4 Hari berlalu (waktu game) setelah Zephis memasang Job Blacksmith, akhirnya sekarang adalah waktu dimana sang Legenda akan terlahir.
°BOOOM
ledakan energi terdengar dari kedalaman Goa, hingga sosok seperti manusia keluar dari Goa dengan pakaian terbuka, kecuali untuk celananya.
"Ugh, berapa lama aku disini?" Ucap sosok itu
"kau sudah 4 hari di dunia ini" sosok bulat berwarna hitam muncul di samping pria itu
"hm, 4 hari? kalau begitu aku di dunia nyata 4 jam" ( Zephis )
"ya benar, dan juga... job mu sudah terpasang bersama dengan teknik nya" ( Gelap )
"yah, kalau begitu.. aku pergi dulu dadah" Zephis ingin pergi dari sana tapi tertahan oleh suara Gelap
"Tu-tunggu dulu" Gelap menarik pundak Zephis yang mana membuat Zephis terhenti
"ya ada apa?" ( Zephis )
"a-ano... itu.." ( Gelap )
"apa mau mu?" Ucap Zephis dengan wajah semakin dekat
"a-wawa lupakan" Gelap pergi dari tempat itu meninggalkan Zephis yang bertanya-tanya
"ah sudahlah," Lalu Zephis melesat kearah kota Carthy untuk Log-out agar tidak ada yang curiga
Setelah sampai di kota charty, Zephis langsung menuju penginapan dan Log-out dari permainan.
Setelah Log-out Nemes menaruh Vr Game itu di atas meja miliknya lalu keluar dari kamar, saat keluar Nemes melihat aria sedang menonton TV Sambil mengelus Neo, sesekali Aria juga memakan Cemilan di depannya
"Oh, kau sudah selesai bermain?" Aria mematikan TV nya dan melihat kearah Nemes
"ya aku sudah selesai," lalu Nemes mengambil Remot nya dan menyalakan Televisi.
Aria memberikan cemilannya pada Nemes, Nemes yang melihat itu pun langsung mengambil Cemilan kesukaan Aria.
"Hey Nemes kau tau?" ( Aria )
"apa?" ( Nemes )
"Saat aku dan Teman-teman ku Raid Dungeon, ada Dua pemain yang membuat ku tertarik" ( Aria )
"Siapa itu?" ( Nemes )
"Yah... satu pemain bisa memanggil monster, terlebih lagi monster tersebut memiliki level sangat besar" ( Aria )
"Aha, lalu?" ( Nemes )
"Dan satunya lagi...." Aria berhenti bicara dan melihat kearah Nemes
Nemes yang merasa ditatap lalu melihat kearah Aria yang sedang menatapnya dengan Intens.
"A-apa?" ( Nemes )
"Dan satu lagi adalah sayang ku ini" Lalu Aria memeluk Nemes dengan erat seperti tidak akan melepaskannya
"Ugh... kakak, berhenti memelukku, aku tidak bisa bernapas" ( Nemes )
Aria yang mendengar itu lantas berhenti memeluk Nemes dan memasang wajah bersalah.
"Ahahaha, maafkan kakak mu ini" ( Aria )
°Uhuk
°Uhuk
°Cough
"baiklah, tapi jangan di ulangi lagi" ( Nemes )
"dan juga apa maksud mu?" ( Nemes )
"Aku tau kau mengikuti Raid Dungeon, kau tidak bisa menyamar dari kakak mu ini" ( Aria )
"Ugh.. sepertinya aku payah dalam menyamar" ( Nemes )
"oh iya kak, aku mendapatkan Job Blacksmith dan ingin membuka bisnis apa bisa?" ( Nemes )
Aria yang mendengar itu lantas terkejut dan terlihat wajahnya yang seperti orang bodoh, melihat kearah Nemes.
"Umm, kak?" Nemess melambaikan lengannya di depan wajah Aria untuk menyadarkannya
Aria langsung sadar dan bertanya pada Nemess, dari mana dia mendapatkan Job tersebut.
"uh.. yah... itu rahasia" ( Nemes )
"yasudah jika tidak ingin memberitahu" ( Aria )
Aria kembali duduk dan mengelus Neo dengan lembut, Nemes benar-benar tidak tau mau lakukan apa.. ya... dia bertanya soal membuat bisnis nya.
"Jadi kak... bagaimana menurutmu?" ( Nemes )
"Soal apa?" Ucap Aria dengan nada Acuh Tak Acuh
"ugh... apa kau marah?" ( Zephis )
"Tidak, aku tidak marah, hanya kesal saja" ( Aria )
'Apa bedanya?' Batin Nemes
"Ah sudahlah, aku keluar saja" Lalu Nemes melangkah kearah pintu rumah dan membukanya
Setelah membuka pintu Nemes keluar dari rumah entah mau kemana, yah Nemes punya rencana untuk jalan-jalan karena dia belum terlalu kenal lingkungan tempat ini.
Nemes berjalan santai di trotoar jalan, sesekali ia melihat orang menyebrang jalan, dan dari sebrang Zebra cros terdapat satu pemuda sedang menyebrang jalan,
Tanpa sengaja ia menginjak kulit pisang dan terpeleset hingga masuk Got, setelah di periksa ternyata pemuda itu sudah meninggal, sungguh pengalaman kematian sangat konyol
"Semoga di kehidupan berikutnya anda tidak sial LATOM" ( Nemes )
Dan benar saja pemuda itu mendapatkan kekuatan dan menjadi penguasa dunia, entah dunia apa itu.
( N/A : Untuk novel berikutnya, entah kapan )
Lalu Nemes melanjutkan jalan-jalan nya, ia melihat banyak anak-anak TK, SD, SMP, SMA DLL mereka bercanda gurau yang mana membuat Nemes sedikit tersenyum, itu mengingatkannya pada masa sekolah dulu.
Semuanya bercanda ria, bersenang-senang, bahkan menjadi nakal seperti mencuri, dll.
Semuanya Nemes lakukan untuk bersenang-senang tapi sekarang? entahlah, Teman-teman Nemes tidak di ketahui, semuanya sekolah di tempat yang berbeda-beda.
Mungkin sekarang teman-teman Nemes sudah sukses dan memulai kariernya masing-masing, atau mungkin menjadi pengangguran? yap itulah Nemes, PENGANGGURAN!!!.
Itu membuat Nemes sakit hati karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan, sekalinya mendapatkan pekerjaan, tidak lama setelah mulai bekerja ia langsung di pecat.
Sungguh sangat sial, jika manusia punya sistem status, dan jika itu terdapat pada Nemes mungkin akan terlihat bahwa Luck milik Nemes itu Minus(-).
Bukan hanya masalah pekerjaan, Nemes memiliki masalah lainnya seperti hutang pada warteg sebelah yang belum dibayar, dan juga membuat pot bunga tetangga tukang ghibah hancur, dan itu membuat Nemes memiliki rumor buruk.
Padahal keluarganya kaya, tapi dia tidak ingin memakai harta keluarganya terlebih lagi itu bukan keluarga aslinya.
Dan juga dia ingin melepas takut penganggurannya, lalu membuat Karir miliknya sendiri yah.. mungkin ini alasan yang bodoh begitu pun untuk gw sang author novel ini.
Entahlah, sekarang Nemes sedang berjalan-jalan di sekitar Cafe sesekali ia jajan-jajanan pinggir jalan seperti 'Cilok, Basreng Baso, DLL.
Setelah puas berjalan-jalan Nemes mampir pada penjual Martabak, dan membeli Martabak manis 3 bungkus, satu untuknya, satu lagi untuk kakaknya, dan terakhir untuk ayahnya.
Lalu Nemes pergi dari sana menuju rumah untuk beristirahat, dia rasa ia tidak akan bermain selama 3 hari ke depan untuk Refresing,
Yah mungkin 3 hari jika Aria tidak meminta bantuannya untuk menyelesaikan sesuatu dalam game, dan juga... ayahnya terkadang meminta bantuan pada Nemes perihal bisnis miliknya.
Oh iya jika kalian bertanya dimana ibu Nemes dan Aria? itu akan di bahas di chapter mendatang.
Nemes sudah sampai di depan rumahnya lalu masuk kedalam rumah, terlihat Aria yang selesai mandi dan menutupi bagian bawahnya dengan handuk
"Ah.. ternyata kau mesum juga yah" ( Aria )
"Wah!! Maaf aku pergi dulu" Nemes meletakkan Martabak nya di atas meja ruang tamu dan pergi ke kamarnya.
Saat sampai di kamar Nemes langsung membuka pintu dan menutupnya dengan cepat seperti di kejar hantu, yah Nenes punya alasannya kenapa dia seperti itu,
Salah satunya adalah, dia ingin istirahat dan tidur, ah dia lupa bahwa dia membawa martabak manis padahal itu untuknya dan orang rumah.
Nemes langsung melompat kearah kasur lalu rebahan, Nemes melihat kearah langit-langit kamarnya yang kosong.
"Hah~, apa aku mendapatkan uang hanya dengan bermain game?" ( Nemes )
"Kau bisa" ucap seseorang di samping Nemes
"HUA!!!!, Siapa kau?!!" ( Nemes )
"Ini aku bodoh" Ternyata yang berbicara dengan Nemes adalah Gelap,
"huh?, loh kok?" ( Nemes )
"Iya aku tau kau terkejut, tapi yang pasti aku ada di depan mu, kan sudah kubilang dunia itu bukan Game" ( Gelap )
"Ugh... lalu kenapa kau kesini?" ( Nemes )
"Hm... entahlah, aku hanya penasaran tentang dunia mu" ( Gelap )
"Sudah? gitu aja?" ( Nemes )
Gelap hanya mengangguk sebagai jawaban Nemes, dan itu membuat Nemes tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Jadi... apa elemen lainnya bisa kemari?" ( Nemes )
"Humm... bisa, hanya saja mereka tidak mau" ( Gelap )
"Hmm benar kah?" ( Nemes )
"I-iya, aku tidak berbohong"
"Mencurigakan" ( Nemes )
"Ah sudahlah, oh iya apa aku boleh tinggal disini?" ( Gelap )
"Lalu? jika aku bermain game bagaimana?" ( Nemes )
"Ya... aku akan kembali ke dunia Black lite" ( Gelap )
"Hm, entahlah kurasa kakakku tidak akan mengijinkan" ( Nemes )
Gelap yang mendengar itu menjadi murung dan kepala yang menunduk kebawah untuk menyembunyikan wajah sedih nya.
"He-hey, kau tidak menangis kan?" ( Nemes )
"Ti-tidak, aku tidak menangis Hiks Hiks" ( Gelap )
'Ugh... kenapa aku seperti penjahat yah?' Batin Nemes
"Huah!! baiklah kau menang, kau boleh tinggal" Ucap Nemes dan membuat Gelap melihat kearah Nemes
"Be-benarkah?" ( Gelap )
"Iya, kau boleh tinggal, dan aku harus memanggil mu apa?" ( Nemes )
"umm, bagaimana dengan Viana?" ( Gelap )
"Yah, itu nama yang bagus" ( Nemes )
Name : Viana
Umur : ???
Tinggi : 176
Berat Bad- °Plak
Ukuran : Entah
Sumber : Teman Lucknut
>Next<
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Ivanderty
APA TUH YANG MENONJOL🗿
2021-08-04
3
Juan
temen lucknut itu saha tod apa dia bandar bok**
2021-08-02
5
{~n~}
👍
2021-07-28
0