Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.
Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Persiapan dan Sebuah Resep
Saat Tetua Ketiga pergi, kerumunan penonton pun perlahan bubar, membawa serta desas-desus yang seratus kali lebih mengejutkan daripada sebelumnya. Nama Lin Feng kini tidak lagi identik dengan "sampah," melainkan dengan "misteri" dan "bahaya." Seorang pemuda yang bisa mengalahkan Manajer Lin Hu dan mendapatkan dekrit langsung dari Tetua Ketiga bukanlah seseorang yang bisa diremehkan.
Lin Feng berdiri di tengah kehancuran halamannya, ekspresinya tenang seolah-olah pertarungan tadi tidak pernah terjadi. Dia melirik tubuhnya yang masih tertutup lapisan kotoran hitam.
"Langkah pertama, membersihkan wadah ini."
Dengan tenang, dia pergi ke sumur tua di sudut halaman, menimba beberapa ember air dingin, dan tanpa peduli pada suhu, mengguyur dirinya sendiri. Lapisan kotoran hitam yang lengket itu perlahan luntur, menampakkan kulit di bawahnya.
Kulitnya kini sehalus giok, memancarkan kilau samar yang sehat. Tidak ada lagi bekas luka atau memar. Meskipun masih terlihat ramping, setiap jengkal tubuhnya kini mengandung kekuatan yang tersembunyi. Perubahan ini begitu dramatis sehingga jika ada yang melihatnya sekarang, mereka tidak akan percaya ini adalah orang yang sama seperti beberapa jam yang lalu.
Setelah membersihkan diri dan berganti dengan satu-satunya set pakaian bersih yang ia miliki, Lin Feng duduk di tepi ranjangnya, pikirannya sudah bekerja.
"Dua minggu. Alam Penempaan Tubuh tingkat dua tidak akan cukup untuk menghadapi semua kemungkinan di atas panggung."
Meskipun dia bisa mengalahkan Lin Hu dengan pengalaman tempurnya, dia tahu bahwa di hadapan kekuatan absolut yang jauh melampauinya, semua trik akan sia-sia. Dia harus meningkatkan tingkat kultivasinya, dan untuk itu, dia membutuhkan sumber daya—terutama pil obat.
Kitab Suci Kekacauan Abadi sangatlah kuat, tetapi juga sangat rakus akan energi. Mengandalkan energi spiritual yang tipis di udara akan terlalu lambat.
Pikirannya langsung tertuju pada diaken Aula Obat.
"Waktunya menagih janji dan membuat investasi baru."
Tanpa menunda, Lin Feng berjalan keluar dari halamannya. Kali ini, para murid yang berpapasan dengannya tidak lagi berani mencibir. Sebaliknya, mereka dengan cepat menundukkan kepala dan memberi jalan, mata mereka dipenuhi rasa takut dan hormat. Lin Feng tidak memedulikan mereka dan berjalan lurus menuju Aula Obat.
Di Aula Obat, diaken yang sama sedang mondar-mandir dengan cemas. Dia juga telah mendengar tentang konfrontasi antara Lin Feng dan Lin Hu, dan juga dekrit Tetua Ketiga. Hatinya berdebar kencang. Dia telah mempertaruhkan segalanya pada Lin Feng, dan sekarang nasibnya terkait dengan hasil kompetisi dua minggu lagi.
Ketika dia melihat Lin Feng masuk, dia langsung bergegas menyambutnya, senyumnya jauh lebih tulus dari sebelumnya.
"Tuan Lin Feng! Selamat, selamat atas..." Dia tidak tahu harus mengucapkan selamat untuk apa, jadi dia hanya tersenyum canggung.
"Aku datang untuk resep pil," kata Lin Feng langsung pada intinya, tidak membuang waktu untuk basa-basi.
Mata diaken itu langsung berbinar. "Tentu, tentu! Tuan, silakan!"
Dia dengan hormat membimbing Lin Feng ke ruang belakang yang lebih pribadi, menyajikan teh, dan berdiri di samping dengan patuh seperti seorang pelayan.
Lin Feng tidak duduk. Dia berjalan ke meja, mengambil kuas dan kertas, dan mulai menulis. Gerakan kuasnya lancar dan percaya diri, setiap goresan mengandung ritme yang unik. Dia tidak hanya menulis resep, tetapi juga beberapa catatan penting tentang waktu dan panas api saat meramu, detail yang hanya diketahui oleh seorang Grandmaster Alkimia.
Setelah selesai, dia menyerahkan kertas itu kepada diaken. "Ini resep 'Pil Pengumpul Roh Sempurna'. Jika diramu dengan benar, efektivitasnya setidaknya empat puluh persen lebih tinggi, bukan tiga puluh."
Diaken itu menerima kertas itu dengan tangan gemetar seolah-olah sedang memegang harta karun yang tak ternilai. Dia hanya meliriknya sekilas, dan matanya langsung terpaku pada catatan detail di bagian bawah. Sebagai seseorang yang telah berkecimpung di dunia ramuan selama bertahun-tahun, dia langsung tahu bahwa catatan ini bahkan lebih berharga daripada resep itu sendiri!
"Ini... ini luar biasa! Terima kasih, Tuan Lin Feng! Terima kasih!" Diaken itu hampir berlutut karena gembira. Dengan resep ini, statusnya di Aula Obat akan melambung tinggi!
"Jangan berterima kasih padaku dulu," kata Lin Feng dengan tenang, menghentikan kegembiraannya. "Aku butuh bantuanmu."
"Apapun, Tuan! Selama itu dalam kemampuanku, aku akan melakukan segalanya!" kata diaken itu tanpa ragu.
"Aku butuh pil obat. Semua Pil Pengumpul Roh yang bisa kau sediakan untukku selama dua minggu ke depan. Anggap saja ini sebagai uang muka untuk resep pil yang lebih maju di masa depan."
Resep pil yang lebih maju! Hati diaken itu berdetak lebih kencang. Dia menatap Lin Feng dengan tatapan panas.
"Tidak masalah!" katanya dengan tegas. "Setiap hari, aku secara pribadi akan mengantarkan jatah lima Pil Pengumpul Roh ke kediamanmu! Ini adalah batas maksimal yang bisa aku keluarkan tanpa menimbulkan kecurigaan."
Lima pil sehari. Selama dua minggu, itu berarti tujuh puluh pil. Bagi murid biasa, ini adalah kekayaan yang tak terbayangkan.
Lin Feng mengangguk. "Bagus. Mulai besok. Pastikan tidak ada yang tahu tentang ini."
"Tentu saja!"
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Lin Feng tidak tinggal lebih lama. Dia berbalik dan pergi, meninggalkan diaken yang masih menatap resep di tangannya dengan ekstasi, seolah sedang memegang kunci menuju masa depannya yang cerah.
Saat berjalan kembali ke halamannya, sebuah senyum tipis muncul di bibir Lin Feng. Dengan sumber daya yang cukup dan Kitab Suci Kekacauan Abadi, dua minggu sudah lebih dari cukup.
"Lin Wei... Lin Hu... kompetisi klan," bisiknya. "Aku akan memberi kalian semua kejutan yang tidak akan pernah kalian lupakan."