cekcok

Akhirnya Yudha membawa Nina berserta keluarganya kesebuah apartemen, Yudha merasa kesal juga atas atas apa yang telah terjadi sama mereka.

''kita untuk sementara waktu bisa tinggal disini dulu, aku akan segera mencari rumah yang cocok untuk kita tempati'' ucap Yudha saat mereka sudah sampai di apartemen.

''Yudha, lebih baik kamu cari wanita mandul itu segera ke kantor tempat dia bekerja! Mama yakin dia pasti ada disana sekarang! Kamu beri pelajaran wanita yang tidak tahu diri itu, buat dia jera. Dasar wanita rakus, buat apa coba harta yang dia ambil dari kalian, mama yakin dia itu akan tetap sendirian sampai tua. Mana ada laki-laki yang mau sama wanita mandul kayak begitu!'' ucap mama nya Yudha dengan amarah yang masih menguasai.

''ya kak, aku setuju!'' Tesya ikut menimpali.

''betul mas! Lebih baik kita pergi sekarang saja ke kantor tempat Ayuna bekerja. Kita permalukan dia didepan orang banyak, kita buka semua kebusukannya, supaya dia dipecat'' Nina ikut berkata menghasut Yudha.

Yudha merasa begitu pusing, masalah datang secara bertubi-tubi setelah dia menalak Ayuna. Dia juga beberapa hari ini tidak masuk kerja, membuat atasannya dikantor marah. sehingga Yudha mendapat surat peringatan.

Tabungan di ATM miliknya juga sudah berangsur menipis, karena dia gunakan untuk pernikahan dia dan Nina, Nina meminta agar dibelikan cincin berlian yang harganya sangat fantastis.

''Ya sudah, kalian semua tenang dulu. Sekarang Kita cari makanan diluar, habis itu kita akan menemui Ayuna. Kalian jangan membuat keributan, kita bicara baik-baik saja sama dia'' jawab Yudha. Jauh didasar lubuk hatinya, Yudha juga ingin segera bertemu dengan Ayuna, ada rindu yang masih tertinggal. Yudha masih belum bisa melupakan Ayuna sepenuhnya.

''mas kamu apa-apaan sih. Ayuna itu harus diberi pelajaran!'' Nina berkata dengan begitu kesal, dengan bibir di majukan.

''ya sudah, terserah kamu saja sayang. Bagaimana baiknya saja,'' ucap Yudha pasrah, dia tidak mau melihat Nina marah.

------------------

Setelah selesai mengisi perut di restoran ternama lalu lanjut melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka semua sampai dikantor tempat Ayuna bekerja. Keadaan dikantor tampak cukup ramai.

Ayuna dan Arya baru saja memasuki mobil sport yang begitu mewah. mereka ada janji sama klien hari ini. Mereka harus segera menyelesaikan beberapa pekerjaan karena besok Ayuna akan pergi ke desa dan Arya juga akan ikut.

Bertepatan dengan itu, Yudha melihat Ayuna masuk ke dalam mobil, mereka mengikuti nya dari belakang.

''mas itukan Ayuna! Cepetan kejar dia. Kita permalukan dia didepan bos nya. Kita buka semua kebusukannya, agar dia dipecat hari ini juga'' Nina berkata dengan antusias.

''wahhhh bos nya Ayuna ganteng bangat,'' ucap Tesya, dia begitu terpesona akan ketampanan Arya.

''iya ya, sayang ... Setelah Ayuna dipecat, kamu harus cepat-cepat melamar pekerjaan disana, untuk mengganti kan Ayuna. Habis itu kamu pepet tu bos ganteng'' ucap mamanya Yudha memberi ide, dia juga sangat berharap agar Tesya bisa mendapat kan suami seperti Arya.

''iya tuh, kakak sangat setuju sekali Tesya,'' Nina ikut berucap, memberi dukungan.

Sedangkan Yudha begitu fokus menyetir, dia tidak mau kehilangan jejak, Arya dan Ayuna.

--------------

''Bos sepertinya dibelakang ada mobil yang mengikuti kita!'' ucap Dimas, sang asisten, sambil melihat ke kaca spion.

''kamu benar, biarkan saja. Tambah kecepatannya'' Arya berucap sambil melihat kebelakang. Ayuna duduk sendirian dibelakang.

''itu seperti mobil mas Yudha! Mau ngapain lagi dia?!'' batin Ayuna, cemas.

''Ayuna, kamu nggak kenapa-napa kan?'' tanya Arya, dia melihat Ayuna seperti sedikit gelisah.

''aku nggak kenapa-napa pak'' jawab Ayuna.

-----------

Setelah melewati perjalan yang tidak terlalu jauh, akhirnya rombongan Arya tiba direstoran, Arya keluar setelah itu dia membukakan pintu mobil untuk Ayuna.

''terimakasih, pak'' ucap Ayuna ramah, tersenyum simpul.

''iya, sama-sama Ay!'' jawab Arya dengan senyum yang begitu manis. Mata mereka sempat bertemu beberapa saat, menciptakan desiran halus di dada keduanya.

Yudha melihat semua itu dari dalam mobil, disudut hatinya terasa ada yang sakit. Yudha merasa sangat marah, dia cemburu.

''dasar wanita murahan!'' ucap Yudha dengan repleks.

Nina, Tesya dan mamanya Yudha juga melihat dengan sangat kesal. Buru-buru mereka keluar untuk segera menghampiri Ayuna.

''ohh, jadi, Ayuna sekarang lagi berusaha untuk mendekati bos nya itu, aku tidak akan tinggal diam'' batin Nina, Nina sungguh tidak rela kalau Ayuna mendapatkan laki-laki yang lebih dari Yudha.

🔥🔥🔥🔥🔥

''Tunggu!'' teriak Yudha yang posisinya sudah berdiri dibelakang Ayuna beserta Arya dan asistennya.

Ayuna tidak mengindahkan, dia tahu itu suara mantan suaminya, dia berjalan dengan sedikit lebih cepat kedalam restoran, mendahului Arya dan Dimas. Arya dan Dimas juga sama, mereka mengabaikan panggilan Yudha.

Yudha tersulut emosi, dia sangat kesal di acuhkan, dia tidak terima diperlakukan seperti itu, buru-buru dia mengejar Ayuna. Diikuti Nina, disebelahnya. Sedangkan mama dan adiknya di belakang. Mereka semua merasa sangat murka.

Saat Yudha hendak menghampiri dan menarik tangan Ayuna, tiba-tiba Arya menarik tangan Yudha terlebih dahulu. Dia tidak rela kalau Ayuna disentuh sama laki-laki kurang ajar seperti Yudha.

''berhenti!'' ucap Arya terdengar tegas dan dingin.

Yudha berhenti, dia menoleh kebelakang.

''kamu orang asing, jangan ikut campur, aku ada urusan sama Ayuna'' ucap Yudha menunjuk Arya.

''orang asing? Terus kamu siapanya Ayuna!'' Arya menjawab dengan begitu tegas.

Ayuna terpaksa menghentikan langkahnya, dia melihat kebelakang, dia tidak ingin Yudha membuat keributan di tempat umum.

''sekali lagi saya bilang, kamu jangan ikut campur!'' bentak Yudha begitu angkuh.

''maaf pak, kita lagi buru-buru. kita sekarang lagi ada pekerjaan yang lebih penting. Kalau bapak mau bicara sama Ayuna nanti saja, setelah kami selesai meeting'' Dimas ikut berbicara, menengahi. Dia tahu bosnya itu paling tidak suka ada orang yang membentaknya.

Yudha tidak peduli, dia beralih melihat kearah Ayuna. Kemudian dia berjalan dengan lebih cepat menghampiri Ayuna.

Ayuna diam, dia melihat kearah Arya, memberi kode kalau dia bisa mengatasi semua itu sendiri.

''dasar wanita sialan, berani-berani nya kau menjual rumah tanpa sepengetahuan kita'' teriak Nina yang berjalan cepat ka arah Ayuna, dia menunjuk wajah Ayuna. Sedangkan Yudha hanya diam, dia memperhatikan Ayuna dengan seksama.

''kalian siapa? Aku rasa kalian salah orang! Aku tidak mengenali kalian!'' ucap Ayuna dengan begitu santai.

''dasar tidak tahu diri'' teriak Nina sambil mengangkat tangannya, hendak menampar wajah ayu, Ayuna. Tapi secepat mungkin Ayuna menahannya, Ayuna memegang tangan Nina dengan cukup keras hingga membuat Nina kesakitan.

''Auww sakit mas,'' ucap Nina lirih tertahan mengadu kepada Yudha.

''Ayuna lepaskan! Atau aku yang akan menghajarmu,'' ketus Yudha membentak.

Perhatian orang-orang yang ada direstoran tersebut sudah terfokus kepada mereka. Ada juga yang menyalakan ponselnya merekam semua kejadian yang berlangsung.

Arya menatap dengan dada bergemuruh dia tidak terima atas ucapan Yudha barusan.

Mamanya Yudha dan Tesya juga menatap dengan geram. Tangan mereka sudah gatal ingin menghajar Ayuna. Tesya merasa iri dengan Ayuna karena dibela sama bos nya.

''tuan ganteng. Lebih baik anda pecat saja wanita itu, apa anda tidak malu punya sekretaris murahan seperti dia! Bukan itu saja, dia itu juga pencuri,'' kata Tesya kepada Arya, denga suara lemah lembut.

Sebisa mungkin Arya menahan emosinya, dia tidak ingin mengotori tangannya. Ingin sekali rasanya dia menampar mulut kurang ajar Tesya.

Mamanya Yudha berjalan kearah Ayuna dengan tergesa-gesa, dia hendak menarik rambut Ayuna yang nampak indah itu.

''dasar wanita mandul!'' ucapnya.

Ayuna ikut tersulut emosinya, mereka semua sudah benar-benar keterlaluan. Ayuna sudah tidak bisa diam lagi. Kemudian Ayuna melayangkan satu tamparan kewajah mantan mertuanya itu, lalu setelah itu dia juga menampar wajah Nina dengan cukup keras. Hingga mulut dua wanita itu terdiam, mereka memegang wajah mereka yang terasa begitu perih.

''bagaimana rasanya? Sakit bukan! Kalian semua perhatikan!'' kata Ayuna begitu percaya diri. ''Laki-laki ini adalah mantan suami saya, dia sudah menjatuhkan talaknya kepada saya seminggu yang lalu, dan sebentar lagi kami akan resmi bercerai dipengadilan. Dan wanita yang ada disampingnya adalah adik aku, adik yang sudah aku perjuangkan dan aku jaga setelah orang tua kami tiada! Dia sedang hamil hasil perbuatan zinanya bersama suamiku. Mereka tega mengkhianati aku. Mereka berselingkuh dibelakangku! Sekarang, bagaimana kalau kalian yang ada diposisi saya? Apa kalian akan memaafkan mereka?! Dan lihat lah, mereka sekarang berani-berani nya menemui saya hanya kare .....! Tiba-tiba ucapan Ayuna terhenti kerena Yudha menutup mulutnya.

''diam Ayuna'' ucap Yudha dengan wajah memerah menahan amarah, dia sungguh malu.

''dasar bajingan!''

''kok ada ya orang-orang seperti mereka, sungguh bi*d*b''

''ayo kita viralkan wajah para pengkhianat dan tukang zinah itu''

''dasar orang tua gombl*k''

''padahal istrinya sangat cantik, laki-laki bodoh''

Berbagai makian terdengar dari orang yang ada direstoran, mereka begitu marah kepada Yudha serta Nina.

Yudha tidak terima dipermalukakan, dia sangat murka, kemudian tangannya beralih keleher Ayuna, dia hendak mencekik Ayuna. Emosi, malu, sudah menguasai dirinya. Dia tidak bisa berpikir secara jernih lagi.

''rasakan kau wanita sialan!'' ucap Yudha berapi-api.

Ayuna merasa sakit dibagian lehernya, dia kesulitan bernafas.

Bukkkk ... bukkk ...bukkk ...!

Arya memberikan pukulan yang sangat keras kapada Yudha, membuat Yudha tersungkur dengan wajah yang memar dan sudut bibir berdarah.

''barani-beraninya kau menyentuh nya, mulai saat ini aku yang akan menjaganya!"

Bukkkk ... Bukkkk ... Bukk ...!

Arya memukul lagi secara membabi buta, dadanya begitu sesak melihat wanita yang teramat dicintainya di perlakukan begitu rendah oleh Yudha.

''bos sudah ... berhenti bos!'' ucap Dimas menenangkan.

''huuuu .... Rasain!'' teriak orang-orang secara bersamaan.

''Ayo, Ayuna'' ujar Arya menarik tangan Ayuna. Mereka berdua berlalu meninggalkan Yudha dan rombongannya.

Ayuna menurut saja.

''bubar kalian semua!'' ucap satpam yang baru datang, tadi Dimas sang asisten sempat bicara kepada satpam agar tidak ikut campur. Mereka mengenal Arya sebagai orang yang terpandang jadi mereka menurut saja.

Yudha, Nina serta mamanya hanya terdiam, mengupat didalam hati. Mereka merasa sangat terhinaa! Tesya juga hanya berdiri mematung.

''bangsat!'' batin Yudha.

''aku tidak terima atas penghinaan ini, awas saja kau Ayuna'' batin Nina murka.

Terpopuler

Comments

Miryam Toressy

Miryam Toressy

Iiiihhh, rasa rasanya niii ,.. aku ingin ikut juga untuk menampar laki2 yang bernama YUDHA itu,...

2025-03-18

0

Juan Sastra

Juan Sastra

benar benar menguras emosi ...
dan yda sedikit pun ggak ada rasa penyesalan telah menghianati yuna malah bangga..huhhh

2023-02-16

0

Yoo anna 💞

Yoo anna 💞

emang dasarnya orang hina, di hina kok ngamok, gak ngaca sama perbuatannya sendiri

2022-09-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!