Ina gadis yang di nikahi tanpa tahu alasan pernikahan itu.
Bukan pernikahan sewajarnya yang diberikan sang suami, namun sikap acuh dan sombong bahkan tak tersentuh. Ina baru tahu jika dia memang istri pria itu tapi wanita lainlah yang menjadi pemilik singgasana hati suaminya.
Sanggupkah dia memperjuangkan statusnya?.
SESSION 2
Maurie gadis cantik yang dinikahi karena sesuatu dendam yang tak dia ketahui. Dia dijebak menjadi istri seorang lelaki, Deon.
Sementara cinta sejati juga akan menghampiri Maurie, lelaki yang tulus, baik sebaik seorang Ardi yang dikhianati gadis tercintanya di depan matanya sendiri.
Akankah takdir menyatukan Ardi dan Maurie?
Atau kah mereka terikat ditempat masing masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sha21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IS chapter 10
Meski banyak pekerjaan, namun jam 5 sore Revan pulang ke rumah bunganya. Mobil terparkir di halaman.
"Tuan sudah pulang?"
Sapa Lina.
"Hem"
Revan berlalu tanpa menghentikan langkah nya.
Bu Lina kembali melanjutkan menyapu halaman.
"Suruh nona siapkan air mandi ku"
Bu Lina mengejar tuannya.
"Nona belum pulang tuan"
"APA!!!?"
Bu Lina hanya menundukkan kepalanya.
"Belum pulang bagaimana? memangnya kemana nona kalian!"
Dengan langkah cepat Revan menuju ruang tamu, menantikan Ina disana. Namun yang di tunggu belum juga muncul.
'Kemana gadis itu?'
Revan terus memikirkan Ina, sementara ponselnya berada di ruang tamu dengan mode silent yang tak kunjung berhenti berkedip.
Revan kini berada di taman, entah mengapa dia rindu ayunan, menyentuhnya dan tersenyum tipis.
'Apa mungkin di masa lalu, kita saling terhubung?'
'Entah mengapa, aku tiba tiba ingin kemari? sungguh konyol memang, sejak aku menatap mu, mata mu membangkitkan rasa yang tak pernah aku tahu, rasa yang tak pernah ada, degupan jantung ku, berdegup hanya karna mu'
Revan sibuk dengan lamunannya sementara istri sirihnya sibuk membuat rencananya seapik mungkin.
"Tuan, nyonya menelpon"
Revan membalik badannya. Pak Wisnu nampak terburu buru menghampiri tuan nya.
"Terimakasih, pak Wisnu"
Revan menekan warna hijau menggeser layarnya.
"Ya"
"............................................"
"APA!!!, baiklah aku segera menyusul"
Revan berlari ke mobilnya dengan cepat, mengendarainya dengan kesetanan.
Flash back on.
Seminggu yang lalu Revan sudah uring uringan, dia lebih banyak menghabiskan waktu di apartment nya. Tapi tidak bagi Vina, dia mengira Revan tinggal dengan Ina. Vina selalu mengikuti Ina, kemana pun Ina pergi. Mencari informasi tentang Ina, hingga akan menabrak gadis itu. Beruntung nya gadis itu, ada mobil lain yang menghalangi entah dari mana asalnya. Hingga kecelakaan lalu lintas yang macet parah, tanpa sepengetahuan gadis itu ada seseorang yang koma untuk nya, Indra dia lah paman Ina. Saudara laki laki dari ayah Ina yang sudah meninggal dalam kecelakaan 12 tahun lalu.
'Kau begitu bahagia, menjadi kesayangan Revan bukan? kau mau menggeser posisi ku, tidak akan!'
Vina dengan amarah yang meluap, menginjak pedal gas melajukan kendaraannya di jalanan seperti kesetanan, bahkan banyak pengendara lain yang di salipnya, mereka mengumpati Vina. Mobil Vina berhenti di sebuah pelataran salah satu hotel elit.
Baanmm.
Dengan emosi Vina membanting pintu mobilnya, menuju hotel naik ke lift, penjaga disana tampak sudah mengenal Vina, tentu saja Vina adalah pengunjung VVIP pemilik hotel.
Ting.......tong
Bel salah satu kamar mewah di lantai tertinggi hotel itu di tekan Vina. Pintu terbuka menampilkan sesosok lelaki tampan, berkulit kecoklatan, berambut hitam dengan tubuh atletis. Lelaki itu tersenyum saat Vina masuk ke dalam dengan santainya.
"Gue kesel"
Sungut nya.
"Ayo, ku buat kau lupa dengan masalah mu"
Yuda, ya lelaki yang kerap kali di temui Vina itu YUDA IZA HISYAM, anak pembisnis pesaing terberat bagi Revan selama ini. Hisyam putra Zero adalah pewaris tunggal ZE CORP yang menikahi ARUMI SYIFA satu satunya wanita yang di cintai Eric, papahnya Revan. Namun Hisyam dibutakan harta karena jika perusahaan Hisyam bersatu dengan milik papah Arumi maka perusahaan gabungan itu akan menjadi perusahaan raksasa. Dengan demikian Hisyam menculik Arumi dan melakukan tindakan tak bermoral, sedangkan Hisyam menebarkan isu, jika mereka melakukan atas dasar suka sama suka. Sebab itulah meninggalkan duka mendalam yang mengakibatkan Eric pergi ke luar negri tanpa tahu yang sebenarnya. Kehidupan Hisyam bergelimang harta namun tidak dengan Arumi, ibarat dia sudah di tinggal mati oleh seseorang yang raib entah kemana. Setelah Yuda lahir, Arumi menggantung dirinya sendiri. Dan meninggalkan sepucuk surat yang di titipkan pada Januardi sahabat Eric, ayahnya Ina. Semuanya di ketahui Eric setelah Arumi di kebumikan, Eric begitu membenci Hisyam dan memperluas perusahaannya. Suatu ketika Eric berhasil mengakuisisi perusahaan gabungan milik Hisyam. Dan hanya sebagian kecil saja yang masih Hisyam jalankan, namun Hisyam kembali menjatuhkan Eric dengan menikahi adik Januardi yang berhasil ia perdaya pula.
Vina duduk di mini bar milik Yuda, sedangkan Yuda meracik minuman keras untuk Vina. Yuda membawa dua gelas dan menyerahkan salah satunya untuk Vina.
"Ini minumlah, maka kau akan dibawa melayang dan menikmati surga sayang ku"
Memberikan seringai licik, Vina menerima dan langsung menenggak habis, rasanya memang benar melayang dan fantastis dirasakan Vina. Vina begitu menikmati rasa yang ditimbulkan minuman pemberian Yuda.
"Buatlah aku terbang Yuda"
Dengan lemah gemulai dan manja Vina mendekat kearah Yuda, menempelkan tubuh nya pada lelaki itu. Dalam satu tegukan menandaskan minuman yang Yuda racik.
"Aku kabulkan"
Yuda membopong Vina menuju ranjangnya, dengan brutal Yuda melakukan percintaan dengan Vina selama beberapa jam dan mereka terlelap. Di pagi hari Yuda sudah duduk santai di sofa ruang tamu kamar hotel mewahnya, sementara Vina menggeliatkan tubuhnya.
"Cepatlah mandi dan sarapan"
Dengan lembut Yuda berucap, Vina tersenyum lelaki seperti ini yang Vina inginkan. Ya Vina memang pacar Yuda saat SMA, mereka sempat berpisah dikala kuliah, namun bertemu dan menjalin hubungan layaknya suami istri saat Vina sudah menjadi model dan sedang memiliki hubungan serius dengan Revan, tapi karena Yuda yang harus tinggal di luar negeri, maka Vina memperalat Revan saat mereka menghadiri pesta, Revan yang anti alkohol di paksa Vina meminumnya, hingga Revan tertidur pulas dan Vina menjalankan misinya, supaya Revan mempertanggung jawabkan janin milik Yuda yang di kandungnya, kejadian itu dengan cepat Revan menikah sirih dengan Vina.
Kini mereka sedang menikmati sarapan lezatnya.
"Kau punya masalah apa?"
Yuda bertanya, dan itu menghentikan gerakan Vina. Vina menatap Yuda dengan tatapan menggoda nya.
"Revan sudah mengistimewakan gadis itu!"
"Maksud mu, istri sah nya?"
Vina langsung membuang muka saat Yuda mengucapkan kata kata itu, sungguh kata kata itu bagaikan sembilu yang menusuk jantung Vina. Meski Vina sendiri tak hanya memiliki Revan, namun Vina tidak sudi untuk diduakan.
"Hei jangan cemberut, aku sudah menawarkan mu untuk menjadi istri ku, tapi kau menolak"
Memegang dagu cantik milik Vina yang selalu membuat Yuda jatuh hati akan pesona duyung sexy itu.
"Itu karena aku sudah memiliki anak dengannya!"
Lirih Vina, pada hal dia mencintai Revan namun enggan melepas Yuda.
"Itu darah seorang Hisyam, kalau kau lupa sayang ku"
Menatap tajam Vina, yang sedang mengukir senyum manis dibubir ranum nya.
"Aku tidak lupa"
Ucap manja Vina.
"Jadi......"
Yuda menaikkan sebelah alisnya.
"Diam lah, aku sedang membahas gadis itu, bukan mengenai anak apa lagi perpisahan ku dengan Revan"
Ujar Vina ingin menuai simpati agar Yuda mendukung siasat licik nya.
"Baiklah ratu ku sebutkan keinginan mu"
Vina langsung tersenyum dan duduk di pangkuan Yuda, Vina menyebutkan rencananya.
"Baiklah, aku sanggup menjalankan rencana mu berikut cadangannya"
Mereka tertawa bersama, dengan rencana liciknya.
Flash back off.
Seminggu setelahnya, Vina melakukan check kesehatan di rumah sakit milik keluarga Syahputra, rumah sakit terbesar di kota itu. Vina tidak sengaja melihat siluet yang sangat mengobarkan api kebenciannya.
'Jadi gadis itu........'
Vina menarik senyum dibibir sexy nya, dengan tiba tiba dia mendapatkan ide cemerlang untuk membuat gadis itu selamanya di benci Revan, dan sudah di pastikan Revan akan kembali ke pelukannya, Vina memang selalu akan tertakdir menjadi nomer satu dengan segala ambisinya.
Dan tiga hari kemudian Vina meliburkan semua pembantu yang ada di rumahnya selama tiga hari. Vina begitu sempurna merancang kebejatannya. Lalu dia bersama kedua putranya menuju rumah sakit untuk check up lanjutan.
"Lu"
Vina memanggil putra keduanya, Azio masih di periksa giginya, bocah lelaki yang begitu tampan itu menoleh.
"Nanti kak Azio setelah periksa gigi, akan ke toilet, nah Lu tunggu di pintu itu ya"
Anak kecil tampan yang baru berusia 5 tahun itu pun mengangguk. Benar saja Azio keluar dan minta di temani ke toilet.
"Mah, temani Azio ke toilet ya"
Ucap bocah 9 tahun itu.
"Ayo"
Jawab Vina dengan senang hati.
"Lu, kakak ke toilet ya"
Adik tercintanya mengangguk, dan tersenyum karena di elus rambutnya oleh sang kakak. Ada perasaan aneh yang dirasakan sang kakak. Setelah mereka pergi bocah lelaki kecil yang biasa di panggil Lu, IDZHAR LUCAS SYAHPUTRA itu berjalan kedepan pintu rumah sakit yang tidak pernah sepi itu. Dia melihat pedagang balon dengan warna warni yang sangat Lu suka, anak itu berlari mengejar tukang balon ke seberang jalan.
Braaaaakkk
Tubuh kecil itu terpelenting, terhempas hingga ke pinggiran jalan, dari mulutnya keluar darah dan mata kecil itu menutup. Semua orang berkerumun.
"Luuuuu"
Adzio berlari memeluk tubuh adiknya yang sudah bersimbah darah, Vina menangis histeris melihat anak bungsunya berlumuran darah. Semua orang membantu mengangkatnya menuju rumah sakit beserta Azio yang menangis. Dengan segera Vina menghubungi suaminya hingga berkali kali, namun tidak terjawab meski tersambung.
'Jangan bilang kamu sedang bersama gadis itu, mas!'
Vina masih menghubungi suaminya, hingga setengah jam lamanya.
"Hallo"
Dari ujung ponsel suara Revan terdengar.
"Mas, kamu dimana? Lu mas, Lu kecelakaan tertabrak mobil"
Sambil menangis Vina berbicara pada Revan, tampak si penerima kaget.
"APA!!!, baik aku segera menyusul"
BERSAMBUNG
efek'y bikin gw naek darah turun perut y thorrr ...