" Papi.. liburan semester nanti Arlet mau berlibur keluar negri. Boleh kan? " Arletta meminta ijin pada Bastian.
" Papi sibuk sayang, gak bisa temenin kamu liburan. " ujar Bastian. Pria yang tidak lagi muda itu tidak pernah membiarkan putrinya berpergian jauh tanpa dirinya. " Kenzo juga sibuk. Lain kali saja. "
" Papi sama kak Kenz gak usah ikut. Arlet bisa pergi tanpa kalian. " ucap Arletta.
" Sendiri? " Bastian.
Arletta menggeleng. " Pergi sama Sora pih. "
" Mau kemana emang? "
" Emm... " Arletta ragu untuk mengatakan jika dia ingin pergi ke India. Sudah pasti papinya itu tau untuk apa tujuan nya ke sana. " Ke Pakistan. " jawabnya berbohong. " Maksud aku tetangganya pih.. India.. "
Bastian mengerutkan keningnya. Untuk apa putrinya pergi ke Pakistan. Sedangkan banyak negara lainnya yang lebih menarik untuk mengisi acara liburan. Seperti Jepang, Korea, atau di benua Eropa. " Pakistan? mau ngapain? "
" Emm.. itu.. ada proyek di kampus pih. " Arletta menjawab dengan gugup.
" Proyek? fakultas sastra ada proyek seperti apa? sampai kalian jauh-jauh ke Pakistan? " nyatanya Bastian terlalu pintar untuk di bohongi.
Arletta menunduk lemas, tidak tahu lagi harus berbohong seperti apa. Arletta terlalu takut jujur pada Bastian. Jika dirinya ingin pergi ke India untuk menemui Langit.
" Gak jadi deh pih.. " ujar Arletta.
" Loh.. " Bastian semakin yakin jika putrinya itu tengah berbohong. " Sora juga ada tugas di sana? kalian kan beda angkatan. " Bastian mencoba mengulik.
Arletta menggeleng. " Sora cuma mau ikutan. Nemenin Arlet. Tapi gak jadi deh.. "
Bastian tersenyum, lalu mengacak puncak kepala Arletta. " Nanti papi temenin kalo gak sibuk. "
" Kalo papi temenin mana bisa aku ketemu ama kak Langit. "
" Sayang.. udah siap belum?? " teriakan Clara terdengar.
" Udah mih. " balas Arletta yang ikut berteriak agar suaranya terdengar oleh maminya.
" Papi jadi ikut gak? " tanya Clara pada suaminya ketika ia telah berdiri didekat Arletta dan Bastian.
" Aku gak bisa ikut sayang, ada jadwal operasi. " jawab Bastian.
" Yaudah anterin kita aja. Buruan! Key udah sampe di rumah. Kenzo juga udah ada di sana. " Clara ingin cepat-cepat pergi ke rumah orang tuanya. Dimana keponakan nya baru saja pulang dari Jerman. " Pih, nanti aku sama Arlet mau ke mall dulu ya. Nanti jemput nya di sana aja. "
" Iya sayang, nanti telpon aja kalo udah selesai. " Bastian.
***
King, putra dari Aresn dan Lisa kini sudah berada di rumah. Sudah satu tahun lebih pria itu baru menginjakkan kakinya di tanah kelahirannya. Biasanya Arsen dan Lisa yang akan mengunjungi putranya jika merindukannya. Kali ini King harus pulang untuk merayakan pesta perayaan perusahaan yang akan di selenggarakan dua hari lagi. Sebagai pewaris sah perusahaan milik Haidar, King harus mengikuti pesta tersebut. Karena Arsen dan Adrian ( grandpa nya King) akan memperkenalkan King pada rekan bisnis yang ada di Indonesia.
" Kamu udah besar nak, " ucap Lisa sembari memeluk putranya. " Mommy kangen. "
King mengelus punggung ibunya. " Key juga kangen. Tapi gak usah lebay deh mom, tahun lalu Key juga udah segede gini. " seloroh King.
" Iya, tapi tetep aja kamu makin tinggi. Mommy aja udah keliatan kecil banget di banding kamu. " Lisa mengurai pelukannya.
Giliran Elsa dan Adrian yang menyambut kedatangan cucu tampannya. Sedangkan Arsen diam duduk di sofa menikmati pemandangan hangat keluarganya.
" Terimakasih boy! " ucap Arsen pada Kenzo yang menyempatkan diri untuk menjemput King di Bandara.
" Sama-sama uncle. "
" Cucu grandpa udah gede, udah mandiri, perushaan juga makin maju di sana. " Adrian bangga pada cucunya yang bekerja keras menjalankan perusahaan di Jerman.
" Key gitu loh.. " King menyombongkan diri.
" Udah pinter, gak nakal kaya daddy nya dulu. " Elsa mengelus pipi King seraya memberikan pujian. Selama tinggal di Jerman, baik Adrian ataupun Elsa tidak pernah mendengarkan kenakalan King dari orang suruhannya di sana. " Gak sia-sia dia di masukin pesantren dulu. "
Kenzo memutar bola matanya malas mendengar pujian Elsa. " Kenzo juga baik oma, gak neko-neko tuh. "
" Iya.. iya.. cucu oma yang satu ini juga paling nurut. " Elsa mencium gemas pipi Kenzo.
" Stop oma! Kenzo bukan lagi anak kecil. " Kenzo tidak suka Elsa memberikan kecupan bertubi-tubi layaknya anak kecil. " Kasian pacar Kenzo dapetin sisa oma. " semua tergelak mendengar celotehan Kenzo.
" Kenzo udah punya pacar? " tanya Lisa.
" Udah lah Onti. Ganteng gini masak gak punya pacar! "
" Iya deh.. Onti tunggu cetakan undangannya. " ucap Lisa sembari tersenyum.
Clara dan Arletta datang menambah keseruan mereka. Kedatangan King membuat keluarga yang di penuhi aktifitas padat, menyempatkan diri untuk berkumpul.
Sora dan Arletta bergelayut manja pada King. Sedangkan para orang tua bersiap menyediakan makan siang.
" Gue sih gak yakin, elu udah alim. " seru Kenzo yang masih duduk di sana.
" Lagi ngomongin apaan sih? " Sora.
" Itu kakak elu, bisa banget ngibulin oma jadi cowok kalem. Padahal mah.. kebalikannya. "
King tergelak. " Harus pinter pinter dong, biar gak di tarik lagi ke pesantren! " ucapnya seraya mengerlingkan sebelah matanya.
" Ikh.. kakak di sana nakal ya! " seru Sora yang juga mengira kakaknya berkelakuan baik di Jerman.
" Cuma nakal! gak pake banget! " jawabnya mencubit gemas hidung Sora. " Cowok itu, gak keren kalo gak nakal! "
" Kakak suka mabuk-mabukan? " tanya Arletta.
" Sedikit! "
" Wajar sih.. kalo sedikit. Apalagi kalo musim dingin.. " Arletta memaklumi kenakalan King kalau hanya sekedar meminum minuman beralkohol.
" Bukan itu doang! kakak mu itu-- " Kenzo tidak bisa melanjutkan kalimat nya. King lebih dulu memelototinya.
" Kenapa kakak? " Sora meminta penjelasan lebih lanjut pada Kenzo.
" Bukan apa-apa. " Kenzo tidak mungkin mengotori otak suci adik-adiknya.
" Oh iya.. ada rencana apa nih.. mumpung kakak si sini lama. Mungkin sebulan. " ujar King.
Arletta dan Sora saling pandang. Sepertinya dua gadis itu mempunyai ide yang cemerlang. " Kita liburan bareng kak! " ucap Sora dan Arletta bersamaan.
" oke! kemana kita? " King.
" India! " jawab serempak Arletta dan Sora.
" India? " King mengulangi. Lalu menatap kedua gadis yang menunjukkan wajah memelasnya. Berharap dirinya menyetujuinya.
" Oke! sekalian kaka juga ada perlu sama Langit. "
" Yes! " seru Arletta.
" Arlet, besok kak Benz pulang. Kamu gak bakalan di ijinin. Apalagi ke India! " Kenzo tahu maksud dan tujuan adiknya ingin berliburan ke India.
" Bukannya kak Benz cuma seminggu di sini? " Sora.
" Iya sih.. " Kenzo.
" Jangan kasih tau kak Benz lah, biar Arlet bisa liburan ke India. " Sora.
" Emang kenapa gak di bolehin Benz? " King memang tidak peduli dengan sekitar. Pria itu tidak pernah tahu jika Arletta dan Langit mempunyai rasa.
" Gak papa! kak Benz kan orang nya posesif! " Arletta.
King mengangguk. " Oh.. "
Ponsel King berdering, ada panggilan masuk. Layar ponselnya memperlihatkan foto gadis cantik.
" Siapa kak? " tanya Arletta yang sempat melihat foto yang muncul di layar ponsel milik King.
" Camelia! " celetuk Sora yang sudah tau kekasih dari King.
Panggilan terputus tanpa sempat di terima oleh King. " Kok gak di angkat? " Sora.
" Ntar aja deh.. kalo udah telponan mah bakal lama, gak cukup semenit dua menit.. hehe.. " King.
" Gue sih gak yakin elu beneran ngelakuin pelajaran yang elu dapet dari pesantren. Gak bakal di terapin tuh ilmu dari pesantren! kalem gadungan! " cibir Kenzo. Melihat tatapan mesum King ketika melihat foto Camelia membuat Kenzo curiga.
" Wiisshhhh... jangan salah, gue terapin kok.. bahkan bikin gue jago. Manfaat banget sih, gue baca kitab itu. " King.
" Kitab apaan? surat apa? ayat berapa? " Kenzo tak mudah percaya.
" Kitab qurrotul uyun.. hehe.. " King.
" Wahh.. kakak beneran keren ampe masih hapal. " puji Sora. Arletta pun mengangguk ikut memuji King. Kedua gadis itu tentu saja tidak tahu isi dari kitab yang King bicarakan.
Kenzo segera membuka ponselnya. Mencari tahu apa benar kitab yang di ucapkan King itu ada?
Kenzo mendelik. " Bangsatt!! " umpatnya setelah tau isi dari kitab itu. King tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan Kenzo.
Bersambung...
......Minta kopi ama bunganya dong🤗😜😜......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Ekawati Hani
King copy paste bapaknya😁😁😁
2022-08-18
0
💜jiminaa💜🐣
harusnya sebelum baca King aku baca ini dulu ya hehe tapi dah terlnjur gak papa lah lnjut seru jugaa ini
2022-06-02
1
Pesek Gitank
kenzo baru tau nya kitab itu😄😄😄🤭
2022-01-31
1