NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:658
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN TERBAIK 1

Queen mondar mandir di kamarnya, dia menata hati dan kalimat untuk menyampaikan apa yang ada di hati nya pada orang ruanya. Hampir semalam dia memikirkan semuanya, dia memahami betapa abdi adalah pria yang sangat baik, jujur, dan setia. Dia masih mencintai abdi, tetapi cinta saja tidak cukup membuatnya bertahan.

Queen masih ingin bebas, bekerja, menjelajah alam, dia tidak ingin menghabiskan masa mudanya dengan berumah tangga.

Di balik pintu dia mendengar ibu dan bapak sedang asik mengobrol di temani TV, ada canda di sela-sela obrolan itu. Queen menghela nafas, yakin dengan keputusannya tetapi ragu menyampaikan kepada kedua orang tuanya.

"setelah keputusan ini, aku janji tidak akan membawa laki-laki berstatus pacar kerumah. Kapok dah kalau urusannya ribet begini" queen bergumam dalam hati.

Pelan-pelan quen keluar dari kamar, dia duduk di seberang bapak dan ibunya. Ayah berkerut melihat putrinya, tidak biasanya queen menunduk saat ibu dan bapak sedang bersantai.

Hati seorang ibu sangat peka, ibu langsung paham jika queen ada masalah.

"kamu bertangkar sama abdi nak?? " tanya ibu

Quen tidak menjawab, hanya menganggukkan kepala.

Bapak menghela nafas panjang, menegakkan sandaran dan memperbaiki posisi duduk. Ibu mematikan TV, menutup cemilan dan menatap lurus sang putri. Bapak masih diam menunggu putri bicara, ibu memperhatikan sang putri yang dia lahirkan 19 tahun yabg lalu, sambil sesekali melirik ke arah suami yang bersikap tenang tapi tegas mengambil keputusan.

Queen masih diam menata setiap kata yang akan dia sampaikan pada orang tuanya. Dia tau... Ini... Tidak mudah. Hubungan orangnya dan abdi sudah sangat dekat. Bahkan abdi siaga membantu ketika keluarganya kesusahan. Namun sekali lagi, semua cinta, setia dan pengorbanan itu tidak cukup menguatkan hatinya untuk bertahan.

" kamu mau sampai kapan hanya diam seperti patung??" tanya ibu.

Queen menghela nafas panjang dan berkata

" maaf pak, bu... Aku memutuskan untuk menyudahi hubungan ku dengan abdi"

Hening... Senyap... Ibu terdiam, bapak menatap lurus putrinya yang masih tetap menunduk. Ada guratan kecewa di wajah bapak, namun bapak segera mengubah ekspresinya. Ibu menahan diri untuk tidak bicara, ekspresi suaminya menunjukkan dia harus diam.

" apa yang membuat kalian putus" bapak membuka suara.

Perlahan queen menjawab " dia mengajakku menikah pak, tapi aku tidak mau"

Ibu mau bicara, tetapi hembusan nafas bapak membuat ibu terdiam.

"menikah memang bukan keputusan yang mudah, tetapi memutuskan hungan kalian yang sudah lama ini, juga bukan keputusan yang baik, apakah abdi sudah menjawab keputusanmu??" bapak berkata dg bijak

" dia tidak mau pak, malah dia berkata akan kembali kesini bersama keluarganya untuk langsung melamar." jawab queen

"Tapi pak bu, queen tidak bisa menikah sekarang, queen masih ingin bekerja dan menikmati masa-masa ini" lanjut queen

" Dia adalah laki-laki baik nak, ibu takut kamu menyesal" ibu ikut bicara.

" sudah sejauh mana hubungan..." belum selesai bapak berkata, queen sudah memotong seolah tau apa yang dipikirkan bapaknya.

" aku baik-baik saja pak, tidak ada yang berubah atau hilang, aku hanya merasa hubungan ini tidak bisa di lanjutkan, jalan pikiran kami sudah berbeda, dia tidak bisa menunggu hingga aku siap setidaknya sampai umurku 24 tahun. Aku tidak suka dipaksa atau di tekan... " queen mencoba memberikan penjelasan

"tapi aku juga bingung bagaimana besok jika keluarganya benar-benar kesini??" queen menambahkan.

" kamu benar-benar yakin mau putus??, ibu sebenarnya keberatan dengan keputusanmu"

Bapak masih menatap putrinya, mencari keraguan di wajah putrinya, tetapi tidak ada. Queen terlihat sangat serius dengan keputusannya. Bapak menghembuskan nafas panjang dan berkata

" jika keputusan mu sudah bulat, dan kamu yakin kamu baik-baik saja, besok kita hadapi keluarga abdi bersama-sama jika memang mereka mau kesini".

"pak!!!" ibu mau bicara tetapi bapak mengangkat tangan tanda bicara selesai.

Bapak berdiri meninggalkan ruang tamu dan masuk ke dalam kamar.

" pikirkan sekali lagi nak, kemarahan orang kita tidak tahu, tetapi sejauh ini ibu lihat orangnya baik, jangan hanya karena emosi lalu kamu mengambil keputusan yang salah" ibu ikut berdiri dan menyusul suaminya.

Queen diam dan menunduk " tidak... Aku tidak salah membuat keputusan, ini yang terbaik"

Queen masuk ke dalam kamar dan mengambil HP. Selama ini dia tidak memiliki teman dekat, dia tidak memiliki yang namanya sahabat, semua berteman biasa, kemana-mana dia sendirian. Mendaki, ke pantai atau ke air terjun, dia sendirian, karena memang tidak memiliki teman dekat wanita, jadi saat ada masalah seperti ini, dia menghadapi sendiri, tidak seperti di novel-novel yang ada persahabatan sehidup semati.

Sementara itu di dalam kamar, bapak dan ibu saling diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

" jika queen benar-benar putus, apa kata tetangga pak" ibu memulai pembicaraan.

" biarkan saja apa tetangga bilang, lebih baik putus sekarang dari pada gagal setelah menikah. Kalau sudah tidak nyaman lalu di paksa, yang ada hanya saling menyakiti bu" jawab bapak.

"ya sudah pak, kalau bapak sudah memberi dukungan ya ibu ikut kata bapak saja. " kata ibu.

Queen membolak balik badan, dia tidak bisa memejamkan mata, beruntung besok hari minggu yang artinya dia libur bekerja. HP nya berkali-kali berkedip, tetapi dia sama sekali tidak beminat membuka chat dari abdi. Dia ingin sekali lagi membuka hati, tetapi semakin dia membuka hati semakin hambar rasa untuk abdi. secepat itukah rasa cintanya hilang??, apa sebabnya?? Queen sendiri tidak tahu, yang dia tahu cinta itu hambar, hanya nafsu yang berkedok rindu. Puncaknya saat abdi memaksa yang berujung keyakinan dalam hatinya.

Di seberang desa, seorang pria duduk di teras kamar, dua menatap rintik hujan yang turun membasahi bumi. Ingatannya kembali melayang pada seorang wanita yang di cintainya, wanita yang berani bilang putus padanya. Tangannya terkepal setiap mengingat kejadian itu, dimana pertama kali dia memaksa kekasihnya. Ada rasa sesal di hatinya, tetapi juga ada rasa amarah membakar jiwanya setiap mengingat permintaan putus kekasihnya. Dia tidak terima, dia tidak mau putus, dia tetap ingin menikahi gadisnya.

Di balik hujan itu, dia genggam alat komunikasi dan siap menelpon keluarganya, dia menimang dalam keraguan. Ada harapan di balik putus asa... Menerima keputusan kekasih, atau memaksa kekasih demi rasa cinta, obsesi dan tanggung jawab.

"Jika abah dan emak kesini, lalu di tolak bagaimana??, itu akan memalukan beliau" gumamnya.

"tetapi jika tidak aku datangkan, maka queen akan memaksa putus dan lepas. Tidak!!! Queen harus jadi milikku!!! Aku tidak mau menyentuh wanita lain" lanjutnya.

" Besok aku akan menemui bapak dan ibu, aku bicara dulu pada bapak ibu sebelum menelpon abah dan emak" dia terus bergumam sendirian.

Abdi... laki-laki itu adalah abdi!! Dia masih tidak bisa menerima keputusan queen yang meminta putus. dia mengambil keputusan untuk bertemu orang tua queen guna membicarakan masalah ini. Dia berharap ada solusi dari orang tua queen yang berpihak padanya.

" sayang, besok aku kerumah menemui bapak ibu, jangan kemana-mana ya. Aku sangat mencintaimu, selamat tidur ya sayang" kesekian kalinya abdi mengirim pesan pada kekasihnya.

Lama menunggu tetap tidak ada balasan.

"Tidak apa-apa, besok aku akan tetap kesana" kata abdi dalam hati.

Lalu dia masuk ke dalam kamar dan merebahkan badannya, dia akan tidur walau hanya sebentar.

NOT\= dari awal sudah saya jelaskan ya teman-teman, tidak ada konflik yang berat di novel saya, tidak ada imajinasi tentang CEO atau latar belakang orang kaya raya. Benar-benar saya ambil imajinasi berdasarkan kehidupan sehari-hari dari rakyat biasa. Maaf jika monoton dan kurang greget.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!