07 : Bertemu Ayah

>Sudut Pandang Zephis<

Aku keluar dari game untuk beristirahat, sekaligus melepaskan stress kepada Neo ah aku benar-benar ingin mengelus bulu putihnya.

Aku benar-benar lelah secara mental karena game ini, dan... Dunia lain yah, ini akan sangat menarik,

Saat aku sedang berbaring di tempat tidur pintu kamar ku terbuka dan nampak, kakak ku sedang menggendong neo di pelukannya

"Oh, kau sudah selesai bermain game nya?" Katanya sambil mengelus Neo

"Ah ya aku selesai memangnya kenapa?' tanya ku

"Cepat lah bersiap kita akan ketempat ayah" Ucapnya lalu melempar setelan jas waktu itu

"Hah!! Gk mau ah! Kau taukan aku benci politik" Protes ku

"Tidak ada penolakan, atau kau di hukum menyelesaikan 100 berkas perusahaan" Ancam nya

"Ugh.. Kau hanya bisa mengancam" lenguh ku

"Ya ya ya, cepat lah kita akan berangkat 10 menit lagi" Lalu kakak ku pergi keluar

"Hah~! Satu hari lagi yang melelahkan"

>Sudut Pandang Author<

Mereka (Nemess, aria, Neo) dijemput dengan mobil limusin keluaran terbaru dan ter gengsi yang ada

( N/A : Sedih aku ***, gk punya motor apa lagi limusin T_T )

"Silahkan Nona muda dan tuan muda" Ucap Bald Man sambil membuka pintunya

( Note : Bald man \= Pria Botak )

°Cleak

Saat Nemess masuk ia di kagum kan dengan isi limusin ini terdapat sofa yang empuk, TV, karoke, Game, komik, dan bahkan Doujin yang disembunyikan dengan baik.

'Ugh kebiasaan orang tua itu tidak berubah' batin Zephis

"Baiklah, langsung berangkat saja" Perintah Aria

"Baik nona muda" Ucap bald man lalu menginjak pedal gas.

>Skip<

Mereka sampai di depan gedung besar dengan plat nama yang juga besar dengan nama :

-Mac Island-

Entah kenapa ayah ku malah memberi nama seperti itu pada perusahaan nya, kurasa karena selera humornya yang rendah.

Lalu mereka masuk kedalam perusahaan dan disambut oleh pegawai dan staff pekerjaan disini

"""Selamat Datang Nona muda dan Tuan Muda""" Ucap mereka semua dengan membungkuk 90°

Nemess dan aria hanya melambaikan tangan untuk menanggapi sambutan para karyawan dan staff

Lalu mereka masuk kedalam lift untuk menuju ruang bos atau ruang kerja ayahnya

>Skip<

"Silahkan, Nona dan tuan muda, tuan sudah menunggu" ( Bald Man )

"Ah ya terimakasih sudah menemani perjalanan kami" Ucap aria dengan senyuman

"Kalau begitu kami mohon undur diri" Lalu mereka semua (para bald man) pergi dari sana

"Baiklah adikku sayang saatnya bertemu ayah!" Ucap aria dengan semangat lalu menarik lengan Nemes

"Ah hey jangan sambarangan menarik lengan orang!" Protes Nemess

"Sudah sudah, ayo masuk" Lalu kami (aria dan Nemes ) masuk kedalam kantor ayah kami

°Clik

°Criet

Saat kami masuk nampak sesosok pria dengan rambut putih bernama Takeyomi Zuan sedang mengocok bir? Di lengannya

Lalu pria itu memulai topik :

"Oh sudah sampai? Kukira kalian akan melakukan sesuatu yang nakal" Ucap Zuan dengan nada bercanda

"Geh, dasar orang tua bisa tidak jangan membicarakan itu?" Ucap Nemes dengan wajah jengkel

"Hoho memangnya yang selalu membaca doujin siapa ya?" Tanya Zuan dengan nada bercanda

"Hah~! Ok berhenti basa-basi apa tujuan mu sampai meminta kami datang?" ( Nemess )

Zuan memasang Ekspresi yang serius dan membuat mereka (Nemess dan aria) menjadi serius juga

"Oh ayolah jangan serius seperti itu, ini sangat menakutkan" ( Zuan )

°Guak

"Sial, harusnya aku tidak percaya tadi" ( Nemess )

"Hey ayah bisa tidak sesekali serius dihadapan kami?" ( Aria )

"Haha baiklah aku hanya ingin meminta kalian untuk tinggal bersama ayah" ( Zuan )

"Hey ayah taukan aku tidak suka politik?" ( Nemess )

"Ya ya ya, aku tau hanya saja aku kangen kalian tau~" Lalu Zuan memeluk mereka berdua dengan erat

Nampak air mata berlinang di kedua pipinya yang membuat Nemes dan aria tersentuh

"Hah ok aku akan tinggal bersama ayah" Lalu Nemes pelukan ayahnya itu

"Jika Nemes tinggal aku juga ikut" ( Aria )

Sekarang... Bukan lagi air mata yang terlihat tapi seringai puas dan kejam dari Zuan

"Wahaha kalian akan tinggal dengan ayah, nah kalian tidak bisa mundur" Ucap Zuan dengan nada kemenangan

"Dan juga bagaimana akting ku? Keren bukan?" Lanjutnya

"Hemp~!" ( Aria )

"Grrr, aku ingin memukul mu tapi aku masih menghargai mu sebagai sosok ayah" ( Nemess )

"Haha baiklah kalian tau tempat tinggal ku bukan, cepat lah ke sana" Ujar Zuan

"Baik baik, bye" Lalu nemess pergi dari sana untuk ke rumah barunya :v

Saat Nemes sudah pergi dan tidak terlihat kembali mereka (Zuan dan Aria) saling memandang

"Hah~ kau harus mengawasinya agar tidak melakukan sesuatu yang "Bodoh" Aria" ( Zuan )

"Baiklah, tapi ayah akan merestui hubungan kita kan?" Tanya Aria pada sosok ayahnya

"Hey meski kalian bukan saudara kandung tetap tidak boleh" ( Zuan )

"Hemp~! Kalau begitu tidak mau!!" Tegas Aria dan itu malah membuatnya menjadi imut

"Baiklah ayah mengalah aku akan merestui hubungan kalian" Zuan hanya bisa pasrah akan keinginan anaknya

"Yeay!! Aku sayang ayah!" Lalu Aria memeluk Zuan dengan erat setelah itu pergi menuju Nemess

Mereka (Aria dan Nemess) pergi keluar gedung dan masuk kedalam limusin kembali untuk pergi ke rumah

Lalu mereka masuk kedalam limusin dan berangkat dengan kecepatan sedang agar aman

>Skip, Rumah Zuan<

Mereka (Nemes, Aria, neo) sampai pada Rumah yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, bisa dibilang sederhana

Saat mereka masuk kedalam Mata mereka dimanjakan dengan taman yang indah dan terawat,

Mulai dari air mancur, tanaman bunga yang indah dan beragam, Tanaman yang di ukir dengan berbagai bentuk dan beberapa pembantu cantik dan montok :v

"Indah" Ya hanya satu kata itu yang tepat untuk menggambarkan indahnya halaman ini

( N/A : iya indah sekali, apa lagi pembantunya Kyaaa >///< )

"Wah tak ku sangka Rumahnya akan indah" Yap Nemes harus mengakuinya karena dia itu jarang melihat sesuatu yang positif dari ayahnya itu

"Hey jangan begitu pada ayahmu, dan juga... Ayah merestui hubungan kita" Ucap Aria dengan wajah memerah

"Hah?"

"Jangan bilang kau menolak, kau sudah sering melakukan "itu" Dengan ku loh" Ucap Aria sambil mencolok pipi Nemes

"Jadi.. Kau tidak bisa lari" Lanjutnya

"Hm.. Baiklah aku pasrah, Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya nya

"Bagaimana jika bermain Enzyme online bersama?" Ajak aria

"Hey belum lama aku selesai bermain tau" ( Nemess )

"Lalu apa yang akan kita lakukan?" ( Aria )

"Itu..."

"Nah kalau begitu kita main game!!"

Lalu mereka masuk kedalam rumah untuk bersiap bermain bersama, tidak lupa mereka makan terlebih dahulu agar tidak cepat lapar

"Ah iya, Nemes apa namamu dalam game dan Job mu?" Tanya aria pada sang adik

"Ah, nama karakter ku adalah Zephis, class Assassin dan berlevel 77" Ucap Nemes dengan santai

"Hah!! Tunggu kau baru bermain beberapa hari yang lalu bukan?" Tanya aria dan diangguki oleh Nemess

"Kenapa bisa secepat itu?" Tanya nya lagi

"Yah aku sering pergi kehutan sebelah yaitu hutan lepis" Ucap Nemes dengan nada santai

"Temani aku untuk leveling!" Ucapnya dengan nada bersemangat

"Hah? Aku dapat apa?" Tanya Nemes dengan senyuman licik

"Hah~ baiklah kau boleh melakukan apapun pada tubuhku selama 2 hari" Lalu aria ingin membuka bajunya tapi..

"Gk mau ah, itu sudah sering jadi yang lain" Ucapnya acuh

"Hah baiklah!! Jatah uang bulanan ku untuk mu!" Meski ada nada enggan di ucapannya tapi..

"Ok deal!" Lalu mereka (Nemes dan aria) pergi ke kamar masing-masing tapi sebelum itu..

"Oh, iya nama karakter mu apa?" ( Nemess )

"Nama karakterku Guin, Job gunner, level 54, jangan meledekku!" Ucap aria sambil menggembungkan sebelah pipinya

"Haha baiklah, sampai jumpa di game"

Lalu mereka masuk kedalam kamar masing-masing untuk memulai party? Duo mereka berdua,

( N/A : iri ***, kapan gw punya cewe kaya si Aria T_T )

>Dalam Game<

Zephis Respawn di tempat dia Log-Out dan nampak lah pemandangan yang sangat mengerikan, magma dimana-mana,

Pohon tumbang ada di sana - sini semuanya hancur tidak ada yang terisa di area skill Zephis sebelum nya.

"What the.. Apa yang kulakukan!!!! Hutan ini sekarang seperti kawah gunung berapi!!!" Teriak Zephis

[ Ding! Anda pemain Maya ingin menambahkan Anda sebagai teman ]

[ Terima ] [ Tolak ]

"Uhh, sudahlah lebih baik aku kekota charty, dan itu Terima" Setelah itu Zephis melompat kearah dahan pohon ke dahan pohon lainnya

>Next<

Terpopuler

Comments

Hinata Sakaguchi

Hinata Sakaguchi

Awowkwkwkkwkw Pria Botak

2021-09-04

0

Leon Aveiro

Leon Aveiro

Kakak idaman kwwk

2021-08-02

3

lemon

lemon

'melakukan itu' apa woe

2021-08-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!