NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Memotong Kepala Ikan

Sheza hanya bisa mematung di tempatnya, ketika pintu rumahnya terbuka lebar, dan Vins serta anak buahnya memasukkan semua furniture baru ke dalam rumah.

Tapi ketika Jendra mendekatinya, dia sungguh tak tahan ingin bicara.

"Bos, kamu mau pindahan ke rumah ini ya? dengar ya, ini tuh rumah yang aku beli dengan hasil kerja kerasku, tanpa uang dari ayahku sepeserpun. Jangan harap kamu..."

Ketika jari telunjuk Sheza itu menunjuk ke arah Jendra. Pria itu malah melahap jari telunjuk Sheza dengan mulutnya.

Bahu Sheza sampai naik tinggi. Siapa juga yang masih bisa tenang kalau ada yang melakukan hal seperti itu.

"Kamu...!"

Sheza menarik kuat hari telunjuknya.

"Lagipula siapa yang mau ambil rumah ini darimu, aku hanya mau tinggal disini sampai sembuh. Kalau kamu tidur di sofa, aku tidak tega. Kamu bisa tidur di kamar tamu mulai nanti malam!"

Pandangan mata Sheza sedikit melembut. Dia terlalu over thinking tadi. Padahal sepertinya pria di depannya itu cukup baik.

"Baiklah, nanti kalau kamu sudah pergi. Bawa saja semua barang-barang itu!"

"Kapan aku bilang akan pergi!" sela Jendra.

"Heh, tadi kan..."

Ucapan Sheza terjeda, karena ponselnya berdering. Dan yang menghubunginya adalah salah satu teman yang dulu pernah kerja dengannya di minimarket.

"Halo, Nina...!"

[Sheza, katamu sedang cari pekerjaan. Di minimarket ada lowongan! mau?]

Mata Sheza melebar. Dia rasa tidak masalah juga, untuk sementara sampai lamaran kerjanya di perusahaan lain di terima.

"Mau, dimana? kapan? kirimkan alamatnya padaku!"

[Baiklah, di Kenz Mart. Siang ini kamu bisa langsung kerja di shift sore]

"Oh oke oke, aku akan pergi ke sana sekarang. Kenz Mart ya? oke!"

Panggilan telepon itu terputus.

"Aku dapat pekerjaan, jadi aku tidak akan berdebat denganmu. Aku mau masuk kamar, kamu jangan begini masuk ya. Nanti malam aku akan pindahkan bajuku ke kamar tamu kalau sudah pulang kerja!"

Sheza segera pergi ke kamarnya untuk ganti baju. Jendra yang mendengar itu tentu saja segera melambaikan tangan pada Vins.

"Ya, tuan!"

"Dia akan bekerja di minimarket Kenz Mart. Cari tahu di cabang mana..."

"Apa tuan ingin aku memberikan jabatan yang bagus?" tanya Vins.

"Kenapa harus di beri jabatan bagus. Buat dia jera, kalau dia bekerja siapa yang menemaniku!"

Vins cukup terkejut. Dia pikir, karena semua minimarket yang jumlahnya ratusan outlet itu adalah milik bosnya. Bosnya akan memberikan jabatan yang bagus untuk Sheza. Ternyata malah harus dibuat tidak betah bekerja.

"Baik tuan!"

"Tapi jangan terlalu kejam, jangan sampai melukainya!"

"Baik!"

**

Sheza sudah sampai di minimarket. Dan pekerjaan yang diberikan kepadanya adalah menjadi tukang potong kepala ikan.

Sheza menelan salivanya dengan sulit. Dia belum pernah melakukan pekerjaan seperti itu. Tapi, kalau dia langsung menyerah, bukankah artinya dia mengecewakan Nina.

Manager minimarket yang sebelumnya sudah di briefing oleh Vins. Terlihat memelintir kumisnya yang sudah seperti patil ikan lele.

"Bagaimana? bisa tidak kamu melakukan pekerjaan ini? jika tidak bisa, mengundurkan diri saja, belum terlambat!"

Sheza menghela nafas panjang. Dia sungguh tidak boleh menyerah untuk saat ini. Kenapa dia harus menyerah? hanya memotong kepala ikan saja kan? apa sulitnya?

"Tenang saja pak manager, ini urusan sepele. Ini pekerjaan kecil!" kata Sheza berusaha meyakinkan manager itu.

"Kalau begitu buktikan!" kata si manager.

Sheza mengambil pisau besar yang ada di atas talenan. Lalu mengangkatnya tinggi. Ikan yang tak berdosa sudah ada di atas talenan. Ikan segar yang subuh tadi baru dikirim oleh nelayan yang baru kembali melaut.

Ikan dengan ukuran sedang, mungkin beratnya sekitar 700 gram. Sisiknya tak terlalu kentara, tapi ada. Dan matanya masih terlihat begitu fresh.

"Cepat!"

Sheza kembali menelan salivanya. Seumur-umur, mana pernah dia memotong ikan. Dulu pernah kerja di minimarket pun menjadi kasir. Dia sebenarnya mulai kehilangan percaya dirinya yang tadi begitu besar.

"Ayo cepat!" desak manager minimarket.

"Agkkkkk!"

Brakkk

Semua orang menjauh dari meja itu. Mata semua orang yang hendak menyaksikan eksekusi yang dilakukan oleh Sheza pada ikan kerapu yang ada di depannya terbelalak lebar.

Manager minimarket sampai langsung berteriak.

"Kamu di pecat!" pekiknya.

Sheza segera meletakkan pisau besar itu dan melepaskan apron yang dia pakai.

"Pak manager, anda tidak apa-apa?" tanya salah satu karyawan sambil menyeka cairan mereka yang muncrat banyak di wajah manager minimarket.

Sementara Sheza, dia langsung meraih tasnya dan kabur saja dari sana. Begitu sudah agak jauh, Sheza menghentikan larinya.

"Huh, belum juga di terima, sudah di pecat. Kenapa sulit sekali mencari pekerjaan kalau tidak ada koneksi! benar-benar menyebalkan!" gerutunya sambil terus berjalan meninggalkan tempat itu.

Setelah berjalan cukup lama. Sheza baru menyadari kalau sejak tadi ada sebuah mobil yang berjalan pelan di sampingnya.

Sheza berhenti dan melihat ke arah mobil mewah itu. Maybach, bukankah bisa di bilang itu mobil yang sangat mewah. Diantara para orang kaya, yang punya juga hanya segelintir saja.

Dan begitu Sheza menoleh, kaca jendela mobil itu terbuka.

Mulut Sheza terbuka sedikit, tapi langsung mendengus kesal.

"Katamu berdiri saja lemas, ini malah jalan-jalan!" protes Sheza begitu dia melihat Jendra yang ada di dalam mobil.

"Vins, buka pintu untuk nyonya!"

Mata Sheza melebar lagi.

'Nyonya?' batinnya bingung.

Vins yang ada di kursi pengemudi, turun dari dalam mobil. Lalu membuka pintu mobil untuk Sheza.

"Silahkan nyonya!"

"Siapa nyonya mu?" tanya Sheza acuh.

"Masuklah, ini sudah sore. Kamu tidak lapar?" tanya Jendra.

Sheza pun masuk ke dalam mobil Jendra.

"Mau makan dimana?" tanya Jendra.

"Kamu ini pengangguran yang banyak sekali uangnya ya?" tanya Sheza.

"Aku baru merampok, tinggal bilang saja mau makan dimana!"

Sheza mendengus pelan. Mana ada perampok yang mengaku dirinya perampok.

"Perampok? siapa yang akan percaya, memangnya ada perampok punya wajah tam..." Sheza menjeda ucapannya.

"Tam...?" tanya Jendra mengulang ucapan Sheza yang terjeda.

"Tidak ada, makan dimana saja boleh. Aku sudah lapar sekali!" kata Sheza mengalihkan perhatian Jendra.

"Vins, ke restoran koki Michelin!"

Sheza lagi-lagi di buat terperanjat kaget. Tapi dia senang. Kapan lagi makan enak gratis. Entah kenapa, tapi Sheza sama sekali tidak merasa curiga. Dia merasa aman, kalau bersama dengan Jendra.

Sementara mobil mewah itu perlahan berjalan. Seseorang tengah memperhatikan dari jauh. Dan langsung menghubungi seseorang.

"Tuan, aku sudah menemui nona Sheza. Dia masuk ke dalam mobil mewah seseorang!"

[Lalu apa yang kamu lakukan? ikuti dia!]

"Baik tuan!"

***

Bersambung...

1
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela si pelacur murahan itu daripada Sheza, yang merupakan putri kandungnya. Jendra jangan terlalu lemah, bunuh saja kedua orang tua yang ga tahu diri ini, sekalian Karen juga dibunuh saja
Noer: marahin aja kak, aku dukung
total 1 replies
Allea
knp ga sekalian minta tandatangan diatas materai minta putus hubungan keluarga aja🤭
Noer: aduh, ngeri gak tuh
total 1 replies
Sekar
greget banget sumpah pengin tak 🤛🤛
Noer: tonjok aja kak, aku dukung
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela pelacur murahan yang ga tahu diri itu, daripada membela anak kandungnya sendiri
Kedan Bawel 🍒
Hal yg paling menyakitkan adalah ketika orang tua mengesampingkan kepentingan anak sendiri, demi kepentingan anak orang lain..
Lebih merasa gak enakan seolah-olah punya hutang budi, dan memperlakukan anak sendiri bagai orang lain..
Denial dengan ucapan anak sendiri, dan lebih percaya dengan omongan orang lain.. 🤦🏻‍♀️
Kedan Bawel 🍒: Lalu, bagaimana dengan kisah selanjutnya..?
Apakah Sheza akan memaafkan & membebaskan nya..?
Apakah ortu Sheza benar² minta maaf, atau justru hanya karena ingin Karen dibebaskan dari sel tahanan nya..?
Peluang jatuh miskin sudah pasti besar tuh bagi keluarga Hadiwinata..
Secara saham² perusahaan sudah dalam kendali Ayank Jendra, dan Sheza sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan ayahnya..
Jika Karen bebas, masih mau kah Karen hidup bersama mereka berdua..?
Secara Karen hanya ingin hidup glamor layaknya anak orang kaya..
Namun jika keadaan berubah, aku yakin Karen akan menunjukkan sifat aslinya pada orang tua Sheza.. 🤭
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bener² baik apa bener² bodoh Sheza 🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga bohong sekali 🤣🤣🤣
ditendang sambil duduk katanya 😂😂
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenal gak kamu Pras Nella sama Sheza Hadiwinata 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Astaga dasar orang tua tidak peka, clue aja dah jelas sekali 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Bella🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Sheza gurunya 🤔
vj'z tri
😅😅😅😅😅 cuma tendang terus mental cuma yaaa😅😅😅
vj'z tri
guru tadi 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
uang 🤧🤧🤧🤧🤧
Sekar
lanjut thor💪💪
yula
💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪
Noer: semangat
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Lagi bayangin wanita pegulat dengan berat 100kg, ada 2 orang pulak jadi 200kg.. Jika Karen kena SmackDown, dalam sekali bantingan apa tak langsung game over dari dunia halu..? 🤣🤣
Sedangkan aku aja pernah ketimpa paksu sewaktu masih berat 88kg, mataku melotot seperti mau keluar.. Astaghfirullah..🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Gepeng lah Kak.. 🤣
total 3 replies
Kedan Bawel 🍒
Setidaknya jika kau meragukan anakmu Sheza, kau tak perlu mempercayai sepenuhnya ucapan Karen & menelan nya mentah² dong Nella..
Kau orang tua nya..
Kau ibunya, yg seharusnya lebih paham akan karakter anaknya..
Seharusnya kau mencari tau sendiri dulu yg sebenarnya..
Kau bisa menghubungi nya, tanpa harus berkoar-koar dulu dengan siapa²..
Bahkan dengan Karen pun, kau harus menyimpan rahasia & fakta..
Agar kesalahan pahaman yg terjadi ketemu jawabannya..
Agar kau bisa melihat sendiri seperti apa Karen & seperti apa Sheza..
Namun kau berbeda, kau justru memilih buta untuk mencari fakta..
Kini sesal mu pun tiada guna..
Kau pun telah kehilangan putri terbaik mu, dan menantu terkaya..
Rasakan kurma pahit buat kalian semua..
Untuk kau Pras, Karen, dan Nella..
Dan kau Pras, saham mu pada perusahaan akan menyusul kejatuhannya..😏
Kedan Bawel 🍒: Orang tuanya lebih mementingkan ambisi drpd keinginan anak nya sendiri..
total 2 replies
Kedan Bawel 🍒
Kenapa kau terkejut Karen..?
Bukan kah kau benar² wanita licik & menjijikkan, benar kan..? 🤣🤣
Gak usah merasa jd wanita terzolimi kau sebagai perempuan..
Sebab hanya hati yg kotor, yg hanya melihat mu yg jd korban..
Mereka yg bisa melihat wujud asli mu, pasti tau bahwa kelakuan mu bagai setan..
Memanipulasi, menghasut, bahkan tega playing victim asal terwujud keinginan..
Kau menghalalkan segala cara untuk mencari simpatisan..
Agar terlihat seperti anak baik, padahal akhlaknya bagai siluman.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Kodok brewok dia mahh.. 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!