NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Mereka semua dibawa kerumah Pak Rt, begitu juga para warga yang berbodong-bondong mengikuti dari arah belakang. 

Pak Gatot maju duluan mengetok rumah Pak RT. 

TOK...

TOK...

TOK..

" PAK RT! SAMPEAN DIRUMAH KAN! BUKA PINTU SEKARANG." 

Beberapa kali diketok, dan juga tak luput para warga memanggil nama Pak Rt dan juga Bu Rt.

" PAK RT! BU RT! " 

" ASSALAMUALAIKUM!" 

BRAK...

" Ada apa ini kenapa ramai-ramai sekali kerumah saya?" tanya Pak Iwan gelagapan lelaki tua itu hanya mengenakan kaos oblong dan sarung yang masih melekat. 

" Begini Pak, bisa kita masuk dulu membicarakan nya." ucap Pak Roslan merasa tidak enak jika harus dibahas diluar. 

" Oh iya-iya silahkan, dan untuk ibu dan bapak yang lain silahkan menunggu diluar saja. Yang besangkutan saja yang boleh masuk." tegas Pak Roslan lagi.

Beberapa orang mengcibikkan bibir mereka melihat tingkah keluarga Roslan. 

Semuanya sudah duduk di lantai kayu berlapiskan karpet. 

" Ada yang bisa jelaskan ini Pak Roslan ada apa? kenapa Pak Agam juga ada disini?" tanya Pak Iwan. 

Roslan terdiam sejenak, ia berdehem pelan dan mulai membuka suaranya. " begini Pak..." ucap Pak Roslan menjeda nya dan mulai menceritakan semuanya.

" Astagfirullah! beneran kejadian nya seperti itu?" tanya Pak Iwan menoleh ke arah Delina dan juga Agam yang duduk berseberangan. 

" Nggak Pak RT! kami tidak melakukan yang dituduhkan warga." bantah Delina serius.

" Jadi bagaimana ini pak RT? kita nikah saja mereka! " ucap Pak Gatot yang ikut masuk beralasan sebagai saksi mata. 

" Memang begitu kejadian nya Mang Mamat?" tanya Pak Iwan lagi. 

" Yang saya lihat sepert itu Pak RT." jelas Mang Mamat. 

" Tidak usah beralasan lagi! nikah kan saja mereka Pak Rt! " 

" Bener tuh Pak Rt! kampung kita sudah tercemar gara-gara mereka! nanti semakn banyak anak-anak muda yang bakalan ngelakuin hal tak senonoh seperti itu jika tidak diambil tidakan." 

" Iya! tidak usah dipikirkan lagi! cepat panggil penghulunya!" 

Beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu semakin memojokkan keluarga Pak Roslan, sedangkan pria itu hanya bisa memejamkan matanya tentunya menahan amarah dan malu. berbeda dengan Delina yang masih menangis dalam dekapan sang ibu. 

" Saya siap menikah dengan Delina Pak Rt." ucap Agam setelah sekian lama lelaki itu berdiam diri akhrinya membuka suara. 

DEG...

Delina menolehkan kepalanya menatap Agam dengan nanar. 

" Tuh! Si pelaku sudah mengaku, Gas aja pak Rt. Biar saya panggilkan Pak penghulu dulu." ucap Pak Gatot degnan semangat nya ia langsung pergi begitu saja. 

" Mamak! aku gak mau,hiks..." tangis Delina semakin memeluk erat Mak Nurlela. 

" Kamu yakin ingin menikah dengan anak saya?" tanya Pak Roslan lagi. 

Agam dan Pak Roslan saling memandang seolah-olah ada pergelutan batin diantara mereka. dan dari tatapan pria setengah baya itu seperti menaruh harapan besar kepada lelaki yang lebih muda dihadapannya. 

" Saya siap Pak." jawab Agam yakin. 

Tidak butuh waktu lama terdengar suara dari arah luar.

" Assalamualaikum, katanya ada yang mau dinikahkan?" ucap Pak penghulu yang baru saja datang. 

" Iya, disini calon nya..." ucap Pak Rt mempersilahkan pak penghulu duduk. 

Para warga yang ada diluar, berbondong-bondong ingin masuk kedalam... tapi dicegah Pak Rt. 

" PULANG! KALIAN SEMUA PULANG! YANG BERSANGKUTAN SAJA YANG MASUK! " teriak Pak Rt mengusir semuanya. 

" Kita mau lhat kali Pak RT!" dengus ibu-ibu disana. 

" TIDAK BOLEH! BUBAR-BUBAR, INI BUKAN ACARA UJI NYALI! " usir Aldo membantu Pak Rt. 

Akhirnya rombongna ibu-ibu dan bapak-bapak tadi membubarkna diri kini rumah Pak Rt tampak lebih tenang hany amenyisakan keluarga Pak Roslan, Aldo dan keluarga Pak Rt juga. 

" Apa orang tua Pak Agam ada dsini?" tanya Pak penghulu lagi dihadapan Pak agam walapun dbatasin meja ditengah mereka. 

" Keluarga saya ada dikota Pak, bagaimana kalau keluarga Aldo saja yang mewakilkan." tanya Agam lagi. 

" Oh tentu saja." 

" Aldo hubungi Pak Gio sekarang." ucap Pak Rt. 

" Siap pak Rt." sahut Aldo segera menghubungi. 

" Halo, kenapa kalian belum pulang ini sudah malam?" tanya Om Gio diseberang sana. 

" Papa nanti saja tanya itu, sekarang bsai kesini gak?" tanya Aldo. 

" Kemana? kalian ada masalah ?" tanya Om Gio lagi terdengar gerasak gurusk dari seberang sana. 

" Kerumah Pak Rt dulu sekarang Pa. Genting nih! " desak Aldo. 

" Kalian ngapain disana malam-malam? kasih tau Pap dulu." balas Om Gio. 

" Pak Agam mau nikah sekarang Pak Gio, butuh saksi." bukan Aldo yang mejawab melainkan Pak Rt. 

TUT...

Panggilan langsungdimatikan...

Tidak tubuh waktu lama, terdengar suara deru motor milik sesoerang diluar dan terdengar langkah kaki tergesa-gesa.

" AGam! kamu ngapain nikah! kok bisa! " belum sempat Pak Gio terlihat siluet nya lelaki itu sudah berteriak dari arah pintu. 

" TEnang dulu Pak Gio, nanti akan diceritakan semuanya. SEkarang ktia butuh Pak Gio dulu untuk saksi ijab kabul." ucap Pak penghulu. 

Pak Gio menghela nafas lelah, ia menatap kearah Agam yang tampak biasa saja wajah lelaki itu terkesan datar. 

" Baiklah, lalu siapa calon nya?" tanya Pak Gio yang mengambil duduk dibelakang lelaki itu. 

" Delina. " jawab Pak Rt. 

" Astagfriullah, kok bisa! " kali ini mata Pak Gio tidak bisa dikondisikan lagi ia menoleh ke tetangga seberang rumahnya yang saat ini tengah duduk dengan wajah yang sangat terlihat berkecamuk dan penuh tekanan. 

" Sudah-sudah, kita mulai saja. "ucap Pak penghulu memberi isyarat Agam untuk mengulurkan tangan nya menjabat tangan Pak Roslan.

" Ikutin ucapan saya Pak Roslan." sahut Pak penghulu dibalas anggukan Pak Roslan. 

Kata demi kata terucap kini giliran, AGam yang mengucapkan nama binti dan mahar yang memang seadanya saja yang lelaki itu bawa.

Berbeda dengan Delina, ia hanya bisa menangis terisak didalam pelukan Mak Nurlelah yang tentunya pasti wanita itu kecewa melihat anak perempuan nya menikah tnpa direncanakan secepat ini.

SAH!

" Alhamdulillah..." 

Semuanya mengucapkan syukur dan berdoa bersama...

" Nak Delina, silahkan menyalami suaminya." panggil Pak penghulu.

Delina tampak menggeleng pelan tanpa menoleh sedikitpun kearah semua orang ia masih menenggelapmkan wajahnya di pelukan ibunya. 

" Delina, gak boleh bgitu. dia suamimu salam dulu nak." ucap Mak Nurlela membuka suara ia mengelus surai sang anak pelan. 

Akhirnya Delina membalikan tubuhnya ternyata, pria itu sudah berada dibelakang Delina. degnan tangan gemetar ia menggapai jemari tangan Agam dan menyalaminya dibalas pria itu yang memegang ubun-ubun Delina sedikit lama membuat Delina tersentak saat pria itu membacakan sesuatu dan meniup ubun-ubun serta mengecup keningnya pelan. 

Setleahnya, mereka bubar dan Pak Roslan sempat meminta maaf kepada Pak Rt dan juga ibu Rt mengenai semua kejadian ini. dan Pak Rt tidak masalah malahan ia merasa sedih dan menguatkan Pak Roslan.

Mereka pulang kerumah masing-masing, dimana Delina ikut bersama orang tuanya sedangkan AGam tetap bersama Aldo dan Om Gio.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!