Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Memuaskan
Perempuan seksi berpakaian serba hitam, warna favoritnya itu terus berjalan. Sesekali melambaikan tangannya mesra dan mengerlingkan matanya menggoda. Sengaja dia melakukan itu untuk menarik pria mabuk dengan gairah yang sudah memuncak itu mengikutinya.
"Chel--- sea," panggilnya seraya berjalan mengikuti. Dengan langkah sempoyongan, menyeimbangkan tubuhnya.
Ternyata Erika menggiring Justin untuk masuk ke dalam sebuah kamar. Tentunya kamar yang sudah mereka persiapkan sebelumnya Sementara itu dia sudah duduk cantik diatas ranjang dengan kaki menyilang. Menunjukkan kaki jenjangnya nan putih dan mulus.
"Say--- ang," ucapnya menghambur kedalam pelukan Erika.
Perempuan itu langsung ambruk terlentang diatas tempat tidur. Dengan posisi Justin tiduran dan menindih tubuh Erika. Pria itu berkata, "Kamu su--- dah tidak bisa kabur lagi say--- ang."
Pria yang sudah berada dipuncak gairahnya itu, tubuhnya sudah memanas. Dengan darah yang mulai mendidih dan detak jantung seperti hendak berperang. Sudah tidak sabar ingin melahap habis perempuan yang disangka kekasihnya itu. Maklum saja masih dalam pengaruh minuman beralkohol.
"Ayo--- lah say--- ang. Kita nikmati mal--- am ini," ucap Justin.
Tangannya menarik paksa pakaian bagian atas yang dikenakan Erika. Bahkan hingga pakaian itu robek dibuatnya. Menarik dan membuang penutup bagian dalam atas yang menempel ditubuhnya perempuan itu. Tidak cukup sampai disitu, pria itu tampak ingin melucuti semua pakaian yang menempel ditubuh Erika.
"Hihihi ... kamu sema---kin seksi saja say--- ang," ucap Justin dengan tawanya yang terdengar aneh.
"Mari kita mulai say--- ang," ucapnya kemudian menciumi tubuh Erika. Geli yang dirasakan Erika menambah daya tarik perempuan itu.
Begitupun dengan Erika yang tidak mau mengalah. Tangan dengan jemari lentik yang menggunakan kutek warna merah itu. Melepaskan dan membuang pakaian yang dikenakan oleh Justin ke sembarang arah.
"Say--- ang ayolah," pinta Justin berbisik kepada Erika.
Tanpa banyak alasan, Erika menurut saja dengan perintah Justin. Memang itu kan tujuannya malam ini. Membuat Justin dimabuk kepayang. Hal yang sangat mudah bagi Erika.
"Wow," batin Erika melihat Justin. Biasalah ekspresi kaget Erika melihat sesuatu yang jarang dilihatnya. Apalagi yang kali ini berbeda dengan pria pada umumnya.
Permainan panas pun dimulai dan berlangsung dengan sangat bagus. Keduanya saling memberi dan menerima pelayanan. Hingga mencapai puncaknya masing-masing.
Perempuan yang tampak sudah lihai bermain begituan itupun. Bergantian menguasai permainan, setelah beberapa ronde sebelumnya dikuasai oleh Justin.
Justin terus saja merancau tidak jelas. Suara mengerang dan mendesah keluar begitu saja dari mulut pria itu. Tampaknya Erika benar-benar berhasil meluluhkan Justin malam ini. Senyuman lebar itu menghiasi wajah Erika yang tampak belum lelah.
Erika yang juga ikut panas dengan perlakuan Justin. Dia mempercepat tempo yang membuat wajah pria tampan itu dibuat keenakan. Hingga pada akhirnya mereka harus menyudahi permainannya kala itu.
"Thank you baby," ucap Justin tatkala Erika ambruk lemas kepelukannya.
Pria itupun menciumi wajah Erika dengan lembut. Setelah perempuan cantik itu berhasil membuatnya mencapai puncaknya dengan sempurna. Setelah bermain akhirnya keduanya tertidur lelap. Sekali lagi Erika merasa senang sekali bisa menjalankan misinya kali ini.
##
Masih mau lanjut bagian ininya? Atau gimana? Tulis di kolom komentar ya.
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...