Dosen baru

Setelah mengisi perut ketiga sahabat itu bergegas menuju kelas. Seperti biasanya suasana kelas sangat riuh ada yang sedang mengobrol, nonton dan lain sebagainya. Saat semuanya asyik dengan kegiatan masing-masing tiba-tiba seseorang memasuki kelas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

‘’Selamat siang semuanya.’’ Sekejap semua perhatian langsung tertuju pada sumber suara.

‘’Siang pak.’’ Semua mahasiswa kompak menjawab sambil melihat kagum pada sosok yang tengah berdiri tegap di depan kelas. Kulitnya tidak terlalu putih, tinggi sekitar 180cm, hidung mancung, rambutnya yang ditata rapi dapat menambah kesan maskulin pada sosok itu.

‘’Omg ngapain dia disini? Jangan bilang…..’’’Anastasya menganga tak percaya melihat pria itu.

Sebelumnya, 15 menit yang lalu Anastasya dan Andrea berlari cepat menuju toilet, dari jarak hampir 5 meter Anastasya tak sengaja melihat pria yang beberapa minggu lalu menghabiskan malam dengannya sedang berjalan terburu-buru. Anastasya beberapa kali mengusap matanya berharap salah lihat orang lalu bernafas legah saat tak melihat pria itu lagi dan meyakini bahwa sosok yang dilihatnya tadi hanyalah ilusinya saja. Tapi sekarang Anastasya dibuat syok saat pria itu berdiri di depan kelasnya.

‘’Ya Tuhan ganteng banget.’’ Cerocos salah satu mahasiswi dengan mata berbinar.

‘’Ini mah lebih cocok jadi model atau artis daripada dosen.’’

‘’Jodoh gw ganteng banget sih.’’

‘’Bisa banget nih buat memperbaiki keturunan.’’

‘’Sepertinya gw jatuh cinta pandangan pertama nih.’’ Ucap Ardy bercanda yang langsung dipelototi Anastasya dan Andrea.

‘’Bercanda guys, wajahnya biasa aja kali.’’

Semua mahasiswi terlihat sangat senang dengan hadirnya pria tak bercela yang berdiri didepan mereka. Dosen muda, yang wajahnya mampu membuat para mahasiswi dag dig dug ditempat.

‘’’Ketemu.’’ Berucap saat matanya tak sengaja menangkap seorang wanita yang duduk di barisan bangku paling belakang. lalu ‘’Khem.’’  Berdehem untuk mengalihkan perhatian seluruh penghuni kelas yang terlihat ricuh sejak kedatangannya.

‘’Oke kita langsung masuk materi’’ Ucap dosen itu tanpa basa basi yang langsung disanggah para mahasiswi.

‘’Perkenalan dulu pak biar saling nyaman.’’ Celetuk Andrea, membuat kelas riuh kembali.

Dosen itu membalik badannya yang tadinya sudah membelakangi mahasiswa sekarang menjadi berhadapan dengan mahasiswa. ‘’Oke, nama saya Alvaro Kennard dosen baru disini dan akan mengajar kalian selama semester enam ini.’’ Ucapnya dengan begitu singkat.

‘’Kalian bisa memanggil saya pak Al atau pak Varo atau bisa juga dipanggil langsung pak Alvaro. Ada yang ingin ditanyakan lagi?’’

‘’Pak Al, Can I call you mine? Celetuk Andrea yang membuat satu kelas tertawa geli dan mendapat gelengan kepala dari sang dosen.

‘’Pak kata orang tua, saya harus mengejar mimpi saya jadi bisakah saya mengikuti bapak?’’ Timpal mahasiswi lain yang juga disambut gelengan kepala oleh sang dosen.

‘’Udah nikah belum pak? Kalau belum boleh dong daftar.’’

‘’Udah ada calonnya.’’ Jawabnya singkat, melihat ke arah kursi paling belakang. Entah ada apa disana yang jelas pak Al sangat bahagia untuk itu.

‘’Ya iyalah pria ganteng mah nggak mungkin sendiri pasti udah punya calonnya kalaupun sendiri antriannya panjang say.’’ Bisik bisik mahasiswi.

Saat semua penghuni kelas riuh karena kedatangan dosen ganteng itu, Anastasya sedikit gelisah, syok dengan kedatangan pria itu apalagi sekarang pria itu datang sebagai dosennya.

Anastasya mengetuk-ngetuk pulpennya diatas meja sambil menggigit kuku jempol kirinya. ‘’Ápa yang harus gw lakuin sekarang? Kabur aja kali ya, oh no….no…no....nilai gw gimana nanti?’’ dan akhirnya Anastasya tak bisa berbuat apa-apa selain stay di kelas itu. Tak ingin nilai rendahnya bertambah rendah karena bolos dari kelas itu.

Pak Al mulai mengabsen nama mereka, setiap menyebutkan nama mahasiswa wanita pak Al akan menatap pemilik nama, itu dilakukannya untuk mengetahui nama dari wanita yang sedang dicarinya.

Siapakah dia? Yang jelas rasa penasaran pak Al sangat besar.

‘’Anastasya Daley’’ Panggil pak Al tapi tidak mendapat sahutan dari pemilik nama.

‘’Siapa Anastasya Daley? Apa tidak hadir?’’ Tanya pak Al lagi.

‘’Sya.. Sya..’’ Ardy menyenggol Anastasya yang sedang asyik dengan pikirannya.

‘’Kenapa Dy?’’

‘’Ngelamun aja sih..nama lo dipanggil.’’

‘’Jadi kamu yang namanya Anastasya Daley?’’ Tanya pak Al dengan wajah datar sedatar dinding di kelas itu.

‘’Iya pak.’’ Jawab Anastasya memberanikan diri menatap wajah pak Al sedang kedua tangannya terkepal kuat, takut dan tegang bercampur jadi satu.

‘’Setelah ini kamu keruangan saya, bisa-bisanya kamu melamun di mata kuliah saya.’’ Ucap Pak Al dengan sangat tegas.

‘’Sekarang kita mulai materinya.’’ Ucap pak Al lagi dengan nada tegas membuat seluruh penghuni kelas diam dengan wajah sedikit tegang.

Dosen itu sangat tegas tidak seperti pemikiran mereka, mereka berpikir kelas pak Al akan berlangsung dengan santai mengingat umur pak Al yang lumayan muda.

Beberapa kali Al mencuri pandang pada Anastasya ia bahkan tersenyum saat beberapa kali matanya tak sengaja bertemu sapa dengan mata hitam wanita itu.

Bahagia itulah yang dirasakan Al saat bisa melihat wajah wanita yang beberapa minggu ini mengisi pikirannya berada tepat di depan matanya.

Bahkan degup jantungnya seperti tak terkontrol lagi . ‘’Oh s**t!! Dia bahkan terlihat lebih cantik sekarang.’’ Al terus mencuri pandang sampai tak sengaja melihat pria yang tak kalah tampan dengannya yang duduk di samping wanita itu sedang tersenyum manis pada wanita itu sambil mengelus kepalanya.

Marah? Tentu saja Al marah baginya Anastasya adalah wanitanya, wanita itu adalah miliknya dan keputusannya itu tak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

Bukan tanpa alasan Al melabeli Anastasya sebagai wanita kepunyaannya, hal itu dilakukannya karena dialah yang memerawani Anastasya dan ditambah lagi Anastasya juga merupakan wanita pertama yang dimasuki oleh adik kesayangannya, hingga dia tak ingin ada pria lain yang menyentuh Anastasya selain dirinya.

‘’Apa itu pacarnya?’’ tanya Al dalam hati lalu tersenyum sarkas.

Al sengaja menyuruh para mahasiswa untuk mengerjakan tugas disisa jam mata kuliahnya dengan alasan ingin melihat kemampuan masing-masing mahasiswanya padahal alasan sebenarnya adalah ia sedang tak bisa menyampaikan materi karena otaknya terus berputar dan berpikir mencari cara bagaimana memisahkan Anastasya dari pria yang berada disampingnya yang diduganya sebagai pacar Anastasya.

Bagaimana Al tak salah menduga Ardy terlihat begitu memperhatikan Anastasya bahkan wanita itu tak keberatan saat Ardy mengelus kepalanya.

‘’Wanita itu…. Bisa- bisanya dia membiarkan pria lain menyentuhnya.’’ Al yang merasa cemburupun melewatkan perlakuan Ardy pada Andrea pasalnya dari tadi beberapa kali Ardy terlihat tersenyum sambil menggoda Andrea hanya saja Al seakan melewatkan hal itu dan hanya fokus pada apa yang dilakukan Ardy pada Anastasya.

Hampir dua jam berlangsung, akhirnya pelajaran pak Al usai juga.

Tak langsung keluar, Al berjalan mendekat pada Anastasya yang sedang bersandar lesu di pundak Ardy. Tak terlalu dekat memang jaraknya masih sekitar dua meter dari tempat Anastasya.

‘’Kamu… siapa namamu tadi, habis ini langsung ke ruangan saya.’’ Tunjuk pak Al sebelum melangkah keluar dari kelas.

‘’Sedikit menakutkan ya say.’’ Ucap salah satu mahasiswa menarik napas legah, diikuti beberapa mahasiswa.

‘’Sedikit menakutkan sih tapi sumpah wajahnya mengalihkan duniaku.’’ Timpal mahasiswi lain.

Para mahasiswi masih sibuk membicarakan ketampanan pak Al yang menurut mereka nggak ada obatnya.

‘’Sya lo kenapa pucat banget? Lo sakit?.’’ Tanya Ardy menempelkan punggung tangannya pada kening Anastasya.

‘’Beneran lo sakit Sya?’’ Andrea sedikit heboh.

‘’Dasar b*ch, lo sengaja kan cari perhatian dari pada Al?’’ Ucap Stevi teman satu kelas mereka tapi sama sekali tak dihiraukan.

‘’Gw ke ruangan pak Al dulu.’’ Anastasya merapikan bukunya dan memasukan nya dalam tas yang tak terlalu besar yang selalu dibawanya.

‘’Sipp’’ Jawab Ardy dan Andrea kompak.

Satu menit, dua menit sampai lima menit Anastasya belum juga beranjak dari tempatnya.

Bersambung.....

kira-kira ada yang tau nggak kenapa Anastasya masih berdiam diri di tempatnya?

Otor mau tau dong pendapat kalian tentang novel ini.....

Terpopuler

Comments

𓂸ᶦᶰᵈ᭄🇪​​​🇱​​​​❃ꨄ𝓪𝓢𝓲𝓪𝓱࿐

𓂸ᶦᶰᵈ᭄🇪​​​🇱​​​​❃ꨄ𝓪𝓢𝓲𝓪𝓱࿐

halo kk author el kembali lagi membawakan 49 like ke novel kk author

2022-03-01

3

Mari ani

Mari ani

gak berani menerka , lanjut tor , semangat

2022-02-26

1

FreeLyta28

FreeLyta28

aku masih ngikutin karyamu kak. 💞

2022-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Penghiatan dan kesalahan
2 Selingkuh itu penyakit
3 Triple A
4 Dosen baru
5 Ternyata dia ingat
6 Karaokean (Triple A)
7 nasib malang Ardy
8 Menemui calon mertua
9 Keinginan mama
10 tidur bersama?
11 Pria gila
12 Cemburu
13 Menemui Ardy
14 Kedatangan Al
15 Bakso bakar
16 Morning kiss
17 Ketemu orang tua Al
18 Menerima ajakan Andrea
19 Bertemu Al
20 Kekantor Ardy lagi
21 Trilpe A lagi
22 Ada apa dengan Anastasya?
23 Kehamilan Anastasya
24 Direstui
25 Arnold
26 Mencari ponsel
27 Tak suka bulu tipis
28 Istri yang aneh
29 Menyembunyikan pernikahan
30 Menuju fashion show
31 Fashion show
32 Juara dua
33 Raka lagi
34 Ingin jujur
35 Kejujuran yang dianggap halu
36 Al minggat dari rumah
37 Club malam lagi
38 Baikan
39 Kalung pemberian Al
40 Berusaha menggoda Al
41 Pengen ketoprak
42 Tak jadi ketoprak
43 Idola
44 Exo Chanyeol
45 kedatangan Ardy dan Andrea
46 kegiatan amal
47 kegiatan amal
48 Tidur dengan baju Al
49 Memotong Arnold
50 Kembang kota
51 Pulang
52 Mengerjai Al
53 Al kekantor
54 Menyusul Al ke kantor
55 Memukul Raka
56 Dilihat pak Erik
57 Selin
58 Menemani belanja
59 Menemani belanja 2
60 Selin lagi
61 Malaikat pencabut nyawa
62 Lagi-lagi Raka
63 Dikejar
64 Membalas Selin
65 Tik tokan
66 Ada apa dengan Andrea?
67 Ada apa dengan Andrea 2
68 Andrea hamil?
69 Ardy dan Andrea
70 Pengantin baru
71 Ditinggal nikah
72 Menguping
73 Kesedihan Andrea
74 Anastasya melahirkan
75 Tokyo banana
76 Ardy mulai aneh
77 Kerasukan om jin
78 Mendiamkan Andrea
79 Ciuman
80 Ketagihan
81 End
82 Ucapan terimakasih & Novel baru
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Penghiatan dan kesalahan
2
Selingkuh itu penyakit
3
Triple A
4
Dosen baru
5
Ternyata dia ingat
6
Karaokean (Triple A)
7
nasib malang Ardy
8
Menemui calon mertua
9
Keinginan mama
10
tidur bersama?
11
Pria gila
12
Cemburu
13
Menemui Ardy
14
Kedatangan Al
15
Bakso bakar
16
Morning kiss
17
Ketemu orang tua Al
18
Menerima ajakan Andrea
19
Bertemu Al
20
Kekantor Ardy lagi
21
Trilpe A lagi
22
Ada apa dengan Anastasya?
23
Kehamilan Anastasya
24
Direstui
25
Arnold
26
Mencari ponsel
27
Tak suka bulu tipis
28
Istri yang aneh
29
Menyembunyikan pernikahan
30
Menuju fashion show
31
Fashion show
32
Juara dua
33
Raka lagi
34
Ingin jujur
35
Kejujuran yang dianggap halu
36
Al minggat dari rumah
37
Club malam lagi
38
Baikan
39
Kalung pemberian Al
40
Berusaha menggoda Al
41
Pengen ketoprak
42
Tak jadi ketoprak
43
Idola
44
Exo Chanyeol
45
kedatangan Ardy dan Andrea
46
kegiatan amal
47
kegiatan amal
48
Tidur dengan baju Al
49
Memotong Arnold
50
Kembang kota
51
Pulang
52
Mengerjai Al
53
Al kekantor
54
Menyusul Al ke kantor
55
Memukul Raka
56
Dilihat pak Erik
57
Selin
58
Menemani belanja
59
Menemani belanja 2
60
Selin lagi
61
Malaikat pencabut nyawa
62
Lagi-lagi Raka
63
Dikejar
64
Membalas Selin
65
Tik tokan
66
Ada apa dengan Andrea?
67
Ada apa dengan Andrea 2
68
Andrea hamil?
69
Ardy dan Andrea
70
Pengantin baru
71
Ditinggal nikah
72
Menguping
73
Kesedihan Andrea
74
Anastasya melahirkan
75
Tokyo banana
76
Ardy mulai aneh
77
Kerasukan om jin
78
Mendiamkan Andrea
79
Ciuman
80
Ketagihan
81
End
82
Ucapan terimakasih & Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!