NovelToon NovelToon
Terbukanya Mata Batin Nathan

Terbukanya Mata Batin Nathan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal pindah ke kota

 Seminggu telah berlalu, kesepakatan yang di iya kan oleh pak Rama dan Bu Dewi kini datang tepat hari ini.Mereka sudah berjanji akan mengemasi barang-barangnya dalam waktu seminggu dan hari ini telah tiba saat nya mereka pindah ke kota.

Gundah gelisah menyelimuti perasaan Dewi.Memandangi banyak barang-barang yang sudah ia kemasi,dalam hati kecilnya berbisik(apakah aku akan sanggup meninggalkan kampung ini).Dengan matanya yang berkaca-kaca.

Nathan seperti mendengar suara hati ibunya.Sekarang dia pelan-pelan sudah belajar berbicara.Nathan berdiri sambil dipegang oleh ibunya dan dia mengelus dada ibunya sambil berkata"i-ibu, i-ibu"

Dewi menjadi terharu dan memeluk Nathan.

Nathan menunjuk ke arah depan,dia menggeliat sekali ingin turun dan merangkak keluar rumah.Seketika ia tertawa terbahak-bahak di depan pintu keluar rumah nya.Ibunya segera membopongnya karena subuh baru turun,diluar masih petang.

"kamu lihat siapa nak?"Tanya ibunya sambil segera membopong Nathan ke dalam rumah.

Namun sebelum masuk ke dalam rumah ibunya menutup pintu dan melihat keluar rumah yang masih gelap gulita.Arwah kakek nya berdiri tersenyum seakan enggan berpisah dengan Nathan.

Arwah kakek Dewi berbisik kepada Dewi."Kalau Nathan betah tinggal di kampung,maka tetaplah disini Dewi"Arwah kakek pun langsung menghilang.

 Apa maksud kata-kata kakeknya itu,padahal hari ini kakek Budiman akan datang menjemput dan barang-barang pun sudah di kemasi.Mungkin ada maksud lain dari bisikan arwah kakeknya.

.

.

 Fajar pun telah tiba,Pak Rama,Dewi dan Nathan sudah bersiap menunggu kedatangan kakek Budiman.Dari luar rumah terdengar suara langkah kaki mendekat.

"Akhirnya kamu belum sempat pergi"ucap Mbak Sari dengan nafas terengah-engah.

Rupanya mbak Sari akan menyaksikan adiknya itu pergi entah kapan lagi mereka akan kembali,fikirnya.

"ini kita menunggu kakek Budiman datang"ujar Dewi dengan mata berkaca-kaca.

Nathan menangis kencang dan memegang erat baju ibunya.Seakan enggan meninggalkan rumah tempat ia di lahirkan.

"Kenapa ya mbak Nathan dari tadi menangis"tanya Dewi kepada mbak Sari.

Pak Rama sibuk menata barang-barang dan membawa nya ke depan rumah.Tiba-tiba mobil kakek Budiman nampak dari kejauhan hendak menuju ke rumah nya.

"Dewi itu kakek Budiman,ayo bersiap-siap"Teriak Pak Rama.

Kakek Budiman turun dari mobil dengan wajah murung seperti menyesali sesuatu.Pak Rama pun mempersilahkan Kakek Budiman masuk terlebih dahulu.

Kakek Budiman memulai pembicaraannya.

"Kakek minta maaf pada kalian semua ya,kakek telah memberikan informasi yang salah"ujarnya dengan nada pelan.

"maksud kakek Budiman apa ya,kami kurang paham maksud kakek"ujar pak Rama merasa bingung.

"Begini Rama,Dewi kakek salah menyampaikan informasi.Ternyata semua perusahaan Kakek kalian sudah dijual dan sawah milik kakek kalian ternyata ada dia sebagian desa ini"ucapnya sembari tersenyum.

"Loh jadi maksud kakek,kita tidak usah pindah ke kota untuk meneruskan bisnis almarhum Kakek kami "ucap Dewi.

"iya Dewi,kakek datang ke sini untuk memberikan seluruh harta Kakek beserta bukti kepemilikan sawah"ucap kakek Budiman sembari menaruh sebuah koper di atas meja.

Pak Rama,Dewi di saksikan juga oleh mbak Sari membuka koper tersebut.Alangkah terkejutnya mereka melihat di dalam koper dipenuhi dengan uang berwarna merah.Seumur hidup mereka baru melihat uang sebanyak itu.

"kalian bisa memperbaiki tempat tinggal kalian dan mengurus sawah di sebagian desa ini tanpa harus meninggalkan rumah "ujar kakek Budiman sembari tersenyum.

Setelah semua jelas, kakek Budiman pun pergi meninggalkan rumah pak Rama dan Dewi dengan menaiki mobil hitam nya.

.....

Sungguh keberuntungan menimpa keluarga sepasang suami istri itu.Dewi tidak menyangka kalau semua yang almarhum kakek bisikan kepada nya akan menjadi kenyataan.Itu semua karena kasih sayang kepada Nathan yang mewarisi ilmu gaib nya.

Sementara Mbak Sari masih syok menyaksikan uang bergepok- gepok tadi,Mbak Sari sementara ini tinggal sendiri.Anaknya kerja di luar negeri, sementara dia sudah bercerai dengan suaminya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!