Undangan

Pagi harinya, seperti biasa selesai sarapan lisa dan reza pergi berangkat ke sekolah, "gimana ceritanya kamu sama aldi kemaren hujan-hujanan?" ucap reza yang sedang menyetir mobil.

"Duh panjang banget cerita nya bang" ucapnya lalu menceritakan tentang apa yang telah ia dan aldi lakukan kemaren.

Setelah 4 menit di perjalanan menuju sekolah, mereka pun sampai.

"Hay lis" sapa dewi yang tiba-tiba datang, "hay wi..... lo kesini mau ketemu sama bang reza ya?" goda lisa sambil menyenggol dewi, "ah nggak kok" ucap dewi dengan pipinya yang mulai memerah. "Jangan-jangan kalian udah jadian ya????" goda lisa kembali, sedangkan reza hanya tersenyum dengan godaan adik nya itu.

"Ke kelas yuk" ajak dewi dengan wajah yang masih memerah, "yaudah bang kita ke kelas dulu ya" kata lisa lalu segera berlalu dari hadapan reza.

Mereka berdua terus berjalan menyusuri lorong lorong menuju kelas.

"Gimana lo sama aldi kemaren??" ucap dewi, "gua seneng banget wi, gua sama aldi pergi ke beberapa tempat kemaren" jelasnya.

Mereka berdua terus mengobrol di dalam kelas.

Hingga bel masuk pun berbunyi.

2 jam sudah berlalu, driiiiiiing.... suara bel istirahat berbunyi.

"Ke kantin yuk" ajak dewi "yuk, gua juga udah laper nih" ucapnya, mereka pun pergi ke kantin untuk mengisi perut nya. Begitu juga dengan aldi, reza dan juga robi yang sedang menuju kantin.

"Eh lis itukan aldi" kata dewi seraya menunjuk ke arah aldi dan kedua temannya. "Aldi.... " teriak lisa pada aldi, yang membuat banyak siswa-siswi tercengang dengan teriakan lisa, "lisa manggil lo tu" goda robi dan reza pada aldi.

Sedangkan aldi hanya diam membisu sambil tersenyum kecil. Dengan segera reza dan robi menarik aldi menuju ke meja tempat lisa dan dewi duduk, "kalian ngapain narik narik gua sih?" decak aldi. "Udah lo ikut aja" sambung robi santai. "Hay aldi" sapa lisa pada aldi yang tengah duduk di kursi kantin bersama dengan reza dan juga robi.

"Hay" jawab aldi dingin, "yaelah elo mah masih aja kayak es batu" timbal robi, "oya thnks ya buat yang kemaren,.. ee.. kapan-kapan kita jalan lagi yuk" ajak lisa, "gua sibuk jadi gak bisa" jawab nya dingin. Lisa hanya bisa diam dengan tolakan aldi dan merasa kecewa. Mereka berlima terus mengobrol dan bercanda di kantin.

"Aldi.........." teriak gadis itu pada pangeran kesayangan nya yang sedang menuju perpustakaan, siapa lagi kalo bukan lisa si gadis polos adik kelas Aldi ardiansyah si cowok super dingin yang telah meluluhkan hati lisa.

Aldi terus mempercepat jalan nya tanpa menghiraukan lisa di belakang yang sedang mengejar nya, "Aldi tungguin!!" teriak lisa dan terus mempercepat jalan nya mengikuti aldi.

"Aldiii!!" teriak lisa sekali lagi di dalam perpustakaan yang membuat para siswa-siswi tercengang dengan teriakan nya.

"Heh kalo mau teriak jangan di sini!!" kata pak tedi penjaga perpustakaan itu pada lisa. "Maaf Pak, nggak sengaja" ucap lisa lalu segera berlalu dari hadapan pak tedi yang sudah kelihatan akan mencengkram dirinya.

"Gara-gara lo nih gua di marahin pak tedi!!" ucap lisa pada aldi yang tengah memilih buku di perpustakaan sekolah, "kok jadi gua?... ya kan elo yang teriak-teriak dari tadi!" ucap aldi ngegas.

"Kenapa sih lo itu dingin banget kayak es batu, padahal kan gua cuma pengen deket aja sama lo!!" gumam lisa pelan.

"Ya tapi gua nya gak mau deket sama lo!!" umpat aldi sambil terus berpindah ke tempat lain," emang seburuk apa sih gua bagi lo??" ucap lisa bertanya-tanya sambil menghela nafas pasrah.

"Lo itu kayak langit tau gak" kata lisa, "kenapa?" ucap aldi pelan, "sama-sama jauh dan tak tergapai" sambung lisa.

"Yaudah biarin aja gua jadi langit, supaya lo gak bisa gapai gua" umpat aldi seraya keluar dari perpustakaan dengan di ikuti oleh lisa. "Bisa!! kalo gua jadi awan, awan yang selalu menemani langit dalam keadaan apapun, dan gua yakin gua bisa jadi awan itu" tegas lisa dan terus berjalan di belakang sambil mengikuti aldi.

"Terserah!!!...." umpat aldi lalu segera berlalu pergi meninggalkan lisa.

Driiiiiiing....... kini suara bel masuk pun berbunyi, para siswa-siswi segera masuk ke kelas masing-masing.

"Abis dari mana lo?" tanya dewi pada lisa yang baru saja memasuki ruang kelas dan hendak ingin duduk, "kemana lagi kalo bukan cari aldi" ucap nya.

"Lo itu ya gak bosen napa ngejar aldi, lo itu bagaikan kura-kura dan aldi tu bagaikan kelinci, gak akan bisa ngejar kelinci yang larinya kenceng!!" ucap dewi dengan seksama.

"Bisa!! di film upin-ipin kura-kura yang lari nya pelan malah bisa ngalahin kelinci yang lari nya kenceng, gua juga bisa ngejar aldi dan dapetin hati nya yang dingin kayak es batu" tegas lisa.

"Lo ya kalo di bilangin nyerocos terus" kata dewi pada sahabat nya itu yang tak pernah mau mengalah apalagi soal cinta.

"Bukan lisa nama nya kalo gampang nyerah!!" ucapnya mempertegas sahabat nya.

Pagi ini adalah pagi yang cerah, suara bising para siswa-siswi mulai terdengar dari lorong-lorong sekolah, "pagi gaess" sapa robi pada aldi dan reza yang tengah duduk santai di bangku kelas. "Kenapa lu, bahagia banget kayak nya??" ucap reza.

"Gua kan selalu bahagia setiap saat....... oya ini ada undangan buat kalian" ucap nya sambil memberikan sebuah surat undangan pada kedua teman nya,

"undangan apaan nih?" tanya aldi yang sedari tadi hanya diam sambil membaca buku.

"Itu undangan ulang tahun nya manda pacar gua, pokok nya kalian harus dateng oke!!" tegas robi, "sip deh kita pasti dateng kok" ucap reza. Sedangkan aldi hanya mengangguk pelan dengan perkataan reza.

"Lo mau kemana?" tanya aldi pada robi yang hendak ke luar dari dalam kelas, "ke toilet" ucap nya singkat lalu segera berlalu pergi menuju toilet.

Sedangkan di dalam kelas lisa, "eh wi gua ke toilet bentar ya" ucap lisa yang sudah kelihatan tak tahan ingin ke toilet. "Iya jan lama-lama" sambung dewi, "kayak gak tahan aja lu gua tinggal" umpat lisa lalu segera berlalu dari hadapan dewi.

"Aduh...udah gak ketahan lagi" gumam nya sambil bergegas menuju ke toilet.

Tiba-tiba "bruk........ lisa menabrak dada datar robi yang menuju arah berlawanan,

"aduh lisa... kalo jalan liat-liat dong" decak robi, "eh sori sori, buru-buru" ucap lisa lalu segera masuk ke dalam toilet. Baru 25 detik lisa di dalam toilet, ia pun keluar, dan masih mendapati robi di sana.

"Loh kok masih di sini?" tanya lisa terheran-heran, "ini gua mau kasih undangan buat lo" "undangan apaan?" semakin heran.

"Ini undangan ulang tahun nya manda pacar gua, oya sekalian ya kasih buat dewi" ucap nya sambil memberikan undangan tersebut.

"Sip gua pasti dateng kok..... oya btw aldi juga di undang gak?" ucap lisa, "iya lah aldi sama reza juga di undang, pokoknya lo harus dateng ya" ucap robi seraya berlalu dari hadapan lisa.

Sesampainya di kelas, "lama banget lo" decak dewi pada lisa yang baru saja datang, "iya sori sori..... oya ini ada undangan buat lo" ucap lisa sambil memberikan undangan dari robi tadi.

"Wih undangan ulang tahun nya pacar robi ya.... kalo gitu reza juga di undang dong" gumamnya sambil tersenyum bahagia.

"Iya aldi juga di undang, pokok nya kita harus dateng!!" tegas nya.

Kedua gadis itu terus memikirkan tentang undangan tersebut, mereka berfikir untuk tampak cantik pada acara ulang tahun nya manda pacar robi. Yang akan membuat pujaan hatinya masing-masing merasa klepek-klepek dengan paras nya yang cantik.

**jangan lupa cocol jempol 👍

tinggalin komen

jadiin favorit

kasih tip dan juga vote

-selamat membaca**-

see you next time

Terpopuler

Comments

Inru

Inru

Di perpustakaan nggak boleh berisik, Lisa!

2022-07-30

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!