Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 BENDA BROS ELANG
Tok
Tok
Tok
mereka berdua tersadar saat saling menatap mata satu sama lain, Janet menoleh ke arah pintu tersebut, ia berbalik badan melangkah jalan ke pintu tersebut.
leon yang memperlihatkan Janet hanya terdiam kaku dengan tatapan serius
Janet sampai pintu membuka pintu dengan berlahan, ternyata komandan polisi yang mengetok pintu tadi, Janet merasa bingung
"Selamat pagi, nona Janet". Ucapnya dengan nada serentak
" iya, ada apa pak!?? ". tanya Janet heran
" maaf menganggu, apa kah nona Janet mengenal bros elang ini!?? ". Ucapnya menyodorkan sebuah benda bros pada Janet
Janet mengmbil bros tersebut dengan memperhatikan bros di tangan ia sedikit penasaran
"...... "
"ini... " Janet merasa mengenal bros tersebut, tapi entah dimana ia melihat benda bros berbentuk elang ini. "saya pernah lihat, tapi tidak tau ada di mana! ". Ucap Janet terus melihat dengan teliti
" saya harap nona bisa mengingat benda itu, mungkin saja benda bros itu adalah milik mereka yang sudah membunuh dan menculik adik nona". Ujar nya lantang
Janet mencoba mengingat benda bros berbentuk elang, ia teringat di acara pesta teman lama ayahnya waktu dua tahun lalu, ia teringat saat itu lagi berbincang-bincang dengan teman ayah nya.
"hallo Tuan Roberto Virginia". Ucap seorang pria dewasa tiba, bersama Aska, ia adalah ayah nya aska. Roberto berbalik badan tersenyum pada ayahnya Aska
" oh, hallo pak Andro". Jawab Roberto menyodorkan tangan untuk perkenalan
mereka berdua pun bercaba tangan saling tepar senyum satu sama lain.
"kenalkan ini anak saya, Aska, dia baru pulang dari luar negeri". Ujar nya memperkenalkan anaknya tersebut.
" oh, Hallo ". Roberto pun bercabat tangan dengan Aska
" hallo tuan Roberto, saya senang bisa pertemu dengan anda ". Ucap riang Aska pada ayahnya Janet
Janet tiba mendekat pada ayahnya yang lagi berbincang dengan dua pria.
" oh, kenalkan ini anak perempuan saya". Ucap Roberto memperkenalkan anaknya pada mereka berdua
Janet pun bercabat tangan pada mereka dengan senyuman tipis pada mereka, terlihat di wajah Janet tidak menyukai Aska terasa ada sesuatu yang tidak nyaman, Janet sekilas melihat bros berbentuk elang di dada saku Aska.
Setelah mengingat benda bros ini Janet yakin bros ini punya nya Aska tapi kalau di pikir-pikir seorang Aska pengusaha terkenal dari keluarga Hasmurandra tidak mungkin melakukan kejahatan sejauh ini, apa lagi membunuh orang yang tidak berdosa
Janet masih bingung dan ragu tapi ia memang merasa tidak nyaman dengan sikap nya Aska.
"hmm., maaf Pak, tapi saya belum yakin, karena bros ini sangat mirip dengan yang di pakai keluarga Hasmurandra, Satu-satunya yang memakai benda ini hanya keluarga Hasmurandra". Ujar Janet menyerahkan benda bros tersebut pada komandan
pak komandan pun mengmbil nya
" ok, saya mengerti, tapi apa nona yakin bros ini sangat mirip yang di pakai keluarga Hasmurandra!?? ". Tanya nya untuk memastikan
" iya, mirip, tapi apa iya... mereka yang melakukan ini!?? ". Tanya balik merasa heran dan penasaran
" ok, Untuk saat ini saya akan menyelidiki keluarga Hasmurandra, kalau ternyata mereka yang melakukan ini, ter mungkin na ada sesuatu dendam atau mencari sesuatu ". ujar nya bicara lantang
" iya, pak, tolong temukan adik saya, Alicia ". Minta Janet
" baik, kalau gitu saya permisi, mau lanjut". Ucap nya berbalik badan dan pergi
Janet kembali memasuki rumah menutup pintu dengan rapat, berbalik badan melangkah jalan sambil melihat leon yang dari tadi hanya Terdiam berdiri melihat dirinya.
leon bergetar saat Janet melangkah jalan menghampiri nya, entah apa yang dia lakukan lagi pada dirinya.
kini Janet ada di hadapan leon dengan tatapan tajam kedua tangan terlipat (sedekap) di bawah gunung dada nya yang menonjol itu. seakan-akan seperti orang yang lagi marah.
"sekarang ikut saya". Perintah Janet berbalik badan melangkah jalan, leon mengikuti Janet dari belakang nya. leon tidak memikirkan hal aneh pada Janet.
mereka berdua naik ke atas anak tangga melangkah jalan ke kamar Janet, leon yang dari tadi jantung nya bergetar dengan cepat, ia merasa takut
mereka berdua memasuki kamar, seketika Janet berhenti jalan berbalik dan melihat wajah leon yang hanya datar.
kini mereka berdua bertatapan mata
"buka baju kamu". Perintah Janet dengan nada lantang
" HaH??? ". seketika leon terkejut yang di minta Janet. " kenapa harus buka baju?? ". Tanya leon gelisah
" hufft, saya minta baju kamu buka, karena yang kamu pakai baju kemarin, harus di ganti, ayo buka!! ". mintanya lagi dengan nada memaksa
" harus di sini?? ". Tanya gugup
" lalu kenapa, kamu kan laki-laki bukan perempuan, ayo buka!! ". Minta Janet dengan nada rendah namun tegas
Mau tidak mau leon pun berlahan membuka kancing baju satu persatu dari atas hingga kancing bawah. leon melepaskan baju di tubuh nya meletakkan di atas ranjang kasur.
Janet yang melihat tubuh leon yang gagah berotot perut seperti kotak roti sobek terpang-pang jelas di mata Janet, ia berlahan menelan ludah di tenggorokan nya hasrat mulai di rasakan oleh nya.
seketika janet menggeleng kepala dengan cepat bersamaan dengan pejamkan mata cepat karena melihat tubuh kekar Leon sangat mengoda, ia mencoba mengalihkan pandangan nya
melangkah ke kiri buka lemari baju, terlihat baju jas untuk pria begitu banyak di dalam lemari itu semuanya terlihat bagus-bagus.
janet pun mengmbil baju kemeja berbalut dengan kemeja hitam yang mungkin cocok untuk Leon, ia berbalik melangkah mendekat ke arah Leon.
"Nih... kayak nya cocok untuk mu, coba! ". minta janet pada Leon memberikan baju putih dan kemeja hitam di tangan nya.
Leon pun mengmbil baju dari tangan janet, ia pun memakai baju kemeja putih mengancingkan baju satu persatu, janet yang melihat Leon lagi mengancingkan baju, ia mengeluarkan tangan membantu merapikan baju kemeja putih di leher Leon melipat dengan lembut
Janet pun pasang baju kemeja hitam ke tubuh Leon membatu memasang dengan rapih dan bersih, setelah terlihat rapi Janet satu langkah mundur, melihat ke bawah kaki hingga atas kepala terlihat cocok dan gagah, seperti nya Leon sangat cocok jadi seorang CEO perusahaan.
"Bagus". Senyum tipis di bibir Janet pada Leon
Leon hanya terdiam canggung pada Janet dirinya merasa malu dan tidak enak hati.
Janet melipat kedua tangan (sedekap) di bawah dada nya melihat wajah Leon dengan tatapan tajam
" dengar!! kamu sekarang sudah menjadi Beyergord saya, dan berkerja di saya, paham!! ". Janet berkata pada Leon dengan nada tegas
" baik, nona Janet ". jawab Leon dengan nada sangar.
" ok, bagus, itu baju yang kamu pakai sekarang, punya ayahku, jaga baik-baik". Minta Janet dengan raut wajah murung dan sedih, dirinya jadi teringat dengan ayahnya
Leon pun menuduk kepala melihat baju yang di ada di tubuh nya itu.