NovelToon NovelToon
Kala Takdir Menyapa Lagi

Kala Takdir Menyapa Lagi

Status: tamat
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cintamanis / Single Mom / Tamat
Popularitas:39.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

🖊SEQUEL MENIKAHI SUAMI TIDAK NORMAL.

Cinta romantis, dua kata yang tidak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Hari itu Alena Mahira menolak Alex dan menegaskan akan tetap memilih suaminya, Mahendra. Tak ingin terus meratapi kesedihan, hari itu Alex Melangkah pergi meninggalkan kota yang punya sejuta kenangan, berharap takdir baik menjumpai.

8 tahun berlalu...

"Mama, tadi pagi Ziya jatuh, terus ada Om ganteng yang bantu Ziya. Dia bilang, wajah Ziya nggak asing." ujar Ziya, anak semata wayang Alena dengan Ahen.


"Apa Ziya sempat kenalan?" tanya Alena yang ikut penasaran, Ziya menggeleng pelan sembari menunjukkan mata indahnya.

"Tapi dia bilang, Mama Ziya pasti cantik."

*******

Dibawah rintik air hujan, sepasang mata tak sengaja bertemu, tak ada tegur sapa melalui suara, hanya tatapan mata yang saling menyapa.


Dukung aku supaya lebih semangat update!! Happy Reading🥰🌹
No Boom like🩴

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTML010~ Ibu Axan Dimana?

Sebenarnya Alena penasaran, ingin rasanya ia bertanya kemana kah Ibunya? Tidak punya Ibu disini maksudnya bagaimana? Meninggal? Bercerai atau bagaimana?

Namun ia menahannya saat melihat eskpresi wajah Axan yang terlihat sedih saat berbicara tentang Ibunya, lebih baik diam dan tidak bertanya untuk saat ini.

"Jangan sedih yaaa.." hibur Ziya yang langsung duduk disebelah Axan.

"Aku nggak punya Papa, tapi aku punya Mama hebat. Kamu nggak punya Mama, tapi kamu kan punya om ganteng itu." lanjutnya sembari mengelus punggung Axan.

Axan mendongakkan kepalanya, ia menatap Alena dengan lekat.

"Sebenarnya Xan tidak pernah tau siapa Ibu, seperti apa Ibu Xan, benar-benar tidak tahu. Papa tidak pernah memberi tahu seperti apa Ibu Xan, jadi Ziya lebih beruntung karena tau kemana Papanya pergi."

Alena langsung membawa Axan ke dalam pelukan hangatnya, ia tahu bagaimana rasanya kehilangan, mendengar Ziya diejek tidak memiliki Ayah membuatnya sakit hati, kini kondisi Axan tidak jauh berbeda dengan anaknya.

"Selama ini dia pasti sedih dan selalu dikerumuni banyak pertanyaan tentang Ibunya. Sungguh malang," bathin Alena.

"Aku nggak lebih beruntung dari kamu, kok. Kita sama, Xan. Aku juga nggak pernah main sama Papa. Kamu nggak sendiri." ucap Ziya.

"Kak Alex pasti punya alasan kuat sampai-sampai Axan nggak tau sama ibunya sendiri." bathin Alena, ia tidak ingin berpikir buruk tentang Pak Alex.

Mana ada seorang Ayah yang ingin melihat anaknya tumbuh tanpa sosok ibu, Pak Alex pasti memiliki alasan tertentu hingga ia memilih menyembunyikan hal-hal yang berkaitan dengan Ibu Axan. Begitulah pikir Alena.

"Hmmm daripada sedih, gimana kalau hari minggu kita liburan bareng? Nanti Xan bisa main sama Ziya seharian."

Tanpa pikir panjang Axan langsung setuju, selama ini ia hanya belajar dan belajar. Ia tidak ingin merengek pada Ayahnya, beberapa kali ia telah melihat Ayahnya kelelahan saat mencari uang untuk menafkahi dirinya, tidak tega rasanya memaksa Ayahnya harus menemaninya main. Untuk menghilangkan bosan, ia memilih bergulat dengan yang namanya belajar, hingga hal itu membuat otaknya mudah mencerna pembelajaran disekolah sebab ia sudah tahu lebih dulu. Sebagai anak kecil, ruang hatinya selalu menginginkan bermain bersama dengan teman, bermain sepuasnya dan bermain selayaknya anak seumurannya.

"Aku akan minta izin pada Papa, kalau perginya dengan Ziya dan Tante, Papa pasti memberi izin." kata Axan dengan sumringah.

"Wahhhh, kita liburan kemana, Ma?"

"Kemana aja yang kalian mau." jawab Alena.

"Ziya mau kayak yang di tv, Ma. Main ke tepi danau bawa makanan banyak. Atau main ke pantai. Nanti Ziya mau beli mainan baru buat liburan. Boleh kan???"

Alena mengangguk tanda setuju.

Sementara itu di luar rumah mobil Pak Alex berhenti tepat di halaman rumahnya, ia turun dari mobil dengan panik. Namun kepanikannya memudar saat menyadari ada mobil Alena yang terpakir didepannya.

"Ini mobil Alena. Aku tidak salah lihat, kan?"

Pak Alex langsung melangkah dengan cepat memasuki rumah, ternyata rumahnya tidak dikunci, hal ini menandakan Axan sudah ada di rumah.

"Axan!" panggil Pak Alex dengan cemas.

"Papa udah pulang!" Axan kegirangan, ia berdiri dan berlari ke ruang tamu.

Axan dan Pak Alex bertabrakan saat melewati sekat tembok, Pak Alex langsung berlutut dan melihat seluruh tubuh Axan.

Ia bernapas lega saat mendapati Axan dalam kondisi baik-baik saja.

"Kak," sapa Alena.

"Ommmm!!" Ziya langsung berlari mendekat.

"Om kira mobilnya siapa di depan, ternyata Ziya dan Mama ya."

Ziya mengangguk dengan cepat.

"Maaf aku lancang masuk tanpa izin Kak Alex." ucap Alena.

"Aku yang minta Tante mampir, Pa. Jangan marahi Tante dan Ziya." bela Axan.

"Iya, Papa tidak marah. Maaf, hari ini Papa sibuk sampai lupa menyuruh seseorang untuk menjemputmu."

"Tidak apa-apa, Xan diantar Tante."

"Alena, terima kasih sudah mengantar Axan dan menemaninya."

Alena hanya tersenyum dan mengangguk. Ia kembali melihat isi ruangan itu, ia baru menyadari di tembok ruangan ini hanya terpasang foto Axan dan Pak Alex.

Axan dan Ziya bermain di ruang keluarga, sedangkan Pak Alex dan Alena duduk di ruang tamu.

"Maaf, di rumah hanya ada ini. Aku belum sempat belanja." kata Pak Alex sembari meletakkan segelas teh hangat di meja.

"Makasih kak, aku dan anak-anak udah makan, jadi Kak Alex nggak usah repot apapun."

"Tadi aku sudah panik saat gerbang sekolah sudah ditutup, syukurlah ternyata Axan diantar kamu."

"Nggak perlu sungkan."

"Alamak, canggung banget. Ngobrol apa ya biar nggak keliatan canggungnya?" batin Alena.

"Makan tadi habis berapa?" tanya Pak Alex, Alena menggeleng.

"Nggak usah kak, toh itu kami makan bareng."

Pak Alex langsung mengeluarkan HP dan terlihat membuka aplikasi m-banking, tidak berselang lama terdengar notifikasi HP Alena, ia melihat ada sejumlah uang masuk di rekeningnya.

"Kak??"

"Nomor rekeningmu masih kusimpan, uang itu bukan ganti dari yang kamu keluarkan, tapi aku memberikannya untuk Ziya."

Alena tidak berkedip saat melihat nominal yang ia terima. Uang 10 juta termasuk uang besar baginya jika uang itu berbentuk pemberian dari orang.

"Tapi ini kebanyakan."

"Tolong diterima Alena, itu tidak seberapa kok." bujuk Pak Alex.

"Kalau gitu makasih ya, Kak. Semoga rejeki Kak Alex ditambah." ucap Alena yang akhirnya pasrah menerima.

"Aamiin."

"Hari ini kita udah ketemu dan ngobrol. Berarti besok dibatalin ya?" tanya Alena.

"Tidak, besok tetap sesuai kesepakatan." tolak Pak Alex.

"Oh, oke."

"Aneh banget, kenapa aku senang?" batin Alena.

"Oh iya, tadi ngajak Ziya sama Xan liburan hari minggu besok. Kalau Kak Alex ngizinin, aku bawa minggu besok ini."

"Apa hanya Axan yang diajak?" tanya Pak Alex.

"Ya kalau Kak Alex mau ikut boleh juga, nanti biar anak-anak yang pilih mau kemana. Aku ngikut aja."

Pak Alex tersenyum tipis.

"Aku juga ikut untuk mengawasi Axan,"

"Oke."

Setelah puas bermain, Ziya mengajak Alena pulang, rasa kantuk juga mulai menyerangnya.

"Om, Ziya sama Mama pulang dulu ya." pamit Ziya.

"Hati-hati, ya."

Ziya mengangguk, ia menggandeng tangan Alena dan melangkah pergi dari rumah Pak Alex. Setelah mobil Alena menghilang dari pandangan, Pak Alex menutup pintu rumah, sedetik kemudian ia langsung tersenyum tersipu malu.

"Papa kenapa?" tanya Axan saat melihat gelagat Ayahnya yang tidak seperti biasanya.

Pak Alex kembali bersikap seperti biasanya.

"Ehem," ia berdehem.

"Tidak apa-apa. Xan, segera mandi dan istirahat. Papa juga mau istirahat sebentar."

Pak Alex melangkah pergi meninggalkan Axan yang masih menatap heran.

"Papa aneh hari ini. Aku belum pernah melihatnya tersenyum aneh seperti itu." gumam Axan.

1
mell
udh launching blm thor
🍾⃝ ʟͩɪᷞʟͧɪᷡᴛͣ𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪🏡⃟ªʸ: Belum kakak🤗 Pertengahan Maret yaa.. terima kasih😍
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
😮
Mamah Dini11
tamat blm thor
Mamah Dini11
mana adek kecilnya, udh berapa tahun Alena bayimu sebab kakak2nya udh pd dewasa
Maulana ya_Rohman
semoga ada lanjutan nya dan gak mandek di sini😳
Maulana ya_Rohman
ini gak di bikin season 3 kah thor🤔
atau di terusin lagi gitu....😟...
gak ada extra part nya gitu😮
Maulana ya_Rohman
ini gak di bikin season 3 kah thor🤔
atau di terusin lagi gitu....😟...
gak ada extra part nya gitu😮
Siti Musyarofah
lanjut dong sesion 3
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
lho tamat/Cry//Cry//Cry/
Maulana ya_Rohman
semoga ada lanjutan nya season 3 buat Zia dan Akxan...
dan mreka bersaudara,,, semoga gak saling suka...😟
Mamah Dini11
kayak udh pd dewasa aja Ziya axan, waahh alhmdulilah alena hamil lgi anak alex selamat ya alena semoga di beri ke lancarkan lahiran nya dn ibu dn anaknya selamat.
Siti Musyarofah
umur berapa ziya dan axan thor
Maulana ya_Rohman
marathon banyak banget...
lama gak nengok NT....😅
masih di lanjut lagi thor...
bikin season 3... gede nya zia dan Axan...😩
Siti Musyarofah
lanjut thor gedenya Acan. dan zia
Mamah Dini11
dikit amat thor di tunggu lanjutan nya
Mamah Dini11
alena kalau ke banyakan itu uang, boleh bagi doong segepok aja buat betulin rumahku 🤭 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
alex alex
Mamah Dini11
ayo dina berlutut pd alena sebelum terjadi apa apa sm kmu, suami alena gk main main
Mamah Dini11
bella aja temen jahatmu dina, bkn nya si syeera matanya di colok pisau alex ya dua duanya tpiii kayak normal penglihatan nya , gk salah thor maaf 🙏
Mamah Dini11
aduuuhh makanya hati2 dina kmu itu membela teman yg salah jdinya mencelakai dirimu sendiri, lihat aja nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!