Bagai mimpi atau fantasi, Ariel terbangun dalam kebingungan dipagi hari setelah bus yang ia naiki terguling. Ia melihat cermin dan ternyata ia terbangun di tubuh orang lain bernama Cassandra Lilian, seorang putri tunggal dari keluarga kaya raya. Setelah akhirnya ia bisa hidup kembali setelah mengalami kematiannya yang pedih, sayangnya ia tak bisa lepas begitu saja dengan pria yang menyebabkan kehidupannya menjadi kacau,dan ia menemukan beberapa fakta yang mengejutkan setelah kehidupan barunya, hingga suatu hari ia kembali dihadapkan oleh dua pilihan, haruskah ia kembali dengan pria dari masalalunya atau haruskah ia bersama dengan cinta yang baru?
Selamat membaca.. semoga terhibur dengan cerita fantasi karya Diyah_ell 🙏❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Masih di dalam suasana kemeriahan pesta dikediaman Lilian.
Yuna merasakan ketidaksukaan Dari putri Jerremy terhadapnya.
"Kenapa Putri Pak Jerremy rasanya menghindari kita yaa??" ucap Yuna berbisik kepada Ken setelah Cessy terburu buru meninggalkannya.
"Apa yang kamu katakan? Mana mungkin.. ini kali pertama kita bertemu kan?"
"Benar sihh.. tapi tatapan matanya seperti...." Berhenti berbicara karena ragu ragu.
"Sudahlah.. sekarang kita nikmati pestanya, dan berusahalah akrap dengan putri Pak Je, karena jika suatu saat kita mengalami kesulitan kita bisa memanfaatkan koneksi pertemananmu, dari rumor yang beredar dia itu tidak memiliki teman, kamu pasti bisa cepat akrap dengannya"
"Entahlah.."
"Apa apaan sih pesta orang kaya benar benar melelahkan, aku bisa menahannya jika dua hama itu tidak muncul.. saat dia melihatku rasanya aku ingin mencongkel matanya" gumam Cessy sembari berjalan keluar toilet.
"Kasar sekali omongannya.. cihhh!!" gumam seorang pria yang berpapasan dengannya.
"Apa kamu bilang??!!!" berhenti dan berbalik arah mendengar gumaman pria itu.
"Apa sih??" ucapnya malasss sembari terus berjalan ke toilet.
"Ikut campur urusan orang aja deh bikin kesal"
"Hahhh.. tidak disangka seorang putri Pak je bicaranya sungguh memalukan"
"Apa urusanmu!!!!! Terserah aku lah!!! Jangan sampai aku melihatmu lagi yaa!!!!!"
"Ciihhh!!!"
"Ahhh.. menyebalkan!!" gerutunya.
"Halooo Nona Cessy.. saya Yuna yang tadi berkenalan dengan anda" ucap Yuna mendekati Cessy.
"(Ahh.. hama menyebalkan datang lagi!!) Haloo" pura pura tersenyum.
"Sepertinya kita seumuran yaa.. bisakah saya berbicara informal pada anda??"
"Yaa tentu saja"
"Ngomong ngomong apa kesibukanmu akhir akhir ini Cessy"
"(Menyebalkan sekali mendengarnya sok akrab begini) Aku hanya berdiam diri dirumah menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta"
"Sepertinya keluargamu sangat rukun dan harmonis yaa.. aku sangat iri melihatnya"
"Boleh saja iri asal jangan berlebihan"
"Ahhj.. kamu benar!! Aku sangat menyukai Cessy senang rasanya bisa mengobrol denganmu, bisakah kita menjadi teman akrab untuk ke depannya?"
"Sayang sekali aku tak tertarik memiliki teman.." ucap Cessy ketus.
"Lhooo kok putriku ngomongnya begitu, benar kata Yuna kalian itu seumuran alangkah lebih baiknya jika memiliki teman sebaya benar kan??" ucap Ibu Cessy yang tiba tiba muncul.
"Benar nyonyaaa, saya juga tidak memiki teman, kadang saya merasa sangat kesepian..bagus sekali jika Cessy bersedia menjadi temanku satu satunya, tapi sepertinya Cessy tidak menyukai saya yaa" ucapnya Yuna yang memelas.
"Ibu.. aku lelah, jantungku terus berdebar debar kencang bolehkah aku pergi ke kamar sekarang??"
"Ahh.. apa sakit sekali?? Bagaimana ini!!" ucap Sherin panik.
"Aku hanya lelah Ibu, bisakah ibu membantuku ke kamarku??"
"Tentu saja, ayo kamu istirahat sekarang.. Nona Yuna maaf yaa kami permisi dulu"
"Tidak apa apa Nyonya kesehatan Cessy yang utama!!(Aku semakin yakin kalo Cessy itu tidak menyukaiku!! Tapi apa kesalahku padanya?? Apa mungkin dia menyukai Ken?? Ahh menyebalkan!!"
.
"Sayang.. Ibu akan panggilkan dokter ya sebentar" ucap Sherin begitu membaringkan Cessy di tempat tidur.
"Tak perlu ibu.. Aku hanya kelelahan bersosialisasi dengan begitu banyak orang"
"Ahh maafkan ibumu ini yang tak memperhatikan putrinya selama pesta berlangsung"
"Ibu jangan menyalahkan diri sendiri.. ini karena aku belum terbiasa saja"
"Baiklah.. sekarang kamu istirahat saja, sebentar lagi pesta juga akan berakhir.. istirahatlah dengan nyaman" pergi setelahnya.
"Okee!!"
"Maaf ya Ibu aku terpaksa membohongimu gara gara si hama, tapi lelah ini aku nggak bohong kok!" gumam Cessy.
Keesokan harinya, setiap pagi keluarga Lilian selalu berkumpul dimeja makan, namun entah karena apa semua orang sudah tak ada ketika Cessy turun dari kamarnya.
"Bibi.. Kenapa sepi? Ayah dan Ibu mana?" tanya Cessy kepada Bibi pengurus rumah.
"Tadi pagi pagi sekali Tuan dan Nyonya pergi bersama, katanya mereka akan sarapan diluar"
"Ohh?? Nggak biasanya begitu!!"
"Sepertinya Tuan dan Nyonya pergi bermain golf, mereka mengenakan pakaian olah raga dan membawa tongkat golf"
"Ahhh begituuu.. aku sarapan dulu yaa, Bibi juga jangan telat makan" ucapnya sambil tersenyum.
"Baik Nona" meninggalkan tempat.
Ayah dan Ibu Cessy sengaja ke tempat golf bersama, hal yang tak pernah mereka lakukan, semua itu hanya untuk suatu tujuan..
"Selamat Pagi Pak Je dan Nyonya, kebetulan sekali kita bertemu disini.." ucap kolega Jerremy.
"Haloo juga.. benar yaa ini kebetulan sekali, apakah ini Putra Anda??"
"Benar, dia yang mewakili saya ke pesta syukuran anda semalam, maaf saya berhalangan hadir"
"Haloo selamat pagi Pak CEO dan Nyonyaa"
"Pagiii"
"Ahh iya tidak apa apa.. kemarin saya sudah berbincang dengan Putra Anda, dia putra yang hebat dan kompeten apalagi sifatnya sangat percaya diri dan penuh tanggung jawab, kamu pasti bangga memiliki Putra sepertinya"
"Ahahah.. Anda terlalu menyanjung Putra saya yang banyak kekurangan ini"
"Benar.. saya tak sehebat seperti yang Anda kira"
"Ngomong ngomong apa saya bisa mengundang Anda dan Putra Anda makan malam dirumah saya malam ini Pak Hernandes??" ucap Ibunya Cessy.
"Wahh.. ini suatu kehormatan bagi kami bisa makan malam dengan Anda sekeluarga"
"Maaf tapi malam ini saya tidak bisa ikut Ayah, saya sudah ada janji"
"Wahhh.. padahal saya sangat berharap Nak Winter bisa hadir untuk mengakrabkan diri dengan Putri saya, karena dari sekian banyaknya tamu pria muda yang hadir semalam, Putri saya hanya tertarik dengan Nak Winter seorang" ucap Sherin penuh kekecewaan.
"Istriku.. kenapa kamu terlalu blak blakan begini, maaf ya nak Winter.. tak apa jika sudah ada janji lain kali saja tak apa"
"Janji apa yang begitu penting Putraku??"
"Tidak penting Ayah.. saya akan mengatur janji lain waktu, saya akan ikut Ayah ke rumah Pak CEO" ucap Winter.
"Wahh.. benarkah?? Apa tidak apa apa begitu?" ucap Sherin.
"Tentu tidak apa apa" ucap Hernandes.
Winter Gill adalah pria dengan rambut rapi, tinggi, tampan dan berkaca mata, ia sangat menjunjung tinggi kesopanan, ia menyukai hal hal bersih, ia adalah seorang perfeksionis, ia juga seorang anak yang sangat patuh kepada Ayahnya itu berkat didikan keras dari Ayahnya sedari dini, ia memiliki seorang adik perempuan yang bersekolah di luar negri, Ayahnya adalah Hernandes Gill seorang pengusaha mini market yang sedang berkembang di kota tersebut. Hernandes dan Jerremy telah bekerja sama selama beberapa waktu, namun hubungan mereka tak lebih dari sekedar partner bisnis, Hernandes merasa segan untuk menolak undangan Jerremy karena Jerremy telah banyak membantu usahanya itu, Hernandes kehilangan Istrinya saat Winter berusia 10 tahun, karena penyakit kronis.
.
Setelah meraih tujuannya Jerremy dan Sherin pulang ke rumah dengan perasaan berbunga bunga, mereka memanggil perias untuk mendandani Putrinya agar terlihat lebih bersinar lagi.
Bersambung...
JANGAN LUPA TEKAN LIKE KOMEN FAVORITE VOTE Yaa 💜💜💜🙏🙏