Sedangkan di kamar lisa, mereka berdua terlihat bingung dengan tugas yang belum mereka mengerti. "lis ini gimana?.. susah banget lagi" kata dewi sambil menggaruk kepala nya yang memang tidak gatal, "gua juga bingung wi, gini aja, gimana kalo suruh bang reza buat ajarin kita" usul lisa.
"bener juga sih" ucap dewi yang setuju dengan usulan lisa. "yaudah kita ke kamarnya bang reza aja" kata lisa seraya bangun dari tempat duduk nya, lalu segera menuju kamar reza yang bersebelahan dengan kamar nya, dengan diikuti oleh dewi.
sesampainya di depan pintu kamar reza, lisa langsung saja membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu
(ya emang kebiasaan nya lisa kali ya, masuk kamar orang tanpa ngetuk pintu dulu).
"bang bantuin lisa dong....." seketika omongan lisa terpotong, ketika ia melihat sosok aldi dan robi di dalam kamar kakaknya. "eh ada aldi sama robi ya" ucapnya dengan wajah malu-malu ketika ia melihat sosok aldi si cowok dingin yang udah buat hati lisa meleleh, se meleleh leleh nya.
"kebiasaan deh lisa, gak ngetuk pintu dulu baru masuk" ucap reza pada lisa yang tiba-tiba saja masuk ke kamar nya. "heh... maaf" ucap lisa.
"mau ngapain?" tanya reza, "ini bang, ada tugas yang belom kita ngerti" ucap lisa pelan. "yaudah masuk aja lis" kata robi tiba-tiba. sedangkan aldi hanya diam dengan kedatangan lisa dan juga dewi.
dengan segera lisa langsung masuk ke dalam kamar reza dengan di ikuti oleh dewi, lalu duduk tepat di hadapan aldi, begitu juga dengan dewi, yang juga duduk tepat di hadapan reza.
"jadi yang mana nih, yang belom kalian paham?" tanya reza pada kedua gadis itu, "yang ini bang reza" ucap dewi pelan. "jangan pake bang dong, panggil reza aja" gumam reza seraya tersenyum bahagia. "duh ada yang mau mesra-mesraan nih" ucap lisa sambil menyenggol bahu dewi yang tengah duduk di samping nya.
dewi hanya tersenyum kecil dengan wajah malu-malu kucing. "ada yang sedang jatuh cinta nih" goda robi pada reza dan juga dewi. "yaudah sini aku ajarin" kata reza sambil meraih buku yang dewi bawa.
"yang ini nih yang belom kita ngerti" sambung dewi. "yudah al kenapa lu gak ajarin lisa aja" sambung robi, "yaudah sini" ucapnya aldi dingin, dengan segera lisa mendekatkan tempat duduk nya dengan aldi.
"duh tambah ganteng aja, kalo di liat dari deket" gumam lisa dalam hati, sedangkan aldi terus menjelaskan materi kepada lisa.
setelah beberapa menit menjelaskan, "jadi sekarang lo tulis yang ini!!" pinta aldi sambil menunjukkan kepada lisa.
"oh oke" jawab lisa singkat, lisa terus menulis,
TREETTTT henpon robi berbunyi, "iya kenapa?" ucap robi dalam telepon, "bisa anterin aku ke supermarket gak?" suara dari dalam telepon, "bisa kok, aku berangkat sekarang ya" ucap robi lalu mematikan telpon nya. "eh gaess gua pergi dulu ya, ada urusan bentar" "iyah gapapa kok" sambung reza.
Robi pun segera berlalu meninggalkan mereka berempat.
"Eh wi kita keluar aja yuk" ajak reza pada dewi yang tengah fokus menulis, "loh kenapa emangnya?" bingung dewi, "di sini gerah, cari angin aja yuk di luar" ucapnya sambil mengangkat alis sebelahnya, seakan memberi kode.
"Ya juga ya gerah banget, yaudah yuk kita keluar aja" sambung dewi seraya bangun dari tempat duduk nya.
"Lah kalian mau kemana?" tanya aldi, "kita mau keluar dulu bentar, cari angin" ucap reza.
Reza dan dewi pun segera keluar, meninggalkan aldi dan lisa.
Seketika wajah aldi terlihat gugup (。>﹏<。).
"lo gak nyaman ya sama gua?" kata lisa, "hah.... nggak kok, biasa aja, yaudah lo lanjut nulis aja" ucapnya pelan.
Lisa pun melanjutkan aktivitas menulis nya, tak di sengaja, rambut setengah bahu lisa mulai menutupi sebagian wajahnya, yang membuatnya sedikit terganggu. Aldi yang melihat lisa yang agak terganggu dengan rambut pendek setengah bahu nya, langsung menyilang rambut lisa ke belakang.
Rasa geli mulai lisa rasakan ketika aldi hendak menyilang rambut nya, "duh geli tau" ucap lisa sambil tertawa geli, "makanya rambut lo tu harus di iket!!" ucap aldi sambil memegang rambut pendek lisa.
"Yaudah sini, mana iket rambut lo?" kata aldi, "gua gak ada iket rambut, belum sempet beli" ucap lisa tersenyum kecil. "yaudah lo lanjut aja nulisnya, biar gua pegangin rambut lo" ucap aldi lembut ヽ(´ー`)┌.
Lisa tersenyum bahagia dengan perlakuan aldi pada dirinya, yang kemarin-kemarin sangat cuek dan dingin, tetapi berbeda dengan sekarang, aldi begitu perhatian dan lemah lembut pada lisa.
"Makasih ya" ucap lisa lemah lembut,
**jangan lupa cocol jempol 👍
tinggalin komen
jadiin favorit
kasih tip dan juga vote
-selamat membaca**-
see you next time
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments