Happy reading
.
.
.
Vaden bangun dari tidurnya tapi ia tidak melihat Venia, Vaden turun, saat di tangga dia melihat Venia sedang memasak, Vaden terus memandangi wajah Venia yang berkeringat, dan itu terlihat sexi bagi Vaden, apalagi Venia tidak memakai make up tapi masih terlihat cantik.
Venia terus melanjutkan masaknya tanpa tau jika Vaden sedang melihatnya dengan intens, karna sudah terlalu lama akhirnya Vaden turun dan memeluk Venia dari belakang.
Kamu sudah bangun? tanya Venia
hm kamu masak apa? tanya Vaden
masak daging karna cuman ada daging di kulkas, aku lupa gak belanja, karna kita semalam juga di hotel jawab Venia panjang lebar.
Kamu bisa makan daging kan? tanya Venia
bisa jawab Vaden, dan terus merapatkan tubuhnya ke tubuh Venia.
Kamu tunggu lah di meja makan, ini sudah selesai kata Venia, baiklah kata Vaden, Vaden berjalan menuju meja makan, dan di susul dengan Venia yang membawa hasil masakannya.
Maaf aku cuma bisa masak ini, jika kamu tidak suka kita pesan makanan saja kata Venia, tidak kita makan ini saja, aku lebih suka makanan yang di masak di rumah dari pada pesan makanan dari luar kata Vaden.
Akhirnya mereka makan malam, setelah selesai Venia berkata pada Vaden kamu mandilah dulu nanti aku pesankan baju karna di sini tidak ada baju cowok, tidak usah! nanti aku akan menyuruh orang untuk mengantarkan baju ke sini kata Vaden.
Venia membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor, saat sedang sibuk mencuci, bel apartemen nya berbunyi.
Venia membuka pintunya
cari siapa kata Venia, saya ingin mengantar kan baju tuan Vaden nyonya, dan ternyata itu adalah orang suruhan Vaden yang mengantarkan bajunya.
Tapi Venia heran dengan orang yang ada di depannya, karna setau Venia orang tersebut pemilik apartemen yang ada di lantai paling atas.
Venia akan bertanya tapi suara Vaden menghentikan nya, Venia apakah orang suruhan ku sudah datang? tanya Vaden dengan berteriak dari tangga, ah iya ini sudah datang balas Venia berteriak juga, ini nyonya saya permisi, Venia hanya mengangguk.
Venia menerima beberapa paper bag dan memberikannya pada Vaden, ini kata Venia.
Baiklah aku ganti baju dulu kata Vaden, cepatlah turun kata Venia, Vaden hanya tersenyum sebagai balasannya.
Venia duduk di ruang keluarga sambil nonton tv, saat sedang asyik nonton berita, handphone-nya berdering dan itu dari Selena, dan bertepatan Vaden datang dengan membawa laptop nya dan duduk di samping Venia.
Ada apa tanya Venia? apa kau sudah nonton berita tanyanya, sudah jawab Venia santai, terus apa akan kamu lakukan tanya Selena, kita biarkan saja dulu, biarkan Vigo dan Moyun bersenang-senang malam ini, besok siang akan ada pertunjukan yang bagus kata venia, baiklah semoga hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan, kata Selena.
Venia pun selesai berbicara dengan Selena,
Venia bangun dan mengambil buah-buahan yang sudah ia potong kecil-kecil, ini makanlah kata Venia Vaden hanya melihat dan mengangguk, biar aku saja yang suapin kamu lanjutan saja pekerjaannya,kata Venia.
Venia pun menyuapi Vaden, sedangkan Vaden melanjutkan pekerjaannya dengan di temani Venia di sampingnya.
Ayo aa lagi kata Venia.
Vaden pun membuka mulutnya, dan menutup laptopnya, apakah sudah selesai kata Venia, sudah jawab Vaden,
Apa yang akan kamu lakukan besok? tanya Vaden,
rahasia kata Venia,
Apakah kamu membutuhkan bantuan? tanya Vaden
tidak! aku ingin melakukannya sendiri biar lebih seru, kata Venia
Next bab selanjutnya
like👍🏻👍🏻👍🏻
^^^^^^Salam cinta author^^^^^^
^^^❤️❤️❤️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
Syifa Altafunnisa
makin lama semakin menarik,, lanjut
2021-11-21
0
Dwi Alviana
bguss ceritanya
2021-10-11
2
Ita Agus
uv lg thor
2021-06-05
1