KRING...KRING.....KRING..... (suara alarm menunjuk angka 07.00)
"Apa apaan sih!, ni alaram ribut amat!" (mematikan alarm nya)
Ia pun membuka mata nya pelan pelan. Namun ia masih males membuka matanya dengan lebar.
"huaa...hh...., ngantuk sekali." (bergerak dengan malas)
Dia pun duduk di kasur nya, dan bergerak menuju kamar mandi. Dengan jalan yang malas, membuatnya tak fokus.
"BRUK...." (dia menabrak dinding)
"Aaaah...., ni tembok napa disi sih!!. ih.....pergi loh dari sini!!!.... kau nembuat kepalaku sakit!." (memukul dindingnya)
"ah, sudah lah kali ini aku maaf kan mu lain kali kalu aku jalan lu jangan di sini yah!, gue males liat muka datar luh!!. klau enggak (muka serius), gue gusur lu!!! hahaha....." (tiba² tertawa)
Dia pun masuk ke dalam kamar mandi. Biasanya kalau dia di dalam kamar mandi akan ada yang menghubungi nya. Saat masuk kamar mandi ia bersiap untuk melihat hp nya, yang berada di atas meja. Dia pun keluar dari kamar mandi dan melihat hp nya.
"Hemm....., dimana para setan ku??. biasanya mereka menghubungi ku saat mandi??. sekarang aku belum mandi apa nggak ada yang nelpon aku!!.."(melihat hp nya dengan sinis)
"oke lah kalau begitu. mode pesawat!!. hehe...." (tertawa kecil)
"waktu nya sekarang mandi....." (berteriak)
Dia pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Tak lama ia pin keluar kamar nya dan menuju ke meja makan. Sejenak ia termenung di depan meja makan.
("hem.....jika aku makan mungkin aku akan di kroyok sama grombolan setan itu. karena lama datang ke sekolah. mungkin jika aku membawa.......".) (melihat ke arah roti isi yang di hidangkan di atas meja makan.)
"mungkin ini juga bisa di makan!" (mengambil sepotong roti isi dan bergegas pergi ke luar)
"Lina.........!!! kenapa kamu ambil roti saja!!!, cepat kamu makan." (ibu Lina marah besar)
(melihat ke belakang). " maaf bu, aku harus pergi, Kalau enggak aku akn di marahi si setan tuh" (berlari keluar dan menuju motornya yang butut).
Lina menaiki motor nya dan pergi menuju sekolah. Ayahnya yang sedang makan merasa marah.
"Kenapa Lina harus menaiki motor butut nya itu !!. Seharusnya dia di antar ke sekolahnya. Kenapa, anak mu selalu begitu!, kita ini orang yang berkecukupan tapi apa yang dia lakukan membuat keluarga malu saja!!" (kata ayah nya dengan tegas)
"ingat lah siapa ayah dari anak itu!. jangan hanya bilang kalau dia itu hanyak anak ku.! sebenarnya kejahilan nya keturunan dari ayahnya!!. kamu mengerti sayang!" (ibu Lina berbicara denagan lembut tapi mengingat kan akan sesuatu)
"oouh, baik lah liat saja nanti kalau dia pulang akan aku, hancurkan motor bututnya itu!!!!" (denagn amarah yang membara)
Di lain tempat Lina mengendarai motornya denag kencang. Ia mengebut ngebut tanpa rasa takut. Biasanya Lina menaiki motor selalu menyanyi. Dan kali ini juga begitu. Pada saat sedang
asik menyanyi, tiba tiba..... "Duk..duk duk....." motor Lina mogok.
"lah ni motor napa lagi??!" (turun dari motornya dan melihat apa yang terjadi pada motornya)
"huh kenapa bisa gini sih! tolong lah sobat, berteman sebentar aja, oke! pliase....." (berharap lebih pada motor nya)
"aku mohon.....(mengengkol motornya)."
Dia berusaha sekuat tenaga namun sia sia. Dia merasa kesal dan menendang motornya.
"motor sialan...., awas aja nanti aku pulang yah, akan ku pensiun kan kamu!.., main main denagan ku,! baik lah sekarang hanya ada satu cara. telpon para setan.!!"
Dia pun mengambil hp nya yang berada di dalam tas nya. Dan segera menelpon temannya(para setan sama juga dengan teman yang menyebalkan).
" maaf anda sedang dalam mode pesawat " (tertulis di hp nya)
"oh iyh, aku kan masih mode pesawat!?. pulihkan dulu." (menghubungi Para setan).
"Halo Lina !!! kau kemana aja aku menelpon mu dari tadi. kau keman...!!!" (setan marah).
"Si setan Roy, lu jangan teriak teriak.... gue dah pusing nih." (balik marah)
Di lain tempat.
"iyah iyah putri Lina... maaf, kamu kemana aja, kami menunggu mu di sekolah.!" (Roy mencoba tenang)
Di lain tempat
"Roy lu jemput gue yah, gue di tengah jalan nih, cepat jemput gue. setan....." (marah kagak jelas)
" iya yah oyah putri lina. aku akan ke sana tapi dimana?"
"lihat saja di di hp loh, jangan banyak tanyak. cepat motor gue
udah mogok nih!" (melihat motor nya)
" salah sendiri napa di bawak motor butut tuh!" (Roy berbicara denagn suara kecil)
"apa kata lo??. apa nggak salah denagar gue!?" (mendengar perkataan Roy)
"oke oke gue sekarang ke sana!" (secepatnya mematikan hp nya dan pergi menjemput Lina)
Beberapa menit kemudian. Roy datang dan bersama denagan 3 teman yang lainnya. Dan membawa mobil mereka masing masing. mereka termasuk para setan yang di sebut Lina. Mereka adalah sahabat Lina yang selalu ada.
Lina di perilakukan sebagai tuan putri di dekat mereka. Tak ada yang berani melawan Lina karna tak ada yang bisa mengimbangi secerewet diri nya. Lina memang cerewet namun orang nya sangat asik. Tak tau kenapa para lelaki cogan dan kaya ini memperilakukan Lina sebagai tuan putri mereka.
"Waduh." (Lina memukul dahinya)
"Kenapa Lina?, bukan kah kami menjemput mu dengan cepat??" (kata Fadil)
"tok.tok.tok tok." (Lina menselentik kepala mereka berempat)
"kalian gila yah!!, aku kan menyuruh Roy yang menjemputku, buakan kalian semua ikut menjemput ku juga kan.??!!" (berbicara denagan tegas)
"Napa lagi Lina?, yang penting sekarang kami sudah sampai dan sekarang kita segera ke sekolah secepat nya. bukan.??"(Roy mendekati Lina dan berusaha menenangkan dia)
"Kalian liat tuh, mobil kalian menghadang jalan orang lain. Dasar bodoh!!!" (menunjuk ke arah keramaian)
"Hah??????" (mereka berempat melihat keramaian)
"Yang benar saja..., " (berlari menuju mobil mereka)
Namun......
"Lina... apa yang kau lakukan ayo pergi segera.!!!" (kata Roy kembali dan menarik tangan Lina)
"eh! motor gue!" (kaget)
"entar aja tuh, besok kita beliin mobil untukmu, nggak usah lagi pakai motor butut tuh!. lagian kan motor lu dah lu tendang bukan??" (kata Roy denan santai)
"eh tapi kau tau dari mana kalau aku menendang motor ku??" (berhenti)
"apa itu penting??? ........ oke aku melihat ada bekas lecet di motor lu dan itu seperti bekas tendangan lu yang sangat kuat Lina!!. oke ayo ke mobil ku!"
"huh....(mengeluh) baik lah"
Mereka bergegas pergi menuju sekolah.
Sesampai di sana para setan secepat nya keluar dari mobil dan mendekati Lina yang akan segera keluar dari mobil Roy. Namun Vizal menyadari sesuatu saat Lina keluar.
"Lina apa kau menabrak dinding mu lagi??"(tanya Vizal yang melihat kening Lina yang memerah)
"hem....." (Mereka bertiga(Roy, Fadil, Zio)
"eh, nih, iyah. hehehe...." (tertawa kecil)
"Lina ...., kau masih bisa ketawa ?? itu bahaya buat kamu tau!?. hampir setiap hari seperti ini!. apa kau mau mati??" ( Zio khawatir).
"hem..." (mereka bertiga (Roy, Fadil, Vizal) marah)
"eh, ini, yang salah tuh tembok, napa dia selalu menghalang jalan ku ke kamar mandi.! aku benar benar ngantuk tau" (menyalah kan benda mati)
"Jangan salahkan benda mati!!, kamu bodoh yah dia mana bisa begerak, mulai besok kami tak terima jika kamu begini lagi!!" (kata Zio merasa khawatir)
"Hem...jadi??" (muka kasihan palsu)
"jangan pasang kan muka kasihan palsumu itu nggak akan berubah apa yang sudah kami katakan.! Jikalau besok juga begini, maka kami akan membawamu ke rumah kami untuk di urus!!, kau mengerti Putri Lina!!!." (Kata Fadil berkata tanpa pikir panjang)
"Iyah (Mereka mengangguk)" (Roy, Zio, Vizal)
"hehe mana bisa, nggak bakalan di kasih sma ayah ku !" (kata nya tanpa ragu)
"kata sapa?. aku sudah dapat telpon dari Paman Ery (ayah Lina), kata paman, kalau lina besok masih bawa motor butut nya dan masih kejedud dinding maka di perbolehkan Lina di rawat oleh 4 tuan muda setan nya Lina" ( kata Vizal terus terang dan terswnyum)
"apa ?? apakah ayah akan menjual ku pada kalin??" (merasa takut)
"Mungkin putri Lina!!" (serentak mereka berempat)
"aaahh......., buk, buk..( memukut temannya ) aku nggak mau jadi makanan kalian.....!!!!!!!" ( Lina merasa kesal)
"Putri Lina belum waktunya kau menyesalinya!. besoknadalah hari ketentuannya!" (Roy tersenyum)
"Hah Roy tolong jangan..!!, pliase". (Lina memohon).
"sudah di tetap kan Lina, kalau besok hari ketentuannya, jadi jangan sia siakan!. Jikalau kau besok masih sama kami akan menjadikan mu tuan putri di rumah kami" (tersenyum)
"aku nggak bakalan mau!! dasar kalian setan resek!!!!!!!"(pergi berlari menuju ke kelas)
"Lina, Lina, Putri Lina.....tunggu..." (mereka berlari mengejar Lina)
Mereka berlari menuju kelas. Berusaha membujuk Lina. Walau pun begitu. Orang lain juga mau di perlakukan seperti Lina. yang di perlakukan dengan manja oleh 4 tuan muda tampan dan kaya. Lina yang merasa masih kesal tidak perna berbicara pada tuan muda selama sekolah dan pulang sekolah.
Pada keesokan hari nya....
Lina datang ke sekolah karna di paksa ayah nya. Dan ..... para tuan muda sudah menunggu di depan gerbang sekolah dan menyiap kan mobil.
"Lina... apakah.... (tersenyum)" (para tuan muda)
Para tuan muda mendekati Lina dan....
"Lina.... kau..." (Roy berbicara sepotong)
"hem... (menelan ludah)" (Lina merasa takut)
"Kau gagal .....!!!" (kata Zio)
"hem....." (lina kebingungan)
"jadi......(mendekati)" (Fadil semakin dekat)
"hemmm...." (Lina kebingungan)
Angkat dia.........!!!! (Vizal berkata sangat kencang)
"aaaa......... lepas kan aku, dasar setang. lepaskan....!!!"
Dan para tuan muda membawanya pulang ke vila dimana mereka selalu berkumpul bersama.
Lina di perlaku kan oleh tuan muda denagn baik. Tapi lina masih ngambek atas apa yang di lakukan mereka. Dan mereka mengajari Lina cara merawat dirinya. Mulai dari kapan ia haris tidur dan kapan ia bangun dari tempat tidurnya. Dengan itu ia merasa bosan. Tapi karena para tuan muda terus bersikeras mengajari Lina dan memperhatikan pekerjaan Lina., maka ia pun bisa membiasakan diri nya untuk disiplin dalam kehidupan sehari hari.
Tapi...... Setelah kembali ke rumah
"BRUK...!!" Auh...."
Hal itu terulang lagi...
"Ampun deh Lina ~♥~"
~♥~And~♥~