Cakra pulang terlambat dia sampai dirumah cukup malam.Memasukan kunci tapi ternyata Hana tidak mengkunci pintunya.
" Bagaimana dia seceroboh ini"?
Yang ada di pikiran Cakra adalah ketakutan terjadi sesuatu yang buruk padanya.Cakra melonggarkan dasi mencari keberadaan istrinya tidak lama dia menemukan Hana sedang di dapur, berlumuran terigu dan dapur sangat berantakan.
Hana menggunakan kaos putih tipis dan celana hotpants.
Cakra begitu susah payah menelan ludah nya sendiri. Bayangan di atas ranjang menghantui isi kepala .
" kau sedang apa Hana ku"
Cakra menenggelamkan wajahnya di leher Hana yang berkeringat.
memeluknya erat dan menciumi leher istrinya.
" Sayang lepaskan, aku belum mandi,dan mengganti baju ku,awas dulu" Hana berhasil lolos dari cengkraman Cakra berlari ke kamar.Tapi Cakra mengikutinya membuka pintu kamar dan menguncinya.
" Sayang keluar dulu,ini kamar sangat kecil aku tidak bisa mengganti baju ku selain di sini"
Hana berdiri memegang baju nya,mau berlari ke kamar mandi tapi kaki nya sudang di hadang. Pinggang nya sudah berhasil di kuasai cakra.
" kau mau apa sayang lepaskan " Hana merasa genggaman Cakra begitu kencang membuatnya kepayahan untuk meloloskan diri.
" Kau mencintaiku apa tidak"?
Hana hanya mengangguk.karena dia tidak bisa berbohong pada suaminya.
" Aku ingin menagih hak ku sebagai suami mu".Hana mengerti apa yang di maksud suaminya .Dan kembali dia hanya bisa diam.
" tatap mata ku Hana"?
Laki laki itu mencengkramd dagu Hana yang terus menunduk. Hana tahu yang Cakra inginkan.Tapi dia diam membisu.
Gadis ini
benar benar tidak mencintai ku.Gumam kegagalan kembali dia ucapkan dalam hatinya dan sangat ingin berteriak pada gadis di hadapannya.Cakra kembali meyakini kalau Hana tidak menginginkan nya.Dia keluar tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Hana diam membisu,setelah pelukannya di lepaskan.Hana.merasakan tubuhnya terduduk entah apa yang dia lakukan pada suaminya sekarang.
" Maafkan aku Cakra Alaska."
ahanq keluar dari kamar setelah mengganti pakaiannya.Di ruang tamu sudah ada Robi sedang sibuk dengan laptop di hadapannya.
" Selamat malam nona" Robi bangkit memberi hormat pada wanita yang dicintai tuan nya.
" heem,kenapa ada di sini .Di rumah ku "!
Hana menaikan suara nya. Berharap laki laki judes di hadapannya agar keluar,tapi laki laki itu diam tidak memperdulikan nya.Hana kesal dan pergi ke dapur,di dapur Cakra sedang menikmati segelas air dingin di meja makan
" Tuan,kau bisa menyuruh ku jika membutuhkan apa pun"
Cakra hanya mendelek pelan. Berlalu meninggalkan dapur menuju ke ruang tamu.
" Tuan aku rasa kau harus pergi dari sini"!
" Kenapa"?
" Pengawal memergoki dua orang akan mencokel jendela,kemarin malam"?
" kau yakin?"
" Iya tuan,nona jangan sampai tahu bahkan orang itu pernah mengintip nona Hana"
sialan mereka sudah bosan hidup rupanya.Aku di sini karena saran orang tuaku kalau seperti ini memang aku rasa harus kembali
" Kau sudah tahu apa yang kau harus lakukan"?
Nadanya seperti bertanya tapi sungguh dia sekaligus menyuruh seolah ingin menghabisi orang orang itu.
" Sudah beres tuan,anda bisa menyentil mereka kapan saja "
Mereka berbicara apaan sih? tidak jelas aku tidak bisa mendengarnya.
Hana berusaha mendengarkan pembicaraan mereka berdua, sedikit curiga dan penasaran.Hana menemui mereka yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing,Hana duduk di sebelah Cakra terus memperhatikan raut wajah keduanya,hana nihil tidak menebak isi otak mereka .
" ganti baju ,ibu dan ayah menunggu di rumah.Bawa barang pribadi mu, mengerti"?
memerintah langsung tidak menjelaskan apa apa.Hana melihat wajah suaminya seperti saat mereka kembali di pertemukan oleh takdir saat itu.Hana langsung memegang belakang kepala terasa ada yang berdiri dan membuatnya merinding..
" jangan membuatku mengulangi perkataan ku barusan "!
Hana mengangguk pergi ke kamar untuk bersiap.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments
riya
tegang kuuurrrr......😉😂😂😂
2020-07-26
0
Opi Zilla Sampe
lanjut
2020-05-12
0
Rini Susanti
kerennn
2020-05-02
1