Axel Adrian, lelaki yang Arrogant. Dia Adalah seorang CEO, dosen, dan juga pembalap. 3 pekerjaan ia lakukan dalam waktu bersamaan, dan sifatnya selalu berubah-ubah tergantung profesi yang sedang dia lakukan. Hingga terkadang membuat orang bingung.
Ketampanan, harta dan semuanya mampu ia miliki, semua wanita datang berlomba-lomba memujanya. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan Seina Josepin, wanita yang sangat tangguh dan tidak pernah terpikat padanya, karena bagi Seina, Axel adalah butiran debu.
Lika-liku hubungan mereka terus berlanjut, hingga pada akhirnya, Axel mengetahui sebuah rahasia dan karena rahasia itu pula, Axel harus menikahi Seina untuk menjalankan rencananya.
Tentu saja Seina tidak mudah untuk di takhlukan. Mampukah Axel melanjutkan rencananya atau ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misterius
Mata Seina membulat saat melihat Axel yang terbaring dengan kaki yang tergantung di udara.
Ia sudah mendengar kondisi Axel, bahwa Axel mengalami patah tulang, karena tertimpa oleh besi yang ada di mobil. Namun saat ia melihatnya secara langsung, rasanya hatinya begitu ngilu. Ia sungguh takut akan disalahkan dalam kejadian kemarin, Apalagi kemarin ia melakukan pelanggaran dengan memepet mobil Axel.
“Maaf, kau siapa?” Tanya Yosita, ia berpura-pura tidak mengenal Seina. Saat mendengar suara Yosita, Seina tersadar, kemudian menatap Yosita.
“Maaf, saya Seina. Bolehkah saya menjenguk Mr Excel?’ Yosita tampak terdiam, kemudian mengangguk. “Silahkan!” kata Yosita, ia lebih memilih pergi dari ruang rawat Axel, membiarkan Axel dan Seina berdua.,
Perlahan, Seina maju ke arah brankar, kemudian ia langsung mendekat ke arah Axel. “Mister!” panggil Seina dengan ragu. Ia ingin menarik kursi dan duduk di sebelah brangkar. Tapi, ia tidak seberani itu.
Axel yang sedang memejamkan mata membuka mata, kemudian menoleh ke arah Seina. “Untuk apa kau kemari?” tanya Axel. Seina menggigit bibirnya, kemudian ia menunduk.
“Aku hanya ingin meminta maaf,” balas Seina.
“Cih, maaf kau bilang? apa kau pikir, kau bisa mengembalikan kaki ku agar menjadi baik-baik saja seperti semula. Kenapa kau melanggar peraturan. Bukankah sebagai pembalap, kau tahu apa aturan yang harus kau patuhi. Kenapa kau menyerempet mobilku. Lihat, sekarang bahkan aku tidak bisa berjalan.” Axel menggerutu dengan cepat, nadanya terdengar emosi membuat kepala Seina semakin menunduk.
“Maafkan aku," jawab Seina. Ia hanya bisa melontarkan kata maaf, dan itu membuat Axel menyeringai.
“Pergi sana! Aku tidak ingin berdebat ataupun bicara denganmu!” Axel mengusir Seina dengan sadis, membuat Seina tidak mampu bergerak sedikitpun.
“Pergi!” ucap Axel lagi, Seina mengangguk, kemudian berbalik. “Aku akan menuntutmu atas kecurangan dan kelalaian,” ucapan Axel. Seketika Seina yang sudah berbalik dan bersiap untuk keluar dari ruangan Axel kembali menoleh.
“Kau tidak bisa menuntutku, karena Itu bukan sebuah kesengajaan,” ucap Seina, Ia yang tadinya merasa bersalah, malah berbalik kesal dan menatap Axel dengan tatapan membunuh. Namun sepersekian detik, Seina tersadar lalu kembali menormalkan ekspresinya.
Axel berdecih, kemudian menatap Seina dalam-dalam. “Kau masih bilang itu bukan kesalahanmu? Apa kau tidak tahu semua area dilindungi oleh CCTV!" Balas Axel membuat Seina, menggigit bibirnya.
“Aku tidak akan menerima damai, dan kau harus menerima akibat perbuatanmu. Kakiku patah, dan aku tidak tahu kapan aku bisa berjalan. Jadi terima saja akibatnya!” lagi-lagi, Axel berucap dengan dengan sadis, seakan ia benar-benar melaporkan Seina.
Tapi tentu saja tidak, Axel tidak akan melaporkan Seina. Ia akan melakukan rencana yang jauh lebih hebat. Karena faktanya dia tidak terluka sedikitpun, dan sebenarnya Axel tidak menumpangi mobil itu, karena mobil itu dikendarai remote dan saat mobil itu terguling tidak ada siapapun di dalam mobil tersebut, dan sebenarnya semua yang ada di lapangan adalah orang-orang yang dibayar oleh Axel, bukan panitia asli.
“Pergilah, aku malas melihat wajahmu!” ucap Axel.
“Aku minta maaf.”
“Aku memaafkanmu. Tapi proses hukum akan terus berjalan, kau melakukan sebuah tindakan yang ilegal dan kau tahu bukan, bagaimana ganasnya sanksi sosial,” ucap Axel. Sungguh, saat ini Seina ingin menangis kencang-kencangnya,.bagaimana jika berita ini tersebar.
“Pergilah, sebelum aku mengamuk!" Seina pun berbalik, kemudian ia melanjutkan langkahnya untuk pergi dan keluar dari ruang rawat Axel, membuat Axel semakin mengembangkan senyumnya.
•••
Seina masuk ke dalam kamar dengan lemas, bayang-bayang ia akan dilaporkan menghantui otaknya. Tak lama, Arsen masuk ke dalam kamar mengikuti Seina, hingga Seina langsung menoleh.
Belum keterkejutannya karena ucapan Axel, ia juga harus dibuat terkejut dengan kehadiran sang ayah, dan ia yakin, sang ayah akan menceramahi dan mencecarnya.
Ini sudah dua hari berlalu semenjak kejadian itu, dan Arsen belum lagi berbicara padanya. “Daddy harus berbicara denganmu!" kata Arsen. Rasanya, Seina sudah tidak ada tenaga lagi untuk membela dirinya sendiri, Ia pun langsung mendudukan diri di sofa, sedangkan Arsen berkacak pinggang di depan Seina
“Jelaskan! apa yang kau lakukan di belakang kami!”
“Seperti yang kau lihat, Dad. Aku menjadi pembalap di belakang kalian!” jawab Seina dengan pasrah.
“Seina kau!” untuk pertama kalinya, Arsen meninggikan suaranya ia terlalu terkejut dengan apa yang Seina lakukan. Ia tidak menyangka putrinya akan mengambil keputusan sebesar ini.
“Apa Mommy Kristin dan Daddy Simon tahu?” tanya Arsen. Ia berusaha mencoba menahan emosinya.
“ Seina menggeleng. Tidak ada yang tahu, Mommy Kristin dan Daddy Simon juga belum tahu,”Seina menjawab dengan menunduk.
Kristine adalah bu kandung dari Seina, dan Simon adalah suami Krstin yang tak lain adalah papa tiri Seina.. Ya, dulu Arsen dan Kristin pernah terlibat hubungan gelap.
Arsen pernah berselingkuh dengan Kristine saat ia menikah dengan Gabby, yang tak lain adalah kakak Gisel. Namun setelah Arsen bertobat Arsen menikah dengan Gisel, yang tak lain adalah mantan adik iparnya. Namun itu hanya masa lalu, karena semua keluarga sudah bahagia.
”Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Arsen. “Kau sudah membuat keributan, bagaimana jika kau atau dia terluka, bagaimana jika kau ....” Arsen menghentikan ucapannya, ia memegang dadanya yang terasa sesak.
Dua hari ini ia benar-benar dibuat gila karena kelakuan putrinya, bagaimana mungkin bisa ia tidak mengetahui apa yang Seina lakukan.
•••
Yosita memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang jauh dari pemukiman. Ia langsung turun dari mobilnya, beberapa orang menjaga di depan langsung menghampiri Yosita.
“Apakah tidak ada yang curiga?” tanya Yosita, penjaga itu menggeleng.
“Tidak, silahkan Nona!" kata penjaga tersebut. Yosita pun masuk ke dalam rumah, kemudian ia langsung berjalan ke arah atas. Saat sampai di depan pintu, Yosita langsung membuka pintu. Hingga ia langsung melihat wanita yang sedang duduk di dn di sofa
Orang itu tampak melamun, menatap kedepan dengan tatapan kosong. Wanita itu begitu kurus dengan rambut yang acak-acakan dan terlihat seperti wanita yang mengalami gangguan jiwa.
Yosita mendudukkan dirinya di sebelah wanita itu, kemudian menolehkan wajahnya lalu tersenyum. ”Bagaimana kabarmu, maaf aku baru mengunjungimu.” Yosita mengambil jarum suntik yang ada di sakunya.
kemudian ia menyuntikkannya pada lengan wanita itu, hal yang selalu rutin ia lakukan agar wanita di sampingnya ini tidak melawan dan terus dengan kondisi seperti ini. Sedangkan wanita yang tadi disuntikkan oleh Yosita hanya bisa terdiam
Setelah menyuntikkan itu Yosita pun bangkit dari duduknya, kemudian ia melihat ke arah wanita itu, lalu berbisik .
“Putramu sangat menurut padaku, dan aku akan menjadikan putramu Alat untuk membalas dendamku!” Setelah mengatakan itu, Yosita pun meninggalkan wanita itu yang tak lain adalah ...
up nya kapan yaaa,🙏🙏