🧭 96 km Season 2
⏰
21+
"Mengapa kita begitu rumit?!" ujar Mina.
Kisah cinta langit timur (Mina) dan langit barat (Nagi) kembali berlanjut. Mereka terbawa kembali ke masa di saat pertama kali bertemu.
Nagi berhasil membalikkan waktu dan berusaha menghilangkan jarak 96 kilometer di antara mereka.
Namun Mina justru berusaha melupakan kisah cintanya bersama Nagi, karena masih terikat pada seseorang dari masa depan.
Apakah dengan mesin waktu, mereka bisa bersatu lagi di tengah rasa ragu dan bimbang?
Ayo ikuti kisah romansa di dalam mesin waktu ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Despacito_3
Di sisi lain, Mina mengirim pesan kepada Beby. "By, mau ngga besok duduk sama aku?"
Tak lama setelah pesannya terkirim, muncullah pesan balasan dari Beby. "Oh, kenapa, Mi? Kamu ngga mau duduk sama Risa?"
"Bukan Risa, By. Mulai besok aku bakal duduk sama Nagi. Tapi aku ngga mau duduk sama dia, biar Erni saja yang duduk sama dia. Kamu duduk sama aku ya?"
"Gimana kalau aku saja yang duduk sama Nagi? Biar Erni yang duduk sama kamu, Mi," ucapnya.
Mina mulai agak kesal karena lawan bicaranya memaksa. "Tapi By... kalau ia duduk sama kamu, ia bakalan cari tempat duduk lain."
"Oh! Jadi menurutmu dia bakal nolak aku, gitu Min?! Ngga bakal ya, karena aku imut dan putih!" Beby telah selesai mengetik pesannya.
Belum semenit telah terkirim, Mina segera membalasnya. "Heh! Kok kamu bilang gitu sih? Ya sudah kalau ngga mau!"
Mina mengakhiri chatting-nya dengan Beby. Rencananya gagal, dan kini ia harus siap mental menghadapi anak aneh itu. Ya! Si Nagi!
Tak lama, pesan dari Beby kembali muncul. "Kenapa kamu ngga mau aku duduk sama Nagi? Memangnya aku ngga boleh mencoba mendekatinya, Mi?"
"Boleh, By. Tapi-" Mina berhenti mengetik pesannya.
Bagaimana cara menjelaskannya?! Aku tahu Nagi adalah si ambisius yang tak mudah menyerah! Aduh bingung, huhu batinnya.
"Boleh, By. Ya sudah, besok kita tukar tempat duduk ya!"
"Yey! Thanks, Mi!"
...***...
Pagi kembali menjelang. Ufuk timur mulai terang benderang oleh sinarnya mentari. Namun hati ini, pikiran ini, tetap saja tidak bisa melupakannya.
Entah senang atau sedih, Mina mulai memikirkan Nagi. Setiap harinya ia harus berurusan dengan pria yang telah menghancurkan hatinya.
Di kelasnya, Mina telah sampai lebih pagi karena ia ingin segera duduk di bangku Beby. Alhasil, ia telah duduk di sana sembari menunjukkan senyum hangatnya.
Beberapa menit kemudian, para siswa kelas unggulan berdatangan masuk ke kelas. Mina menunduk dan melanjutkan pekerjaan rumahnya. Tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"Mi!" panggilnya yang langsung bisa Mina kenali. Itu adalah Erni yang segera duduk di bangku Mina.
Loh? Erni kenapa duduk di sana?! Mina melihat Erni yang justru duduk di bangku miliknya. Padahal harusnya Erni duduk dengan dirinya.
"Maaf ya, aku duduk di sini saja," ucapnya tanpa rasa bersalah.
Erni, kamu sangat menyebalkan!! Mina berang, tapi dia menahannya. "Oh... kenapa Er?"
Erni tak menjawab karena ia melihat Beby dan Nagi yang sama-sama melangkah masuk ke kelas. Mina mengerutkan dahinya, dan menatap pergerakan mereka berdua.
Dan hal yang tak pernah terbayangkan pun terjadi....
Tadi malam, Beby mengirim pesan kepada Nagi. "Nag! mau tahu cerita bahagia ngga?"
Nagi membacanya dan menjawab dalam hati. Ngga By. Aku malas. Tapi dia tetap membalasnya, "Apa."
Pesan selanjutnya dari Beby membuat Nagi terkejut. "Besok aku akan duduk denganmu, Say. Hihi."
Nagi bingung. "Memangnya kenapa?"
Beby menjelaskan bahwa Mina ingin duduk dengan Erni, sehingga ia terpaksa duduk dengan Nagi. Tentunya Nagi tak percaya dengan perkataan Beby.
"Oke, besok kamu duduk di pojok ya!"
"Oke, Say! (Stiker love)" balas Beby.
Selain itu, Nagi cepat-cepat mengirim pesan kepada Erni. Ia menyuruh Erni untuk duduk di bangku pojok. Tanpa memohon, Erni mengiyakan permintaan Nagi.
Sedetik kemudian, Erni membahas mengenai soal-soal Fisika yang tak bisa ia jawab. Nagi langsung paham maksud dari Erni yang ingin mendapatkan timbal balik darinya. Sehingga Nagi segera membantu menyelesaikan soal-soal tersebut melalui pesan online.
Akhirnya, Erni mengakhiri chatting tersebut dan berterima kasih pada Nagi.
Selesai! Hati Jafar begitu sumringah.
Salam Hangat dari "Sebuah Kisah Cintaku" 😆🙏🏼
Sungguh luar biasa
Apalagi bila bisa buat sesuatu yang positif 👍👍👍
semangatt yaa
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks