NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:716
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desa Lestor

Di gerbang kota yang ada di selatan, Ren menjauh dari kerumunan orang yang sedang mengantri untuk masuk kedalam kota Lonor, Ren juga menjauh dari jalan yang biasanya di gunakan oleh kereta.

Setelah cukup jauh, Ren membuat sebuah pedang besar dari Aura yang melayang di depannya, dia naik ke atasnya lalu melesat ke langit, terbang di udara dengan cepat.

Pedang besar yang Ren naiki di sebut Pedang Terbang, ini adalah salah satu teknik yang Ren pelajari.

Cara kerja teknik ini sangat sederhana, Ren mengendalikan Auranya agar membentuk sebuah pedang, berbeda dengan Pedang Aura biasa, Pedang Terbang masih terhubung dengan Aura yang mengelilingi tubuh, dengan Aura yang mengelilinginya, Ren bisa menjaga keseimbangan di atas pedang dan menahan tekanan udara dan angin kencang.

Kekurangan yang ada di teknik ini adalah penggunaan Aura yang besar, jika bukan karena jumlah Aura milik Ren yang luar biasa besar, dia pasti hanya bisa menempuh jarak satu kilometer dengan pedang terbang.

Jauh di tenggara, Ren bisa melihat pegunungan yang menjadi pembatas wilayah Avalonia dengan wilayah Grier, pegunungan itu di namai pegunungan Loes.

Hubungan Avalonia dengan Grier terkenal buruk, dari apa yang Ren dengar, alasan utama hubungan mereka buruk adalah pulau Elgrand, sebelum akademi Stella di dirikan seratus tahun yang lalu, Avalonia dan Grier memperebutkan pulau ini untuk memperluas wilayah laut mereka.

Karena sama-sama tidak ingin menyerah, kedua negara ini terus berperang, bukan hanya di pulau Elgrand tapi juga di daratan utama.

Pada akhirnya, entah itu Avalonia maupun Grier, keduanya sama-sama tidak mendapatkan keuntungan, seorang Mage tingkat tinggi datang dan mengklaim pulau Elgrand sebagai miliknya, membuat Avalonia dan Grier tidak punya pilihan lain selain menyerah.

" Hah? "

Sebuah bola api terbang kearah Ren seperti peluru, untungnya dia berhasil menyadarinya dan dengan cepat menghindar.

Di kejauhan, Ren melihat seekor burung api, paruhnya yang panjang terlihat seperti emas, sayapnya yang terbakar oleh api sangat indah.

" Burung Avalonia! "

Burung Avalonia adalah burung yang menjadi lambang kerajaan Avalonia, hewan ini merupakan salah satu spesies hewan sihir yang di lindungi, siapapun yang memburunya akan di kenakan hukuman yang berat.

Selain karena merupakan lambang kerajaan Avalonia, burung Avalonia di lindungi karena mereka itu langka, jumlahnya sangat sedikit dan hanya bisa di temukan di Avalonia.

' Burung Avalonia biasanya bersarang jauh di dalam hutan, di dekat sini hanya ada hutan Loes di tenggara dan hutan Efreet di barat, burung ini tidak akan terbang jauh dari sarangnya tanpa alasan yang jelas '

Burung Avalonia membuka paruhnya dan menembakkan bola api kearah Ren, karena berpikir jika bola api itu tidak akan mengenai Ren, dia dengan cepat terbang kearahnya.

' Cih...menyakiti burung ini adalah sebuah pelanggaran hukum tapi tidak melawannya akan membuatku dalam bahaya, satu-satunya pilihan adalah kembali ke kota Lonor dan meminta bantuan para kesatria sihir '

Dengan pemikiran seperti itu, Ren berbalik berniat untuk terbang menjauh dari burung Avalonia, tapi sebelum dia sempat melakukan hal itu, sebuah rantai yang terbuat dari api muncul dari kekosongan di sekitar burung Avalonia, mengingat burung itu dengan kuat.

" Maaf pengembara, tampaknya burung Avalonia satu ini mengganggu perjalananmu "

Di kejauhan, Ren melihat seorang wanita berambut hitam dengan bagian dalam berwarna kuning, dia memiliki wajah yang cantik, melihatnya membuat Ren mengingat perkataan Evan tentang Yellow Family, tapi karena pihak lain memakai pakaian kesatria sihir Avalonia, Ren berpikir tidak mungkin wanita tersebut merupakan anggota Yellow Family.

" Terimakasih atas bantuannya, anda menyelamatkan saya dari situasi yang merepotkan nyonya "

" Hahaha... tidak perlu berterimakasih, ini adalah pekerjaanku, kalau begitu aku pergi dulu "

" Ya "

Wanita itu menarik burung Avalonia pergi menjauh, kearah barat.

' Hahh...bisa terbang di udara tanpa alat bantu adalah bukti jika dia adalah Mage bintang 3 yang dapat memanipulasi gravitasi '

' Selain itu, apa ini hanya perasaanku saja atau memang mata burung Avalonia itu terlihat seperti sedang kesakitan? '

Ren menggelengkan kepalanya" Sudahlah, ayo kembali ke tujuan awal "

Dengan masalah burung Avalonia yang terselesaikan, Ren kembali melanjutkan perjalanannya menuju desa Lestor.

••• •••

Setelah menempuh perjalanan sejauh dua puluh kilometer, Ren akhirnya tiba di dekat desa Lestor, dari atas, dia melihat desa kecil yang di kelilingi pepohonan tersebut, dia bahkan bisa melihat bekas rumahnya disana.

Luas desa Lestor kurang dari satu kilometer, sebagian besar rumah disana hancur dan hangus, meninggalkan puing-puing.

Di samping desa, Ren melihat pemakaman yang di penuhi batu nisan tanpa nama, hanya ada tulisan warga desa Lestor.

' Setelah aku pergi, para kesatria mungkin datang kesini dan memakamkan semua orang yang meninggal '

Karena waktu itu Ren tidak punya waktu, dia terpaksa tidak kembali ke desa Lestor untuk melihat keadaan, yang dia pikirkan waktu itu hanyalah mencari cara untuk bertahan hidup.

Di tengah desa, Ren melihat sekelompok orang sedang minum di depan rumah yang masih bisa di gunakan dan cukup besar untuk mereka tinggali, Ren ingat rumah tersebut, itu dulunya adalah rumah kakek tua bernama Baram, dia adalah pemilik lahan pertanian terbesar di desa Lestor.

' Mereka pasti kelompok bandit yang bermarkas di desa ini, ada sepuluh dari mereka, empat di antaranya sedang berada di tempat lain, mereka mungkin sedang melakukan patroli '

' Persenjataan mereka ada pedang, tombak, kapak, dan...meriam tangan! '

' Darimana bandit seperti mereka mendapatkan benda seperti itu? '

Jendela yang ada di lantai dua terbuka, memperlihatkan seorang pria berwajah kasar dengan bekas luka di kiri bibirnya, dia kekar tapi wajahnya terlihat tidak sehat, dengan mata cokelat gelapnya, dia menatap kearah Ren.

' Dia dapat menyadari keberadaanku meskipun aku sudah menekan kehadiranku semaksimal mungkin! '

Semua uap air yang ada di sekitar Ren menyatu, menciptakan awan yang mengurung Ren di dalamnya, sihir atribut air, pembentukan awan!

' Dia dapat membuat lingkaran sihir di dalam pikirannya, dia Mage bintang 2! '

Untuk mencapai level Mage bintang 2, seseorang harus membuat inti sihir kedua lalu mengubahnya menjadi Akar Sihir kedua, hal ini memerlukan proses yang panjang dan terbilang sangat sulit, tidak semua orang dapat membuat inti sihir yang terbentuk secara alami dengan mudah, mirip dengan seseorang yang mencoba membuat jantung kedua.

Meskipun begitu, kekuatan yang di dapat sepadan dengan kesulitan nya, di level ini seorang Mage memiliki kemampuan pemulihan energi sihir yang cepat, regenerasi tinggi karena Akar Sihir kedua mereka di fokuskan untuk menjaga tubuh, dan kemampuan untuk membuat lingkaran sihir didalam pikiran!

Membuat lingkaran sihir di dalam pikiran bukan hanya sekedar membayangkan lingkaran sihir tersebut, itu tidak semudah kelihatannya, jika seorang Mage gagal fokus satu kali saja, lingkaran sihir yang gagal akan berdampak serius terhadap otak mereka.

Pernah ada orang yang membuat lingkaran sihir secara asal di dalam pikirannya, dia berpikir dapat menggunakan sihir apapun yang dia suka, namun hasilnya sangat mengerikan, kepala orang tersebut meledak karena energi sihir yang lepas kendali di dalam kepalanya.

Selain menghalangi pandangannya, awan yang mengelilingi Ren membuat tubuhnya merasa gatal, air yang ada di awan bertabrakan dengan minyak di kulit Ren, membuatnya merasa gatal, air dan minyak yang tidak bisa menyatu bergerak ke segala arah seperti makhluk hidup, menggelitik Ren.

Sementara Ren di ganggu oleh awan, pria berwajah kasar itu menembakkan puluhan peluru air kearah Ren, membuat semua orang yang ada di bawah terkejut.

" Bos Gram, apa yang kau lakukan? "

" Mungkinkah ada musuh! "

Ren merasakan ada yang mendekat melalui Aura Deteksi, sebuah teknik penggunaan Aura yang lebih tinggi daripada Aura Sensorik karena menggunakan Aura untuk merasakan perubahan di sekitar.

Sambil menahan rasa gatal di tubuhnya, Ren keluar dari awan dengan paksa dan berhasil menghindari peluru air yang menembus awan dengan mudah.

Setelah itu, dia membuat sepuluh pedang Aura yang kemudian dia tembakkan kearah bos bandit bernama Gram.

Melihat sekumpulan pedang biru datang kearahnya, Gram mundur dengan cepat dari jendela.

DUAR!!

Jendela dan dinding yang ada di dekatnya hancur karena hantaman pedang yang bergerak seperti peluru.

Gram menekan kehadirannya lalu turun ke bawah, dia keluar dari rumah menggunakan pintu belakang.

Para bandit yang ada di halaman berlari untuk mencari tempat aman, beberapa dari mereka masih belum melihat Ren karena dia berada terlalu jauh dan tinggi dari mereka.

Ren yang kehilangan keberadaan Gram, mengerutkan keningnya, dia berpikir keras apakah harus mendekat atau tidak.

Salah satu bandit yang bersembunyi mengambil meriam tangan yang terikat di belakangnya, dia mengeluarkan bubuk mesiu dan proyektil dari sakunya.

Dia memasukkan bubuk mesiu kedalam lubang laras, memadatkannya menggunakan kayu, lalu memasukkan bola hitam yang merupakan proyektil, setelah siap mempersiapkan meriamnya, dia mencari tempat yang sesuai untuk membidik Ren.

Bukan hanya dia yang melakukan hal itu, para bandit yang memegang meriam tangan juga sedang mencari tempat yang sesuai untuk membidik Ren, total ada empat orang yang melakukan hal itu.

Gram yang menyadari rencana bawahannya dari Magic Sense, membuat awan di sekitar Ren sekali lagi untuk mengganggu pandangannya.

Sebagai seorang penyihir, Gram tahu jika Ren akan menghindari semua peluru meriam dengan mudah, oleh karena itu, dia mengendalikan awan miliknya untuk mengganggu kaki Ren, mengganggu keseimbangan Ren, membuatnya kerepotan.

Melihat awan milik bos mereka, para bandit yang memegang meriam tangan langsung membidik Ren dan membakar sumbunya.

DUAR!!

Bola hitam itu melesat kearah Ren dengan sangat cepat, meninggalkan asap hitam yang keluar dari moncong meriam tangan para bandit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!