"Kalau kau ingin aku tidak mengenali mu di kampus. Oke!! Itu tidak masalah bagi ku. Tapi kalau nikah dan pakai kontrak kontrakan seperti di novel-novel! I say NO! Aku tidak akan bersedia!! Dan kalau pun kau ingin menyembunyikan ini dari semua orang maka aku punya satu syarat yang harus kau penuhi.” Sebut Saka.
"Aku tidak sedang melakukan negosiasi saat ini tuan Gyan Assaka Hardata." Jawab Bia malas.
"Kalau begitu sayang sekali. Karena begitu sampai dikampus aku akan langsung mengumumkan pernikahan kita ke semua orang.." Ujar Saka dengan enteng nya.
Bia menghela nafas panjang dan melihat malas pada Saka. " Baik. Aku setuju. Tapi aku tidak mau ada siapapun yang tahu tentang pernikahan kita selain keluarga kita dan orang yang datang ke nikahan kita kemarin.."
“cepat katakan!” sambung Bia.
"Aku ingin kau melayani k-u... "
"Apa!!!" sela Bia, langsung memotong ucapan Saka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#9 Revisi
"SAAKA!!!!!!teriak seorang wanita yang ternyata adalah ambras sador nya mi nyak goreng, siapa lagi kalau bukan SOVIA, si mi nyak goreng yang sedang mero ket.
Bia melepaskan pa gutan antara diri nya dan Saka. Lalu dengan mudah nya Bia berkata, " Bye Saka, aku pergi dulu. Calon istri mu datang." Usai mengatakan itu, BIa pun masuk ke dalam mobil nya.
Saat Sovia sampai di sana, untung nya Bia sudah tancap gas pergi.
"PLaaaaaaaaaaaakK!" sebuah tamparan keras mendarat keras di wajah tampan Saka.
"Apa yang baru saja kau lakukan Saka?? Apa?!! Jelaskan pada ku!!!" Bentak Sovia terus meneriaki Saka seperti orang gila yang sedang kesetanan di parkiran rumah sakit itu.
Untung nya saat itu tidak ada orang yang lewat sehingga peristiwa yang memalukan itu tidak memiliki saksi mata, kecuali papa nya Saka yang bernama Dennis yang diam-diam sedang mengawasi semua nya dari layar laptop nya.
"Kau memang pantas mendapatkan itu Saka."seru Dennis terbawa emosi(di ruangan kerja nya di rumah sakit itu)
"Maafkan aku Sovia." Ujar Saka singkat sambil memijat batang hidung nya yang mancung.
“hanya itu? Benar hanya itu yang ingin kau sampaikan pada ku setelah semua tonton breng sek yang kau perlihat kan tadi di depan mata ku!!” Bentak Sovia yang merasa kesal dengan jawab Saka yang benar-benar singkat!
Dalam pikiran Sovia, bagaimana bisa Saka hanya meminta maaf tanpa memberikan penjelasan mengapa hal yang di lihat oleh nya bisa terjadi.
Seharusnya, paling tidak Saka menjelaskan pada nya mengapa Saka dan Bia bisa berci uman seperti tadi? padahal jelas-jelas Sovia dan Saka akan menikah lusa.
Sovia manarik kasar jas putih khas seorang dokter yang di pakai oleh Saka, "Katakan pada ku Gyan Assaka Hardata! Apakah yang aku lihat ini adalah rencana akal bulus nya Bia! Itu pasti adalah jebakan nya si Bianca itu kan? Tidak mungkin kan, kau yang memang ingin menci um nya!" bentak Sovia lagi tapi kali ini dengan rahang yang mengeras sambil menatap tajam pada Saka.
Saka memalingkan wajah nya. Tidak ada jawaban yang bisa dia berikan.
"Saaaka!! Cepat jawab aku!! jawab aku Saka!! Kau yang telah menciumnya atau dia yang telah mencium mu sehingga kau terbawa suasana!" Sovia terus berteriak bagaikan orang gila sambil menarik-narik jas Saka.
Saka meraup wajah nya kasar lalu menarik tangan Sovia yang sedang memegangi jas nya dan menyentak tangan Sovia ke bawah.
"Hentikan Sovia!! apa kau tidak malu teriak-teriak seperti orang gila di sini!! sini itu parkiran!! Bagaimana kalau ada orang yang datang dan menilhat aneh ke arah kita!! Kita bisa jadi viral saat ini juga!" ketus Saka, yang sedang tidak mood berkelahi dengan Sovia.
Pikiran Saka saat ini hanya tertuju pada Bia.
Saka sangat khawatir dan juga tidak rela kalau Bia sampai menikah dengan Owen.
Otak Saka semakin sakit, karena Sovia yang teriak-teriak di depannya. S
ungguh membuat kepala Saka rasa nya ingin terbelah dua rasa nya.
"Malu? malu kata mu?? Heeiiii Sakaa!! Coba Pikir baik-baik!!! Pikir pakai otak mu!!! Kenap a harus aku yang harus malu? memang nya aku yang berc iuman di tempat umum, hah????? memang nya aku yang ketahuan selingkuh di depan calon suami ku? memang nya aku yang memancing emosi pasangan ku! TIDAK SAKA! TIDAK!!!! Kau lah yang melakukan itu semua!! Kau yang berci uman di parkiran ini! apa waktu kau dan Bia ciuman disini tadi kau tidak merasa malu atau takut orang-orang akan ada melihat mu?" Teriakan Sovia yang benar-benar telah kehilangan akal nya karena saking marah nya.
"Kau lah yang ketahuan selingkuh, Saka! Kau! Kau yang ketahuan selingkuh!! Bukan aku! jadi kenapa aku yang harus malu???!! pakai otak mu Saka!!! Kau lah yang seharus nya malu!!" Sovia sampai menunjuk-nunjuk dada Saka dengan jari telunjuk nya dengan amarah yang sudah sampai ke langit ke tujuh
"Kau yang memancing amarah ku! Kalau kau tidak selingkuh! Maka aku pasti tidak perlu berteriak-teriak seperti ini pada mu!!" Teriak Sovia sekuat tenaga nya meluapka semua emosi nya.
Saka menggengam tangan Sovia dan memandangi wajah Sovia yang penuh air mata itu dengan tatapan dingin nya.
"Kepala ku sangat sakit saat ini Sovia. Kalau kau berada di sini hanya untuk teriak-teriak tidak jelas seperti ini, sebaik nya kau pulang! Aku masih banyak urusan di dalam." kata Saka, yang terdengar tidak masuk logika oleh Sovia.