NovelToon NovelToon
ISTRI STATUS

ISTRI STATUS

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: sha21

Ina gadis yang di nikahi tanpa tahu alasan pernikahan itu.

Bukan pernikahan sewajarnya yang diberikan sang suami, namun sikap acuh dan sombong bahkan tak tersentuh. Ina baru tahu jika dia memang istri pria itu tapi wanita lainlah yang menjadi pemilik singgasana hati suaminya.

Sanggupkah dia memperjuangkan statusnya?.

SESSION 2

Maurie gadis cantik yang dinikahi karena sesuatu dendam yang tak dia ketahui. Dia dijebak menjadi istri seorang lelaki, Deon.

Sementara cinta sejati juga akan menghampiri Maurie, lelaki yang tulus, baik sebaik seorang Ardi yang dikhianati gadis tercintanya di depan matanya sendiri.

Akankah takdir menyatukan Ardi dan Maurie?

Atau kah mereka terikat ditempat masing masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sha21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS chapter 09

Ina masih menikmati kebersamaannya dengan sahabat barunya Lila, ya tepatnya tadi pagi Lila sedang berada di perpustakaan kampus untuk membaca buku, namun Jodi si preman kampus menyenggol lengan Lila. Alhasil tubuh Lila menabrak Ina dan mereka sama sama terjatuh.

"Maaf"

Seorang gadis dengan kaca mata tebal, jeans biru, juga kemeja kotak kotak pink yang kontras dengan kulit sawo matangnya.

"Lila"

Sembari tersenyum gadis berkaca mata itu memperkenalkan namanya.

"Maaf, aku membuat mu terjatuh"

Lila mengulurkan tangannya dan Ina menyambutnya dengan senyuman.

Seorang gadis dengan perawakan yang lebih gempal dan pendek mendekat.

"Hei, kita sama sama maha siswa baru ya, kenalkan nama ku, Lira"

"aku Ina"

"Lila ini teman ku sejak sekolah menengah atas"

Ucap nya, tampak ceria berbeda dengan gadis betkaca mata itu.

"Salam kenal"

LILA AMARTA HENDRAWAN dan LIRA LUSITA ERAWAN mereka sepupu dan sejak kecil selalu bersama, tanpa terasa mereka bercanda dan membahas ospek hari ini sampai hari sore.

"Wah sepertinya sudah sore, Ina"

Ucap Lira.

"APA!!"

Kedua teman baru Ina sampai kaget, karena teriakannya.

"Kalau begitu, aku pamit ya duluan pulang"

Ina dengan segera beranjak dan buru buru mengemasi buku bukunya.

"Hei Ina, kita pulang bareng saja bagaimana?"

Lira berteriak, namun Ina sudah menghilang. Lila hanya menggelengkan kepalanya saja.

Perpustakaan dengan halaman kampus sangat jauh, hampir setengah jam Ina berjalan.

"Ina buru buru sekali?"

Namun Ina seperti acuh melewati Irham, Ihsan dan Ilham, entah sengaja atau tidak Irham menarik tangan Ina. Sang empunya tangan menengok.

"Ada apa ya?"

Namun bukan Irham yang menjawab tapi si tengil Ilham.

"Irham menyapa mu, tapi kau acuh dan terkesan sombong"

Ucap Ihsan, melirik Irham yang acuh lebih tepat nya jengkel.

"Maaf saya sedang buru buru, ada urusan penting"

Ucap Ina tak ingin nerurusan dengan geng tenar kampus nya.

"Sepenting apa sih urusan lo, cewek?"

Melihat Ihsan naik pitam dan masih mencekal lengan Ina, Ilham segera menengahi.

"Bro, mungkin benar doi buru buru, sudahlah, ayo"

Ucap Ilham.

"Hah"

Irham segera melangkah, Ihsan melepaskan cekalan tangannya. Mereka bergegas menuju ruang dekan.

"Dia itu cewe guys"

Ujar Ilham mengejar kedua temannya.

"Tapi dia sangat sombong, Ham!"

Ucap Ihsan.

"Wajar San, dia telah bersuami dan pantas dia terburu buru"

Irham menghentikan langkahnya, untung saja Ilham bisa mengerem mendadak. Sedangkan Ihsan tergulir ke tanah.

"Ngerem gak bilang bilang Ha?"

Irham hanya melihat Ilham sebentar.

"Jadi Ina sudah bersuami?"

Malah membahas gadis acuh itu tanpa peduli temannya.

"Wah parah nih, temen kita kejedot dimana Ham?"

Ihsan gemas pada temannya yang satu ini, Ilham hanya tersenyum.

Ilham hanya menggedigkan bahunya. Ilham menjelaskan pada Irham tentang status Ina.

'Apa iya, pada hal aku menyukai gadis itu'

Monolog Irham.

Mereka berjalan bersama menuju ruang dekan.

Revan dan asistennya dari rumah mewah itu meluncur ke universitas yang di tunjukkan pak Wisnu, tidak pak Wisnu beri tahu pun Revan sudah hapal kegiatan istri belianya.

Dengan terburu buru dan sambil berlari kecil Ina baru keluar dari gedung kampusnya menuju pelataran, dia tersentak dengan sosok tinggi menjulang yang tepat bertengger di depan gerbang kampusnya.

'Apa aku tidak salah lihat, itu tuan kejam itu, kenapa dia bisa tahu kalau aku melanjutkan study disini'

Dengan langkah sepelan mungkin Ina berjalan, ya niatnya memang akan kabur.

"Silahkan nyonya, anda masuk!"

Ina dengan gemetar menuju mobil, sementara sosok tinggi itu mengikutinya dari belakang. Mobil melaju hingga sampai di rumah mewah berlantai 3.

Revan berjalan lebih dulu, menengok ke belakang.

"Cepatlah, aku sudah gerah mau mandi"

Dengan cepat Ina berlari, menyiapkan keperluan mandi Revan. Ina menunggu Revan masuk.

klek.

"Kenapa kau masih disini, mandilah di kamar mu"

Dengan segera Ina berlari ke kamarnya, meski waktu itu Revan menyuruhnya pindah, namun Ina masih tinggal di kamarnya. Revan berendam di bath up kesayangannya dan aroma kesukaannya.

'Berendam di rumah ini memang menyenangkan'

Revan memejamkan matanya.

"Apa aku harus meminta maaf padanya, pada gadis itu, tidak...tidak aku pasti sudah gila"

Ina sudah selesai dengan ritual mandinya dan dia ikut menata makanan di meja makan. Langkah Revan terdengar menuruni tangga dan Ina melihat Revan memakai pakaian casual, dengan kaos hitam v neck dan celana pendek selutut begitu fresh. Tak dipungkiri Revan sangat tampan lagi muda bahkan tak terlihat dia sudah kepala 3. Jika mereka berjalan bersama seperti sepasang kekasih.

"Apa kau sudah menyelesaikan acara menatap mu"

Ina menunduk, dan kembali menata makanan di atas meja.

Revan duduk di kursi meja makannya. Ina membuka piring untuk dirinya sendiri. Dan hendak menyendok nasi untuk dirinya sendiri.

"Apa begini cara mu makan?"

Revan bertanya pada istri sah nya yang mentap dirinya dengan heran.

"Kenapa tuan?"

Ina bertanya dengan herannya.

"Aku suami mu, kau seharusnya mengambilkan makanan untuk ku!"

Ucap Revan dengan meninggikan suaranya, hingga para pelayan menunduk.

'Biasanya dia ambil sendiri'

Monolog Ina dalam hati, Ina terdiam.

"Maaf"

Dengan lirih Ina berucap, seraya menunduk.

Ina hendak meraih piring dihadapan Revan, namun tangan Ina ditepisnya.

"Sudahlah, aku bisa mengambilnya sendiri"

Ina memperhatikan cara makan dan kebiasaan Revan.

Mereka memakan makanannya dalam diam. Selesai sesi makan malam Revan ke ruang keluarga.

"Tuan, ada asisten Bagas di luar"

Ucap bik Lasmi.

"Suruh masuk"

Bik Lasmi mempersilahkan asisten tuannya itu untuk masuk.

"Selamat malam bos"

asisten Bagas sudah berdiri dibelakang tuannya.

"Hem, cepat ada apa?

"Begini......."

Asistennya Bagas melaporkan keadaan kediaman Revan, yang di diami Vina juga anak anaknya.

"Baiklah"

Bagas berlalu kembali ke kediamannya.

"Aku............."

Ina melihat sekeliling, nyatanya sudah tidak ada orang yang ada disana.

"Siapa yang kau cari?"

Tuan arogan nya itu sedang membaca koran hari ini.

"Tadi bukankah ada tamu?"

Meletakkan teh hangat dan cemilan di atas meja.

"Apa aku juga bukan manusia sehingga tidak pantas kau beri minum?"

Revan melihat istrinya, melihat mata itu yang selalu menggelayuti otaknya. Ina menggelengkan kepalanya.

"Bukan"

Lirih Ina.

"APA!!?"

Ina tersentak kaget.

"Aku tidak mengatakan apa pun"

Jawab Ina.

"Lalu kapan kau meminta ijin melanjutkan study mu"

Revan menatap Ina dengan intens. Ina tersentak kaget dari mana suami nya mengetahui masalah kuliahnya ini.

"Maaf"

Ina menunduk tak berdaya.

"Kau tahu jika kau salah?"

Ina mengangguk.

"Kenapa kau lakukan?"

"Aku hanya ingin meraih cita cita ku"

"Kau istri ku, tugas mu di rumah meskipun aku jarang mengunjungi mu"

"Maaf"

"Berhentilah, jalankan tugas mu yang seharusnya"

"Tuan"

"Tidak ada bantahan, karena aku tidak suka pembangkang"

Ina terdiam haruskah dia berhenti, sementara ini dia sudah menyukai semuanya.

'Bagaimana ini?'

Ina tidak bisa tidur, dia sangat menginginkan cita citanya terwujud.

Pagi hari Ina sudah menyiapkan sarapan kesukaan suaminya.

Sreekk.

Kursi di tarik pemiliknya, Ina tersenyum.

"Selamat pagi tuan"

Revan melihat sekilas, bayangan itu pun ada. Bayangan gadis kecil tersenyum manis.

"Hem, cepat ambilkan sarapan ku"

Dengan cepat Ina mengambilkannya, Revan memakan dengan terburu.

"Tuan dasi mu"

Revan menyamakan tingginya, dan Ina memasangkan dasinya.

"Tuan bolehkah aku......."

CUP

"Lakukan sesuka mu"

Ina terdiam, saat Revan mengecup keningnya dan mengelus pucuk kepalanya. Dengan senang Ina masuk ke dalam dia pikir Revan menyetujui permintaannya.

Revan sangat sibuk, setiap asisten Bagas melaporkan kegiatan Ina, Revan selalu skip. Revan kira selama 5 bulan ini, Ina sudah berhenti kuliah dan menuruti ucapannya.

"Tuan"

"Hem, kenapa kau tersenyum"

"Selamat tuan, nona mendapat nilai terbaik di kampusnya"

Praaaannggg......

Revan begitu terkejut, apa kata asistennya kampus nilai terbaik apa maksudnya. Bagas terkejut gelas kopi kesayangan tuannya itu sudah tidak berbentuk bercampur dengan cairan hitam pekat yang masih mengepul. Bagas menundukkan kepala, sepertinya dia melakukan kesalahan fatal hingga bola mata tuannya menatap tajam ke arahnya.

"Apa yang baru saja ku dengar?"

Bagas masih tertunduk kepalanya.

"Jawab Gas"

"Maaf, tuan"

"Apa yang baru saja kau sampaikan tadi kampus, nilai tertinggi, siapa maksud mu?"

"Nona tuan"

"Apa dia masih pergi ke kampus, masih kuliah disana hem?"

"Benar, tuan"

Bugh

Braaakk

Tinju dan tumpukan berkas melayang ke muka Bagas, perih memang tapi karena kelalaiannya itulah, dia mendapatkan amukan.

"Awasi terus, malam ini kita ke rumah bunga"

Ya sejak dulu, Revan menyebut rumah yang di tempati Ina dengan RUMAH BUNGA. Karena setiap sudut di tanami bermacam bunga.

"Baik tuan"

Meski banyak pekerjaan, namun jam 5 sore Revan pulang ke rumah bunganya. Mobil terparkir di halaman.

"Tuan sudah pulang?"

"Hem"

Bu Lina kembali melanjutkan menyapu halaman.

"Suruh nona siapkan air mandi ku"

Bu Lina mengejar tuannya.

"Nona belum pulang tuan"

"APA!!!!?"

BERSAMBUNG

1
Loisa Marbun
duhh..
efek'y bikin gw naek darah turun perut y thorrr ...
Yuly Yanty
maaf ya Thor,cerita nya makin jauh makin gak jelas alur x.bingung baca nya.tapi walau pun begitu tetap semangat berkarya nya..
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
emang s ina gaj sedih ada anak kecil meninggal walaupun bukan dia yg bunuh tp apa gak ada rasa iba malah oenegn d ajak makan
Yulianti Bastaman
kog satu geng,bsa dpt jodoh bersaudra sch thor...
Yulianti Bastaman
kog tmbh bnyk aja sch thor pengganggu para suami2 hebat ini...
Yulianti Bastaman
akhrnya crta ya nyambung thor.gk geje lg...
Yulianti Bastaman
iya ncj kog bsa gk nyambung sch thor alur cerita yaa...
Yulianti Bastaman
istri siri ya revan super licik n jht abs sch thor
Yulianti Bastaman
kog crta ya melow abs spt ya thor...
Hartati Asti
ceritanya seru sangat suka cuma kadang beberapa adegan itu berlalu baru di ulas kembali.
Wawa Ucung
aku suka
Kartikayani Kirono Prapti
revan bego
𝕽𝖆𝖎𝖓𝖎
bibi pelayan jahara ngatain tuan nya macan 🤣🤣
𝕽𝖆𝖎𝖓𝖎
harus itu biar matang emosinya juga
🍾⃝ͩɴᷞᴏͧ:ɴᷠᴀͣᴍᴇ<ᏇᏋᎧᏇ>
semuga tu rumah penghuni baik2 aja ,,,
🍾⃝ͩɴᷞᴏͧ:ɴᷠᴀͣᴍᴇ<ᏇᏋᎧᏇ>
masih awal Baca jadi belum bisa komen yg lebih
lovely
terlalu lemahhh tokoh ceweknya mau aja di tindas lebih parahnya lagi mau di poligami
☠Anjani 🌺
Ayo pepet Hen...hehehehe
☠Anjani 🌺
AKU MAMPIR LAGI THOR...
Rospita Andayani Rospita
lanjuuuuuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!