Keyra clarinta, seorang gadis desa berumur 18 tahun. Memiliki kulit putih, wajah yang imut, dan mempunyai lesung pipi disebelah kanan membuat dirinya terlihat sangat manis. Anak tunggal dari pasangan Denis dan Sista.
Hidupnya berubah setelah kepergian kedua orang tua nya dalam sebuah kecelakaan yang tak pernah terbayang kan oleh Keyra sebelum nya. Pada saat yang bersamaan ia harus menerima sebuah pernikahan yang diwasiatkan ayah nya sebelum meninggal dunia.
Happy Reading😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yaya genza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
"uhuk.. uhuk.... uhukk. "
keyra segera mengambilkan segelas air putih.
"nih minum dulu, biar ga mati keselek" ucap nya ketus.
mata elvanno melotot mendengar kata kata keyra, tapi ia tetap mengambil minum yang diberikan oleh keyra.
"papa engga boleh gitu dong, masa aku naik angkot sih" mulai ngomel dan engga terima yang dikatakan papanya.
sedangkan papanya malah menarik bibir dan memiringkan kepala seraya mengangkat kedua bahunya.
"terserah, kalo engga mau ya buktiin sama papa, jangan sampai besok dapat nilai lima lagi" jawab papa lalu meneguk segelas air putih dan beranjak meninggalkan meja makan.
"ah iya" papa menoleh lagi, dan menatap pada elvanno.
"tiga hari lagi tristan pulang. kamu pindah ke kamarnya keyra. "
"uhuk.. uhuk.. uhuk.. " kali ini keyra yang keselek.
"mampus, mati keselek lo! " ledek nya sambil menyunggingkan senyum.
mama sibuk menahan senyum melihat interaksi antara keyra dan elvanno.
usai makan malam, keyra sibuk membereskan piring piring kotor di meja makan. tapi mama melarangnya, karena ada bik sari yang akan melakukan itu semua.
karena engga boleh bantuin, keyra memilih kembali ke kamarnya untuk belajar. seminggu lagi mereka akan ujian, tentu banyak pelajaran yang harus ia pelajari. apalagi ia beda sekolah dan kemarin satu minggu engga masuk.
keyra mulai sibuk membaca materi di buku paket. hingga ia engga sadar kalo pintu kaca yang menghadap ke balkon terbuka. elvanno masuk dan kembali menutup pintu tersebut.
"hey! " serunya saat sudah berada dibelakang keyra.
keyra nyingkat kaget, lalu menoleh kebelakang. lebih kaget lagi saat melihat lelaki tampan itu berdiri dibelakangnya.
"astaga!! ngapain kamu masuk ke kamar ku lagi? " ketus keyra dengan kesal
"ajari dong" pinta nya melas. keyra melirik kedua tangan elvanno yang tidak membawa apapun.
"ajari apa? "
"belajarlah, masa ciuman" jawab nya mendudukan pantat di tepi ranjang milik keyra.
mendengar kata ciuman, keyra kembali ingat kejadian tadi sore yang membuat bibirnya bertubrukan dengan bibir elvanno. ia langsung mengalihkan pandangan, ia kembali menatap buku yang dihadapannya. konsentrasinya seketika hilang.
"udah, ciuman yang tadi engga usah diinget inget, gue tau kok elo pasti udah lama pengennya" ujar nya sengaja jahilin keyra.
yang dijahilin pun terpancing, ia melotot ke arah elvanno dengan sangat kesal. ia menabok kaki elvanno dengan gulungan buku.
"ngomong apaan sih, tadi itu murni kecelakaan" mulutnya manyun, wajah nya menjadi cemberut, namun pipinya memerah.
elvanno menahan tawanya, ia tau jika keyra sedang malu. ia meraih kursi putar yang berada di depan meja rias, lalu duduk mepet ke samping keyra.
"belajar materi apa? " tanya nya sok akrab.
tiba tiba keyra merasa ada yang aneh. perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. dadanya berdebar engga karuan. apalagi bau shampoo elvanno yang tercium sangat wangi, bercampur dengan bau parfum ditubuhnya yang menguak memenuhi indera penciuman. ia memilih menggeser kursinya.
"jangan dekat dekat" ketusnya. elvanno kembali menyunggingkan senyumnya.
"kenapa? takut kena cium lagi? "
thukkk!
keyra memukul kepala elvanno dengan pulpen yang ada ditangannya.
"apa sih! " kembali cemberut.
tatapan elvanno tertuju pada bibir yang cemberut itu. asli, tanpa olesan lipstik ataupun lipglosh yang sering digunakan devi. sejak kapan ia jadi membanding bandingkan keyra dengan devi? ia memukul kepala nya pelan.
menatap kembali istrinya yang sudah sibuk mengerjakan mengerjakan soal latihan di buku tulis.
"suruh ngajarin kok malah belajar sendiri sih"
keyra menoleh, kembali dengan mulut manyun nya.
"kalo mau belajar bawa bukunya, mana ada orang mau belajar pakai tangan kosong gitu. kamu pikir mau belajar ngoceh? "
elvanno tersenyum mendengar omelan keyra. melihat wajah kesal keyra, malah membuatnya jadi gemes dan senang.
"iyaaa.gue ambil buku dulu" beranjak, berjalan keluar lewat pintu balkon menuju kamar nya. ia mengambil dua buah buku yang ada di rak. lalu matanya tertuju pada ponsel yang berkedip diatas tempat tidur. meraih ponsel tersebut dan melihat siapa yang menelfon, ternyata nama devi lah yang tertera.
"hallo" sapanya saat mengangkat telfon
"hallo, sayang.. kamu kemana aja sih? dari tadi aku telfonin engga diangkat? " omelan devi dengan suara cemprengnya.
"baru belajar" jawabnya singkat.
"what? belajar? tumben? "
"iya, papa engga bolehin aku bawa motor sama mobil kalo besok nilai ku ada yang merah" menghela nafas dengan pelan.
"sayang banget, padahal aku pengen ngajakin kamu main ke club nya acha. ezhi ngerayain hari jadiannya sama garry disana".
mata elvanno berbinar, cukup tertarik untuk hal di keramaian. apalagi akan ketemu sama devi. kekesihnya yang selalu berdandan cantik dan modis.
"aku usahain deh, jam berapa? " terdengar tawa riang dari devi.
"jam delapan beib, aku tunggu ya.. love you baby"
"love you too". telfon berakhir. meletakkan kembali kedua buku yang sudah berada ditangannya. lalu ganti baju. menyemprotkan parfum keseluruh tubuh, memasukkan dompet ke saku celana, dan ngambil kunci mobil.
papa dan mama yang duduk di sofa depan tv hanya geleng kepala saat melihat anak bungsunya berjalan keluar rumah sambil bersenandung.
"papa engga tegur elvanno? "
"biarin aja ma, kita lihat aja besok, biar dia tau rasa pergi sekolah naik angkot. engga dikasih uang jajan" jawab papa bersedekap dengan santai.
"papa yakin mau menghukum elvanno seperti itu? "
"ma, tabrakan di bogor itu udah kesalahan fatal loh, beruntung keluarga pak denis engga menuntut elvanno. bahkan keyra sangat menghormati kita. elvanno memang harus dikasih pelajaran. apa bagusnya gadis yang dipacari elvanno itu. bisanya cuma ngabisin duit terus".
mama lebih memilih diam, karena yang disampaikan papa itu memang benar.
tangan putih mulus itu melingkar di lengan elvanno. hampir semua mata tertuju kepada dua manusia yang berstatus sepasang kekasih ini . gadis cantik dengan tubuh yang seksi. dress diatas lutut tanpa lengan dan cukup memperlihatkan dadanya yang menonjol. bibir merah menyala dan rambut yang dibiarkan terurai itu sangat mempesona.
elvanno tetap stay cool. berjalan mengikuti devi yang menyeret tangannya. menyalami ezhi, sahabat sekaligus teman sekelas. lalu beralih pada garry, cowok kelas dua belas yang berasal dari sekolah tetangga. dia menatap tajam ke arah elvanno, kelihatan kurang suka dengan kehadirannya. devi yang menyadari itu segera menarik tangan elvanno untuk menjauhi kumpulan mereka.
mengajak duduk di sofa yang melingkar, disanajuga ada acha dan beberapa pria lainnya, teman kelas dua belas semua. elvanno sedikit menyunggingkan senyum dan memilih duduk sambil mengeluarkan ponselnya.
"beib, aku ke toilet bentar ya" bisik devi.
elvanno hanya ngangguk dengan senyum manis.
"kalo kamu mau pesan minum, pesan dulu aja"
"iya sayang, entar aku pesan. jangan lama lama yaa" pinta nya dengan senyum manis.
devi langsung mengecup pipi elvanno dengan lembut. ia selalu gemas saat melihat senyum manis elvanno.
"iya".
elvanno kembali menatap layar ponselnya. ada pesan masuk dari nomor tak dikenalnya.
_Happy Reading😘_
sukses
semangat
mksh
𝗸𝗼𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝘆𝗮 𝗮𝗻𝗲𝗵