⚠PLEASE ! JANGAN BOOMLIKE UNTUK SESAMA AUTHOR SALING MENGHARGAI. KALAU MEMANG TAK INGIN BACA LEBIH BAIK LIKE 1-3 BAB SAJA. KARENA BOOMLIKE ITU BISA MENGHANCURKAN KARYA YANG MENYEBABKAN KARYA ITU TAK MENDAPAT PROMOSI DARI NT. TERIMA KASIH.
Sepulang sekolah Hana selalu membantu ibunya berjualan kripik singkong balado. Hana tinggal menjajakannya di warung-warung tetangga. Sesudah itu, Hana membantu bibi nya berjualan di warung nasi milik bibinya adik dari almarhum ayah Hana.
Ya ayah Hana sudah meninggal 3 tahun lalu. Setahun kemudian disusul oleh kakak nya yang mengidap penyakit yang sama yaitu Leukimia.
Penyakit mematikan yang menyerang sel darah putih itu sampai saat ini belum diketahui obatnya.Sedangkan penderita wajib kemoterapi untuk memperlambat/mencegah sel-sel itu tumbuh.
Namun juga bisa mengalami kegagalan seperti ayah dan kakak Hana. Akibat penanganan yang lamban dan tersendat karna terkendala biaya yang mengakibatkan nyawa mereka tidak tertolong.
Hana menyesali semua itu. Karna Hana tak bisa menolong mereka yang Hana sayangi tepat waktu.
Mungkin sudah takdir. Dan Hana pun tak bisa menyalahkan keadaan. Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah bersyukur dan bersyukur. Karna sampai saat ini masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Oleh karna itu Hana bertekat untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang ada untuk bisa meraih cita-citanya menjadi seorang dokter. Karna Hana tak ingin kehilangan orang terkasih untuk ketiga kalinya. Hana tak akan sanggup.
Sebisa mungkin Hana membagi waktu bersekolah dan bekerja. Hana tak ingin memberatkan ibunya seorang diri. Dan berkat kepandaiannya lah Hana memperoleh beasiswa di SMA Angkasa setidaknya mampu mengurangi beban hidupnya. Hana tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Sepulang membantu bibi di warung, Hana menyiapkan makanan untuk makan malam bersama ibunya.Tadi Hana membawa 2 potong ikan cuek dan sayur cap cay sisa jualan bibinya. Syukurlah..setidaknya hari ini ada yang bisa dimakan.
Setelah selesai barulah dia memanggil ibunya.
"Bu..ibu..makan malam sudah siap, mari kita makan bersama nanti keburu dingin ," seru Hana memanggil ibunya.
Dari kamar ibu Hana menjawab panggilan anaknya.
"Iya nak...ibu kesana, tunggu sebentar."
Setelah ibunya duduk makan malam mereka berdua pun dimulai.
"Jangan lupa berdoa ya Hana, rezeki hari ini perlu disyukuri ," ucap ibu Hana mengawali.
"Iya ibu..Hana akan slalu bersyukur ," jawab Hana sambil tersenyum.
Setelah berdoa mereka pun mulai makan dengan lahap. Namun disela-sela makan rupanya ibu Hana terdengar terisak.
"Ibu..ibu kenapa menangis ?" seru Hana mulai panik.
"Udah tenang..ibu gak papa Hana. Ibu hanya merasa bersalah karna ibu kamu harus bekerja keras, maafin ibu ya nak," ungkap ibu Hana pelan dengan penuh linangan air mata.
"Tidak apa-apa ibu, Hana iklas. Hana hanya tidak ingin memberatkan ibu. Mari kita berjuang bersama-sama !" ajak Hana dengan penuh semangat.
Ya keluarga mereka hanya tinggal berdua. Mereka harus berjuang menghadapi kerasnya hidup bersama-sama.
Makan malam pun dilanjut dengan obrolan santai oleh dua ihsan ibu dan anak yang saling menyayangi itu.
"Hana..bagaimana sekolahmu hari ini nak ?" tanya Bu Hesti ibu Hana.
"Syukur lancar kok bu, Meski disana sekolah elit tapi orang-orangnya baik dan ramah kok ," cerita Hana dengan riangnya.
Ya..Hana memang bahagia bisa masuk sekolah favorit. Hanya orang-orang berduit yang mampu memasukinya.Tapi berkat beasiswa Hana bisa menjadi salah satu murid di SMA favorit itu. Sungguh Hana sangat bersyukur.
"Syukur lah...apa kamu betah sekolah disana ?"tanya ibu Hesti lagi.
"Semoga saja bu, sejauh ini belum ada kendala apapun. Niat Hana juga untuk menuntut ilmu. Hana gak mau main-main terus. Bagi Hana waktu adalah ilmu. Dan tidak boleh tersia-siakan. Apalagi Hana masuk kesana cuma berbekal beasiswa Hana gak berani aneh-aneh bu," terang Hana dengan tenang.
"Iya,..ibu percaya kok, anak ibu ini pasti gak neko-neko.Fokus belajarnya ya Hana kita hanya orang biasa,kesempatan kali ini hanya datang sekali seumur hidup,jadi gunakan sebaik mungkin ," nasihat ibu Hesti.
"Iya bu, Hana akan pergunakan waktu sebaik mungkin. Hana juga ingin bisa meraih cita-cita Hana untuk bisa menjadi dokter."
"Ibu hanya berharap semoga ibu masih bisa mendampingimu nak, ibu hanya ingin melihat anak ibu bisa berhasil dan sukses," senyum mengembang di wajahnya yang penuh dengan guratan-guratan halus.
"Amiin, doakan Hana ya bu, Hana akan berusaha membanggakan ibu dan almarhum ayah dan mewujudkan cita-cita kakak Citra," sahut Hana sambil terisak.
"Pasti..pasti ibu akan mendoakan anak ibu, kamu yang kuat ya nak. Ibu akan slalu mendukungmu ," ungkap Bu Hesti dengan tulus.
"Terima kasih ibu, Hana sayang ibu."
Ruangan keluarga itu kembali terasa sendu. Hana dan ibunya berpelukan lama untuk saling menguatkan satu sama lain.
Dilain keluarga terlihat kakak beradik sedang asyik bersenda gurau.
"Hei ! dek btw cewek adek orang mana sekarang ?" tanya kakak Kenzi yang bernama Kanza.
"Kakak apaan sih, sekarang Kenzi lagi fokus sekolah aja gak ada waktu buat mikir gituan !"
"Ahh..yang bner ? adek kakak yang cakepnya hampir mirip Song Kang ini masa gak laku dah ?" ejek kak Kanza.
"Jangan-jangan adek maho ya ?"tanya Kanza lagi penuh selidik.
"Yang bner aja masa Kenzi maho kak ! kalau Kenzi mau juga satu sekolah bisa Kenzi pacarin tuh dah," ujar Kenzi menyombongkan diri.
"He..hee..sorry dek, habis adek gak pernah ngenalin temen cewek lagi ke kakak, barang kali adek nyimpang gtu," ucap ka Kanza sambil nyengir.
Kenzi hanya geleng-geleng kepala..
"Gak kak...Kenzi pengen fokus sekolah dulu bentar lagi ulangan kenaikan kelas, lagian Kenzi belum nemu juga yang cocok sama Kenzi," ujar Kenzi kalem.
"Oke..kakak setuju, adek mah sekarang fokus aja sekolah dulu biar bisa nyusul kakak ke Korea nanti ya," pesan kak Kanza seraya beranjak dari hadapan pemuda maskulin itu.
Kenzi pun membalas dengan anggukan.
Ya...kak Kanza saat ini tengah menikmati libur dari kuliahnya di Korea. Disana Kak Kanza mengambil jurusan Kecantikan dan Tehnik Kosmetik. Karena memang selepas lulus kuliah dia bakal nerusin perusahaan keluarga yang bergerak dibidang Kecantikan di Korea.
Kenzi tinggal dengan mamanya, sedangkan papanya tinggal diKorea bersama kakak dan kakeknya. Karena memang papa Kenzi asli Korea sedangkan mamanya hanya keturunan orang Korea. Keluarga Kenzi bukan sebuah keluarga yang brokenhome, akan tetapi memang begitulah rutinitas mereka.
Papa Kenzi sibuk mengurus perusahaan kosmetik yang ada di Korea. Sedangkan mamanya mengurus perusahaan kosmetik di Indonesia.Tiap akhir pekan weekend papa Kenzi pasti pulang ke Indonesia sekedar untuk menikmati qualitytime dengan keluarga mereka.
Malam pun semakin larut. Kantuk pun mulai menyerang. Waktunya memasuki kamar karna memang udara diluar mulai terasa dingin. Begitu pun dengan Hana dan Kenzi ditempat mereka masing-masing.
Lampu tidur pun mulai dimatikan. Saatnya mengarungi dunia mimpi dan berharap hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Tanpa menunggu lama kedua ihksan itu pun sudah terlelap didunia mimpi masing-masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttttt
tinggalin jejak juga di novel ku kak ASIYAH AKHIR ZAMAN, mksh 😊
2022-08-11
0
128 √e980
Hallo aku mampir nih 😁
2022-06-30
0
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
mampir KK 🤗🤗
2022-05-16
0