya baru berhenti bisa membahayakan janin jika terkena benturan lagi." Cegah dokter melihat Merry dengan paksa menyuruh pengawalnya mengangkat tubuh Hazel.
"Nyonya Merry, jika anda memaksa saya akan melaporkan ini sebagai kekerasan dalam rumah tangga, anda tau siapa saya kan? Saya bisa melakukan apapun jika mau." Ancam Ana, dan Merry sedikit terkejut melihat Ana disana.
Ana sebenarnya sangat ingin melaporkan suaminya Hazel tapi dia tidak bisa karena Hazel akan dapat masalah lebih besar lagi.
"Ah, ternyata nona Tatiana, maaf bukan maksud saya begitu, baiklah biarkan Hazel disini sementara sampai pulih." Merry akhirnya menyerah dan meninggalkan Hazel disana bersama Tatiana, dia tidak mau menyinggung keluarga Hastanta, bisa berbahaya.
Akhirnya Hazel dirawat hampir seminggu di RS sampai kondisinya benar-benar pulih barulah dia pulang kerumah dan di rumah sudah ada Merry yang sangat kesal dengan Hazel setelah tau anak yang dikandungnya adalah perempuan.
"Huh.. perempuan, kau itu menantu gak berguna bagaimana bisa lahirkan anak perempuan dan sekarang anak dalam kandunganmu perempuan juga." Merry menatap sinis pada Hazel padahal menantunya itu baru pulang dari RS dan Amber juga masih di sampingnya.
"Maaf ma, kalau jenis kelamin kita tidak bisa mengaturnya, Tuhanlah yang mengatur itu." Ujar Hazel tapi Merry malah tampak marah dan makin menghinanya hingga Hazel harus menutup telinga Amber rapat agar tak mendengar ocehan mertuanya itu.
"Kau itu wanita gak berguna, ****** yang punya anak diluar nikah bicara tentang Tuhan apa pantas? Keluarga Wang hanya perlu cucu laki-laki kalau perempuan baiknya mati saja sekalian, gak berguna!"
Hazel memilih meninggalkan mertua gilanya itu dan naik ke atas tapi dia ke kamar Amber menemani putrinya yang sedang takut mendengar teriakan Merry sejak tadi.
TBC~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
ANJING TU NICHO, 11-12 DGN JUAN.. KIRA BNAR2 CINTA MA HAZEL..
2023-01-19
0