Happy reading
.
.
.
Mereka telah sampai di hotel.
Mereka sedang makan malam,
Venia memanggil Vaden.
'' iya ada apa ''jawab Vaden
Terimakasih kata Venia, untuk jawab Vaden.
Karena kamu telah membuat rencana awalku berjalan dengan baik, aku tau kamu yang melakukan nya.
Tapi aku mohon biarkan aku menyelesaikan dengan kemampuan dan kekuatanku sendiri pintu Venia,
Baiklah jawab Vaden, akhirnya Vaden menuruti permintaan Venia meskipun ia enggan.
Apakah kamu ingin menggunakan kesempatan ini, dan meninggalkan ART ENTERTAINMENT? tanya Vaden dengan elegan memotong steak.
ART ENTERTAINMENT yang di maksud Vaden adalah milik Vigo, dan dengan bantuan Venia ART ENTERTAINMENT bisa berdiri sampai sekarang.
Tidak! biarkan saja, itu terlalu mudah untuk dua orang itu, aku ingin mereka jatuh dari tempat tertinggi, kata Venia dengan tenang, dan aku bermaksud untuk kembali ke lingkungan entertainment, apa kau keberatan? tanya Venia.
Tidak! jawab vaden
terimakasih jawab Venia.
Tetapi sebelum itu, aku akan menghancurkan Moyun terlebih dulu, baru art entertainment sekaligus Vigo secara bersamaan.
Baiklah jawab Vaden.
Sekarang kau sedang marah terhadap mereka, setelah kau tidak marah lagi apakah kau akan menyesal? tanya Vaden.
Tidak! jawab Venia dengan tegas.
Sekarang aku sudah memutuskan untuk menyelesaikan urusan ini, aku tidak akan menyesal, dan tidak mungkin untuk kembali, kata Venia dengan tegas mengatakan kepada Vaden, jika aku mencintai seseorang, aku akan melakukannya dengan sepenuh hati, tapi jika aku sudah membenci seseorang, aku akan menggunakan tanganku sendiri untuk menghancurkan orang tersebut, jawab Venia.
Sekarang, waktunya bagaimana perselingkuhan Moyun dan Vigo terungkap, aku masih memikirkan caranya, kata Venia panjang lebar.
Vaden memang tidak berbicara, tapi dia sangat tertarik dengan Venia, jarang sekali wanita yang menolak perlindungannya.
Bahwa ada beribu-ribu wanita yang rela menghangatkan ranjangnya demi mendapat perlindungan darinya.
Pikirkanlah baik-baik, hanya itu yang keluar dari mulut vaden.
Venia tidak terlalu bodoh, tetapi sebenarnya dia pintar,
Venia kau ingat malam ini adalah malam pernikahan kita, dan asisten ku sudah mengatur kamar di hotel ini, malam ini, kami akan tinggal di sini, aku malas kembali ke rumah.
Wajah Venia memerah, tapi dia masih mengangguk, Aku akan ikut denganmu kata Venia.
Setelah makan malam romantis, Venia mengikuti Vaden dari belakang, keduanya memasuki kamar hotel.
Vaden merasakan jika Venia sedang gugup, Vaden melepas jasnya, dan berkata kepada Venia, Aku akan mandi, dan aku memberimu waktu bersiap-siap, dan jika kamu masih belum siap melakukannya, maka kita dapat menunda malam pernikahan kita tanpa batas, kata Vaden
Setelah mengatakan itu Vaden pergi ke kamar mandi.
Venia berterima kasih atas perhatian Vaden terhadapnya yang akan menunggu sambil Venia siap. tapi jelas mereka sudah menikah, dan Vaden berhak mendapatkan haknya sebagai suaminya.
Venia berfikir ia akan menyusul Vaden ke kamar mandi.
Tapi sebelum itu Venia menghubungi Selena , supaya membocorkan kehamilan Moyun, hanya kehamilan saja tidak dengan yang lain, dan meminta agar Selena bekerja sama dengan Zaina.
Setelah itu ia menyusul Vaden.
Venia mendorong pintu kamar mandi, dan itu membuat Vaden terkejut, Venia dengan berani mengulurkan tangannya untuk di pegang oleh Vaden, dan Vaden menerima tangan Venia, Venia masuk ke bathtub bergabung dengan Vaden .
Kau akan menyesali ini kata vaden.
Aku tidak akan menyesalinya jawab Venia.
Kau tidak perlu memaksakan diri Venia, kata Vaden , menahan diri dengan suara rendahnya yang menyihir, seolah-olah suara itu bisa menggerakkan orang, membuat mereka sangat terpesona. .
Aku sangat yakin jawab Venia, karna kita sudah menikah, aku harus melayani mu, dan kau berhak meminta hak mu terhadapku,jawab Venia.
Kata-kata Venia barusan meruntuhkan jiwa Vaden, sedangkan Vaden sudah tidak dapat menahan hasratnya lagi.
Dengan cepat Vaden mencium bibir Venia, satu tangannya di pinggang Venia, dan tangan lainnya membuka pakaian Venia yang basah.
Venia menikmati ciuman itu, dia tidak pernah tahu bahwa akan ada ciuman dengan sihir yang begitu kuat, sehingga dia melupakan segalanya, bahkan Venia tidak sadar jika ia sudah tidak mengenakan pakaiannya lagi.
Di dalam bathtub pandangan mereka berbeda. Venia menatap mata Vaden yang penuh gairah, dan begitupun sebaliknya.
Tetapi Vaden tidak ingin melakukannya di kamar mandi dia ingin melakukannya di kamar, Vaden membungkus dirinya dengan handuk, dan membungkus Venia dengan handuk putih, setelah itu Vaden membawa Venia ke kamar, dan dengan lembut meletakkannya di tempat tidur, dan tempat tidur mereka sudah di penuhi dengan mawar.
...Apakah Venia dan Vaden akan melakukan malam pernikahan???...
...atau gagal...
...ikuti terus jangan like👍👍👍...
...koment, and favorit...
^^^Salam cinta dari author^^^
^^^❤️❤️❤️^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
Setia Wati
visual ny dong thor
2022-05-11
0
Neng Elis
lgi donk
2021-05-28
2